Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri dan Kacang Polong
Istana Abdul Azis Abu Dhabi UAE, dua puluh dua tahun lalu
"Cerita tersebut berkisah tentang seorang pangeran yang ingin menikahi seorang putri raja namun sulit menemukan istri yang sesuai. Sesuatu hal buruk selalu ia temui dan ia tak dapat menentukan apakah mereka benar-benar putri raja karena mereka memiliki tingkat laku yang buruk atau mereka terlalu gemuk atau kurus atau tidak cantik. Pada suatu malam berangin, seorang wanita muda yang diguyur hujan mencari tempat berlindung di kastil pangeran tersebut. Ia mengaku adalah seorang putri raja, sehingga ibu pangeran memutuskan untuk mengetes pengakuannya dengan menempatkan sebuah kacang polong di kasur yang ia tiduri pada malam itu, yang ditutup dengan sejumlah matras dan 20 kasur bulu. Pada pagi hari, tamu tersebut berkata kepada tuan rumah bahwa ia mengalami sulit tidur, tetap terjaga karena sesuatu yang keras di dalam kasur tersebut membuatnya terganggu. Pangeran pun tersanjung. Perkawinan besar diadakan di istana tersebut. Pangeran tak percaya bahwa ia menemukan putri raja yang sesungguhnya. Hanya putri raja yang sesungguhnya yang akan memiliki sensitivitas untuk merasakan sebuah kacang polong melalui ketebalan tempat tidur semacam itu, sehingga keduanya menikah. Cerita berakhir dengan kacang polong tersebut ditempatkan di sebuah museum, dimana menurut cerita, kacang tersebut masih ada sampai sekarang tanpa seorang pun yang mengambilnya. Tamat."
Zayn bin Abdul Azis, Sheikh kecil putra dari Sheikh Muhamad bin Abdul Azis, presiden Uni Emirat Arab, mendengarkan dengan seksama saat pengasuhnya mendongengkan cerita putri dan Kacang Polong. Pangeran cilik berusia lima tahun itu sangat suka dongeng klasik dan ayahnya mengoleksi banyak buku cerita anak-anak yang merupakan warisan dari keluarganya. Bahkan di perpustakaan pribadi, Zayn bisa menemukan edisi perdana atau cetakan pertama dari sebuah buku cerita.
"Apakah itu beneran?" tanya Salama, sepupu Zayn yang sedang menginap di istana karena ayahnya sedang berada di Abu Dhabi sebelum terbang ke Inggris untuk menjadi duta besar disana.
"Tidak tahu, tuan putri. Ini kan dongeng dari Hans Christian Andersen. Kalau jaman sekarang ... Agak tidak relevan," jawab pengasuh itu.
Salama yang berusia empat tahun, menoleh ke Zayn.
"Apakah kita bisa begitu buat pilih pangeran?" tanya Salama.
"Aku tidak tahu," jawab Zayn. Tapi kalau ada putri seperti di dongeng itu, maka aku akan setia padanya seumur hidupku.
***
Dua Puluh Dua Tahun Kemudian ...
"Apa kamu yakin?" tanya Sheikh Muhammad bin Abdul Azis ke putranya.
"Yakin, Abi. Aku tahu sulit mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus padaku. Abi kan ingin aku segera menikah tapi ... Aku tidak seberuntung kak Zafar yang mendapatkan kak Aisyah yang cantik luar dalam," jawab Zayn.
Di usianya yang sudah menginjak 27 tahun, Zayn memang sudah waktunya untuk menikah. Zafar, kakaknya sudah menikah di usia 25 tahun. Istrinya seorang dokter anak yang berpraktik di rumah sakit Royal Abu Dhabi. Mereka bertemu dengan tidak sengaja dan saling jatuh cinta. Enam bulan pacaran, mereka menikah meskipun Aisyah lebih tua empat tahun. Sekarang mereka sudah dikaruniai sepasang anak kembar, Sheikh Thahoun dan Sheikha Hessa yang sekarang berusia tiga tahun. Zayn dan Zafar beda usai enam tahun.
"Abi paham Zayn. Ya sudah, kamu mau gimana?" tanya Sheikh Muhammad.
"Sayembara."
Mata hitam ayahnya terbelalak. "Sayembara?"
***
Kensington Palace London Inggris
"Aneeeetttteeeee!"
Princess Anette Léopold Carrington yang sedang memeriksa tugas menggambar para murid TK nya di taman belakang, hanya menghela nafas panjang mendengar teriakan kakaknya. Anette tidak habis pikir, Brayden sudah menikah dengan kekasihnya Adrienne beberapa bulan usai pernikahan Paklik dan Buliknya, Alan Sasongko dan Rayline McCloud, tapi tetap saja kelakuannya seperti masih bujangan.
"Apa maaasss!" balas Anette dengan tidak kalah keras. Melanie, asistennya, sampai harus menutup kedua telinganya.
"Lha dicariin disitu rupanya Bu Guru!" cengir Brayden.
"Ada apa mas? Mbak Adrienne kemana? Dan kenapa muka kamu babak belur begitu?" Anette menatap kakaknya gemas.
"Biasa ... Gelut sama Nicho. Dia marah karena Oom Louis masih gamon sama Tante Ashley. Aku bilang saja kalau itu namanya cinta sejati ... Eh aku dihajar. Ya aku bales lah!" jawab Brayden cuek.
Anette dan Melanie hanya menatap malas ke pangeran Badung itu.
"Kamu itu sengaja ya mas ... Cari perkara!" sungut Anette. "Terus mbak Adrienne?"
"Marah sama aku dan sekarang ke kampus ngajar!" jawab Brayden cuek.
Anette menggelengkan kepalanya. "Kamu ada apa kemari mas?"
"Eh, kamu kan masih jomblo, usia kamu sudah 22 tahun. Ini ada sayembara cari istri." Brayden memperlihatkan undangan dari Sheikh Muhamad bin Abdul Azis dari Abu Dhabi. "Aku sudah tanya sama Sahran dan Rafe, katanya iya. ini beneran, bukan bohongan!"
Anette menatap kakaknya dengan perasaan ingin menjewer telinganya.
"Mas Brayden kok tega sih! Adikmu kok disuruh ikut sayembara cari jodoh! Kok kuno banget sih!"
"Lha ... tahu sendiri kan disana gimana. Lagian, Net, ini yang diundang itu semua princess di seluruh dunia."
"Macam cerita dongeng Cinderella saja. Apa pakai acara sepatu kaca?" tanya Anette. "Memangnya siapa sih pangeran Abu Dhabi yang tidak bisa cari cewek? Dan harus bikin sayembara begini?"
Brayden memperlihatkan wajah Zayn.
"Ini mirip Zayn 1D ya?" gumam Anette.
"Gimana? Mirip Maxi, Melvin dan Zayden kan?" Brayden menyebutkan nama-nama sepupunya yang di Bahrain, Qatar dan Dubai. "Mau ya?"
"Kalau tidak ada undangan resmi, aku tidak akan pergi!"
Dan ternyata Anette mendapatkan undangan resmi dari Abu Dhabi yang dijawab oleh Richard Carrington. Anette akan datang, hanya demi nama keluarga apalagi dia putri dari dua kerajaan Belgia dan Inggris.
***
Dua Minggu Sebelum Acara Sayembara
Zayn berkuda bersama dengan para pengawalnya untuk melancarkan otot kaki kuda kesayangannya yang belum sempat diajak jalan karena kesibukannya.
"Kita kemana Sheikh?" tanya Farouk, pengawalnya.
"Sekitar istana saja." Zayn membawa kudanya ke lapangan yang ada di bagian belakang istana yang memang dipakai untuk latihan bagi kuda-kuda milik mereka.
Mereka berkuda dengan santai hingga tiba-tiba seekor kucing, berlari mengejutkan kuda yang ditunggangi Zayn pun mengangkat kedua kakinya membuat pria itu tidak siap dan jatuh ke tanah. Zayn menjerit kesakitan dan para pengawalnya pun dengan sigap langsung menolong Sheikh mereka.
Zayn pun dipapah dan pria itu terkejut.
"Ada apa Sheikh?" tanya Farouk.
"Aku tidak bisa merasakan kakiku! Aku tidak bisa merasakan kakiku!" seru Zayn panik.
"Siapkan helikopter! Kita ke rumah sakit sekarang!"
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Anette adalah keturunan Sean Léopold ke Alisha Léopold dan Richard Carrington, adik pangeran Badung, Brayden Carrington.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Aq sotoy
moga kamu bisa introspeksi diri dan masih bisa bertemu anakmu kelak
Betapa sakitnya hati Zafar
makanya jadi orang jangan seralah😅😅😅