NovelToon NovelToon
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..

Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..

Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..

Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..

"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.

Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.

Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!

Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."


_Shica Mahali_


"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.

Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.

Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.

Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?

Tapi aku......"


_Raihan Alfarizi_



PERINGATAN!!!
17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

".. Tidak ada yang salah antara kau dan aku.. Kau laki-laki dan aku perempuan.. Kau menggunakan logika, sementara aku menggunakan perasaan.. "

Ucu Irna Marhamah

***

    •••Shica Mahali•••

    Laki-laki yang tak sengaja bertubrukan denganku itu menyeret paksa diriku memasuki kelasnya. Di dalam kelas itu terdapat banyak sekali murid. Aku sangat malu.

    Mereka menatap kami. "Dia pacarmu?" ledek salah satu dari mereka pada pria bermata kelam yang menarikku.

   "Yang benar saja, mana mungkin si jelek ini pacarku." kata laki-laki yang menyeretku ke kelas ini tentunya membuatku benar-benar sakit hati. Seisi kelas mentertawakan diriku. Kedua mataku sudah memanas.

    "Lalu untuk apa kau membawanya ke kelas kita?" tanya yang lain.

    "Katakan!" bisik laki-laki itu padaku penuh ancaman.

    Aku sangat kesal, malu dan sakit hati. "Aku minta maaf!" kataku cepat, kemudian berlari keluar dari kelas itu.

    Namun, laki-laki sialan itu mencengkram lenganku dengan erat dan kasar. Tubuhku terhuyung membentur dadanya.

    Demi Tuhan!

    Ini menyakitkan!

   "Katakan yang jelas, dan ikuti kata-kataku," kata dia.

   Aku mengangguk dengan kepala tertunduk dalam.

    Pandanganku mulai tidak jelas karena buliran air mataku yang menghalangi iris hazel-ku.

   "Aku.." kata laki-laki itu.

   "A.. Aku.." aku terpaksa menirunya.

   ".. Si jelek.."

   Aku menahan suara isak tangisku. ".. Si jelek.."

   ".. Meminta maaf kepada Raihan Alfarizi.."

    Akan kuingat namanya seumur hidupku!

    ".. Meminta maaf pada Raihan Alfarizi.."

    ".. Kapten voli terkuat.."

    Aku tidak mau mengatakannya. Dia mengeratkan cengkramannya.

   "Katakan, bodoh!"

   "Aku tidak mau!"

   "Kenapa!"

   "Karena.. Hanya kakakku yang terkuat! Dia kapten voli terkuat! Dia! Hanya dia!" teriakku sambil mendorong dadanya dengan kuat, kemudian aku segera berlari pergi keluar dari kelas tersebut.

    Namun naas, kakiku tersandung dan jatuh didepan pintu kelas itu. Aku meringis kesakitan.

    Mereka yang melihat kekonyolanku tertawa terbahak-bahak.

    Memalukan!

    Aku berlari pergi sambil menangis terisak-isak.

    "Hei! Kau!" terdengar laki-laki bermata kelam memanggilku. Aku terus berlari.

    Mataku terasa perih dan air mataku menetes membasahi pipiku.

    Dia menarik ranselku otomatis aku menghentikan langkahku.

   "Cup cup cup cup jangan menangis, kau malah terlihat semakin jelek, Nona." ledek laki-laki yang bernama Raihan itu.

    "Cukup! Asal kau tahu! Aku akan membalas semua ini! Sombong sekali dirimu. Hanya karena aku tidak sengaja menabrakmu, kau mempermalukanku! Lihat saja, nanti kau akan memohon padaku! Memohon padaku karena aku adalah.." aku tidak mau melanjutkan kata-kataku.

    Aku mendengus kemudian berbalik meninggalkannya.

    "Lakukan saja, untuk apa aku memohon padamu, jelek." ledeknya lagi.

     "Aku benci padamu! Benci kau! Raihan Alfarizi!" aku berteriak didepan wajahnya. Ekspresinya berubah sendu. Namun aku tidak peduli.

     Aku memejamkan mataku kemudian segera berlari memasuki kelasku yang bertuliskan VIII-F diatas pintu.

    Sontak teman-teman kelasku menatap heran padaku.

    Aku melipat tangan diatas meja dan melelapkan kepalaku kesana. Aku menangis tanpa suara. "Shica, apa yang terjadi?" tanya seseorang.

    Perempuan itu berusaha melihat wajahku. Aku mengalihkan pandanganku dan menggeleng pelan. Aku kesal sekali pada laki-laki berkulit gelap dan bermata kelam itu.

    Aku bertekad untuk tidak akan pernah memaafkannya sampai kapanpun.

    Aku bukanlah orang munafik. Ya, aku pendendam!

   Raihan Alfarizi..

   Raihan Alfarizi..

   Akan kuingat namamu..

   Hari sudah menjelang sore, aku pulang dan memasuki kamarku. Kamar dengan cat biru gelap dan putih yang mendominasi ruangan ini.

    Tidak ada siapapun dirumahku.

    Ayahku ke kantor, ibuku memantau butik dan restorannya.

   Sedangkan kak Regar, tentu saja dia masih di sekolah. Dia biasa pulang sore. Kadang meski waktunya pulang, dia tidak akan pulang dulu ke rumah.

    Mungkin dia pergi ke klub voli atau berkencan. Entahlah dimana kakakku itu.

    Aku merenung di tepi ranjangku yang berukuran queen size. Aku mengambil buku harianku, lalu mulai menulis. Menulis semua yang terjadi hari ini. Lalu aku menggambar. Ya, aku suka menulis dan menggambar. Aku menggambar wajah menyebalkan si Raihan. Tak lupa aku menambahkan dua tanduk setan dikepalanya.

    Aku tertawa melihat hasil karyaku. Kata-kata si Raihan itu terus terngiang dikepalaku.

    Apa aku benar-benar sejelek itu. Aku memberanikan diri menatap pantulan diriku dicermin.

    Aku memang terlihat konyol, tapi juga tidak sejelek itu.

    Ingin sekali aku mematahkan leher orang jahat itu.

   Kreeek

   Terdengar pintu kamarku terbuka. Aku menoleh, memastikan siapa yang masuk. Ternyata Regar, kakakku. "Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu?" aku bertanya sambil menggerutu.

    "Shica, kenapa matamu?" dengan segera dan penuh kecemasan dia menghampiriku dan mengabaikan ucapanku sebelumnya.

    Kadang kakakku itu memperhatikanku, menghawatirkanku, dan membuatku kesal. Namun kali ini sepertinya dia akan marah.

    "Jawab aku!" katanya dengan nada tinggi dan terlihat kemarahan dimatanya.

    Sudah kubilang, dia akan marah.

    Bukan kemarahan untukku pastinya, tapi untuk seseorang yang membuatku seperti ini.

    "Kakak.." kataku berusaha lembut padanya agar tidak marah.

    "..apa aku jelek?" sambungku memastikan dia tidak marah.

    Greeeppp

    Aku terkejut karena kak Regar memelukku. "Kau cantik Shica, hanya saja kau harus lebih feminim," katanya lembut.

    Aku membalas pelukan kakakku. "Memangnya siapa yang berani mengatakan itu!" gertaknya sambil melepaskan pelukan dengan kasar. Kak Regar menatapku serius.

    Aku terdiam.

    Dia makin terlihat marah "katakan! Siapa! Kenapa dia berani mengatakan itu padamu dan menantang maut datang lebih cepat!" geramnya.

    Sejujurnya aku takut melihatnya seperti itu. Aku ingin sekali bilang pada kak Regar. Tapi aku takut mengatakannya. Aku mengalihkan pandanganku darinya.

    Aku takut.

    Melihat ketakutanku, kak Regar membelai kepalaku. "Maaf Shica, aku terbawa emosi." katanya dengan nada menyesal.

    Aku menghela napas berat kemudian mengangguk pelan. "Dengar, lebih baik kau berubah saja agar kau terlihat lebih cantik," kata kak Regar sambil menangkup wajahku.

    Aku menatapnya.

    Kak Regar melepaskan kacamata yang kupakai. Lalu dia menatapku.

    "Jika aku bukan kakakmu, aku pasti mencintai dirimu," kata kakak dengan gombalnya. Aku mencubit pipi kakakku. "Kakak genit sama adik sendiri," kataku menggerutu.

    "Daripada aku genit sama perempuan lain, nanti kamu sama marah lagi, kamu 'kan cemburuan," kata kakak. "Ih! Apaan sih, Kak." kataku menggerutu.

    "Jangan pakai lagi kacamata ini.. Aku akan membelikanmu softlens. Tapi kamu harus janji akan memakainya, ya." kata kak Regar.

    "Tapi kak, aku gak mau pake softlens. Aku mau pake kaca mata aja. Softlens 'kan perih" gerutuku kesal.

    "Ah baiklah, tapi kamu janji, kalo dia jahatin kamu lagi, lapor ke kakak, ya." kata kak Regar.

    Aku mengangguk semangat. Kak Regar tersenyum kemudian merentangkan tangannya.

    Aku memeluknya dengan erat.

    "Love you brother"

    "Love you too, sister"

By

_Ucu Irna Marhamah_

1
Ummi Nza
😂😂😂😂😂😂
Ummi Nza
panjang bener nama nya 🤭
Imas Karmasih
masih belum tau konfliknya bingung
Azizach
Itu nama se kecamatan yaa thour d bawa🤣🤣
anti pebinor pelakor
Dalam novel yang paling menyedihkan adalah sosok reynaldi punya istri tapi masih sangat mencintai pria lain dan sangat jelas sicha perlihatkan, hak sebagai suami selalu di abaikan sicha dan ketika reynaldi mengambil hak (secara paksa), bukan sicha iklas tapi sicha menunjukkan dirinya begitu tersiksa hingga membuat reynaldi tidak percaya diri dan merasa bersalah hingga mengambil tindakan bodoh hanya untuk kebahagiaan sicha, reynaldi hidup menderita sendirian dan melihat istrinya menikah lagi dengan pria lain, sicha hidup bahagia dan reynaldy menderita di atas kebahagiaan sicha

Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan

Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya
Ismiyati Budiyono
auto mewek thor
Ismiyati Budiyono
sad ending..knp raihan hrs dibuat mati
Ismiyati Budiyono
poliandri y
Wati_esha
Bingung lho ini .. mau komentar apa. Author ... ceritamu ini 😇😇😇 Kasihan Shica duhhh.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Apa boleh poliandri? 😇😇😇
Wati_esha
Reynala sudah menjelaskan status pernikahan Reynaldi dan Shica.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Nadhira ... jadi mama bagi Shica.
Wati_esha
Raihan ... modus nih.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Raihan ... apakah sudah menduga akan datangnya rintangan bagi mereka di masa depan hingga harus mempersenjatai isterinya?
Wati_esha
Baru mau tenang ... Sean Jansen muncul mengganggu.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Regar ... lebih suka Raihan dari pada Reynaldi? 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!