NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 - MALAM BERDARAH

Akselia Kinanti tidak pernah menyangka malam ini akan jadi malam terakhirnya sebagai perempuan yang jatuh cinta.

"Astaga... sakit..."

Tangannya meremas perut yang kram luar biasa. Keringat dingin membasahi kening, lantai apartemen sempit itu terasa dingin di pipinya yang pucat. Kapan dia jatuh? Akselia tidak ingat. Yang dia tahu, sesuatu yang basah dan hangat mengalir di antara kakinya.

Darah.

"Tidak... tidak... tidak..."

Jemarinya gemetar menyentuh perut yang masih rata. Tiga bulan... bayinya baru tiga bulan. Bayi yang bahkan belum sempat dia kabari ke Kevin Pratama, kekasihnya yang selama setahun ini jadi satu-satunya alasan dia bertahan hidup di kota besar ini.

Ponselnya bergetar di samping kepalanya. Notifikasi. Akselia memicingkan mata, mencoba fokus pada layar yang berpendar terang di ruangan gelap itu.

Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party

Jantungnya berhenti sedetik.

"Apa...?"

Dengan sisa tenaga, Akselia membuka notifikasi itu. Video live streaming. Ballroom mewah dengan ratusan tamu berpakaian glamor, lampu kristal, bunga-bunga mahal, dan di tengah panggung...

Kevin.

Kevinnya, kekasihnya dengan senyum lebar yang sangat Akselia kenal. Tangan kekarnya merangkul pinggang seorang perempuan cantik berbalut gaun putih berkilau. Karina Adelia, model terkenal yang wajahnya selalu mejeng di billboard-billboard kota.

"Terima kasih semua sudah datang malam ini," suara Kevin terdengar jelas dari speaker ponsel. Suara yang biasa membisikkan kata-kata manis di telinga Akselia. "Aku tahu kalian semua penasaran kenapa aku tiba-tiba mengadakan acara ini."

Tawa para tamu, kamera zoom ke wajah Kevin yang tampan. Terlalu tampan untuk ukuran pria yang ternyata pembohong besar.

"Aku sudah lama menunggu momen ini," Kevin melanjutkan, menatap Karina dengan tatapan yang... astaga persis seperti tatapan yang dulu dia berikan pada Akselia. "Karina dan aku sudah menjalin hubungan selama dua tahun."

Dua tahun?

Akselia tertawa. Suara tawanya pecah, parau, berbahaya. Darah masih mengalir dari tubuhnya tapi dia tertawa seperti orang gila.

Dua tahun? Berarti sejak awal, sejak awal Kevin mendekatinya di restoran tempat Akselia kerja sebagai pelayan, pria itu sudah punya Karina.

"Dan malam ini," Kevin mengangkat tangan Karina yang bersinar dengan cincin berlian besar, sangat berbeda dengan cincin murah yang Kevin berikan pada Akselia dengan dalih 'cincin sementara dulu ya sayang, nanti kalau aku sudah stabil'--- "aku ingin mengumumkan pertunangan kami."

Gemuruh tepuk tangan, sorak-sorai, kamera menangkap ciuman Kevin dan Karina. Ciuman yang panjang, mesra, penuh klaim kepemilikan.

Ponsel itu terlepas dari genggaman Akselia yang lemas.

Matanya menatap kosong ke langit-langit apartemen yang penuh rembesan air. Apartemen yang Kevin bilang 'sabar ya sayang, ini sementara, nanti kita pindah ke tempat lebih bagus'. Apartemen yang ternyata Kevin tidak pernah niat sewa untuk mereka berdua.

Semuanya bohong.

Segalanya bohong.

"Bodoh..." bisiknya pada diri sendiri. "Bodoh... bodoh... bodoh..."

Tangannya terkepal, tapi bukan lagi kepalan tangan perempuan lemah yang pasrah. Ada sesuatu yang bergetar di bawah kulit Akselia. Sesuatu yang sudah lama dia kubur, sesuatu yang berbahaya...

Memori lama menyeruak. Akselia Kinanti yang dulu, Akselia yang bukan pelayan restoran, Akselia yang tangannya pernah mematahkan tulang rusuk lawan dalam satu detik. Akselia sang mantan pelatih bela diri yang namanya ditakuti di underground fight club, sebelum semuanya runtuh gara-gara kecelakaan yang merenggut nyawa Aksana, adik semata wayangnya.

Kecelakaan yang bikin Akselia memutuskan lari, bersembunyi, jadi orang lain.

"Aku... meninggalkan semuanya... demi apa?" suaranya bergetar antara amarah dan tangis. "Demi pria brengsek yang ternyata main-main?"

Ponselnya bergetar lagi. Kali ini telepon masuk, nama Kevin Pratama menyala di layar.

Dengan tangan gemetar, Akselia mengangkat.

"Halo..." suaranya hampir tidak terdengar.

"Akselia." Suara Kevin datar, dingin. Sangat berbeda dari Kevin yang biasa manja dan manis padanya. "Aku tahu kamu lihat siarannya."

Tidak ada permintaan maaf, tidak ada penjelasan. Hanya pernyataan.

"Kevin... aku..." Akselia menelan ludah, merasakan darah masih mengalir. "Aku hamil. Aku hamil, Kevin. Bayi kita..."

"Bukan bayi kita." Potong Kevin cepat. Terlalu cepat, terlalu siap. "Dengar, Akselia. Aku tidak tahu kamu hamil atau apalah, tapi itu bukan tanggung jawabku."

Dunia berputar.

"Apa maksudmu? Kita... kita pacaran setahun, Kevin. Kamu bilang..."

"Aku bilang banyak hal," Kevin menyela lagi, terdengar suara musik pesta di latar belakang. "Dengar, kamu perempuan baik, tapi kamu harus realistis. Kamu pelayan restoran, Akselia. Aku CEO, kita beda level."

Akselia terdiam, otaknya mencoba memproses kata-kata itu.

"Keluargaku sudah atur semuanya dengan keluarga Karina," lanjut Kevin, seolah sedang membicarakan kontrak bisnis, bukan hubungan. "Ini soal perusahaan, merger, hal-hal besar yang kamu tidak akan mengerti. Kamu... kamu cuma hiburan, kamu tahu itu kan?"

Hiburan.

Satu kata itu menghantam lebih keras dari kram di perutnya.

"Apartemenmu sudah aku kosongkan besok pagi. Aku sudah transfer uang dua bulan terakhir ke rekeningmu sebagai... kompensasi, anggap saja bonus perpisahan. Jangan hubungi aku lagi, jangan coba dekati aku atau Karina. Kamu paham?"

Akselia membuka mulut tapi tidak ada suara keluar.

"Bagus. Selamat tinggal, Akselia. Semoga kamu dapat pria yang... setara denganmu."

Klik.

Sambungan terputus.

Hening. Hanya suara desis darah yang mengalir dan dengungan kulkas tua di sudut ruangan.

Akselia menatap ponselnya, layar retak di pojok, retak sejak kapan dia tidak ingat. Seperti hidupnya, retak sejak lama, tapi dia terlalu bodoh untuk sadar.

Perutnya kram lagi, lebih keras. Akselia meringis, tapi kali ini dia tidak menangis.

"Bayiku..." bisiknya, menyentuh perut dengan kelembutan terakhir. "Maaf... mama tidak bisa melindungimu, maaf... mama lemah..."

Tapi sesuatu berubah di matanya, sesuatu yang gelap. Berbahaya...

Kenangan menerjang. Akselia umur dua puluh dua, berdiri di ring, menatap lawan yang lebih besar dua kali lipat. Pak Dharma, mentornya, berbisik dari sudut ring "Akselia, kamu bukan sekadar kuat, kamu berbahaya. Dan berbahaya itu bukan buruk, kalau kamu tahu cara menggunakannya."

Akselia menutup mata, di kegelapan itu, dia melihat dirinya yang dulu. Akselia yang tangannya tidak gemetar, Akselia yang tatapannya bikin lawan mundur sebelum pertarungan dimulai, Akselia yang pernah bikin penonton berteriak histeris saat dia menjatuhkan juara bertahan hanya dalam tiga menit.

Akselia yang hilang setelah kecelakaan itu.

Kecelakaan yang membunuh Aksana... Adiknya. Adik perempuannya yang ceria, yang ikut latihan dengannya, yang malam itu pulang sendirian gara-gara Akselia terlalu fokus latih murid baru.

Mobil yang menabrak Aksana tidak pernah tertangkap. Dan Akselia yang hancur memutuskan untuk lari. Meninggalkan semuanya, bersembunyi jadi orang biasa.

Jadi lemah.

Jadi mangsa.

"Tidak lagi," gumam Akselia, membuka mata.

Matanya tidak lagi mata perempuan patah hati. Matanya, mata predator yang baru ingat bagaimana caranya berburu.

Dengan sisa tenaga, Akselia meraih ponselnya. Scroll kontak, mencari nama yang sudah setahun tidak dia hubungi.

Pak Dharma.

Jemarinya mengetik pesan,

[Pak, ini Akselia. Aku mau kembali, aku butuh kekuatanku lagi. Tolong bantu aku.]

Send.

Akselia merebahkan kepalanya lagi ke lantai dingin. Darah masih mengalir, bayinya mungkin sudah pergi. Tapi sesuatu yang lain lahir malam ini.

Sesuatu yang jauh lebih menakutkan dari Akselia Kinanti yang dulu.

"Kevin Pratama..." namanya terasa asing di lidah sekarang. Bukan lagi nama kekasih, tapi nama musuh. "Karina Adelia..."

Senyumnya muncul... senyum yang tidak sampai ke mata, senyum yang dingin seperti pisau.

"Permainan baru saja dimulai."

Dan untuk pertama kalinya sejak setahun terakhir, Akselia merasa hidup lagi.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!