NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambisi yang Membakar

Eksperimen perendaman bibit di Mata Air Dimensi ternyata sukses besar.

Hanya dalam waktu satu minggu, seluruh lahan sawah yang baru ditanam sudah menghijau subur. Sayuran tumbuh setinggi satu jengkal tangan orang dewasa, dengan daun yang lebar, tebal, dan berkilau segar. Pemandangan hamparan hijau itu sungguh menyejukkan mata.

Para pekerja tua yang dipimpin Pak Asep geleng-geleng kepala takjub.

"Gusti... seumur hidup saya tani, belum pernah lihat sawi tumbuh secepet ini," gumam Pak Asep sambil mengelus daun bayam yang montok. "Bibit impor emang beda ya, Bos. Kayak disihir!"

Banyu tersenyum puas. Masalah skala produksi teratasi. Dia bisa menghemat stok Cairan Ajaib yang berharga untuk keperluan lain yang lebih krusial.

Malam harinya, di kamar lantai atas rumah tua itu, Banyu melakukan ritual rutinnya: meminum Cairan Ajaib.

Dia merasa tubuhnya makin kuat. Dia penasaran, kalau dosisnya ditambah, apakah dia bisa jadi Superman? Atau setidaknya kebal penyakit seumur hidup?

Karena stok Cairan Ajaib sekarang melimpah (karena tidak dipakai menyiram sawah), Banyu merasa jumawa.

"Sikatlah, mumpung banyak," pikirnya.

Biasanya dia cuma minum dua tetes. Kali ini, dia menenggak lima tetes sekaligus.

Dan petaka pun terjadi.

Sensasi hangat yang biasanya nyaman di perut, tiba-tiba berubah menjadi api neraka. Perutnya serasa diisi besi cair. Hawa panas menjalar cepat ke seluruh pembuluh darah, jantungnya berdegup gila-gilaan seperti mau meledak.

DUAR! (Suara imajiner di kepalanya).

Tubuhnya terasa menggelembung seperti balon yang dipompa kompresor ban truk.

"Anjir... nafsu membunuhmu, Nyu..." batinnya panik. "Mati konyol dah gue..."

Dan kegelapan pun datang menjemput. Banyu pingsan seketika di atas kasur lipatnya.

Banyu terbangun saat matahari pagi sudah menembus jendela kaca yang kusam.

Dia meraba-raba badannya. Masih utuh. Tidak ada yang meledak.

"Alhamdulillah... masih hidup," desahnya lega. Dia duduk, meregangkan otot. Krek! Bunyi tulang-tulangnya terdengar nyaring.

Anehnya, meski semalam rasanya seperti disiksa di neraka, pagi ini badannya terasa enteng luar biasa. Energinya full tank. Penglihatannya makin tajam, bahkan dia bisa melihat debu yang melayang di udara dengan jelas.

"Oke, pelajaran dicatat: Jangan rakus. Dosis tetep dua tetes, titik."

Banyu menyimpan Kendi Penyuling Jiwa kembali ke tempat aman di balik bajunya. Dia turun ke halaman depan untuk menghirup udara segar.

Di depan rumah tua itu, ada sebuah kolam ikan hias peninggalan Pak Kades lama. Dulu katanya buat fengshui. Sekarang isinya air butek berlumut dan empat ekor ikan koi kurus yang megap-megap sakaratul maut.

Mata Banyu terpaku pada ikan-ikan menyedihkan itu. Sebuah ide liar muncul.

"Kalau sayuran bisa jadi premium, gimana kalau hewan?"

Dia menengok kanan-kiri. Sepi.

Banyu meneteskan satu tetes Cairan Ajaib ke dalam kolam butek itu.

Efeknya instan.

Air kolam yang keruh perlahan menjadi lebih jernih seolah kotorannya mengendap. Keempat ikan koi yang tadinya lemas, tiba-tiba tersentak bangun seperti disetrum. Mereka mulai berenang lincah, meliuk-liuk agresif membelah air.

Banyu mengamati dengan mata tajamnya yang baru di-upgrade.

Sisik ikan-ikan itu yang tadinya kusam dan berjamur, perlahan rontok dan digantikan sisik baru yang berkilau metalik. Warnanya menjadi tajam kontras: Merah darah, Putih susu, dan Hitam pekat.

Bahkan, sungut di mulut mereka tumbuh memanjang, melambai-lambai elegan di air.

"Gila... ini mah bukan ikan koi biasa lagi. Udah kayak Ikan Dewa di Cibulan," gumam Banyu takjub. "Baru satu tetes udah begini. Kalau sebotol, bisa berubah jadi Naga Indosiar kali ya?"

Banyu menyeringai lebar. Potensi bisnis baru terbuka lebar: Perikanan Premium. Dia masih punya sisa lahan yang belum terpakai. Kalau dibikin kolam ikan untuk budidaya ikan mahal (seperti Arwana, Koi kontes, atau Gurame super), cuannya bakal gila-gilaan.

Saat sedang asyik melamun jadi Juragan Empang, suara berat menyapanya.

"Pagi, Bos!"

Itu Mang Ujang. Salah satu pekerja yang paling vokal, kerjanya gesit, tapi mulutnya kadang ceplas-ceplos. Banyu mengangkatnya jadi mandor lapangan.

"Eh, Mang Ujang. Kenapa Mang?"

Mang Ujang menggaruk kepalanya yang tertutup topi caping. "Gini Bos. Mumpung cuaca lagi enak, saya usul gimana kalau kita mulai bangun Greenhouse (Rumah Kaca/Plastik UV)? Soalnya bentar lagi masuk musim hujan angin. Sayuran mahal begini kalau kena badai bisa amsiong (hancur), Bos."

Banyu menepuk jidatnya. Benar juga. Dia lupa kalau pertanian itu musuhnya alam.

"Ide bagus, Mang. Terus apa lagi?"

"Sama satu lagi, Bos. Itu lahan bukit di belakang kan masih nganggur. Anak-anak lagi senggang nih nunggu panen sawi. Gimana kalau kita mulai bersihin buat tanam pohon buah?"

"Boleh. Biasanya di sini nanem apaan Mang?"

"Yaa standar sih Bos. Durian, Manggis, atau Jeruk. Setahun bisalah dapet sejuta dua juta per pohon kalau lagi bagus."

"Oke, laksanakan," putus Banyu. "Sore ini saya cari kontraktor buat bangun Greenhouse. Mang Ujang tolong kordinir anak-anak buat babat alas di bukit ya."

"Siap laksanakan, Bos!" Mang Ujang sumringah karena idenya didengar. Jarang-jarang ada Bos kota yang mau dengerin saran petani kampung.

Sore harinya, Banyu menelepon beberapa vendor konstruksi pertanian.

Setelah survei harga, Banyu lemas.

Biaya pembuatan Greenhouse standar dengan rangka baja ringan dan plastik UV itu mahal. Sekitar Rp 150.000 per meter persegi. Untuk lahan 7.000 meter (bagian inti), butuh biaya ratusan juta.

Tapi karena duitnya mepet, Banyu menawar paket hemat: Rangka bambu petung (bambu kuat) dengan atap plastik UV kualitas medium. Total biaya sekitar Delapan Puluh Juta Rupiah.

"Oke, deal. Besok mulai kerjain," kata Banyu pasrah via telepon.

Setelah menutup telepon, Banyu mengecek saldo rekeningnya.

Modal Awal: Rp 200.000.000 (Jual Ginseng).

Sewa Lahan & Pungli Kades: - Rp 115.000.000.

Biaya Operasional & Gaji: - Rp 5.000.000.

Biaya Greenhouse: - Rp 80.000.000.

Sisa Saldo: NOL BESAR (alias recehan).

Banyu terduduk lemas di kursi plastik terasnya.

"Kampret... duit dua ratus juta abis dalam sekejap mata," keluhnya. "Baru juga ngerasain jadi orang kaya seminggu, udah jadi sobat miskin lagi."

Dan dia masih butuh modal buat beli bibit buah, gali kolam ikan, dan beli pakan.

Tidak ada pilihan lain.

Banyu menatap ke arah Dimensi Kendi di dalam liontinnya.

"Ginseng lagi... Ginseng lagi..."

Tapi kali ini dia tidak bisa jual di Jakarta (Glodok). Kalau dia jual lagi ke Ko Asun dalam waktu dekat, nanti p

asar jenuh atau Ko Asun curiga.

"Harus cari pasar baru," gumam Banyu. "Bandung? Atau Surabaya?"

Banyu memutuskan untuk merantau sebentar ke Bandung. Kota Kembang itu banyak orang kaya lama dan kolektor herbal. Siapa tahu harganya lebih bagus.

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!