NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASIH PEDULI

"Aku gak berniat durhaka, cuma aku memilih menyehatkan mentalku, Mas," ujar Sasa saat Sakti datang menjenguknya, setelah maghrib. Mungki Sakti diberi tahu oleh dokter Fandy, kalau Sasa kembali mengikuti perawatan di rumah sakit. Selang tiga hari setelah Sasa kembali ke rumah sakit, Sakti menjenguknya.

"Kamu gak durhaka, kamu memilih jalan hidupmu, toh selama ini kamu juga hidup sendiri," ujar Sakti memperlakukan Sasa layaknya teman saja.

"Selama perjalanan ke sini, aku jadi berpikir, tujuan mama pulang ingin masa tuanya aku yang menanggung, bahkan sebelum ke desa kemarin, mama sempat memintaku menjual rumah pemberian kamu, Mas. Namun aku tolak, untung otakku masih sediki waras kalau soal harta," ujar Sasa sembari tersenyum, dan Sakti ikut tersenyum tipis.

"Sembuhkan diri kamu, kalau sudah stabil kembalilah ke kantor, kamu tidak akan pernah saya pecat," ujar Sakti tulus, dan Sasa mengangguk saja.

"Kalau kembali ke hidup kamu?" tanya Sasa sembari menatap wajah Sakti, dan dibalas oleh pria itu.

"Kamu sudah tahu karakterku gimana, Sa. Aku tidak akan kembali jika sudah menjadi masa lalu. Berapa kali kita mengulang dengan orang yang sama, maka perjalanan hidupmu pun sama. Kita berpisah karena masalah karakter, yang tak bisa diubah."

"Aku paham. Aku juga tak mau menyakiti kamu lagi. Cuma sempat aku berpikir, kalau melihat kamu menikah dengan perempuan lain, bagaimana ya hatiku?" gumam Sasa yang masih terlihat menyimpan rasa pada Sakti.

"Hidup lah di dunia nyata, belajar menerima kenyataan, dan tak perlu menyalahkan diri atau menyesal berlebihan karena tak mendapatkan apa yang kita inginkan," ujar Sakti yang memang tak mau menceritakan kehidupan pribadinya. Biarlah hubungan mereka hanya sebatas atasan dan karyawan saja.

"Bijak banget!" ledek Sasa yang melihat Sakti setelah bercerai dengan dia malah lebih muda, dan bijak.

"Capek lah, Sa, terlalu berharap sama lain. Jalani diri saja sesuai keinginan kita tanpa mengganggu orang lain," ujar Sakti memberikan alasan kenapa dia lebih bijak sekarang.

"Iswa gimana?" tanya Sasa.

"Baik, mulai didekati papa teman Athar, naksir kayaknya," ucap Sakti sembari mengenang siapa sosok itu.

"Kok tahu? Iswa cerita ke kamu?" tanya Sasa yang mulai curiga dengan kedekatan mereka pasca Sakti menjadi duda.

"Bukan, malah si cowok yang izin ke aku, sebagai kakak ipar Iswa," ujar Sakti.

"Kok kenal?" tanya Sasa.

"Dokter Fandy yang naksir Iswa," jawab Sakti. Tentu saja Sasa kaget, bahkan dokter yang merawatnya juga kenal bahkan naksir pada Iswa. Ada rasa tak rela, bila cowok yang dianggap dekat dengan Sasa harus menyukai Iswa, ya serasa lingkaran cinta segita antara dirinya, Iswa dan seorang laki-laki tak pernah berakhir.

"Keren ya Iswa, bisa dicintai sama pria yang dekat sama aku, meski aku menganggap dokter Fandy hanya sebatas rekan penyembuhan saja."

"Iswa tetap menolak, Sa. Dia bukan tipe perempuan yang gampang jatuh cinta," ujar Sakti yang kembali membela Iswa, meyakinkan Sasa agar tak punya pemikiran buruk pada Iswa.

"Entahlah, Mas. Bagiku Iswa memang perempuan yang gampang sekali membuat seorang pria jatuh cinta padanya," ucap Sasa sendu.

"Setiap orang punya kharisma tersendiri, Sa!" ujar Sakti dan Sasa mengangguk saja.

Pada pertemuan ini pun Sakti menjelaskan pada Sasa terkait biaya pengobatan, biarkan Sakti yang menanggung biayanya, agar Sasa tak terbebani dengan biaya.

"Aku hutang sama kamu ya?" tawar Sasa sepertinya enggan menerima kebaikan Sakti. Sasa sadar bahwa Sakti masih tanggung jawab padanya.

"Aku gak bilang kamu hutang, Sa. Aku juga turut andil dalam sakitmu ini, jadi biarkan aku yang menanggungnya," ucap Sakti.

Sasa menatap Sakti intens, "Lalu aku balas kebaikan Mas Sakti dengan apa?"

"Cukup ikuti apa kata dokter dan tidak memutus pengobatan," ujar Sakti, sempat emosi pada mama Sasa yang berakibat Sasa putus beberapa minggu, harus mengulang dari awal, seakan pengobatan kemarin sia-sia. Sasa pun diminta hanya mendengarkan saran dari dokter Fandy, tak perlu memikirkan biaya.

Sejak hari itu, Sakti tak pernah menjenguk Sasa. Hanya kurir makanan dari Sakti yang mengantar kue atau makanan kesukaan Sasa. Perhatian kecil dari Sakti yang membuat Sasa menyadari bahwa Sakti adalah teman baik Sasa saat ini.

"Produktif ya," ujar dokter Fandy, saat melihat Sasa merekam aktivitasnya berkebun, sangat mendukung kegiatan positif Sasa yang membagikan pengalaman sakit mentalnya ini ke media sosial. Dokter Fandy melihat, ternyata Sasa sudah berani speak up ke khalayak, bahwa gangguan mental harus ditangani dengan tepat dan tak perlu malu.

Dokter Fandy bahkan mengikuti akun Sasa dan di situ banyak komentar positif yang mendukung Sasa untuk sembuh. Ternyata di luar sana banyak yang merasakan trauma atau memiliki inner child yang diabaikan tapi kadang merasakan kecemasan berlebihan, namun mereka terkendala biaya.

Mbak Sasa keren, bisa berobat apalah diriku yang untuk makan saja harus banting tulang.

Semangat Mbak Sasa, meski aku tak kenal kamu, tapi konten kamu sangat bermanfaat bagi aku yang memiliki anak beranjak remaja.

Terkadang orang terdekatlah pemberi trauma berat bagi kita. Semangat kakak.

Untuk Mbak Sasa aku gak tahu harus bilang apa. Kuatkan lah dirimu karena kamu sangat cantik.

"Harus dong, Dok!" ujar Sasa sembari tersenyum menatap dokter Fandy yang duduk di kursi dekat Sasa beraktivitas.

"Gak mau jalan ke luar rumah sakit?" tanya dokter Fandy, kebetulan weekend kemarin Bu Anggita datang, dan pamit untuk mengajak Sasa ke mall. Saat keluar rumah sakit, Sasa merasa fresh ketika kembali. Ekspresi bahagia terlihat.

"Gak ada yang ajak," jawab Sasa.

"Sama saya mau?" tawar dokter Fandy. Sasa terdiam sebentar, kemudian duduk di dekat dokter.

"Yakin? Gak takut reputasi dokter hancur karena jalan sama orang gangguan mental seperti saya?"

Dokter Fandy tertawa, "Kamu perempuan normal," begitu kalimat motivasi dari dokter Fandy agar pasiennya terbiasa menghadapi orang lain. Kegiatan ini tidak atas inisiatif dokter Fandy sendiri, melainkan ada agenda terapi ke fasilitas umum bersama perawat juga.

"Iya sih, orang dengan gangguan mental terlihat sehat, padahal jiwanya yang sakit ya, Dok?" dokter Fandy hanya tersenyum.

"Kalau kita jalan, nanti Iswa marah," sindir Sasa, ekspresi dokter Fandy sedikit kaget, mungkin beliau sempat berpikir bagaimana Sasa bisa tahu tentang dirinya dan Iswa.

"Iswa? mama Athar?" tanya Fandy memastikan dan Sasa mengangguk. "Saya ditolak, Sa. Dia bukan tipe perempuan yang butuh laki-laki selain mendiang suaminya."

Sasa tersenyum, "Dia memang begitu. Bahkan Mas Sakti menyimpan rasa saja, diabaikan juga."

"Padahal Pak Sakti sudah sangat dekat dengan kedua anaknya tapi juga tak bisa meluluhkan Iswa," lanjut Fandy yang mengetahui fakta tersebut saat Daddy's day tempo hari.

"Tapi sikap Iswa itulah yang membuat saya iri, dokter. Dia bisa dicintai oleh pria dengan mudah, tapi mudah juga menolaknya, sehingga sifat laki-laki yang penasaran ingin menaklukkannya jelas tertantang, seperti Sakti," ujar Sasa sendu.

1
Oktavia Zuriko
semangat bang sak meluluhkan hati adek iparmu🤭 si ellin emng mulutnya minta ditampol🤣
Oktavia Zuriko: betul kak si ellin tukang kompornya😄
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
perlu sholat malam pak sakti🤭
Lel: boleh2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ads yg perlu d tabok nih🤭
Lel: memang perlu ditabok si elin
total 1 replies
Septyana Kartika
Ayo Pepet terus bang Sak....
eh kok g enak y manggil nya
Lel: enaknya dipanggil apa dong
total 1 replies
Ray Aza
aigoooo... udah dipasrahin tuh wa. 😍
Ray Aza: ga lah. masa iya kebahagian sakti n iswa tergantung sasa? sdh diksh kesempatah 5 th bknnya memperbaiki diri mlh menggila. sdh saatnya sakti n iswa bahagia. anggap aja 5th kmrn hukuman sakti krn kualat sm ortu
total 2 replies
Ray Aza
kawin kawin kawinnn..! eh salah, nikah ding. 😅😅😅
Ray Aza: biarin aja, sdh bkn tgjwb sakti. msh untujng dibiayain sampe sembuh, msh diksh pekerjaan jg. ga fair bgt krn sasa hidup sakti jd tergadai
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya wa terima aja y..tuh udah dapet ijin dari ayang kai🤭
Lel: galau tapi
total 1 replies
Ovha Selvia
Jadi wajar sih sasa overtinking sama sakti dan iswa.. Lihat aja, bagaimana perhatiannya sakti ke iswa.. Apalagi sakti memang mendam perasaan ke iswa.. Semoga sasa cpt sembuh dan jadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan move on dari sakti ya sa, semoga kamu juga dpt jodoh yg terbaik.
Lel: aamiin
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
please thor sama sakti aja biar mm pp bhgia
Lel: enaknya gimana ya
total 1 replies
Septyana Kartika
Kan ada mas Duda ,Wa
Lel: hwkwkkw senangnya pendukung sakti
total 1 replies
Heni Fitoria
dah nikah aja sama sakti, wa. lagian kaisar udh ksh lampu hijau....
Lel: hwkwkkw senangnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dbikin sikone pas mama papa lagi g ada jd sakti bs menolong iswa🤭 pertama ny y bs nyentuh iswa pun krn darurat..dl pas ngajak kencan iswa buat bkn cemburu kai kyne g d kntk fisik
Lel: iya cuma jalan sama makan es krim
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
org g bener ky mma e sada g dpt musibah apa2 nih. nah itu loh orgtua mcm apa gt yg pnya prinsip memanfaatkan anak merasa itu hak nya dan kwjbn anak membenarkan memaklumi perbuatan orgtuanya..yg pntg dr sndiri seneng duit banyak bhkn g peduli skalipun ibarat kata ngerampok anak sndiri, mau anak mskn kelaparan dsb g pdli yg pntg dia byk duit
Lel: tunggu berita mengejutkan lainnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jebul penak dadi konco timbang bojo ya🤭
Lel: betul
total 1 replies
Nita Yusnia
mulai dah... sasa tuh dgn laki laki mana pun pasti nethink trus otaknya... dr Fandy yg bkn siapa siapa dia z di cemburuin... siapa jg yg tahan & mau sama kamu Sa klo udh tau karakter otak kamu
Lel: dulu waktu muda juga sering gonta ganti pacar juga sblm sama Sakti
total 1 replies
Ray Aza
serah kamu aja deh sa
Lel: masih keras kepala
total 1 replies
Septyana Kartika
mbk Micin terjebak antara kata Bakti dan kesehatan mentalnya...Melu aku ae mbk
Septyana Kartika: mancing
total 2 replies
Masha 235
error mamanya Sasa ni
Masha 235: ho oh ..bukanya minta maaf, ini malah ..
total 2 replies
Septyana Kartika
Hmmm mungkin mamanya mbk Micin ,sesekali perlu d ajak k pengajian nya Mama Dedeh
Lel: mari buk
total 1 replies
Ovha Selvia
Tinggalkan aja mamamu yg sampah itu sa.. Jgn mau diperbudak lagi, bukannya dia tak pernah benar2 merawatmu? Bahkan tak pernah tulus menyayangimu..
Lel: enaknya kayak gitu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!