" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 1
Pagi itu ,matahari perlahan mulai menampakan senyumnya, cahayanya yang terang memberikan sebuah harapan baru bagi para penduduk bumi sekitar.
Disebuah mansion mewah milik keluarga Aditama.seperti biasa setiap pagi pasti keributan selalu terjadi di mansion mewah tersebut.
"Kaak...!!
"kak saka aku ingin berangkat barengan dengan mu wahai kakak ku yang sangat rupawan"! Teriak seorang gadis yang kini sedang bejalan mengekor di belakang saka,yang sedang menuruni anak tangga.
"Kakak buru buru,kamu diantar supir saja"! Kata saka kepada adik perempuannya.
"Kaaak, please,,,"! Rengek gadis berusia 18 tahun tersebut sambil meraih lengan saka .
"Sarline"!! Pekik saka. Seketika gadis tersebut pun terdiam dengan air mata yang sudah mengembun di pelupuk matanya.
Yaa,"Saka Hilya Aditama"laki laki yang kini menginjak usia 26 tahun, laki laki tampan penuh karismatik, tubuh tinggi tegap,namun sayangnya sedingin es di kutup Utara ,apalagi mulutnya itu kadang suka menyala sekali bicara.
"Saka,,bisa tidak sekalian antar adikmu"! Sahut seorang wanita yang masih cantik di usianya yang baru menginjak 46 tahun,yang tak lain adalah mama Zahra.
"Tapi maa,, saka ada meeting pagi ini"! Sahut saka yang tidak pernah bisa menolah perintah sang mama.
"Bukankah pemilik perusahaan itu kamu,jadi tidak masalahkan telat sedikit saja,atau kamu bisa juga mengundur jadwal meetingnya"! Celetuk laki laki yang tiba tiba bangkit dari duduknya disofa ruang tengah,siapa lagi jika bukan papa bhara.
"Haaah, baiklah kamu menang saat ini"! Kata saka sambil menjetik kening sarline dengan kedua jari nya.
"Aaauu"!!
Pekik sarline sambil mengusap keningnya namun senyumnya sudah mengembang sempurna ke arah saka saat ini.
"Cepat makanya,atau aku tinggal"! Celetuk saka, mama Zahra hanya menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan kecil yang selalunya menghiasi mansion kediaman Aditama setiap pagi .
Sarline tidak menjawab,dia langsung meneguk susu dihadapanya dan membungkus senwich dengan plastik bag khusus makanan.
"Sayang kenapa tidak di makan sarapannya "! Tanya mama Zahra kepada anak perempuannya.
''nanti aku makan di mobil saja ma"! Jawab sarline tanpa dosa . Saka hanya menatap kearah sang adik tajam walau pun sarline tidak memperdulikannya.
Saka dan sarline pun akhinya beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang makan menuju halaman depan dimana Andika sudah berdiri disamping mobil menunggu boss nya.
"Selamat pagi boss, nona"! Sapa laki laki berusia 27 tahun yang baru 1 tahun ini menjabat sebagai asisten saka yang ditunjuk langsung oleh tuan bhara, untuk mendampingi putranya dalam memimpin perusahaan .
"Hemmm"!! Sahut saka dengan wajah datarnya.
"Selamat pagi asisten Dika" jawab sarline dengan senyum manisnya.
"Bilang saja ngeyel mau bareng denganku' karena mau melihat Dika"! Gumam saka dalam hati sambil melirik ke arah sang adik dengan ekor matanya.
Asisten Dika hanya menganggukan kepalanya singkat lalu menutup pintu mobil tersebut,dan berjalan menuju kursi kemudi.
15 menit perjalanan menuju sekolah SMA puspa bangsa sarline tak henti hentinya mencuri pandang kepada asisten Dika yang sedang fokus mengemudi.
"Makan sarapanmu atau aku akan turunkan kamu di sini"! Kata saka lirih namun penuh dengan ancaman"!.
"CK, iya iya bawel"! Sahut sarline segera memasukan senwich yang sedari tadi di pegangnya ke dalam mulutnya,namun matanya tetap tertuju kearah spion yang tertuju pada wajah asisten Dika.
Asisten Dika yang menyadari hal tersebut lalu menggeser spion dan memperlihatkan ke arah boss nya, dengan begitu sarline tidak bisa mencuri pandang kepadanya.
Saka tersenyum miring saat menyadari hal tersebut.sedangkan sarline sudah mendengus sebal.
"Brak"!!
Sarline keluar dari mobil begitu saja saat sudah sampai di depan sekolahan nya.sambil menutup pintu mobil dengan sangat keras.
"Dasar dua laki laki kutub,aku doakan kalian jomblo seumur hidup"! Umpat sarline sambil mengepalkan tanganya ke arah mobil hitam yang perlahan berjalan meninggalkan sekolahan tersebut.
"Bugh'"!!
"Kenapa marah marah tidak jelas masih pagi"! Kata gadis cantik sambil menepuk pundak sarline.
"Alea, kamu sudah sembuh"! Tanya sarline saat mendapati sahabatnya yang sudah dua hari ini tidak masuk karena sakit.
"Aku sudah sembuh,katakan siapa yang berani mengganggumu"! Tanya alea lagi .Sarline mendengus kesal.
"Kak saka,dan asisten nya"! Sahut sarline dengan bibir yang sudah moncong 5 centi.
"Kakak mu"!? Tanya Alea memastikan. Sarline pun mengangguk .
"Kira kira kamu mau tidak jadi pacar kakak ku"! Celetuk sarline kepada Alea.
". Kakak mu si saka saka itu yang kamu bilang tampangnya seperti beruang kutub itu,"! Sarline mengangguk.
"Ogah banget, sumpah deh mending aku jomblo seumur hidup. Sahut alea.
Duaaar"!!
Seakan petir mendengarkan sumpah gadis cantik itu,perlahan gerimis turun membasahi bumi.
"Hujan , hujan"!! Teriak para siswa hingga semua berlari masuk untuk berteduh,begitupun dengan sarline dan Alea.
Ya Alea Rosalina ,gadis cantik setengah tomboy,dengan sifat bat bar yang tidak ketulungan,apalgi jika sudah bersama sahabatnya yaitu sarline hilya Aditama,anak kedua dari pasangan Bhara dan Zahra, Bisa menghebohkan satu perguruan.
Kedua gadis tersebut langsung berjalan masuk menuju kelasnya dan duduk di bangku ,sarline dan Alea sudah satu tahun lebih bersahabat semenjak hari pertama keduanya masuk ke sekolah tersebut, lain hal nya jika sarline memang berasal dari keluarga kaya ,jadi sudah pasti bisa masuk sekolah elit tersebut, beda dengan alea yang masuk karena bantuan biaya siswa, gadis cantik itu memilik otak yang begitu encer,Se encer es saat terkam panas, jadi tak heran jika sarline juga ikut sedikit ketularan pintar karena selalu bersama Alea.
" Haaaah"!! Sarline menghela nafas berat saat keduanya sudah duduk di bangku di kelasnya.
"Why"!? Tanya Alea sambil melirik kearah sahabatnya itu .
"Punya pacar itu enak enggak sih Al"!? Tanya sarline kepada Alea.
"Haha, kamu kesambet setan apa tiba tiba tanya kek gitu kepadaku, seharusnya kau tanyakan PR biologi Atau matematika, baru aku jawab"! Celetuk Alea.
"Ya tuhan, aku jadi lupa ,PR biologi "! Pekik sarline sambil menepuk keningnya ,dan segera mengeluarkan buku biologi.
"Kenapa tidak bilang dari tadi Al, untung masih ada waktu 10 menit sebelum bel masuk"! Kembali dengan cepat sarline mengerjakan soal biologi yang hanya 10 soal itu .
"Kelamaan , ini"! Kata Alea sambil mengeluarkan buku PR nya dan menyerahkan kepada Sarline.
Tania menunggu lama gadis itu langsung saja menyalin nya dengan cepat.
" Ini gara gara aku terus memikirkan asisten Dika itu, jadinya lupa dengan PR ku kan"!? Celetuk Sarline saat sudah selesai dengan urusannya.
"Siapa asisten Dika"!? Tanya Alea penasaran.
"Asisten kak saka, dia sangat tampan dan keren meskipun dinginnya sebelas duabelas dengan kak saka, selama belum ada jamur kuning yang melengkung aku akan terus berusaha mencuri hatinya"!
Cetak"!!
Alea menjitak kepala sarline dengan buku PR nya begitu saja.
"belajar berhitung duduk yang bener , laki laki di pikirin"! Sahut Alea tanpa dosa.
"Aaaauu', sialan"!!
Pekik sarline sambil mengusap keningnya.
"Memang kau tidak takut jomblo seumur hidup tidak memikirkan laki laki sama sekali, jangan jangan kau malah menyukaiku lagi"!
"Cih, mana ada, apem ketemu apem ,bagaimana rasanya bisa bisa tabrakan terus"! Celetuk Alea , mendengar itu sarline langsung meledakan tawanya.
Di sela sela obrolan random keduanya , Marcel datang mendekat kearah dua sahabat yang sedang sibuk saling mengolok..
"Ini, lebih baik kamu sama Marcel saja dari pada jomblo, iya kan chel"! Celetuk Sarline sambil menaik turunkan kedua alisnya menyapa ke arah Marcel.
"Siapa yang ingin menjadi pacarku, kamu Alea"! Sahut marcel sambil menatap ke arah wajah cantik Alea.