NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Debu konstruksi berterbangan di area pembangunan South Side Chicago. Zion Mateo Lopez berdiri di samping maket besar, berusaha keras menjaga wibawanya di depan para kontraktor. Namun, fokusnya pecah saat Cassie Vorcan datang dengan helm proyek putih, tampak sangat berwibawa meskipun hanya mengenakan kemeja yang digulung hingga siku.

"Tuan Lopez, fokus pada fondasi sektor B, bukan pada wajah saya," tegur Cassie dingin tanpa menoleh.

Saat Cassie membungkuk untuk mengambil gulungan cetak biru di atas meja teknis, ponselnya yang diletakkan di atas tumpukan berkas menyala karena sebuah notifikasi. Zion yang berdiri tepat di sampingnya tidak sengaja melirik.

Deg.

Jantung Zion seolah berhenti berdetak. Wallpaper ponsel itu bukan gambar pemandangan atau desain arsitektur. Itu adalah foto Cassie yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki dengan mata yang bulat dan jernih. Foto itu tampak penuh kasih, sangat kontras dengan sosok Gadis Es yang berdiri di depannya sekarang.

"Apa itu... anakmu, Cassie?" suara Zion terdengar tercekat, nyaris seperti bisikan yang menyakitkan.

Cassie mengernyitkan alisnya, bingung dengan perubahan nada suara Zion. Ia mengikuti arah pandang pria itu dan melihat ponselnya. Sesaat, Cassie mematung. Rahasia yang ia simpan rapat-rapat selama sembilan tahun mendadak terasa begitu dekat untuk terbongkar. Namun, dengan kecerdasannya, ia langsung memasang topeng paling angkuh yang ia miliki.

"Oh, bayi ini?" Cassie mengambil ponselnya dengan gerakan santai, jemarinya sengaja menekan layar hingga foto itu hilang. "Iya. Ini anakku."

Runtuh. Harapan yang baru saja Zion bangun pagi tadi setelah diceramahi ayahnya hancur berkeping-keping. Bayangan tentang meminta maaf, menebus dosa, dan membangun kembali puing-puing cinta mereka di California seketika musnah. Dalam pikiran Zion, jika ada anak, berarti ada pria lain. Ada suami. Ada keluarga yang bahagia yang telah menggantikan posisinya.

Zion mengepalkan tangannya di dalam saku celana, berusaha keras agar suaranya tidak bergetar. Ia memaksakan sebuah senyum kecut, sebuah akting paling menyakitkan dalam hidupnya.

"Selamat, Cassie," ucap Zion parau. "Dia... dia terlihat cantik...eh tampan. Laki-laki atau perempuan? Semoga pernikahanmu bahagia."

Saat mengucapkan kata pernikahan, mata Zion tertuju pada jemari Cassie. Di sana, melingkar sebuah cincin perak sederhana di jari manisnya. Zion merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia tidak menyadari cincin itu sejak hari pertama mereka bertemu? Dia terlalu sibuk menatap mata Cassie hingga lupa melihat tanda bahwa wanita itu sudah milik orang lain.

Cassie hanya menatap Zion dengan tatapan yang sulit dibaca. Di dalam hatinya, ia sedang mengamuk.

"Dasar pria brengsek! maki Cassie dalam diam. Kau pikir ini anak siapa? Kau menyumpahi pernikahan yang bahkan tidak pernah ada? Kau bilang dia tampan? Tentu saja dia tampan, bodoh! Dia memiliki rahangmu dan sorot matamu yang menjengkelkan itu!"

Cassie sengaja tidak mengoreksi asumsi Zion. Baginya, biarlah Zion menderita dengan mengira dirinya sudah menikah. Itu adalah hukuman yang setimpal untuk taruhan sepuluh tahun lalu.

"Laki-laki. Namanya Logan," jawab Cassie pendek, suaranya kembali sedingin es. "Dan soal pernikahanku... itu bukan urusanmu, Tuan Lopez. Sekarang, bisa kita kembali ke urusan beton dan baja?"

Zion mengangguk kaku. "Tentu. Maaf saya terlalu mencampuri urusan pribadimu."

Zion berbalik, melangkah menjauh menuju mobilnya dengan bahu yang merosot. Di kejauhan, Lionel dan Laxia yang memantau dari dalam mobil SUV mereka saling pandang.

"Laxia, kau lihat wajah Kak Zion?" bisik Lionel. "Dia terlihat seperti baru saja dijatuhi hukuman mati."

"Cassie menang telak hari ini," sahut Laxia dengan wajah prihatin. "Tapi tunggu... aku sempat melihat foto di ponsel itu dari jauh. Anak itu... kenapa dia terlihat sangat familiar?"

Sementara itu, di lokasi proyek, Cassie menatap punggung Zion yang menjauh dengan perasaan campur aduk. Ia membelai cincin di jarinya, cincin yang sebenarnya ia beli sendiri untuk menghindari gangguan pria-pria di London dulu.

"Kau memang sangat pintar dalam urusan bisnis, Zion," gumam Cassie lirih, "tapi kau adalah pria paling bodoh dalam urusan perasaan. Logan adalah anakmu, dan kau bahkan tidak menyadarinya."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!