NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

“Bukankah kamu bilang saham ini bakal untung gede?! Lalu apa yang terjadi sekarang?!” Tiara menjerit histeris sambil menatap Yuda Perdana.

“Main saham itu ada risikonya! Siapa pun harus hati-hati. Aku bukan dewa saham! Mana mungkin aku tahu kalau mereka bakal kena skandal hari ini?” bentak Yuda dengan nada marah dan panik.

“Aku tidak peduli! Kamu harus ganti rugi!” Tiara meraung kalap. “40 juta itu tabungan keluarga kami, termasuk uang jaminan sertifikat rumah! Kamu harus tanggung jawab!” Ia mencengkeram kerah baju Yuda dengan wajah gelap.

“Aku tidak mau tanggung jawab!” Yuda menepis tangan Tiara dengan jijik. “Aku juga rugi besar! Kamu pikir cuma kamu yang menderita? Lepaskan! Jangan bertingkah seperti perempuan gila di depan umum!”

Yuda sendiri telah menanamkan lebih dari 50 juta rupiah. Suasana hatinya sedang hancur. Mana mungkin ia mau menenangkan Tiara, perempuan yang ia tahu hanya mengejar hartanya saja.

“Tidak! Kamu harus ganti! Semua ini gara-gara kamu!” Tiara menjerit sambil memeluk kaki Yuda dan jatuh terduduk di lantai bursa. “Kalau kamu tidak ganti rugi, jangan harap bisa pergi!”

Orang-orang di sekitar langsung tertawa mencemooh. Wajah Yuda terasa sangat malu. Ia menendang kaki Tiara hingga terlepas, lalu melarikan diri dari kantor sekuritas itu dengan langkah seribu.

“Uangku! Kembalikan uangku!” Tiara tergeletak di lantai sambil menangis meraung-raung.

“Kak Arga, terima kasih ya. Hari ini aku untung banyak,” ucap Sherly sengaja sambil menggandeng lengan Arga, suaranya terdengar jelas di telinga Tiara. Pria yang kau buang seperti sampah, bagi diriku justru adalah harta karun yang sangat berharga.

Wajah Tiara semakin pucat. Seandainya tadi ia mau mendengarkan Arga, ia tidak akan kehilangan uang. Bahkan jika ia percaya pada Arga dan membeli saham Semarang Properti, ia sudah meraup untung jutaan rupiah sekarang! Penyesalan mendalam menusuk ulu hati Tiara. Namun saat melihat Sherly menggandeng Arga, rasa iri mengalahkan akal sehatnya. Ia berdiri dan menghadang mereka.

“Apa yang kamu lakukan?” Arga mengernyit.

“Kalian tidak boleh pergi!” teriak Tiara. “Aku rugi besar, dan itu karena kamu tidak sungguh-sungguh menghentikanku! Kamu harus ganti rugi! 40 juta—kamu harus bayar semuanya!”

Seperti biasa, Tiara melemparkan seluruh kesalahannya pada Arga. Arga sampai tertawa dingin saking marahnya. Benar-benar tidak tahu malu.

“Minggir! Kalau tidak, aku panggil petugas keamanan!” Sherly membentak tajam.

Dengan enggan, Tiara menyingkir. Ia menggertakkan gigi, menatap punggung mereka dengan penuh kebencian. “Tunggu saja, Arga! Kamu membuatku melarat—aku pasti akan membalasmu seratus kali lipat!”

Setelah keluar dari bursa, Sherly langsung mengajak Arga ke pusat perbelanjaan komputer dan membelikannya sebuah laptop kelas atas seharga lebih dari 20 juta rupiah.

“Ini untukmu. Jangan ke kantor sekuritas lagi. Setidaknya kamu tidak perlu bertemu perempuan gila itu lagi,” ujar Sherly.

“Terima kasih banyak,” kata Arga sopan.

“Ayo, aku tahu ada kafe yang enak. Aku yang traktir,” kata Sherly sambil tersenyum.

“Apakah aku sedang jadi 'cowok piaraan' sekarang?” Arga berseloroh.

“Aku justru berharap kamu mau kujadikan 'cowok piaraanku'!” Sherly mengibaskan rambutnya, memancarkan pesona yang sangat memikat.

Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kafe dan memesan hidangan.

“Kak Arga, kapan waktu yang tepat untuk menjual saham yang kubeli tadi?” tanya Sherly.

“Dua saham yang kusebutkan akan mencapai puncak harga sekitar tahun 2015. Saat itu, nilainya kemungkinan sudah naik 20 hingga 30 kali lipat,” jawab Arga santai.

“Apa?! 20 kali lipat?” Sherly terkejut. Bukankah itu berarti 40 juta akan berubah menjadi hampir satu miliar? Tingkat keuntungan ini benar-benar mengerikan!

“Kak Arga… apakah semua ini juga kamu ramal?”

Tentu saja Arga tidak mungkin mengatakan bahwa ia adalah orang yang kembali dari masa depan. Ia mengangguk ringan, “Ilmu perhitungan dan pengamatan aura mampu melihat arah angin. Apa artinya sekadar angka-angka saham?”

“Kak Arga, kamu luar biasa!” Sherly menatapnya penuh kekaguman. Setelah terdiam sejenak, ia melanjutkan dengan ragu, “Eh… sebentar lagi aku ulang tahun yang ke-25. Aku ingin mengundangmu ke pestaku.”

“Tentu, aku pasti datang,” jawab Arga senang.

“A-aku… orang tuaku juga akan ada di sana…” Sherly menunduk malu.

“Wah, sudah mau bertemu calon mertua?” Arga mengoda.

“Ih, apa sih!” Sherly buru-buru menjelaskan. “Ayahku juga ingin mencoba investasi akhir-akhir ini, tapi karena kurang paham, dia malah rugi besar. Aku ingin minta bantuanmu untuk memberinya masukan.”

Datang juga saatnya! Jantung Arga berdebar. Dalam kehidupan sebelumnya, kegagalan investasi Rendra Gunawan dan kebangkrutan perusahaannya adalah pemicu tragedi bunuh diri Sherly. Dalam hidup kali ini, Arga bersumpah akan menarik Rendra keluar dari jurang kehancuran.

Namun Arga justru menggeleng. Sherly tertegun, lalu berkata pelan dengan nada terluka, “Kamu… tidak mau?”

“Bukan tidak mau,” jawab Arga sambil mengedipkan mata. “Hanya saja hubungan kita ini apa? Tidak enak kalau aku membantu tanpa status yang jelas…”

Sherly langsung mengerti maksud Arga. Wajahnya memerah. “Kita kan sudah kenal lama, apa itu belum cukup?”

“Aku kenal banyak orang. Apa aku harus bantu semuanya?”

“Maka… hubungan kita bukan sekadar kenalan biasa…”

“Lalu hubungan kita apa?” Arga mendesak dengan senyum jahil.

“A-aku… aku pacarmu! Sudah puas?!” Sherly akhirnya meledak, menutupi rasa malunya.

“Kalau tidak dibilang begitu, aku tidak tahu!” Arga tertawa puas.

“Benci! Menyebalkan!” Sherly memukul dada Arga sambil merajuk. “Mana ada perempuan yang nembak duluan? Kamu benar-benar ya!”

Malam harinya, Hadi Setiawan menelepon dan mengundang Arga makan malam. Arga menyetujuinya dan datang ke ruang privat sebuah hotel bintang lima. Begitu memasuki ruangan, ia melihat seorang pria paruh baya dengan aura yang sangat berwibawa duduk di samping Hadi.

Ruangan tempat Arga berada saat ini adalah Imperial Suite di hotel paling mewah di Semarang.

Luasnya mencapai lebih dari dua ratus meter persegi.

Di sekeliling ruangan mengalir sungai buatan yang jernih, dihiasi bebatuan taman serta teras bertingkat, menciptakan suasana elegan dan megah.

"Nak Arga, Anda sudah datang!"

Begitu Arga melangkah masuk, Hadi Setiawan segera menyambutnya dengan senyum hangat. Pria paruh baya berwibawa yang duduk di samping Hadi pun ikut berdiri.

Arga merasa wajah pria itu tampak familiar. Sesaat kemudian, ia teringat.

Bagus Mahendra!

Seorang taipan keuangan kelas kakap.

Pada tahun 2021, Bagus Mahendra telah masuk sepuluh besar daftar orang terkaya di Indonesia dan kerap muncul di layar televisi. Arga pernah membaca banyak laporan dan wawancara tentang kesuksesannya.

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!