NovelToon NovelToon
Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: Guraaa~

Di puncak kesendirian yang tak tertandingi, Kaelen, sang Monarch Primordial, telah menguasai semua hukum alam di alam semestanya. Namun, kemenangan terasa hampa. Justru pada detik ia menyentuh puncak, sebuah segel kuno terpecah dalam jiwanya, mengungkap ingatan yang terpendam: ia bukanlah manusia biasa, melainkan "Fragmen Jiwa Primordial" yang tercecer dari sebuah ledakan kosmik yang mengawali segala penciptaan.

Dicetak ulang melalui ribuan reinkarnasi di dunia yang tak terhitung jumlahnya, setiap kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah pelajaran. Tujuannya bukan lagi sekadar menjadi yang terkuat di satu dunia, tetapi untuk menyatukan semua fragmen jiwanya yang tersebar di seantero Rimba Tak Berhingga — sebuah multiverse yang terdiri dari lapisan-lapisan realitas, mulai dari dunia rendah beraura tipis, dunia immortal yang megah, hingga dimensi ilahi yang penuh dengan hukum alam purba.

Namun, Kaelen bukan satu-satunya yang mencari. Para Pemburu Fragmen, entitas dari zaman sebelum waktu,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guraaa~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Ritual Bulan Baru dan Tangan Tersembunyi

Kembali ke Sekte Azure Cloud setelah misi di Hutan Bayangan, kehidupan Kaelen berubah secara halus namun signifikan. Statusnya tidak lagi sekadar "murid luar beruntung" yang diabaikan. Kini, dia adalah murid yang pernah bekerja sama dengan Senior Lin Xia, salah satu bintang generasi muda sekte. Perhatian yang datang tidak selalu positif.

Tiga hari setelah kembali, Kaelen dipanggil ke Menara Formasi untuk memulai "tugas penelitian" yang dijanjikan Lin Xia. Menara itu menjulang setinggi dua puluh lantai, terbuat dari batu pucat yang diukir dengan pola formasi berdenyut halus. Di pintu masuk, dua penjaga murid inti dengan mata tajam memeriksa tokennya sebelum mengizinkannya masuk.

Interior menara lebih mengesankan daripada eksterior. Lorong-lorongnya lebar, dilapisi kayu gelap, dan langit-langitnya tinggi dengan kristal penerang yang mengambang. Suasana tenang namun penuh dengan energi terfokus. Kaelen bisa merasakan puluhan, mungkin ratusan, formasi aktif yang bekerja di berbagai lantai—formasi pendingin, pengatur gravitasi, penyaring energi, dan yang lainnya yang terlalu kompleks untuk dia pahami sekilas.

Dia diantar ke lantai sepuluh, di mana Lin Xia memiliki ruang kerja pribadi. Ruangan itu luas, berantakan dengan gulungan kertas, diagram yang tergantung di udara dengan energi, dan meja-meja penuh dengan peralatan ukir kristal. Lin Xia sedang berdiri di depan sebuah papan tulis besar yang penuh dengan persamaan energi yang rumit, mengenakan jubah biru langit sederhana, rambutnya diikat longgar.

"Kaelen. Tepat waktu," katanya tanpa menoleh. "Tugasmu hari ini sederhana: atur gulungan-gulungan di rak itu menurut katalog, dan saat kau melakukannya, pelajari diagram dasar di setiap gulungan. Aku perlu asisten yang memahami dasar-dasarnya sebelum bisa membantu dalam proyek yang sebenarnya."

Kaelen mengangguk dan mulai bekerja. Ini jelas ujian—Lin Xia ingin melihat seberapa cepat dia belajar dan seberapa dalam pemahaman intrinsiknya tentang formasi. Rak-rak itu penuh dengan gulungan tentang prinsip formasi dasar: aliran energi nodal, geometri stabil, interaksi elemen. Bagi murid biasa, ini akan membosankan. Bagi Kaelen, ini adalah kesempatan emas.

Dia tidak hanya menyusun; dia menyerap. Setiap diagram, setiap catatan, dia analisis dan hubungkan dengan pemahamannya sendiri tentang Hukum Dasar. Dalam beberapa jam, dia telah melalui setengah rak dan bisa menjawab pertanyaan acak Lin Xia dengan akurat. Pada sore hari, dia bahkan memberikan sudut pandang alternatif untuk masalah formasi pendingin yang membuat Lin Xia terhenti.

"Menarik," gumam Lin Xia, mencoret diagramnya dan menggambar ulang berdasarkan saran Kaelen. "Pendekatanmu tidak konvensional, tetapi prinsipnya solid. Sepertinya kau memahami 'mengapa' di balik 'bagaimana'. Kebanyakan orang hanya menghafal pola."

"Energi mengalir seperti air, Senior," kata Kaelen dengan hati-hati. "Jika kau memahami topografi dasarnya, kau bisa memprediksi alirannya tanpa menghafal setiap sungai."

Lin Xia memandangnya dengan tatapan tajam. "Metafora yang bagus. Tapi kau harus berhati-hati. Bicaraku di sini bisa diterima, tapi di luar, kebanyakan elder lebih suka cara tradisional. Mereka tidak menyukai... inovasi."

Pesan itu jelas. Kaelen mengangguk.

Selama seminggu berikutnya, rutinitas baru terbentuk. Pagi hari, dia tetap mengikuti kelas dan latihan dengan murid luar lainnya. Sore hingga malam, dia bekerja di Menara Formasi. Lin Xia secara bertahap memberinya tugas yang lebih kompleks: memelihara formasi iluminasi di koridor menara, mengkalibrasi kristal energi, bahkan membantu merancang formasi pengumpulan embun untuk kebun herbal sekte.

Hubungan mereka berkembang menjadi semacam mentorship tidak resmi. Lin Xia keras dan menuntut, tetapi adil. Dia tidak pernah memuji, tetapi persetujuannya ditunjukkan melalui pemberian tanggung jawab lebih besar. Kaelen belajar dengan cepat—tidak hanya tentang formasi, tetapi juga tentang politik sekte.

Suatu sore, saat mereka sedang mengerjakan formasi penyaringan untuk kolam spiritual di lantai lima, Lin Xia tiba-tiba bertanya, "Apa yang kau ketahui tentang Ritual Bulan Baru?"

Kaelen mengangkat kepalanya dari diagram. "Hanya bahwa itu adalah upacara bulanan di mana para elder memberkati murid baru dan memperbarui formasi perlindungan sekte."

"Itu yang diajarkan secara publik," kata Lin Xia, menurunkan suaranya meski mereka sendirian. "Tapi ritual itu juga saat formasi pengawasan sekte mencapai puncaknya. Setiap energi asing, setiap anomali spiritual, akan terdeteksi. Dan malam ini adalah bulan baru."

Kaelen merasa jantungnya berdebar. Dia mengingat penglihatan tentang Pemburu dan parasit di fragmennya. "Apakah itu berarti..."

"Jika ada yang mengawasimu, atau jika ada yang... tidak biasa tentang energimu, kemungkinan besar akan terdeteksi," kata Lin Xia dengan mata tajam. "Kau harus bersiap. Aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan, Kaelen, tapi jika itu menarik perhatian Penjaga Ritual, bahkan aku tidak bisa melindungimu."

"Bagaimana cara bersiap?"

"Pertama, kau harus hadir. Tidak hadir akan lebih mencurigakan. Kedua, kau harus belajar menutupi energimu dengan cara yang tidak terlihat seperti penyamaran." Lin Xia mengeluarkan gulungan kecil dari lengan jubahnya. "Ini adalah teknik pernapasan 'Lapisan Awan'. Ini tidak akan menyembunyikanmu dari pemeriksaan mendalam, tapi akan membuat energimu terlihat... biasa saja. Pelajari sebelum matahari terbenam."

Kaelen menerima gulungan itu dengan rasa terima kasih yang mendalam. Teknik itu ternyata sederhana namun elegan—dengan mengatur ritme pernapasan dan sirkulasi Qi, seseorang bisa "mengaburkan" tepian aura mereka, membuatnya tampak kurang jelas. Bagi Kaelen, dengan pemahamannya tentang Hukum Energi, dia bisa memodifikasinya lebih lanjut, menciptakan lapisan "kabut" spiritual di sekitar inti energinya.

Malam itu, semua murid dan elder berkumpul di Lapangan Utama sekte untuk Ritual Bulan Baru. Ribuan orang hadir, berdiri dalam formasi konsentris. Di tengah, para elder inti, termasuk Lin Xia, membentuk lingkaran di sekitar altar batu giok. Bulan tidak terlihat, langit gelap bertabur bintang.

Elder Wen, kepala pengawas sekte, memimpin ritual. Suaranya bergema dengan kekuatan saat dia membacakan mantra kuno. Formasi di bawah lapangan mulai bersinar, pola cahaya biru yang kompleks menyebar ke segala arah. Kaelen bisa merasakannya—sebuah kesadaran luas yang menyapu seluruh area, halus namun tak terhindarkan, seperti jaring yang dilemparkan ke kolam.

Dia menggunakan teknik Lapisan Awan, tetapi juga secara pasif memancarkan kesan "biasa" — seorang murid luar Lapis Kedua yang stabil, tidak lebih. Saat jaring energi melewatinya, dia merasakan sentuhan samar, seperti angin sepoi-sepoi. Itu berlalu tanpa insiden.

Tapi kemudian, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Saat ritual mencapai puncaknya, dan formasi pengawasan mencapai intensitas tertinggi, sebuah sinyal aneh terdeteksi—bukan dari Kaelen, tapi dari suatu tempat di kerumunan murid inti. Sebuah energi gelap yang samar, tersembunyi dengan baik, tapi terpental oleh gelombang ritual.

Elder Wen tiba-tiba membuka matanya, tatapannya tajam. "Ada energi terlarang di antara kita! Penjaga, kunci semua pintu keluar!"

Kekacauan pun terjadi. Murid-murid saling memandang dengan ketakutan dan kecurigaan. Para elder dengan cepat membentuk formasi penyegel, mengunci seluruh lapangan. Kaelen melihat Lin Xia, yang wajahnya tegas, matanya memindai kerumunan.

"Energinya berasal dari sektor barat laut!" teriak seorang elder.

Semua mata tertuju ke sana—di mana murid-murid dari kelompok Arlan berdiri. Arlan sendiri terlihat pucat, matanya melotot. "Bukan aku! Aku bersumpah!"

Tapi energi gelap itu tidak berasal dari Arlan. Itu berasal dari seorang murid pendiam di belakangnya—seorang murid bernama Fen, yang biasa-biasa saja, hampir tidak terlihat. Saat semua orang menatapnya, ekspresi polos Fen berubah menjadi senyuman dingin.

"Terlambat," bisik Fen. Dan tubuhnya mulai berubah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!