NovelToon NovelToon
Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.

Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Malam Pertama di Ranjang yang Sama & Janji Sang Naga

Malam harinya, suasana di Vila Nomor Satu Puncak Awan tampak begitu tenang dan indah di bawah sinar bulan purnama.

Setelah makan malam bersama Su Dahai dan Liu Lanfang di lantai satu, Ye Chen dan Su Qingxue naik ke kamar utama (master suite) yang luasnya mencapai seratus lima puluh meter persegi di lantai tiga, lengkap dengan balkon kaca besar yang menghadap ke gemerlap lampu Kota Jiangcheng di bawah sana.

Di dalam kamar mandi marmer yang mewah, air hangat mengalir dari pancuran.

Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Su Qingxue melangkah keluar dengan mengenakan gaun tidur sutra tipis berwarna merah muda lembut. Rambut hitamnya yang setengah basah tergerai di atas bahunya yang putih mulus, memancarkan aroma bunga teratai yang memabukkan dan kecantikan luar biasa yang mampu membuat pria mana pun di dunia ini kehilangan napas.

Saat melihat Su Qingxue keluar, Ye Chen yang sudah terbiasa selama tiga tahun terakhir langsung mengambil bantal dan selimut cadangan dari lemari untuk digelar di atas sofa panjang di sudut kamar.

"Qingxue, kau tidurlah duluan di ranjang. Malam ini udara di puncak bukit agak dingin, aku akan tidur di sofa dekat balkon," ucap Ye Chen sambil tersenyum seperti biasa.

Namun, saat Ye Chen hendak meletakkan bantalnya di atas sofa, sebuah tangan yang lembut, halus, dan sedikit gemetar tiba-tiba menarik ujung kemeja tidurnya dari belakang.

Langkah Ye Chen terhenti. Ia menoleh dan mendapati Su Qingxue sedang berdiri tepat di belakangnya.

Wajah cantik Su Qingxue tampak bersemu merah merona hingga ke daun telinganya yang putih bersih. Ia menundukkan kepalanya sedikit karena malu, namun jemari halusnya tetap menggenggam ujung baju Ye Chen dengan erat.

"Ye Chen..." bisik Su Qingxue dengan suara yang begitu lembut dan bergetar. "Malam ini... kau tidak perlu tidur di sofa atau di lantai lagi."

Jantung Ye Chen—yang bahkan tidak bergetar sedikit pun saat menghadapi sepuluh ribu pasukan musuh di medan perang—tiba-tiba berdesir hangat mendengar kalimat itu.

"Qingxue, kau..."

Su Qingxue mengangkat wajahnya perlahan. Sepasang matanya yang indah dan jernih menatap lurus ke dalam mata Ye Chen dengan penuh ketulusan dan rasa cinta yang tak lagi bisa ia sembunyikan.

"Selama tiga tahun ini, karena pernikahan kita berawal dari paksaan Nenek dan kesalahpahamanku, aku selalu membiarkanmu tidur kedinginan di gudang atau di lantai, sementara kau harus menerima segala hinaan dari keluargaku demi melindungiku," ucap Su Qingxue dengan suara lirih yang menyentuh hati. "Tetapi sejak hari ulang tahun Nenek di hotel, di rumah sakit, di Klub Royal Gold, di gudang dermaga saat kau menerjang seratus orang demi menyelamatkan nyawaku, hingga hari ini saat kau berdiri di depanku menghadapi Klan Murong... aku sadar bahwa di dunia ini, tidak ada pria lain yang mencintai dan melindungiku sehebat dirimu."

Su Qingxue menggigit bibir merah mudanya dengan malu-malu, lalu mengambil bantal dari tangan Ye Chen dan meletakkannya berdampingan dengan bantal miliknya di atas ranjang besar berukuran king-size tersebut.

"Aku adalah istrimu yang sah, Ye Chen. Mulai malam ini dan seterusnya... tempatmu adalah di sampingku."

Melihat wanita yang selama tiga tahun ini ia jaga dalam diam akhirnya membuka seluruh pintu hatinya, senyum paling lembut dan tulus terukir di wajah Ye Chen.

Ia melangkah mendekat, merengkuh pinggang ramping Su Qingxue, lalu mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya dan membaringkannya dengan lembut di atas ranjang sutra yang hangat.

Di bawah selimut yang sama, Su Qingxue menyandarkan kepalanya di atas dada bidang Ye Chen, mendengarkan detak jantung suaminya yang tenang dan kuat.

"Ye Chen," bisik Su Qingxue sambil memainkan jari-jarinya di dada Ye Chen. "Aku tahu kau bukan orang biasa seperti yang dipikirkan ibuku. Kemampuan bela dirimu, ilmu medismu, bahkan cara Presiden Qin Wan'er dan Panglima Long Wu memperlakukanmu... kau sebenarnya memiliki latar belakang yang sangat besar, bukan? Apakah ada bahaya besar di masa lalumu yang membuatmu harus bersembunyi di Jiangcheng selama tiga tahun lalu?"

Ye Chen membelai rambut panjang Su Qingxue dengan penuh kasih sayang, lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.

"Qingxue, kau memang wanita paling cerdas," jawab Ye Chen dengan suara rendah yang hangat. "Memang benar, aku berasal dari sebuah klan di Ibu Kota Yanjing, dan ada hutang darah di masa lalu yang harus kuselesaikan. Dulu aku menyembunyikan semuanya karena kekuatanku belum pulih dan aku tidak ingin menyeretmu ke dalam bahaya sebelum waktunya."

Ye Chen mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan Cincin Naga Hitam yang berkilau redup di bawah cahaya lampu tidur.

"Tapi aku berjanji padamu: tidak lama lagi, setelah aku membersihkan semua kerikil pengganggu di Provinsi Jiangnan ini, aku akan memberitahukan seluruh identitasku kepadamu secara terbuka, dan aku akan membawamu berdiri di puncak tertinggi dunia ini tanpa ada satu orang pun yang berani menatapmu dengan rendah lagi."

Su Qingxue tersenyum bahagia dan memeluk pinggang Ye Chen semakin erat sambil memejamkan matanya. "Aku tidak peduli seberapa tinggi puncak dunia itu, Ye Chen. Selama kau pulang dalam keadaan selamat ke sisiku setiap hari, itu sudah cukup bagiku."

Malam itu di Puncak Awan Kota Jiangcheng, sang Penguasa Naga mendekap wanita yang dicintainya dalam kehangatan yang damai.

Namun di luar sana, di Ibu Kota Provinsi Jinling, kembalinya Murong Yun dalam keadaan babak belur telah memicu badai besar di antara Empat Klan Besar Jiangnan dan para Grandmaster Bela Diri yang bersiap mengarahkan taring mereka ke Kota Jiangcheng!

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat hancur keluarga murong
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga zhao
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!