NovelToon NovelToon
SISTEM KEBERUNTUNGAN NOVA

SISTEM KEBERUNTUNGAN NOVA

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan
Popularitas:166.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tirta_Rahayu

Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Nova sedih

Terlihat seorang gadis baru saja pulang kuliah dengan badan yang lemah dan letih. Dia mengikuti kuliah seharian, tanpa diberikan kesempatan untuk mengisi perutnya. Sebenarnya dia sendiri yang memilih untuk menahan, Karena dia sudah tidak memiliki uang lagi.

"Hah.. capeknya.." keluhnya sambil mengambil posisi rebahan di atas kasur tipis miliknya. Di dalam kosan itu juga ada teman sekamarnya.

"Makan nov.." ujarnya. Teman sekamarnya itu berbicara tanpa menoleh. Mendengar itu, Nova tersenyum.

"Iya au.. nanti saja.." tutur Nova. Teman sekamarnya bernama Aulia, Aulia ini hidupnya masih jauh lebih baik ketimbang Nova.

Nova setiap hari harus menahan rasa laparnya, dan mengatur keuangannya sebaik mungkin agar nanti cukup sampai satu bulan. Karena orang tuanya tidak setiap hari mengiriminya uang.

kalaupun di kirimi uang, palingan hanya dikirim sekali dalam sebulan oleh kedua orang tuanya. Itupun di tanggal pembayaran uang kosannya. Jumlahnya juga tidak seberapa, kalau lagi hoki, dia akan mendapatkan uang kiriman sekitar rp800.000 per bulannya. Kalau sedang tidak hoki, mungkin hanya bisa menerima 500.000 per bulannya. Itupun harus dicukup-cukupi dan dibagi dua dengan uang kosannya yang lebih dari separuh.

"Nanti nanti..!! Sono makan!! Di situ ada sambal kiriman orang tua. Kamu ambil saja sepuasmu." Ucap Aulia yang memang cukup bersahabat dengan Nova. Ya walaupun mereka tidak terlalu dekat juga. Tetapi Aulia dan Nova selalu membantu dalam segala hal.

"Oh benarkah.. boleh aku minta au..?" Tanya Nova.

"Ya bolehlah.. kalau nggak boleh ngapain aku tawarin. Sudah makan sana. Jangan biasain telat makan." Omel Aulia. Walaupun Aulia tidak pernah merasa direpotkan, tapi Aulia yang juga merupakan mahasiswi merasakan penderitaan anak-anak kos. Tapi walaupun begitu, dia tak pernah kekurangan karena setiap minggu orang tuanya rutin mengirimkan ia uang dan juga bahan sembako lainnya.

"Wah terima kasih deh kalau gitu au. Aku tidak nolak lagi.."

"Ya ngapain harus menolak rezeki! Kocak lu. Sudah sana makan. Ada sayurnya juga, sudah aku masakin.," tutur Aulia lagi.

"Oke deh.. makasih ya au.."

"Iya va.. sama-sama.."

Akhirnya tanpa pikir panjang, Nova pun langsung mengambil nasi di dalam magic com nya sendiri. Kemudian langsung mengambil satu potong ikan yang sudah digoreng itu, dan kemudian fokus menghabiskannya.

Nova sendiri benar-benar sangat berterima kasih atas kebaikan hati Aulia. Kalau bukan karena Aulia yang menemaninya beberapa bulan ini, mungkin dia sudah mati kekeringan di dalam kos.

Nova dan Aulia sendiri adalah anak tingkat pertama, yang artinya baru pertama kali masuk kuliah atau mahasiswa baru ya walaupun tidak baru-baru amat. Keduanya kuliah di jurusan yang berbeda tentunya, dan baru kuliah di universitas yang sama.

Mereka tidak dekat dan juga tidak terlibat obrolan-obrolan yang terlalu abstrak. Tapi di dalam kos mereka saling membantu satu sama lainnya. Mereka juga tak pernah saling menyalahkan atau mencari gara-gara.

"Va.. Aku mau keluar. Kemungkinan aku tidak pulang. Karena nanti nginap di rumah teman. Kamu nggak papa kan tidur sendirian.?" Tanya Aulia. Nova yang mendengar itu tersenyum.

"Tentu saja. Memangnya kamu pikir aku penakut.." ucap Nova yang tampak sudah menyelesaikan ritual makannya itu. Aulia yang tampak sedang bersiap-siap itu pun tersenyum.

"Aku tahu kamu superhero.. Aku percaya kalau harus meninggalkan kamu sendirian. Oh ya va.. kemungkinan, dan waktu dekat ini aku juga akan pindah kosan.." tuturnya membuat Nova menoleh sambil memasang wajah tidak percaya. Rasanya mereka berdua sudah cukup clop, keduanya sama-sama tidak saling atau suka ikut campur dengan urusan masing-masing. Tapi ketika ada salah satu dari mereka yang curhat, maka yang satunya pasti akan mendengarkan dengan seksama.

"Kenapa pindah au..? Kamu udah bosan sama aku ya..?" Tanya Nova dengan ekspresi sedih dan tidak rela. Aulia yang mendengar itu langsung melempari Nova dengan bantal empuknya.

"Ngomong apa lu!! Sembarangan banget kalau ngomong. Aku mana ada bosan sama kamu. Cuma, orang tua aku ngusulin untuk pindah dan sedikit jauh dari kampus. Katanya, Aku mau disewakan kontrakan. Dan biaya perbulannya itu rp500.000. tapi, belum masuk air sama lampu. Aku setuju karena di tempat itu juga tidak terlalu bising." Ujarnya. Nova yang mendengar itu menghela nafasnya sedikit lemah.

"Terus kalau kamu pindah, aku nggak ada temannya lagi dong.. siapa yang akan mendengarkan aku mengoceh.. siapa yang akan membagi sambal lagi padaku.." ucapnya dengan penuh dramatis. Aulia yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.

"Dasar ratu drama.. gampang aja kalik, kalau kamu lapar kamu tinggal cari aku aja. Lagi pula nggak terlalu jauh-jauh amat kok. Masih bisa ditempuh dengan sepeda motor." Ucap Aulia lagi yang sekarang sedang memasang jilbabnya. Nova pun kembali menghela nafasnya.

"Hah!! Sedih hati mamang dek.." tuturnya sambil rebahan. Aulia yang melihat kelakuan Nova seperti itu juga merasa sedikit kasihan. Tapi Aulia tidak bisa mengajak Nova untuk tinggal bersamanya. Apalagi biaya sewa di tempat itu cukup mahal. Biaya untuk pergi ke kampus juga pun begitu. Kalau Aulia memaksakan untuk mengajak Nova bersamanya, kemungkinan studi nova tidak akan berjalan dengan lancar.

"Sudah ah.. aku berangkat dulu ya.. kamu baik-baik di kos."

"Iya sana. Kamu hati-hati di jalan. Jangan suka ngebut." Ucap Nova dengan ketus. Karena Nova tahu seperti apa Aulia.

"Iya iya. Bawel banget sih lu.!" Setelah itu Aulia pun langsung meninggalkan kamar kosan mereka, dan meninggalkan Nova sendirian di sana. Melihat Aulia sudah menghilang dari sana, Nova pun langsung merebahkan tubuhnya.

"Hah!! Iya sih.. rumah kosan ini, walaupun aman tapi mulai sedikit tidak layak. Apalagi dengan kondisi kamar kosan yang seperti ini, harganya lumayan mahal." Gumamnya pada dirinya sendiri.

"Ah!! Aku mikirin apa sih!! Masih mending ada kamar yang bisa dikontrak dengan harga yang seperti ini. Kalau nggak mungkin aku sudah jadi gelandangan di luar sana. Jangan mikir yang aneh-aneh deh.!" Ucap Nova lagi menyadarkan dirinya sendiri.

Nova pun langsung beralih memegang handphonenya, walaupun Nova adalah mahasiswi yang miskin, orang tuanya tetap mengupayakan membelikannya handphone yang layak. Dengan satu tujuan, agar anaknya tidak telat mendapatkan informasi apapun dari pihak kampus. Dan, Nova sendiri menganggap kalau handphone dan laptop yang dibelikan oleh kedua orang tuanya adalah barang yang paling berharga yang ia jaga dengan sepenuh hati. Karena kalau rusak ataupun hilang, dia tentu tidak akan sanggup untuk mengembalikannya lagi.

Saat Nova sedang rebahan dan memainkan handphonenya, tiba-tiba Dia teringat kembali dengan kata-kata Aulia.

"Hah!! Sedih sekali ditinggal sendirian di sini. Walaupun tidak terlalu dekat dan Aulia cukup judes, tapi dia baik hati. Dan bahkan aku akui, karena dia, hidupku bisa jauh lebih baik. Bahkan walaupun aku lapar, tapi Aulia tetap mau membantu dan membagikan makanannya kepadaku. Hah!! Sedih banget.." tiba-tiba tanpa ia sadari air matanya menetes. Dia mewek dan ngerasa sayang dengan kebaikan Aulia.

"Aku kok malah nangis sih.." gumamnya lagi.

Klik klik klik klik

1
aria
pendekatan yang baik.
Memyr 67
𝗍𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗎𝗉. 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖺𝗄𝗎 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗁𝖾𝗁𝖾 😄
Mince Tamince
sangat menghibur
aria
Bima sudah mulai bucin, dan itu bagus.
Memyr 67
𝖻𝖺𝗀𝗎𝗌. 𝗍𝗎𝖽𝗎𝗁𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝖻𝗎𝗄𝗍𝗂, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗉𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁𝖺𝗇. 𝗃𝗂𝗄𝖺 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝗎𝖽𝗎𝗁 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖿𝗂𝖺 𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝖽𝖾𝗉𝖾𝗌𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝖽𝗂𝗋𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗌 𝗂𝗍𝗎 𝗉𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗎𝗇𝖽𝖺𝗇𝗀 𝗎𝗇𝖽𝖺𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗇𝖼𝖾𝗆𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖻𝖺𝗂𝗄. 𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖽𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗌 𝗄𝖾𝗋𝗍𝖺𝗌, 𝗇𝗁𝖺𝖽𝖾𝗆 𝗇𝗀𝖺𝖽𝖾𝗆𝗂𝗇 𝗍𝗈𝗄, 𝗉𝗁𝗉
Nhi E
pengen juga punya sistem kayak nova 😭😭😭😭😭
Memyr 67
𝗍𝗒𝗉𝗈𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗂𝗄𝗎𝗍𝗂 𝗌𝗂𝗁. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀𝗅𝖺𝗇 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Dewiendahsetiowati
semakin benci deh tetangga julid
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖾𝗌𝗍𝗂?
Memyr 67
𝖭𝖮𝖭𝖠𝖪𝖳𝖨𝖥𝖪𝖠𝖭 𝗒𝖾𝗌?
Toyaaa
mksh thor udah up klo bisa setiap hri doubel ya thor
fadlun Molotolo
cerita nya bagus👍👍👍
fadlun Molotolo
sangat bagus
Ds Phone
tak bolih lupa lah tu
Afifah Fauziyah Hanum Sahar
maaf ya....saya cukup banyak baca novel sistem....dan novel sistem itu kebanyakan versi luar negri...dan baru kali nie saya baca versi dalam negri ...bagus kok Thor.... semangat ya...jgn pantang menyerah...
Ds Phone
dia menang bermurah hati
Ds Phone
cemburu lah tu
Ds Phone
dia tengah taget nov
Ds Phone
dia tak ingat rupa nya
Ds Phone
berkerja sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!