NovelToon NovelToon
TAKDIR PILIHAN

TAKDIR PILIHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.

bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!

selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1 awalan

 Seorang gadis bernama lengkap Aluna Rosita termenung di meja, sambil mengaduk aduk minuman yang baru dia pesan. pikiran nya bercabang, dan bingung harus dengan solusi apa, bisa membayar hutang dari orang tua nya.

 Saat kedua orang tua nya meninggal, hidup nya begitu menyedihkan. para saudara nya malah terlihat tak perduli, dan tak ada satu pun yang mau membantu nya. Kedua orang tua nya, malah meninggalkan hutang yang banyak, di usia nya yang masih begitu muda. Di saat anak anak lainnya berkuliah, dan melanjutkan impian mereka, Aluna harus mengubur mimpi nya, dan bekerja siang dan malam, untuk bertahan hidup, dan bisa terbebas dari utang orang tua nya itu.

Sejak orang tua nya meninggal, Aluna menjadi gadis yang pendiam dan tak banyak bicara. Setiap bertemu dengan bibi dari pihak almarhum ibunya, selalu saja ada perdebatan di antara kedua nya. Bibi nya begitu sombong, dan begitu emosi saat melihat wajah keponakan nya sendiri. Saat ini, Aluna benar benar tak memiliki uang sama sekali, dan merasa begitu lapar. Perut nya begitu kosong, dan begitu sakit. Dia hanya ingin meminta beras sedikit, agar bisa mengganjal perut nya agar tidak kelaparan. Tapi saat sampai di tempat bibinya, dia malah di usir dan dihina di hadapan orang orang banyak.

"Dasar tak tau diri, Bukan nya menyusul orang tua mu, malah menyusahkan keluarga ini!" pekik seorang wanita dengan dandanan yang menor, dan berkacak pinggang memarahi aluna

Saat ini, Aluna benar benar begitu miskin, dan tak memiliki uang sepeser pun, maka nya dia datang ke tempat bibi dari pihak ibunya, tapi yang dia dapatkan malah hinaan dan cacian yang menyedihkan.

"Bibi, tolong lah bantu, aku tak memiliki uang lagi, uang gajian ku sudah diambil oleh para penagih. Aku hanya minta sedikit saja beras bibi." ucap nya sambil memelas dengan wajah memohon.

 "Tidak ada! dan aku tak Sudi membantu mu, lebih baik kau pergi, dan aku malu memiliki keponakan seperti mu. Jangan datang lagi ke rumah ini!" usir bibi nya dengan nada penuh emosi.

"PERGI!" teriak nya menggema membuat Aluna meneteskan air mata nya.

Rasanya begitu menyakitkan, hidup seorang diri, tanpa ada satu pun yang mau membantu nya. bahkan saudara nya sendiri saja, begitu tega, mengusir nya dari sana. padahal saat masih ada orang tua nya, saudara nya mendekat dan selalu begitu baik di hadapan ibu dan ayah nya. Tapi di saat, meninggal, mereka malah menjauh, dan tak menganggap nya ada. Ini terlalu menyakitkan bagi aluna.

Para keluarga nya juga menginginkan nya untuk mati saja, agar tak merepotkan orang banyak.

 Di saat dia berjalan menuju ke arah hutan, dia melihat ada seseorang nenek tua, dengan tongkat di tangan nya, yang sedang duduk bersandar di bawah Pohan besar.

Aluna langsung mendekati nenek itu, dan bertanya tujuan nenek itu. Takut nya, nenek itu tersesat, dan tak tau arah pulang.

"Halo nenek, sedang apa nenek di sini, bahaya kalau nenek sendirian dan masuk ke dalam hutan itu." ucap Aluna sambil tersenyum tipis ke arah nenek tua itu.

 Nenek tua itu menoleh ke arah nya, dan tersenyum tipis melihat wajah aluna. Lalu dia pun, menjawab pertanyaan dari aluna.

"Perut ku sakit, dan kaki ku terasa begitu pegal nak. Jadi aku hanya beristirahat sebentar, sebelum pulang."ucap nenek tua itu, dengan wajah yang penuh dengan keringat di bagian dahi nya. Sepertinya nenek tua itu, melakukan perjalanan yang berat hari ini.

 mendengar ucapan nenek tua itu, aluna merasa iba, dia seperti melihat dirinya sendiri, tak memiliki uang, dan tak memiliki makanan untuk bisa di makan.

"Maaf ya nek, Aluna ga punya makanan, dan ga punya uang. Oh ya, Aluna cuman ada satu botol air ini saja. Nenek pasti lelah, ayo diminum." ucap nya dengan memberikan air dari kantong tas nya itu.

Nenek tua itu, memandang Aluna dengan tersenyum tipis. jari keriput nya pun, mengusap pelan ke arah tangan aluna.

"Kau adalah ORANG PILIHAN NAK, sebentar lagi hidup mu akan berubah. Percayalah pada takdir." ucap nenek itu, dengan tiba tiba.

Mendengar ucapan nenek itu, Aluna merasa heran, dan tak mengerti. Apa yang di maksud oleh nenek ini. Kenapa dia mengatakan bahwa dia orang pilihan. karena tak terlalu pusing memikirkan hal tersebut, Aluna hanya bisa terkekeh kecil saja.

"Oh ya, nenek tinggal di mana. Ayo Aluna anterin, hari sudah sore. Aluna takut, nenek tersesat." ucap Aluna yang merasa sedikit cemas.

"Di ujung pondok sana nak, kalau tidak merepotkan mu, nenek mau di antar pulang."ucap nenek tua itu sambil tersenyum lebar

"Ayo nek, oh ya, aluna saja ya, yang membawa kayu bakar nya." ucap nya yang tak tega, melihat tumpukan kayu di kain, dan dengan segera, membawa nya di punggung nya itu.

Nenek tua itu terlihat mengangguk saja, tapi pandangan nya, tak lepas dari anak gadis itu. Bahkan dia sesekali tersenyum tipis melihat kegigihan dari gadis muda di hadapan nya.

"Terima kasih ya nak, nenek beruntung bisa bertemu dengan mu." ucap nya dengan pandangan yang tulus.

"Sama sama nenek."

Kedua nya berjalan perlahan menuju ke arah rumah si nenek, dan aluna sesekali bertanya kepada nenek tua itu tentang kehidupan sang nenek yang ternyata begitu menyedihkan juga. Gadis itu merasa iba, dan merasa bersyukur karena masih ada yang lebih susah dari nya, tapi tak pernah mengeluh dengan takdir.

 Setelah sampai, Aluna langsung meletakan kayu itu, di depan rumah si nenek. Dan langsung berpamitan karena cuaca nya sudah hampir malam.

"Nek, sudah sampai, kayu bakar nya juga udah Aluna letakan di situ, jadi nenek ga perlu angkat lagi karena itu sangat berat. Nenek pasti sangat kelelahan nanti. Aluna, pamit dulu ya. Nenek sehat sehat ya. Nanti Aluna mampir lagi, untuk melihat kondisi nenek. Kalau aluna ada rezeki nanti, Aluna akan mentraktir nenek makanan yang lezat." ucap gadis itu dengan ceria.

"Nak, tunggu disini sebentar."

Nenek tua itu langsung masuk ke dalam rumah nya, dan mengambil sesuatu di tangan nya.

 "Ini, pakai lah cicin ini. Jangan di lepas ya, dia yang akan membantu dan menolong mu nanti nya."

"eh, nek, ini terlalu berlebihan. cicin nya sangat bagus, aluna merasa tidak pantas menerima hadiah dari nenek. Ambil ya nek, nenek pasti lebih membutuhkan nya." ucap Aluna yang menolak hadiah itu.

"Tidak nak, ambil lah, jangan menolak pemberian nenek. segera pulang lah, dan hati hati di jalan."

Mendengar ucapan nenek tua itu, aluna merasa bingung, apakah harus menolak atau menerima. karena dia merasa tak enak, dan begitu segan dengan nenek tersebut.

Akhir nya, dia pun menerima cicin batu ijo itu dengan tersenyum tulus. tak lupa mengucapkan terima kasih nya, karena nenek itu sangat baik memberikan nya hadiah.

1
Nyonya Gunawan
Tetap semangat thor..💪💪
Cindy
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Wulan Sari
ayo lanjut Thor semakin menarik ceritanya bikin penasaran tambahin up nya semangat 💪 salam ❤️👍🙏
Wulan Sari
baca dari bap per bab cerita nya buat penasaran lho semoga akhir dari perjuangan seorang anak yg disia2 kan akan bahagia pada akhirnya dan cerita ini menjadi happy end,..... semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Sribundanya Gifran
thor tambah lagi upnya masih tanggung ini
lanjut up yg banyak thor
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Cindy
lanjut
Nyonya Gunawan
Ayooo paman han bantu elly agar bisa mendapatkan haknya..
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Nyonya Gunawan
Tetap semangat thor..
Cindy
lanjut
Nyonya Gunawan
Thor bisa g' sich yg baca ceritanya g' penasaran,,tanggung thor..🤣🤣
Nyonya Gunawan
Ceritanya bagus & menarik..
Nyonya Gunawan
G' sabar liat elly beraksi..
Nyonya Gunawan
Ternyata wiluam serakah jga y..
Sribundanya Gifran
lanjut
Nyonya Gunawan
Thor bisa g' sich punya bnyak" biar bacanya puas..😄😄
Sribundanya Gifran
lanjut
Nyonya Gunawan
Ooooh bgtu awal mulanya,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!