Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Niken yang sedang merias wajahnya, dia langsung terpaku saat mendengar kabar dari ibunya bahwa Dylan akan segera menikah.
Kemudian dia tertawa kecil. "Ya ampun, Bu, untuk apa percaya pada gosip para tetangga? Aku baru saja putus dengan Dylan, tidak mungkin dia tiba-tiba menikah dengan wanita lain."
Niken sangat tahu Dylan pria seperti apa. Selama ini dia sangat setia padanya. Bahkan Dylan selalu memprioritaskannya. Apapun yang dia inginkan selalu Dylan kabulkan. Secinta mati itu Dylan padanya.
Selama ini memang ada banyak perempuan yang naksir pada Dylan, karena itu Niken sering dibuat cemburu saat dulu masih satu sekolah dengannya, banyak murid perempuan yang mencoba mendekatinya. Beruntung Dylan selalu acuh kepada wanita mana pun.
Walaupun... hanya satu perempuan yang pernah Dylan ceritakan pada Niken, seorang anak perempuan yang pernah menjadi korban penculikan bersama dengan Dylan. Dulu, Dylan sering menceritakan anak perempuan itu, sampai Niken pernah merasa cemburu.
Niken sangat bahagia ketika lima tahun yang lalu, mendiang ayahnya meminta Dylan untuk menjaga Niken dan berharap Dylan mau menikahinya. Akhirnya, setelah itu Dylan dan Niken resmi berpacaran. Bahkan Dylan berjanji akan menikahinya.
Sinta masih bersikukuh. "Tapi para tetangga bilang mereka tahu dari Yoga. Kamu tahu sendiri kan kalau Yoga itu sahabat dekatnya Dylan. Mana mungkin dia mengarang."
Niken menjadi merasa tidak enak hati. Apakah benar Dylan akan segera menikah?
Tapi mengapa bisa? Tidak mungkin secepat itu Dylan melupakannya.
Entah mengapa, hati Niken menjadi merasa gelisah. Meskipun dia sudah putus dengan Dylan, tapi dia sangat tidak terima jika Dylan bisa melupakannya secepat itu.
"Gak mungkin dia bisa melupakan aku begitu saja," gumam hatinya.
Niken yang sedang menyetir mobil, dia sengaja belok ke arah kanan agar bisa melewati rumah kontrakannya Dylan. Dia harus memastikan sendiri apakah gosip yang beredar itu benar atau tidak.
Namun, saat dia hendak keluar dari mobilnya. Dia nampak ragu.
Niken berpikir, bagaimana jika ternyata ini semua hanya akal-akalan Dylan dan Yoga, agar dia cemburu?
Namun, jika gosip itu benar adanya. Niken yakin calon istrinya itu hanya dijadikan pelampiasan oleh Dylan. Hati dan pikiran Dylan tetap akan tertuju padanya.
"Gak, aku gak boleh menemui Dylan. Itu sama saja aku harus mengorbankan masa depanku jika aku kembali padanya." Niken lebih memilih karirnya dari pada perasaannya sendiri.
Niken menambahkan, "Dia mau menikah dengan siapapun, aku tidak peduli. Hanya saja aku sangat kasihan pada perempuan itu. Hanya dijadikan pelampiasan saja."
...****************...
Bukan hanya Pram, sampai kini Bobby pun sangat tidak terima dengan keputusan Antonio yang telah membatalkan perjodohan Pram dengan Bianca. Meskipun Antonio telah meminta maaf dengan sungguh-sungguh karena lebih memilih keputusan putrinya.
Tak lama kemudian, Asisten Chiko masuk ke dalam ruangannya. "Tuan, ini adalah data calon suaminya Nona Bianca."
Ternyata, diam-diam Bobby telah menyelidiki calon suaminya Bianca, seorang pria yang sudah berani mengacaukan rencananya.
Bobby sangat berharap bisa menjadi besannya Antonio. Istri dan anak tirinya telah memperngaruhinya, seandainya jika Pratama Group dan Barack Group digabung, pasti akan menjadi perusahaan yang tak tertandingi. Tapi sayangnya rencana mereka gagal total.
"Namanya Dylan, dia bekerja di gudang perusahaan galon," lapor Asisten Choky.
Bobby nampak mengerutkan kening saat melihat fotonya Dylan. Dia masih ingat betul dengan pemuda itu, saat itu Dylan telah menghalangi jalannya ketika dia berjalan di lorong rumah sakit. Bahkan pemuda itu menatapnya dengan tatapan tidak suka.
Bobby menjadi geram. Dia meremas kertas tersebut dengan penuh amarah. Dia sangat merasa terhina, Antonio lebih memilih Dylan menjadi menantunya dibandingkan dengan Pram.
"Ini sangat lucu. Mengapa Antonio lebih memilih tukang galon menjadi menantunya dibandingkan dengan Pram? Aku pikir dia cukup pintar, tapi ternyata bodoh dalam mencari calon menantu."
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩
Sekaligus memperbaiki reputasi rumah sakit yang sempat diacak-acak dengan sengaja 😱..
Bahkan bisa masuk dengan lenggang kangkung ke ruang kontrol 😣...
Membuka data rekam medis pasien 👌...