Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.
Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kisah
Tiada hari tanpa rasa syukur dan tiada masa tanpa adanya tawa dan air mata. Begitu pula lah yang saat ini menghiasi hari-hari seorang gadis yang mencoba menikmati hidupnya layaknya aliran sungai yang damai walau ombak terkadang datang menghantam dan membuatnya tenggelam dan remuk dalam luka yang menganga
Matahari bersinar seperti biasanya dengan nuansa cerah yang menghangatkan jiwa dan suara kicauan burung memenuhi alam semesta dipagi hari yang penuh berkah dari sang pencipta
Namun, suasana itu tidak bagi seorang wanita yang kini menatap suaminya yang sibuk mematut diri di depan cermin sambil tersenyum penuh bahagia. Perlahan air mata yang sembari tadi ditahannya mulai menaungi pelupuk matanya dan berakhir dengan meluncur indah di pipi mulusnya
Ah... Andai senyuman itu untuknya, mungkin ia akan menjadi wanita paling bahagia, tapi itu hanya akan jadi khayalan dalam angannya. Suaminya takkan pernah tersenyum secerah itu kepadanya mengingat pernikahan mereka tidaklah seperti pernikahan orang lain. Pernikahan mereka hanya didasari pada sebuah pertanggung jawaban yang dituntut
"Mas, apa sudah selesai?" tanyanya pada sang suami yang kini mengalihkan atensinya dari cermin padanya dan wajahnya yang semula tersenyum hangat langsung berubah jadi dingin, sedingin hati yang kini beku.
"Kelihatannya mas Rangga bahagia sekali, apa dia mendapat peran sebagai tokoh utama? Peran sebagai Cinderella, Snowwhite, Belle, Elsa atau Rapunzel? Dia bahkan hanya mendapat peran sebagai figuran, tapi melihat reaksi mas! Seperti dia mendapat peran utama saja." Nisa, nama wanita itu memberanikan diri menatap mata suaminya yang masih tak mengucapkan sepatah kata pun
"Aku tidak peduli seberapa besar Mas mencintai wanita itu, yang penting sekarang ini, bahu ini masih milikku. Jadi, hanya aku yang boleh memilikinya!" ujar Nisa tetap mencoba egois sembari menyapu bahu kekar sang suami yang masih saja berdiri bisu
"Dan ingat Mas! Aku mengandung anakmu!" lanjutnya sambil menarik tangan sang suami dan membawanya untuk menyentuh perut buncitnya
"Dia takkan ada jika bukan karena rencana bodohmu untuk mengikatku!" akhirnya belahan bibir yang sedari tadi terdiam itu mengeluarkan sepotong kalimat panjang yang menyakitkan
"Itu terjadi karena aku mencintaimu, Mas. Tak bisakah kamu melihatku, sekali saja!... Aku sudah mencintaimu sejak kita duduk di bangku SMP, sedangkan Mas bertemu dengan mbak Tiwi pada masa akhir SMA kita. Aku yang sudah lama mencintaimu, Mas" ucap Nisa dengan air mata yang kembali mengalir menghiasi wajah sendunya
"Tapi aku tidak pernah mencintaimu, aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku saja, Nisa" sahut Rangga dengan begitu tidak berperasaannya
"Tapi kita sudah menikah!" pekik Nisa penuh dengan keputus asaan
"Iya memang, tapi aku menikahimu hanya sebagai bentuk pertanggung jawaban atas jebakan yang kau lakukan padaku, Nisa." Rangga juga tidak mau menurunkan sedikit egonya untuk sekali melihat pada gadis yang kini penuh dengan kerapuhan
Melihat Nisa yang sudah tersedak dengan tangis yang mulai semakin terisak akhirnya Rangga memilih untuk tidak lagi memperpanjang debatan mereka
"Sudahlah,... Aku berangkat. Kamu tetaplah di rumah dan pahami kesalahanmu!" ujar Rangga sambil pergi meninggalkan istrinya yang menangis terisak
Selepas kepergian Rangga, Nisa jatuh terduduk dari berdirinya
" Sakit... Ini benar- benar sakit." ringis Nisa sambil memukul dadanya keras.
Pernikahan mereka baru beranjak tujuh bulan dan selama tujuh bulan itu pula wanita bernama lengkap Annisa Handayani ini menahan kesakitan yang mendalam di hatinya saat melihat sendiri suaminya pergi dengan kekasihnya sang suami, yaitu wanita yang sangat dicintai suaminya itu
Nisa tidak punya hak melarang pria itu untuk tidak pergi dengan kekasihnya karena bagaimanapun suaminya itu tidaklah pernah mencintainya
Perlahan ingatan Nisa kembali pada kejadian beberapa tahun yang lalu hingga sekarang
Masa SMP
Nisa tersenyum memandang pada pria yang diam-diam di taksirnya sekaligus pria yang menjadi sahabatnya. Bukankah tidak ada namanya persahabatan antara pria dan wanita? Tapi itu tidak berlaku bagi dirinya dan Rangga yang memang tidaklah pernah menatapnya untuk sekali saja sebagai seorang wanita
Nisa adalah gadis mungil yang cantik, dirinya tidak kekurangan sesuatu apapun dari fisiknya. Dia juga gadis yang begitu disegani apalagi dengan penampilannya yang berhijab serta pembawaannya yang lembut dan penuh dengan sopan santun
Merasa dipandangi, Rangga sang sahabat teralihkan dan memandang kearahnya balik hingga pandangan mata mereka bertemu yang membuat pria itu tersenyum memamerkan dua lesung pipi yang menghiasi wajahnya hingga tampak semakin indahlah rupanya
Nisa tidak bisa tidak jatuh cinta pada pria ciptaan Tuhan yang begitu tampan itu. Pria dengan rahang keras, hidung mancung, mata yang terlihat belo dengan bibir tipis yang menghiasi serta senyum yang begitu menawan menampilkan dua lesung pipit di kedua sisi pipinya
Waktu berlalu dengan semestinya hingga mereka menginjakkan kakinya di bangku sekolah menengah akhir. Selama lima tahun Nisa memendam perasaannya dan berencana akan mengungkap perasaannya tersebut tepat pada saat pengumuman kelulusan mereka.
Tetapi, cobaan sesungguhnya datang. Rangga jatuh hati pada murid pindahan bernama Tiwi Aurelia dan akhirnya Rangga mulai menjalin hubungan dengan gadis itu. Seiring dengan kehadiran Tiwi, Rangga bahkan melupakan waktunya bersama Nisa, sahabatnya dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Tiwi setiap harinya.
Setelah mereka lulus SMA, Rangga, Nisa, dan Tiwi memutuskan untuk melanjutkan studi di Universitas yang sama dan disana Nisa semakin dibuat sakit saat Rangga bahkan dengan terang-terangan menggandeng bahkan memeluk Tiwi didepan umum
Dan saat Rangga bersama Nisa, pria itu selalu menceritakan tentang Tiwi yang begitu sempurna di matanya. memuji-muji segala kesempurnaan gadis pindahan itu dengan begitu berlebihan. Rangga bahkan menceritakan rencananya pada Nisa tentang dirinya yang akan menikahi Tiwi saat mereka selesai mendapatkan gelar Sarjananya dan berencana akan berbulan madu keluar negeri. Nisa hanya mampu menahan tangis mendengar segala penuturan itu tanpa mampu melakukan apapun
Rasa sakit itu semakin parah setiap harinya dengan timpaan cerita penuh rasa bahagia yang Rangga ceritakan. Tidak pernahkah pria itu sekali saja melihat padanya dan memahami perasaannya. Kenapa rasa kepekaan Rangga seburuk itu?
Tepat setelah hari kelulusan dan wisudanya mereka. Malamnya diadakanlah pesta kelulusan dan Rangga juga menceritakan pada Nisa perihal dirinya yang akan melamar Tiwi malam ini, tepat dimalam pesta kelulusan mereka. Namun, Nisa yang tidak ingin kehilangan Rangga, pria yang begitu dicintainya itu hingga gelap mata, setan dan nafsu menguasainya. Nisa lepas kendali akan prinsipnya yang begitu menjunjung tinggi nilai islam dalam dirinya hingga dia melakukan kesalahan bodoh dengan menjebak Rangga yaitu dengan obat yang dicampurnya dalam minuman pria itu hingga terjadilah kesalahan yang disebut perzinahan
Rangga tidak ingin menjadi pria brengsek yang lari dari tanggung jawab walau itu jebakan. Akhirnya dia menikah dengan Nisa walau didasari dengan kata tanggung jawab apalagi setelah itu Nisa mengandung
Namun, Rangga juga tidak ingin memutuskan hubungannya dengan Tiwi. Dia selalu bertemu Tiwi setiap harinya dan setiap kesempatan itu ada. Nisa dapat melihat kebahagiaan terpancar dari wajah suaminya setiap suaminya pulang dari berkencan dengan kekasihnya, dan setiap hari pula selama tujuh bulan terakhir air matanya tidak pernah kering dalam tangisan.
.
.
.
dasar Tiwi ulet bulu
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
cerai aja GX sih klean