Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emily
Hai perkenalkan namaku Emily..ehm lebih tepatnya Emily rose. Jangan tanyakan pekerjaan,aku tidak punya pekerjaan. Ya..ada sebenarnya,aku menjadi simpanan. Apakah itu sebuah pekerjaan? Entahlah..
Pintu kamar mandi terbuka, seorang pria berbadan kekar keluar dengan rambut masih basah. Dia tersenyum ke arah Emily sembari memberikan handuk kecil yang ada ditangannya.
"Tolong bantu aku sayang"
Emily mengambil handuk itu dan lekas membantu mengeringkan rambut basahnya. Pria dihadapannya ini bernama Jeon Respati. Dia pacar Emily,atau lebih tepatnya Emily selingkuhan nya. Miris memang...
"Kenapa melamun,hmm..??"
Dia memeluk pinggang Emily, wanita itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Apa kamu lapar,sayang?"
"Tidak juga.."ujarnya sambil mengelus tangan kekar pria itu.
Jeon berjalan ke arah lemari untuk berganti pakaian, sedangkan Emily hanya mengekori dengan ujung mata. Pria ini benar-benar membuat Emily ingin memilikinya seutuhnya.. Apakah mungkin?
Emily kembali tersentak saat sebuah tangan melingkari pinggangnya. Rasa dingin menyeruak tatkala tangan itu masuk ke dalam kaus putih yang di kenakan Emily.
"Memikirkan apa..?? Uangmu habis atau menginginkan sesuatu?"
"Aku ingin menikah" jawabnya.
Dia melepaskan pelukannya dan berpindah duduk di depan Emily.
"Kita sudah membahas nya berkali-kali sayang... mengertilah"
Emily hanya bisa memalingkan wajah tak ingin terlihat menyedihkan di mata pria itu.Sungguh setiap kali Emily mengatakan keinginannya,alasan klise yang akan dia lontarkan.
"Kamu tau aku sudah punya istri kan?"
Benarkan apa yang tadi ada di benak nya,pria ini tak ingin menikahinya. Sialan
"Kalau begitu izinkan aku untuk bekerja lagi"
Hanya helaan nafasnya yang terdengar.
"Nanti ku transfer,biar kamu ga suntuk di rumah terus"ucapnya.
"Bukan jawaban itu yang aku mau mas..."teriak Emily akhirnya.
"Sayangggg..."
Dia memeluk Emily lagi, mengusap punggung perempuan itu dengan hati-hati. Seolah Emily barang yang mudah pecah.
Dia memagut bibir Emily dengan lembut. "Ehmm".. Lenguhan terdengar saat jeon menggigit kecil bibir bawah Emily. Lidah pria itu menerobos masuk mengabsen setiap gigi di dalam mulut Emily.
Tepukan di dada jeon menghentikan kegiatan nya mencumbu sang kekasih. Emily terengah karena kehabisan oksigen. Dia meraup udara dengan rakus.
Jeon hanya terkekeh melihat pemandangan itu. Tangannya membelai kepala Emily dengan sangat lembut.
"Tanpa pernikahan pun,kamu tau kamu yang paling kucintai, sayang.."
Emily hanya bisa diam tanpa membantah ucapan kekasihnya. Dia sadar tidak akan menang melawan pewaris kekayaan Blue company itu.
Aku hanya ingin punya ikatan yang sah dimata dunia.. Batinnya menangis, memang semua ini salahnya.Harusnya dia menolak dari awal untuk berhubungan dengan pria beristri. Tapi apa daya,lelaki sialan di depannya ini punya begitu banyak pesona yang tidak bisa dia tolak.
"Sayang..."
"Iya,aku paham" ucap Emily akhirnya.
"Aku kesini karena rindu sama kamu, bukan ingin bertengkar seperti ini"
"Maaf"…
Lagi-lagi dia harus meminta maaf untuk satu keinginan besarnya. Jeon memeluk Emily dan mengendusi perpotongan leher perempuan berkulit putih itu.
Tanpa aba-aba dia melucuti pakaian yang mereka kenakan. Emily hanya bisa pasrah dibawah kungkungan lelaki itu. Tanpa bisa melawan ataupun menolak. Karena cinta ataukah karena bodoh?
Hanya lenguhan dan geraman yang terdengar dari kamar mereka. Emily hanya bisa berharap dia akan hamil dan akhirnya jeon mau menikahinya.