Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat dibalik Retakan Obsesi
Dua hari setelah cekcok hebat di apartemen, Sky berdiri di balkon kediaman utama Remington, menatap taman labirin yang tertutup salju tipis.
Di belakangnya, denting cangkir porselen yang bersentuhan dengan tatakannya memecah keheningan. Nyonya Remington duduk dengan anggun, matanya yang tajam tidak pernah lepas dari punggung putranya.
"Kau tampak gelisah, Sky," suara ibunya setenang permukaan danau yang membeku. "Bukankah seharusnya kau merayakan keberhasilan mu? Ozora sudah sepenuhnya berada dalam genggamanmu. Dia pasangan yang cocok persis seperti yang kau inginkan."
Sky berbalik, tangannya masuk ke saku celana kainnya yang mahal. "Itu masalahnya, Ibu. Dia sudah selesai."
Nyonya Remington menaikkan satu alisnya. "Selesai?"
"Dia sudah menjadi replika ku," Sky melangkah mendekat, suaranya terdengar jengah. "Aku menghabiskan empat tahun untuk mematahkan sayapnya, mengajarinya cara mencintaiku dengan kegilaan yang sama. Sekarang, setelah dia menyerah dan menjadi monster yang ku pinta... aku merasa tidak ada lagi yang bisa kulakukan padanya. Tantangannya hilang. Dia terlalu mudah ditebak."
Ibunya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak menunjukkan kehangatan. "Kau sedang membicarakan seorang manusia, Sky, bukan sebuah lukisan yang bisa kau tinggalkan di galeri setelah sapuan kuas terakhir."
"Tapi dia Termasuk lukisanku, Bu!" sela Sky dengan nada sedikit lebih tinggi. "Semalam dia menatapku dengan pengabdian yang begitu mutlak hingga aku merasa mual. Dia tidak pernah melawanku. Bahkan saat aku mencoba menyulut api kemarahannya, dia hanya menerima. Dia berpikir itu adalah bagian dari permainan kita. Dia terlalu... jinak."
Nyonya Remington meletakkan cangkir tehnya perlahan. Ekspresinya berubah menjadi sangat dingin, mengingatkan Sky dari mana asal kegelapan dalam dirinya.
"Dengar, Sky. Kau yang memilih Ozora Bellvania karena potensinya untuk menjadi istrimu. Kau yang menginginkan seseorang yang bisa mengimbangi kegelapanmu. Sekarang, saat dia sudah melakukannya, kau ingin membuangnya karena kau bosan?" ibunya berdiri, melangkah mendekati Sky hingga aroma parfum mahalnya memenuhi indra penciuman Sky.
"Itu bukan tanda seorang penguasa, itu tanda seorang anak kecil yang bosan dengan mainannya."
Sky mengalihkan pandangan, rahangnya mengeras. "Lalu apa yang harus kulakukan? Aku merasa terjebak dalam rutinitas obsesi yang menantang."
"Jika mahakaryamu mulai terasa membosankan, buatlah ia menjadi tragedi," bisik ibunya tepat di telinganya. "Berikan dia sedikit harapan bahwa dia bisa lepas, lalu tarik kembali rantainya. Biarkan dia merasa kau mulai mencintai wanita lain, atau biarkan dia menemukan dokumen-dokumen tentang bagaimana kau merencanakannya sejak empat tahun lalu. Lihat apakah Wanita yang kau harapkan itu akan menyerangmu atau menghancurkan dirinya sendiri."
Sky terdiam. Ide itu seperti percikan bensin di atas bara api yang hampir padam dalam dirinya.
"Jangan biarkan dia menjadi membosankan, Sky," lanjut Nyonya Remington sambil mengelus kerah kemeja putranya dengan posesif.
"Jika kau membuangnya sekarang, kau hanya akan membuktikan bahwa kau gagal menjaganya tetap liar. Dan Remington tidak pernah gagal dalam menjaga aset mereka."
Sky menatap ibunya, menyadari bahwa wanita di depannya ini adalah monster asli yang menciptakan dirinya. Rasa bosan itu perlahan tergantikan oleh rasa penasaran yang gelap.
"Kau benar, Ibu," gumam Sky dengan seringai yang mulai muncul kembali.
"Mungkin aku hanya perlu mengganti skenarionya. Ozora merasa dia sudah memenangkan hatiku. Mari kita lihat apa yang akan dia lakukan saat dia menyadari bahwa hatiku hanyalah sebuah labirin yang tidak punya jalan keluar."
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰