NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Bukan Rina namanya jika menyerah begitu saja. Di balik wajahnya yang masih merah padam, otak jeniusnya kembali merancang skenario nakal untuk membalas dendam atas kekalahannya tadi. Ia tahu Rohman adalah pria yang sangat menjaga pandangan dan prinsipnya, tapi ia juga tahu pria itu mencintainya. Dan yang paling penting, Rina tahu ia sedang "aman" karena status haidnya.

​Saat mobil kembali melaju dengan tenang di jalanan yang agak sepi, Rina tiba-tiba bergeser sedikit. Tanpa peringatan, ia mengangkat kaki kanannya yang jenjang dan putih, lalu menyilangkannya tepat di atas paha Rohman yang sedang fokus menyetir. Tidak berhenti di situ, dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat provokatif, Rina sedikit menaikkan gamisnya hingga memperlihatkan betisnya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus yang menambah kesan eksotis.

​CITTTTTTTT!

​Ban mobil berdecit keras di atas aspal. Kali ini Rohman benar-benar menginjak rem sekuat tenaga sampai mobil berhenti di bahu jalan dengan posisi agak miring. Jantung Rohman seolah melompat ke tenggorokan. Ia menatap kaki Rina yang masih bertengger di atas pahanya, lalu beralih menatap wajah Rina yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

​"Rina! Apa yang kamu lakukan?!" Suara Rohman sedikit meninggi, napasnya mulai tidak beraturan. Tangannya yang memegang setir gemetar hebat. Ia segera memalingkan wajah ke arah jendela, mencoba menjauhkan pandangannya dari kulit putih yang menyilaukan itu. "Turunkan kakimu! Ini benar-benar berbahaya!"

​"Kenapa? Katanya laki-laki normal," goda Rina dengan suara yang sengaja dibuat manja. Ia malah menggerakkan ujung jemari kakinya di atas kain celana Rohman. "Cuma lihat kaki aja kok takut? Tadi katanya mau bawa ke hotel?"

​"Rina, astagfirullah..." Rohman memejamkan matanya rapat-rapat, tangannya meremas setir hingga buku-buku jarinya memutih. "Kamu benar-benar tidak tahu betapa beratnya saya menahan diri saat ini. Jangan menguji iman saya dengan cara seperti ini, apalagi kita di dalam mobil."

​"Ya kan aku lagi haid, Mas Arab. Kamu nggak bisa ngapa-ngapain juga," sela Rina sambil tertawa kecil, merasa sangat di atas angin.

​Mendengar kata "haid", Rohman tiba-tiba membuka matanya. Ia menoleh ke arah Rina dengan tatapan yang sangat gelap dan penuh tekad. Tekanan udara di dalam mobil mendadak terasa sangat berat. Rohman tidak lagi terlihat panik, ia justru terlihat seperti pemburu yang baru saja menemukan celah.

​"Oh, jadi kamu merasa aman karena sedang haid?" bisik Rohman, suaranya kini terdengar sangat rendah dan berbahaya.

​Tanpa diduga, Rohman meraih ponselnya dengan gerakan kilat. Ia langsung mendial sebuah nomor di depan Rina.

​"Mas! Mau telepon siapa?!" tanya Rina panik, ia segera menurunkan kakinya dan merapikan gamisnya kembali.

​"Assalamu'alaikum, Pak RT... Ayah," ucap Rohman saat telepon diangkat, suaranya kembali terdengar tenang namun tegas. "Ayah, mohon maaf sebelumnya. Saya ingin meminta izin, kalau boleh, akad nikah kami dimajukan sore ini juga secara siri atau agama dulu di rumah. Untuk resepsi dan administrasi negara tetap di minggu depan sesuai rencana."

​Mata Rina hampir keluar dari kelopaknya. "Mas! Kamu gila ya?!" bisiknya histeris tanpa suara.

​"Iya Ayah... bukan apa-apa, saya merasa fitnahnya sudah terlalu besar kalau kami terus pergi berdua tanpa status sah. Saya ingin menjaga kehormatan Rina secepat mungkin," lanjut Rohman sambil melirik Rina dengan senyum penuh arti. "Baik Ayah, saya segera meluncur ke rumah. Terima kasih."

​Rohman menutup telepon, lalu menatap Rina yang kini membeku seperti patung.

​"Kenapa diam? Tadi sangat berani, kan?" goda Rohman. Ia kembali menyalakan mesin mobil dengan semangat baru. "Kita akad sore ini. Setelah sah, haid atau tidak, saya akan pastikan kamu tidak punya kesempatan untuk menaikkan kaki seperti tadi di depan saya tanpa konsekuensi yang... menyenangkan. Bersiaplah, Calon Istri."

​Rina hanya bisa melongo. Niat hati ingin menjahili iman sang ustadz, malah berujung pada akad nikah yang dipercepat hitungan jam. "Mas Arab... kamu beneran tipe sat-set ya?!" gumam Rina pasrah, namun hatinya tidak bisa berhenti bersorak gembira.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!