NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30: Reputasi yang meroket dan amarah sang perdana menteri

Suara tangis anak laki-laki itu bergema di seluruh ruangan apotek, memecah keheningan mencekam yang sempat melanda beberapa saat lalu. Wajah bocah itu yang semula membiru perlahan-lahan kembali memerah segar seiring udara oksigen yang rakus dihirupnya. Sang ayah langsung berlutut di lantai, memeluk anaknya erat-erat dengan air mata yang bercucuran karena tidak menyangka putranya bisa selamat dari ambang kematian.

Para pejabat bertubuh tambun yang menyaksikan kejadian itu dari awal bergidik ngeri sekaligus takjub. Mereka belum pernah melihat teknik pengobatan seaneh dan seefektif itu. Tanpa merapalkan mantra energi murni atau memaksa meminum ramuan pahit, Ruozi hanya menggunakan kedua tangannya untuk mengeluarkan sumbatan di tenggorokan sang bocah dalam hitungan detik.

"Keajaiban... ini benar-benar teknik dewa tangan kosong!" seru salah seorang menteri yang berdiri paling depan.

"Nona Ruozi, mohon maafkan kelancangan pelayan saya tadi yang sempat menuduh obat Anda!" kata sang ayah dengan suara bergetar sambil buru-buru meletakkan tiga batangan perak tambahan di atas meja konter sebagai tanda terima kasih. "Anda tidak hanya menyembuhkan penyakit perut kami, tetapi juga menyelamatkan nyawa penerus keluarga saya!"

Ruozi menghela napas lega, menurunkan ketegangan di bahunya sambil menyelipkan kembali pisau bedah kecilnya ke balik lengan baju. Ia tersenyum ramah, namun sorot matanya tetap memancarkan ketegasan seorang dokter profesional. "Pil penstabil ini harus diminum dengan air yang cukup, Tuan-Tuan. Jangan ditelan bulat-bulat saat tenggorokan kalian sedang kering. Nah, silakan lanjutkan antrean dengan tertib."

Di balik tirai bambu ruang dalam, Jenderal Besar Long Tianxu menyaksikan seluruh drama itu dengan seulas senyuman tipis yang sangat langka. Tatapan matanya yang tajam kini dipenuhi oleh rasa ketertarikan yang semakin dalam terhadap Ruozi.

Gadis sekurus triplek itu terbukti tidak hanya licik dalam memeras uang, tetapi memiliki kompetensi medis yang nyata dan ketenangan mental yang luar biasa di bawah tekanan masa.

Tanpa bersuara, sang Dewa Perang melompat keluar melalui jendela rahasia belakang, kembali ke baraknya dengan kepuasan tersendiri.

Sementara itu, di ujung ibu kota yang lain, kemegahan Kediaman Perdana Menteri Li mendadak diselimuti atmosfer mencekam. Suara cangkir porselen mahal yang pecah berantakan di lantai terdengar dari dalam ruang kerja sang Perdana Menteri. Tiga orang tabib istana bayaran berlutut dengan tubuh gemetar hebat di hadapan Perdana Menteri Li yang wajahnya sudah memerah padam akibat amarah yang meluap.

"Sampah tidak berguna! Jadi kalian bertiga yang mengaku sebagai tabib terbaik di seluruh kekaisaran tidak mampu membedah resep dari sebuah apotek kecil?!" bentak Perdana Menteri Li dengan suara menggelegar, dadanya kembang kempis menahan emosi.

"Am-ampun, Perdana Menteri..." salah satu tabib memberanikan diri angkat bicara dengan suara bergetar. "Kami sudah meneliti sisa pil detoks yang dibeli dari sana. Namun, tanpa mengetahui proporsi bahan pengikat dan dosis ekstrak mint yang tepat, racikan tiruan kami justru menjadi racun perut yang membuat seluruh hewan uji coba di laboratorium mati lemas karena dehidrasi."

Perdana Menteri Li mengepalkan tinjunya hingga urat-urat di tangannya menonjol keluar. Ia tahu persis bahwa dengan meroketnya reputasi Ruozi hari ini ditambah dengan perlindungan militer rahasia dari Long Tianxu ia tidak bisa lagi menjatuhkan apotek itu menggunakan cara-cara kasar di jalanan atau dengan memalsukan obat.

"Jika kita tidak bisa menghancurkannya lewat jalur pengobatan, maka kita akan menghancurkannya lewat jalur hukum kekaisaran," bisik Perdana Menteri Li dengan senyum kelam yang penuh konspirasi. Ia berjalan menuju mejanya dan mengambil selembar kertas perkamen kosong. "Besok pagi, aku akan memerintahkan Biro Pajak dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Apotek Ruozi Jaya Medika. Kita lihat bagaimana gadis kecil itu akan menghadapi dakwaan perdagangan ilegal dan penggelapan pajak kekaisaran."

Perdana Menteri Li segera menggoreskan kuasnya di atas perkamen dengan gerakan cepat dan penuh penekanan, menorehkan stempel resmi kediamannya yang berlapis tinta merah darah. Matanya berkilat licik membayangkan Ruozi terseret ke pengadilan kekaisaran dalam keadaan terikat rantai besi. Baginya, tidak ada satu pun bisnis di ibu kota yang bisa bertahan jika sudah berhadapan dengan pasal-pasal berlapis dari Kementerian Perdagangan, terutama sebuah apotek baru yang belum memiliki akar politik kuat di kalangan birokrat. Setelah melipat perkamen tersebut, ia melemparkannya kepada pengawal pribadinya yang berdiri tegap di balik bayangan pilar ruang kerja.

"Antarkan surat perintah ini langsung ke tangan Kepala Biro Pajak sebelum lonceng gerbang kota ditutup malam ini," perintah Perdana Menteri Li dengan nada dingin yang tidak menerima bantahan. "Katakan padanya, aku ingin seluruh pembukuan keuangan, nota pembelian bahan baku, hingga surat izin edar obat milik gadis itu disita tanpa pengecualian besok pagi. Jika ada satu saja dokumen yang kurang atau mencurigakan, segel mati apotek itu dan jebloskan pemiliknya ke penjara bawah tanah."

Pengawal itu membungkuk dalam-dalam sebelum akhirnya menghilang di balik pintu gerbang kediaman Li, memacu kudanya membelah kegelapan malam ibu kota yang kian pekat. Sementara itu, tiga tabib istana yang masih berlutut di lantai segera diusir keluar ruangan dengan lambaian tangan yang penuh rasa jijik dari sang Perdana Menteri. Di dalam keheningan ruang kerjanya yang luas, Li kembali menuangkan arak ke dalam cangkir peraknya, tersenyum puas karena yakin kali ini Jenderal Besar Long Tianxu tidak akan bisa ikut campur secara terang-terangan jika hukum formal kekaisaran yang bertindak.

Di sisi lain kota, suasana di dalam Apotek Ruozi Jaya Medika justru tampak jauh lebih tenang dan hangat setelah pintu besi hitam mereka dikunci rapat dari dalam.

Ruozi duduk di depan meja kerja kayunya, dikelilingi oleh tumpukan kertas laporan penjualan hari kedua yang baru saja selesai dihitung oleh pemimpin pengawalnya. Aliran tael perak dan emas murni yang masuk hari ini bahkan melampaui pendapatan hari pembukaan, berkat kepanikan para pejabat yang rela membayar harga selangit demi pil penstabil pencernaan. Namun, alih-alih langsung beristirahat menikmati kekayaannya, Ruozi justru sibuk menggoreskan arang kecil di atas lembaran kertas kosong, membuat tabel-tabel aneh yang belum pernah dilihat oleh orang-orang di dunia kuno ini.

"Nona Muda, apa yang sebenarnya sedang Anda tulis dengan garis-garis kotak seperti itu?" tanya pemimpin pengawal dengan rasa ingin tahu yang besar, kepalanya sedikit menjengit melihat deretan angka yang disusun rapi dalam kolom-kolom terpisah.

Ruozi mendongak sejenak, mengusap keningnya yang sedikit berpeluh sambil terkekeh pelan. "Ini namanya sistem pembukuan berpasangan atau akuntansi modern, Paman. Di dalamnya ada kolom debit, kredit, arus kas masuk, hingga kalkulasi pajak resmi sebesar sepuluh persen yang harus disetorkan kepada kas kekaisaran setiap kuartal. Aku tahu persis bagaimana tabiat orang-orang seperti Perdana Menteri Li; setelah mereka gagal menghancurkanku lewat jalur medis, mereka pasti akan mencoba menusukku dari jalur hukum dan administrasi niaga."

Pengetahuan modern Ruozi sebagai seorang profesional di abad ke-21 membuatnya sangat paham bahwa fondasi terkuat dari sebuah bisnis raksasa bukan hanya terletak pada kualitas produk, melainkan pada kerapian dan transparansi hukum administrasinya.

Sejak pertama kali mendirikan apotek ini, ia telah memastikan seluruh surat izin bangunan, akta kemitraan dengan Kediaman Jenderal Long, hingga nota pembelian bahan herbal tercatat dengan sangat mendetail tanpa ada satu koin tembaga pun yang dimanipulasi.

Ia sengaja menyiapkan perisai administratif ini karena tahu badai politik ibu kota bisa datang menerjang kapan saja tanpa peringatan.

Tepat saat jam dinding kuno di ruang tengah berdentang menunjukkan waktu tengah malam, embusan angin dingin yang ganjil tiba-tiba berembun di balik celah jendela belakang toko, membawa serta aroma harum kayu cendana yang sudah sangat akrab di indra penciuman Ruozi.

Sesosok bayangan biru tua mendarat dengan anggun di atas lantai batu tanpa menimbulkan suara sedikit pun, memperlihatkan Feng yang masih mengenakan topeng separuh wajah bermotif bulu burung pegar.

Pria misterius itu melangkah mendekati meja kerja Ruozi, lalu menjatuhkan selembar gulungan kertas kecil yang diikat benang sutra hitam tepat di atas tabel akuntansi milik gadis itu.

"Kau benar-benar tidak pernah tidur, Singa Betina Kecil," ujar Feng dengan nada malas namun penuh penekanan seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Orang-orangku di jalur bawah tanah baru saja mencegat informasi penting dari kediaman Li beberapa menit yang lalu. Besok pagi, Biro Pajak dan Kementerian Perdagangan akan datang menyerbu tempat ini dengan pasukan penuh atas perintah langsung dari Perdana Menteri Li. Kuharap gunung uangmu itu sudah kau sembunyikan dengan baik, karena mereka datang bukan untuk membeli obat, melainkan untuk menyegel lehermu."

1
Fwyz
hu'um thor
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!