NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Saga mengambil ponselnya, ia kemudian menelepon Agres. “Drtttttt, drttttt” Ponsel milik Agres berbunyi, Pria yang tengah berkendara dengan motor gedenya, kini harus menepi ke pinggir untuk menerima sebuah telepon.

“Saga rupanya.” Agres pun menjawab telepon itu.

“Ada apa Ga,”

“Kau di mana.” Jawab Saga dari balik sambungan telepon.

“Aku mau ke Villa, ada apa?”

“Kau bisa menolongku! Ada sedikit kekacauan di Villa, para gadis itu lari. Dua orang kecuali Ivana, mereka merusak kamera pengawas dan aku tidak bisa mengawasi mereka sekarang. Danuel sepertinya kewalahan, dan Martin, aku tak yakin bocah itu bisa di andalkan. Jadi tolong kau cepat datang ke sana. Aku mungkin akan sampai 1 jam lagi.” Ucap Saga, setelah itu ia pun mematikan teleponnya.

“Dasar Saga, selalu saja mematikan ponsel, benar-benar pria itu.” Agres kini kembali melajukan motornya. Kali ini dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.

*****

Rei kini telah merusak kamera pengawas satu persatu, membuat Martin yang berada di ruang CCTV tampak panik. “Danuel, Rei gila itu merusak CCTV di lantai 2, entah apa yang dia gunakan, semua CCTV itu kini rusak.” Ucap Martin dengan wajah tampak panik.

Dari telepon, Danuel dapat mendengar kepanikan dari Martin, “para bocah gila ini benar-benar membuatku semakin muak.” Danuel kini berlari, menuju lorong di lantai dua.

Rei yang akan kembali ke ruang kebersihan, kini tak sengaja berpapasan dengan Danuel. Ia pun langsung lari dengan panik dan masuk ke ruang kebersihan itu. Mengunci pintu ruangan itu, “Rei ada apa?” tanya Ivana, dan sontak membuat Rei langsung membungkam mulut Ivana dengan tangannya.

Rei kemudian mengisyaratkan pada Ivana untuk diam, setelahnya sebuah langkah kaki mulai terdengar melewati ruangan itu. Ivana yang melihat hal itu kini langsung tahu, mengapa Rei tampak panik saat itu juga.

Danuel berjalan di sekitar lorong itu beberapa kali, namun ia hanya menemukan CCTV yang telah rusak. “Martin, coba kau cek. Dari arah mana mereka keluar tadi.”

Martin kemudian mencari, namun ia hanya menemukan mereka keluar dari lorong menuju kamar Ivana. “Aku tak yakin, mereka sepertinya bersembunyi di ruangan yang tidak tampak oleh CCTV”

“Tolong,” Teriakan itu berasal dari dapur, Danuel yang mendengar para pelayan menjerit ketakutan itu pun langsung pergi ke sana.

“Diam atau tongkat ini aku pukul padamu.” Ucap Jane sebari membungkam mulut pelayan di depannya. Pelayan lain bersembunyi di pojok. Mereka takut pada Jane, mereka tak berani pada gadis itu.

Namun salah satu pelayan membawa sebuah pisau, dengan tangan yang gemetar, ia mencoba menusuk Jane dengan itu. Namun sayang baginya, karena Jane jauh lebih lincah dari dugaannya. Jane mengarahkan bola matanya, menatap ke samping dan mendapati pelayan itu. Tanpa rasa takut ia langsung menendang tangan pelayan itu. Membuatnya langsung tersungkur dan pisau yang ia bawa pun ikut terjatuh.

Danuel yang menatap dari bawah menemukan kekacauan itu, segera menuruni anak tangga dengan cepat. Jane kini telah membawa makanan dengan sebuah kantong belanja milik salah seorang pelayan.

Jane kini menatap Danuel yang tengah berlari ke arahnya, “sial,” ujar Jane, saat ia melihat ada Danuel di sana.

Jane melepaskan pelayan yang menjadi sandranya, ia kini memilih untuk lari alih-alih tetap diam di sana dan melawan. Namun sial bagi Jane, Danuel melepaskan peluru tembakannya. Mengenai kaki Jane, membuat gadis itu tak bisa berlari. “DORRRRR” Suara tembakan melengking, suaranya sangat keras. Ivana dan Rei yang kini hanya menunggu pun menjadi sangat khawatir.

“Bagaimana ini kak Ivana, apa Jane akan selamat.”

Ivana hanya menggelengkan kepalanya, “aku tidak tahu Rei. Tempat ini benar-benar seperti penjara untukku.”

Rei kemudian teringat perkataan dari Jane, pada saat itu mereka masih berada di lorong, sebelum mereka sempat berpisah. Jane mengatakan sesuatu pada Rei, “Rei, bisa kau bantu aku.”

Dengan nada yang lembut, Jane mengatakannya seolah hal itu memang akan terjadi, “jika nanti, aku memang tidak kembali. Kau yang harus membawa Ivana pergi dari sini. Mungkin aku, akan sedikit membuat pengalihan di sini.”

“Maksudmu, kau akan menyerahkan dirimu.” Jane menggeleng.

“Aku tak akan menyerahkan diri, aku hanya menjadi pengalihan. Aku bisa keluar dari sini sendirian, namun kalian, akan susah untuk kalian pergi. Aku telah melihatnya tadi, ada sebuah pintu kecil di halaman belakang rumah ini.”

Rei pun benar-benar terheran-heran akan Jane, gadis itu benar-benar telah mengatur semua ini, “Bagaimana kau tahu, jika di halaman belakang ada pintu itu?”

“Aku sempat turun ke bawah saat menghindari kejaran Danuel, para pelayan melihatku, jadi kau berlari mengejar mereka sebelum kembali ke lantai atas.”

Rei yang mendengar hal itu pun langsung tercengang mendengarnya, “Jadi, kau malah mengejar mereka ya. Dasar Jane.” Ucap Rei dengan raut wajah yang tercengang setelah mendengar hal itu.

“Jane, Jane,” ucap Rei sebari menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah Rei, ikuti saja aku, kau akan aman, Semua CCTV di bawah akan aku tangani. Kau hanya perlu pergi dari sini membawa Ivana, kau mengerti kan maksudku.” Rei pun hanya bisa pasrah mengangguk.

Setelah mengingat semua itu, air mata jatuh dari mata Rei, ia pun menyeka air mata itu. Berdiri, dan kemudian memapah Ivana pergi dari sana. “Kita akan pergi ke mana Rei, Jane bilang kita harus menunggu di sini.”

Rei menggelengkan kepalanya, “kau tahu kak Ivana, Jane bisa pergi dari sini, kapan pun yang ia mau. Namun kita, ini hanya akan menyulitkan dia. Kita akan pergi dulu, Jane bilang dia akan menyusul kita.” Rei menuntun Ivana. Mereka pergi dari sana, berjalan pergi ke bagian belakang dapur dan pada akhirnya benar-benar pergi. Pintu di belakang yang semula terkunci, gemboknya kini telah rusak.

Rei kemudian kembali akan ingatannya beberapa jam yang lalu saat di lorong, “lalu bagaimana jika pintu terkunci, atau ada para pengawal di belakang sana.”

“Aku sudah merusak gembok itu,” Jane menunjukkan gembok yang telah patah.

“Tidak ada pengawal di sana, kau benar-benar bisa bebas dan aman. Aku akan menyusulmu. Ikuti saja pesanku Rei,”

Setelah semua ingatan itu, Rei menangis, ia yang semula selalu bertengkar dengan Jane, tak peduli dengan apa yang gadis itu ucapkan. Kini menjadi sangat merindukan dia. “Jane, apa kau aman, apa kau baik-baik saja. Aku baik, namun kak Ivana.” Tangis Rei semakin menjadi, ia sudah tak mampu untuk memapah Ivana, mereka kini duduk dan bersandar di bawah pohon besar dan rindang. Mereka kini berjalan di belakang hutan dengan tepian lautan di sana.

Rei menatap sekitar, ia bahkan tak tahu saat ini mereka ada di mana. Tak ada ponsel, karena di tawan oleh pria resek itu, Rei hanya bisa menggunakan instingnya untuk berjalan ke arah yang benar. Villa itu memang mewah, dari depan, tampak sangat indah, namun di dalam benar-benar seperti ruang penjara.

Ivana memegang tangan Rei, menaruh tangan gadis itu di pipinya. “Kau itu tidak sendiri, maaf telah membuatmu dalam situasi seperti ini.” Ivana menyerahkan cincin di tangannya.

“Jual ini, dan pulang ke rumah wingston, aku akan pergi menemui mereka. Maaf telah membuatmu sejauh ini Rei, aku sangat berterima kasih padamu selama ini.” Dengan sekuat tenaga yang ia miliki, Ivana berdiri dari duduknya.

“Kau mau ke mana kak?” Rei menghadang Ivana, ia tak membiarkannya pergi.

“Aku tak butuh cincin ini.” Rei membuang cincin itu, ia kemudian memeluk Ivana.

“Aku memang bukan siapa-siapa bagimu, namun aku telah menganggapmu seperti kakakku sendiri.”

Ivana tersenyum mendengarnya, untuk pertama kalinya ia benar-benar dapat merasakan pelukan yang hangat selain Olivia. “Terima kasih atas semuanya Rei, namun yang Saga mau adalah aku, jika kalian tetap ikut, maka kita tetap akan mati bersama. Kau masih muda, sangat-sangat muda, masa depanmu masih panjang. Jika aku, aku ini sudah mati rasa sejak lama, jadi kau tak perlu lagi cemas soal aku.” Ivana mendorong Jane menjauh darinya.

“Kak, yang benar saja. Kau tak akan serius bukan?”

Ivana pun mengangguk, menjawab semua pertanyaan Rei. “Aku serius, aku adik kak Olivia, dia tak akan bisa sekejam itu padaku. Namun aku mohon Rei, tolong pergi dari sini. Pulang dan bilang mama, bahwa aku baik-baik saja.”

Rei yang mendengar hal itu pun langsung mengangguk, “kau benar, mengapa tak terpikir di otakku, mengapa tidak kita menghubungi nyonya Wingston atau setidaknya polisi. Aku akan melakukannya. Namun kak, kau juga harus ikut aku.” Ivana yang mendengar itu menggeleng, ia kemudian melepaskan genggaman tangan Rei.

“Aku akan tetap di sini, aku hanya akan menjadi beban bagimu Rei, sekarang, semua ini bergantung padamu. Aku akan kembali,” Ivana berjalan menjauh, dengan tertatih-tatih ia pergi kembali menuju ke Villa itu.

“Kak Ivana.”

Rei meneguhkan hatinya, “Rei, kak Ivana benar. Semua ini bergantung padamu sekarang, setidaknya kau harus bisa pergi untuk melapor pada polisi.” Rei mengambil cincin milik Ivana, ia kemudian pergi dari sana.

Ivana yang mendengar langkah kaki dari Rei kian menjauh pun tersenyum, para pengawal di villa itu kini sudah mulai menyergap Ivana, wanita itu pun mengangkat tangannya. Agres membawa Ivana masuk kembali ke dalam Villa dengan cara menggendongnya.

Di sisi lain, Jane benar-benar sudah tak berdaya, ia mati rasa, ia kini telah di bawa oleh Danuel ke lantai atas. Seorang dokter kini di tugaskan untuk menjaga Jane.

Dan kini, Rei, dia sudah berhasil keluar dari hujan, berjalan tanpa arah menyusuri jalanan desa yang sepi, hanya ada hutan di sana, tanpa ada satu pun kendaraan yang melintas.

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!