Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1. mata misterius
" A..apa yang kamu lakukan." Seorang bocah laki-laki yang terlihat berusia 11 sedang menatap sesuatu didepannya dengan raut wajah tak percaya.
Di depannya sudah ada dua tubuh wanita terbaring dengan luka tusukan di perut mereka. Dua wanita itu adalah kakak perempuan bocah itu dan ibunya. Dan disebelah tubuh ibu dan kakak bocah itu, ada seorang lelaki berusia 16 tahun yang memegang sebilah pisau yang sudah dilumuri oleh darah.
Lelaki 16 tahun itu tersenyum menatap kedua mayat wanita didepannya dan juga bocah 11 tahun itu. Sekilas langsung diketahui siapa pelaku yang telah membunuh ibu dan kakak perempuan bocah itu.
" Sialan!! Matilah!!" Bocah 11 tahun itu langsung meraung marah pada lelaki itu, mata sebelah kanannya yang tadinya hitam langsung berubah warna jadi biru, begitu juga dengan rambutnya yang berubah biru.
Aura yang luar biasa langsung menyelimuti bocah 11 tahun itu dan membuat udara disana menjadi bergejolak.
Pandangan dari bocah 11 tahun itu juga seketika berubah menjadi biru semua. Ia seperti berada di tempat lain.
Lantai tempat yang tadinya adalah tanah biasa berubah menjadi lantai berwarna putih, dan diatasnya berwarna biru layaknya langit tapi sedikit berbeda.
Sepanjang ia melihat, tidak ada satupun objek disana.
Tapi tiba-tiba di atasnya perlahan terbentuk dua bola mata berwarna biru mirip matanya yang biru saat ini. Mata di atas langit memberikan aura yang mengerikan membuat bocah itu merasa tidak bisa bernafas.
Saat ia akan kehabisan nafas, tiba-tiba ia segera terbangun dan mendapati dirinya berada diatas tempat tidur.
" Sialan mimpi ini lagi." Ucap bocah itu sambil mengusap keringat di kepalanya.
Setiap malam bocah itu selalu memimpikan mimpi yang sama yang membuat ia selalu terbangun di pagi-pagi buta.
Mimpi itu tidak muncul tanpa alasan, karena mimpi itu muncul setelah tragedi yang menimpa keluarganya.
Bocah itu bernama Yang Chen, ia memiliki keluarga kecil berisikan kakak perempuannya dan juga ibunya.
Mereka berdua hanyalah penduduk desa biasa yang menggantungkan hidupnya dari berdagang hasil dari kebun kecil mereka.
Walaupun Yang Chen tahu dia bukanlah anak kandung dari ibunya saat ini tapi ia selalu disayangi oleh ibunya tanpa membedakan dirinya dengan kakak perempuannya. Hal ini membuat ia selalu bersyukur karena diadopsi oleh ibunya saat ini.
Yang Chen memiliki keinginan yang kebanyakan juga diimpikan oleh anak-anak di desanya, yaitu menjadi seorang kultivator.
Di dunia ini seorang kultivator sudah seperti dewa, mereka memiliki kekuatan yang luar biasa hebat dan mendapatkan banyak rasa hormat dari banyak orang.
Hal ini membuat banyak orang berkeinginan untuk menjadi seorang kultivator, tapi menjadi seorang kultivator bukan hal yang mudah.
Dibutuhkan banyak uang untuk bisa mewujudkan itu, seperti membeli teknik bela diri atau persenjataan yang kuat, itu semua membutuhkan jumlah uang yang besar yang tentu tidak bisa didapatkan oleh Yang Chen dan anak desa lainnya yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin.
Walaupun begitu anak-anak disana masih dengan polosnya memiliki keinginan menjadi seorang kultivator.
Suatu hari yang tidak mungkin bisa dilupakan oleh Yang Chen, ada sekelompok orang yang datang singgah di desa mereka.
Mereka berasal dari keluarga liu yang merupakan keluarga besar yang berisikan para kultivator hebat. Hal ini membuat keluarga Liu memiliki pengaruh besar dan disegani oleh orang-orang.
Hal ini membuat semua warga desa sangat hormat kepada kelompok keluarga Liu yang singgah di desa mereka.
Yang Chen dan anak-anak lainnya juga mencoba untuk melihat kelompok keluarga Liu tapi mereka hanya bisa melihat dari jauh karena tidak diperbolehkan untuk warga sekitar.
Hal ini dikarenakan para kultivator memiliki temperamen yang sombong dan suka memandang orang biasa layaknya sampah tidak berguna, oleh karena itu warga mencegah anak-anak untuk mendekat, ditakutkan para anak-anak dengan ceroboh membuat para kelompok itu kesal.
Jika para kultivator marah atau kesal, mereka dengan mudah membunuh orang tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Setelah kelompok keluarga Liu masuk ke penginapan di mereka, kepala desa kemudian memberitahukan untuk tidak lancang mendekati kelompok itu, ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan.
setelah itu para warga mulai bubar sedangkan Yang Chen dan anak-anak lainnya kembali bermain seperti biasanya.
Tapi setelah hari mulai gelap, Yang Chen dan anak-anak lainnya kemudian pulang kerumah masing-masing.
Tapi begitu Yang Chen tiba di dalam rumahnya, ia mendapati ibu dan kakaknya sudah terbaring di tanah dengan luka tusukan diperut mereka.
Dan ternyata ada sekelompok orang yang mengejutkan berada didalam rumah Yang Chen. Mereka adalah kelompok keluarga Liu yang dilihat Yang Chen dan lainnya.
Di kelompok itu ada seorang pemuda 16 tahun yang sepertinya adalah tuan muda dari keluarga Liu sedangkan orang lainnya adalah pengawalnya.
Melihat Yang Chen yang terpaku membisu melihat keluarganya yang telah mati, membuat pemuda itu hanya tersenyum kecil seolah itu bukan apa-apa baginya.
Pemuda itu dengan santainya menjelaskan kalau ia tertarik pada kakak perempuan Yang Chen untuk dijadikan salah satu pelayannya tapi sepertinya ia ditolak oleh ibu Yang Chen dan kakaknya.
Penolakan itu membuat pemuda itu tidak terima dan merasa terhina, hal ini membuat ia langsung mencabut pisau miliknya dan membunuh ibu Yang Chen.
Pemuda itu kemudian memaksa kakak Yang Chen untuk berhubungan intim dengannya namun kakaknya mencoba melawan sebisanya. Hal ini membuat pisau ditangan pemuda itu tidak sengaja menusuk perut kakak Yang Chen dan akhirnya ia meninggal juga.
Setelah mendengar cerita pemuda itu, tubuh Yang Chen sudah dipenuhi oleh amarah, tapi pemuda itu hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Yang Chen. Ia kemudian berbalik pergi dari sana. Ia seperti tidak tertarik dengan bocah seperti Yang Chen.
Tapi saat pemuda itu akan pergi, bersamaan dengan teriakan amarah dan putus asa Yang Chen, matanya langsung berubah dari hitam menjadi biru, begitu juga dengan rambutnya.
Cahaya biru dari mata sebelah kanannya yang langsung menelan semua hal yang berada disana termaksud Yang Chen dan kelompok keluarga Liu.
Setelah itu Yang Chen tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu karena ia pingsan. Begitu ia terbangun ia dikejutkan dengan apa yang dilihatnya.
Semua orang disana telah menghilang, bahkan rumah mereka juga ikut menghilang. Bukan hanya itu, tapi semua warga desa juga ikut menghilang bersamaan dengan rumah mereka juga yang ikut menghilang, seolah tidak pernah ada sebuah desa disana.
Semua orang dari keluarga Liu juga menghilang tanpa ada jejak.
Tapi ajaibnya jasad ibu dan kakaknya tidak menghilang, Yang Chen tidak begitu mengerti apa yang terjadi dan tidak ingin mengerti. Ia hanya tahu kalau ia telah kehilangan keluarga yang sangat ia sayangi dan paling berarti baginya.
Dengan menahan kesedihannya, ia kemudian menguburkan mayat ibu dan kakaknya.
Dari kejadian itulah yang membuat Yang Chen sangat berambisi untuk menjadi kultivator memiliki kuat, sehingga ia memiliki kekuatan untuk melindungi apa yang paling berharga baginya.
Setelah melewati jalan yang berliku dan usaha yang tidak mudah, Yang Chen berhasil menjadi seorang kultivator.
Ia berada di tahap spirit tingkat 3 yang membuat ia bisa mendaftar di salah satu sekolah terpandang tempat para kultivator muda berkumpul.
Yaitu akademi pedang terbang.
Setelah teringat kembali dengan apa yang menimpa keluarganya membuat suasana hatinya menjadi campur aduk.
Untuk menenangkan pikirannya, Yang Chen berdiri dan berjalan menuju cermin dan melihat pantulan wajahnya dari cermin.
Yang Chen memiliki wajah yang kekanak-kanakan tapi wajah tampannya tetap terpancar jelas.
Tapi yang sangat menarik perhatian adalah mata kanannya dan rambutnya yang berwarna biru cerah.
Mata kanannya dan rambutnya yang berubah warna tidak lagi kembali seperti semula yang dulunya berwarna hitam.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" Yang Chen juga bertanya-tanya apa yang terjadi pada mata dan rambutnya, tapi ia sama sekali tidak memiliki jawaban untuk itu.
Tapi ia tahu, sejak mata kanannya berubah menjadi biru membawa berkah baginya. Ia tiba-tiba berhasil menjadi kultivator di tahap alam spirit, bahkan menerobos 2 tingkat berturut-turut yang membuat ia berada di tahap spirit tingkat 2.
Hal ini membuat ia memiliki kekuatan fisik luar biasa.
Dari situ ia mulai memburu binatang iblis untuk belajar bertarung dan tentu mencari batu toh didalam tubuh binatang iblis guna diserap demi meningkatkan kultivasinya.
Setelah sekian lama membunuh dan menyerap batu roh, akhirnya Yang Chen menerobos juga ke tahap spirit tingkat 3. Dan akhirnya ia masuk akademi pedang terbang.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲