NovelToon NovelToon
PEMBALASAN ITEM SURGAWI

PEMBALASAN ITEM SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Pembalasan Item Surgawi
"Sampah tidak berguna." Itulah julukan bagi Tian Feng. Di saat murid lain bertaruh nyawa demi setetes energi kultivasi, Feng justru memilih tidur malas sebagai pelayan di Paviliun Pengobatan.
Namun, dunia tidak tahu bahwa Feng menyembunyikan rahasia besar: Ia adalah keturunan terakhir Aliran Tao Terlarang yang diburu seluruh dunia.
Dengan bantuan Perkamen Alkimia Arus Balik, Feng mengambil jalan pintas mematikan. Ia bisa menjadi kuat dalam semalam tanpa latihan! Tapi, surga tidak memberi cuma-cuma. Setiap kekuatan instan menciptakan Hutang Karma—sebuah "penagihan" nyawa yang datang dalam bentuk petir bencana dan musuh-musuh haus darah.
Demi menyembunyikan identitasnya, Feng rela difitnah sebagai "Kelinci Percobaan Medis" yang sekarat. Namun, saat segel giok di dadanya retak dan para Tetua mulai mengincarnya, si pemalas ini terpaksa bangun.
Satu pil untuk menghancurkan pedang jenius. Satu teknik untuk membungkam langit.
Mampukah Tian Feng melunasi hutang karmanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HIBERNASI SANG BENDAHARA

Lembah Sunyi jatuh ke dalam keheningan yang dingin. Salju mulai turun, namun bukan salju biasa—ini adalah manifestasi dari aura Pedang Es Abadi milik Xuelan yang sedang menyelimuti seluruh pemukiman sebagai perisai. Di dalam barak utama, di ruangan yang paling dalam, Tian Feng terbaring di atas ranjang batu giok.

Wajahnya pucat, hampir transparan. Rambut putihnya yang kusam tersebar di atas bantal, dan napasnya begitu pelan hingga nyaris tak terdengar. Namun, jika seseorang meletakkan telinga di dadanya, mereka tidak akan mendengar detak jantung, melainkan suara gemuruh arus energi yang mencoba menambal retakan di jiwanya.

"Dia melakukan teknik Penyatuan Roh dan Tanah secara paksa," bisik Guru Lin sambil mengoleskan salju cair ke dahi Feng. "Dia bukan sekadar tidur, Xuelan. Dia sedang membangun ulang meridiannya dari nol menggunakan energi yang ia sita dari Raja Penagih."

Xuelan berdiri di sudut ruangan, pedangnya terus memancarkan uap dingin. Matanya tidak pernah meninggalkan pintu. "Berapa lama?"

"Bisa seminggu, bisa setahun. Masalahnya, tanpa dia yang menyeimbangkan Koin Karma, energi di lembah ini mulai menjadi liar. Murid-murid mulai merasa haus darah karena energi yang mereka terima terlalu murni."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka sedikit. Mei masuk dengan langkah tanpa suara. Ia menunjuk ke arah jendela yang menghadap ke tebing luar.

"Ada lalat-lalat hijau yang mulai hinggap," ucap Mei datar.

Xuelan segera melesat ke balkon. Di kejauhan, di antara pepohonan Hutan Kematian, ia melihat kilatan-kilatan cahaya hijau. Bukan dari Kekaisaran, melainkan dari Sekte Racun Hijau dan Sekte Pedang Darah.

Mereka adalah faksi-faksi kecil namun rakus yang selama ini bersembunyi. Mereka mendengar bahwa "Sang Bendahara" sedang sekarat, dan mereka menginginkan rahasia energi abadi yang tersimpan di lembah ini.

"Mereka pikir macannya sedang tidur, jadi mereka bisa mencuri anak-anaknya," Xuelan menghunus pedangnya. Bilah es itu kini memiliki corak biru tua yang mengerikan. "Guru Lin, jaga Feng. Jangan biarkan siapa pun masuk, atau aku akan membekukan lembah ini selamanya."

Xuelan melompat dari balkon, tubuhnya meluncur seperti burung walet es menuju gerbang depan. Di sana, ratusan murid sudah bersiap, namun wajah mereka pucat. Mereka merindukan kehadiran Feng.

"Jangan bergantung pada koin di tangan kalian!" teriak Xuelan, suaranya menggelegar memecah salju. "Keluarkan pedang kalian! Hari ini, kalian bukan sedang bertransaksi. Hari ini, kalian adalah Kultivator!"

Di dalam tidurnya, di alam bawah sadar yang gelap, Feng berdiri di depan sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari tulang naga. Di tangannya tidak ada sempoa, tidak ada buku besar. Hanya ada segumpal api ungu yang murni.

“Kau ingin kembali menjadi manusia, atau tetap menjadi mesin hitung takdir, Feng?” suara Yue Er bergema dari kegelapan.

Feng menatap api di tangannya. "Aku ingin kekuatan yang tidak bisa dibeli atau dijual oleh siapa pun."

Feng menghantamkan api itu ke gerbang tulang naga tersebut.

BOOM!

Di dunia nyata, tubuh Feng yang sedang koma tiba-tiba memancarkan gelombang kejut yang membuat seluruh barak bergetar. Tingkat kultivasinya yang tadinya hancur, mendadak melonjak naik melampaui tahap Pembangunan Pondasi, menuju tahap Inti Emas dalam hitungan detik.

Pertempuran di gerbang lembah baru saja dimulai, dan Xuelan sedang menghadapi tiga ahli pedang tingkat tinggi sendirian.

1
Herry Soegiharto
mantaap
Raden Saleh: maaf ya, ceritanya terhenti sejenak karena lebaran 🙏 terimakasih atas partisipasinya 👍
total 1 replies
Herry Soegiharto
mantaap..👍😍
Raden Saleh
Bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!