Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Hujan tiba-tiba turun begitu saja membasahi seluruh jalan yang dilalui Citra, membuat Citra harus nekat terus melajukan motor nya dengan kecepatan sedang membuatnya harus extra hati-hati supaya tidak jatuh karena jalan licin dan basah membuatnya takut jatuh dari motor.
Setengah jam perjalanan akhirnya sampai juga di sebuah rumah sederhana dengan pekarangan yang luas dipenuhi dengan bunga-bunga yang sangat indah dan enak diliat, membuat Citra memandangi sebentar bunga-bunga yang basah karena diguyur hujan sebelum masuk kedalam rumah.
Menerima secangkir teh hangat membuat Citra langsung duduk di sofa setelah ada perempuan paruh baya membukakan pintu dan langsung memberikan teh hangat untuk dirinya.
"Anda meninggalkan tuan sendirian di rumah apa tidak salah?" tanya Asisten rumah tangganya Citra.
"Tidak salah Bi, saya cuman sebentar istirahat disini saja sebelum saya mulai menyusun rencana menghancurkan pria itu." ucap Citra santai berusaha untuk tidak menunjukan emosi sama sekali, setelah teh hangat habis langsung simpan cangkir ke atas meja.
"Baik lah Nyonya kalo begitu, kamar anda sudah saya bersihkan sudah bisa Anda tempati dan sudah saya siapkan baju ganti untuk anda juga." lanjut Sumini Asisten rumah tangga yang selalu ikut Citra kemana pun anak majikannya pergi.
"Terimakasih Bi, Bibi boleh istirahat sekarang, di rumah ini Bibi cukup bersihkan dan sapu saja tidak usah masak karena saya malas melihat dapur berantakan dan Bibi boleh jalan-jalan setelah rumah bersih. " sambung Citra langsung berdiri dan siap-siap jalan menuju kamarnya.
Rasa lelah dan sakit hati membuat Citra merasa lemas sekali, membuat dirinya butuh tidur untuk istirahat dan melupakan sejenak rasa sakit hati yang sudah ditahan beberapa bulan terakhir ini yang dirasakan dan membuat dirinya harus pura-pura baik-baik saja didepan semua orang terutama suami yang tidak bisa menjadi suami yang baik.
Sumini mengangguk mendengar perintah anak majikannya yang terlihat tidak baik-baik saja, sejujurnya penasaran kenapa Citra bisa memiliki rumah sederhana dan jauh dari tempat tinggalnya tanpa diketahui keluarga besar bahkan suaminya saja tidak tahu rumah Citra yang sekarang ditempati.
**
Pulang kerja dibuat kaget mendengar kabar istri tidak ada di rumah dengan alasan ketemu keluarga tanpa mengajak dirinya, membuat Angga sedikit kesal karena takut orang tuanya Citra berfikir negatif kenapa membiarkan Citra sendirian ke rumah orang tuanya tanpa ditemani suaminya.
"Nyonya apa bilang di sana sampai kapan? " tanya Angga melihat Asisten rumah tangganya.
"Tidak bilang apapun Tuan, cuman bilang Nyonya mau pulang untuk beberapa hari saja. " ucap Siti melihat majikannya sebentar sebelum akhirnya nunduk.
"Iya sudah lah bagus, saya pergi dulu oh iya jangan bilang Citra kalo saya tidak ada di rumah, awas kalo sampai Citra tahu kamu bakal saya pecat mengerti! " tegas Angga menatap Siti, membuat Asisten rumah tangganya ketakutan.
"Ba.... Baik Tuan saya mengerti." sambung Siti gugup dan takut, walaupun sudah biasa mendengar ancaman majikannya membuat dirinya tetap takut mendengarnya, karena bekerja di rumah Angga dan Citra sangat santai dan enak membuat Siti betah bekerja di rumah Angga dan Citra.
"Bagus." sambung Angga bahagia
Setelah puas mendengar ucapan Asisten rumah tangganya, membuat Angga langsung jalan keluar membuat dirinya tidak harus mencari alasan kenapa dirinya jarang pulang ke rumah dan sekalinya pulang sampai malam hari.