NovelToon NovelToon
Pacar Suamiku

Pacar Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:307.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadiapuma

masa lalu terkadang bisa membuat semua di masa depan berantakan. dia yang berasal dari masa lauku, dia yang sudah lama aku lupakan. datang lagi tanpa pemberitahuan.

aku harus bagaimana menanggapi perjodohan ini. setauku dia mencintai wanita lain dan bukannya aku. tapi ini permintaan mendiang ibuku

apa aku boleh menjadi anak yang tidak patuh akan permintaan terakhir ibuku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiapuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keenan

"Biskuit coklat, ia Nana ingat Tante. Ada anak laki laki bernama Ken yang selalu kasih Nana biskuit coklat setiap Nana nangis. Terus apa hubungannya orang itu sama surat ini Tante?" Kataku setelah mengingat sedikit kejadian masa kecilku.

"Kamu boleh baca sendiri surat nya sayang." Ujar tante Vera.

Aku segera membuka surat tadi dan membacanya dalam hati.

Surat ini di tulis oleh mamaku dengan tangannya sendiri. Bahkan ada tanda tangan dan tanggal pada surat yang ku baca ini.

Ada satu kalimat yang sangat menggangu perhatianku disini.

Mama tau sekarang kamu sendirian. Maafin mama yang nggak bisa temenin Nana lebih lama lagi. Maafin mama yang belum bisa bantu Nana wajudkan mimpi Nana. Maaf karna mama harus ninggalin Nana sama papa. Kita kau papa bukan orang yang baik, tapi juga bukan orang jahat. Jadi, mama mau Nana tetap menghargai papa ya. Mama ingin kamu menikah dengan anak sahabat mama. Mama nggak mau kamu sendirian menghadapi papamu, jadi menikah lah dengan keenan anak sahabat mama. Keenan juga sahabatmu sejak kecil.

Jangan merasa sendiri, mama ada di hatimu menjagamu menemanimu.

Mama sayang Nana.

Tak kuasa aku meneteskan air mata. Ma, maafin Nana yang belum bisa bahagiain mama yaaa. Maaf karna selama hidup mama, mungkin hati mama tersiksa karna papa. Karna Nana juga.

Aku menatap Tante Vera di depanku. Dia menatapku iba tapi masih ada kasih sayang disana.

"Nggak papa ya, kita harus ikhlas kan. Nana bisa kok anggep Tante sebagai mama kamu sendiri. Ya." Tante Vera menggenggam tanganku menguatkan.

"Makasih Tante, makasih udah jaga surat ini, makasih sudah kuatin Nana." Aku tau masih ada orang yang sayang padaku.

Triiing...

Suara bell cafe berbunyi. Menandakan ada orang datang. Aku melihat sekilas ke arah orang itu, dia berjalan menuju ke arah ku.

Sekilas wajahnya tidak asing. Tapi aku tidak mengenalinya, hingga dia sampai di sebelah meja kami.

"Ma." Laki laki tadi memanggil Tante Vera di depan ku dengan panggilan ma.

"Ah kamu sudah datang nak. Sini duduk di sebelah mama." Tante Vera berpindah duduk memberikan tempat tempat untuk seseorang yang baru saja di panggilnya nak.

"Nana ini anak Tante. Namanya Keenan." Ucap Tante Vera memperkenalkan.

Aku melihatnya, mengingat dimana aku menemukan nama Keenan. Ah itu di surat wasiat mama. Jadi ini Keenan , dia tampak dingin dan tidak bersahabat. Kenapa mama ingin dia jadi suamiku.

Ekhm...

Aku tersadar dari lamunanku begitu mendengar Keenan berdeham. Dan ternyata dia sudah mengulurkan tangan kanannya padaku.

"Keenan." Katanya dingin.

"Nana." Kataku meraih tangannya untuk berjabat tangan. Setelah mendengar namaku Keenan langsung melepas tanganku begitu saja.

"Nah ini Keenan anak Tante. Selagi Keenan disini, biar mama jelaskan yaaa. Jadi, mama dan almarhum mamanya Nana sudah berencana menjodohkan kalian sejak kalian masih kecil." Jelas Tante Vera yang mendapat tatapan datar dari putranya.

Aku masih menyimak dengan hati hati apa yang di katakan oleh Tante Vera. Takut ada yang terlewat atau ada yang tidak aku pahami.

"Sekarang setelah kepergian sahabat mama, mama mau kalian segera menikah. Tapi tentu mama nggak akan terlalu memaksa. Jadi mama beri kalian waktu untuk mengobrol ya. Sekarang mama mau pergi Kinan sudah di depan." Jelas Tante Vera yang malah berdiri dan beranjak.

"Tante, tunggu dulu." Aku menahan Tante Vera dengan menggenggam tangannya.

"Kenapa sayang?" Tanya Tante Vera bingung.

"Eeeem, itu, ini apa tidak terlalu cepat? Aku yakin penjelasan Tante tadi masih kurang lengkap." Kataku sedikit kikuk.

Tante Vera hanya menaikkan alisnya bingung. Dan tersenyum ramah padaku.

"Kamu tenang aja ya. Keenan sudah tau semuanya jadi kalian bisa mengobrol membicarakan semuanya." Jelas Tante Vera.

Mendapat anggukan dariku Tante Vera segera pergi.

Suasana saat ini sangat dingin. Aku bahkan dapan merasakan ujung jari tangan dan kakiku menjadi sangat dingin.

"Jadi kamu Nana?" Tanya Keenan membuka percakapan.

Aku menatapnya dan menganggukkan kepala bingung juga malu.

"Langsung saja ke inti permasalahannya. Kamu mau menikah?" Tanya Keenan tepat mengunci mataku seakan menghipnotis untuk menjawab tanpa lama berfikir.

"Ini keinginan mamaku. Mana bisa aku mengabaikan nya begitu saja." Kataku sedikit bergetar.

"Tapi sepertinya kamu belum yakin." Katanya lagi.

"Aku memang masih kaget dengan semua kejadian yang sangat cepat ini. Tapi...."

"Kamu belum yakin. Harusnya seseorang yang sudah yakin pada dirinya tidak akan mengatakan kata tapi. Coba tatap orang yang sedang bicara di depanmu." Aku yang sejak tadi menunduk jadi sedikit kesal dan langsung menatap mata Keenan yang tajam.

"Pikirkan lagi ku beri waktu 1 Minggu. Jika kamu sudah dapatkan jawabannya. Katakan padaku." Keenan tampak berhenti bicara dan menatapku dari atas hingga ke bawah.

"Kita mungkin akan segera menikah. Jadi aku sampaikan sekarang saja. Aku sebenernya punya pacar. Tapi itu bukan masalah besar. Aku akan membereskan nya setelah kita menikah. Jadi pikirkan baik baik, ini kartu namaku. Kamu bisa hubungi nomer disitu." Jelas Keenan panjang lebar dengan nada menindas dan sangat dingin

Aku nggak tau kalo kata kata orang bahkan bisa begitu mengintimidasi ya.

"Aku akan datang kesini Minggu depan di jam yang sama di hari yang sama, jika kamu nggak menghubungi ku. Apa kamu mengerti?" Tanyanya dengan nada seperti tukang palak.

"Ia aku mengerti. Tapi apa kamu ngga terpaksa untuk menikah denganku?" Tanyaku pelan takut menghancurkan harga dirinya.

"Aku memang terpaksa tapi, apapun akan aku lakukan untuk mamaku." Jelas Keenan padaku.

Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda mengerti. Dan baru Ter ingat sesuatu dia belum memesan apapun sejak tadi.

"oh, Mau pesan sesuatu nggk?" Tanyaku pelan seperti mencicit.

"Boleh." Katanya yang tak ku sangka malah menjawab boleh.

"Padahal aku tanya gitu cuma buat basa basi. Kenapa dia jawab boleh. Dasar aneh." Batinku sedikit kesal.

Walau masih kesal aku memanggil seorang pelayan yang segera menghampiri kami.

"Ini menunya." Pelayan tadi memberikan buku menu padaku dan Keenan.

Selesai memesan dan mengembalikan buku menu pada pelayan Keenan menatap jam tangannya lalu menatapku.

"Kamu tinggal dimana?" Tanya Keenan dengan nada yang masih dingin

"Ah dasar kulkas berjalan." Batinku sedikit gondok.

"Mulai hari ini aku tinggal di sini. Di atas di ruang kerjaku." Jawab ku singkat.

Keenan menatap sekeliling cafe ku lalu menatapku lagi.

"Bangunan ini milikmu atau sewa?" Tanya nya lagi masih dengan nada dingin.

"Bangunan sendiri." Jawabku sekenanya.

"Lumayan juga karna ini di kawasan ramai." Jelasnya dan tak lama makanan yang di pesan olehnya dan aku datang.

Dia tampak menikmati makanan yang di sajikan dan menanyakan beberapa hal padamu...

.

.

.

.

.

To be continue

Nadiapuma

27.05.2020

1
Memyr 67
judul episode pernikahan, siapa yg nikah?
Memyr 67
ribet. punya suami model keenan. kalo asich, tinggal aja. yg tegas jadi istri. kalau dia gila, kehilangan istrinya, biarin aja lach.
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Milka Epi
beruntung sekali aku dapat suami yg gak punya kenangan masalalu alias aku pertama dan semoga yg terakhir buat dia 😊
Putri Minwa
lanjut ke Dendam ya thor
Putri Minwa
aduh, perempuan emang gampang di tipu ya
Putri Minwa
Kalau udah selingkuh, ya tinggal kan aja
Putri Minwa
emang nya ada apa dengan mama Vera, seperti ada hal yang menarik nih
Putri Minwa
hai thor putri Minwa mampir
Putri Minwa
manja sekali ucapan cintanya
Putri Minwa
jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor
Putri Minwa
mantap thor, lanjut
Putri Minwa
Widih, enak ya, kalau punya kekasih yang perhatian gitu
Putri Minwa
selamat ya, atas. penyatuan cinta nya
Putri Minwa
hai thor putri mampir ya
Putri Minwa
kebanyakan kekasih bikin pusing, kalau begitu lebih baik mundur aja deh
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik Kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
semangat terus thor, lanjut
Putri Minwa
sedih yang tak ada obatnya thor
Putri Minwa
kak putri mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!