Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan
Maura Nathania atau bisa di panggil Lala. Malam ini Lala akan di perkenalkan dengan seorang laki-laki Putra dari atasan Ayah nya di kantor tempat Ayah nya bekerja. Atasan Ayah nya melihat Maura saat mengantarkan sang Ayah ke kantor beberapa waktu belakangan karena mobil Ayah Lala harus masuk bengkel.
Lala sendiri bekerja di perusahaan besar selepas lulus dari perkuliahan nya. Lala mendapat lowongan di perusahaan itu dari dosen pembimbingnya dan Lala tak menyia-nyia kan kesempatan itu. Dan tanpa di sangka Lala di terima dengan mudah di perusahaan tersebut. Padahal banyak orang mengeluh jika masuk perusahaan itu sangatlah sulit.
Malam ini Lala tampil dengan penampilan yang begitu sederhana namun terlihat menawan. Istri dari atasan Ayah Lala begitu menyukai Lala dan sangat ingin Lala menjadi bagian dari keluarganya. Lala duduk di antara Ayah dan ibu nya. Dan malam ini bukan hanya menjadi malam perkenalan bagi Lala dan Aska Priawan Putra dari atasan sang Ayah. Melainkan menjadi acara lamaran karena keluarga priawan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
"Pak Budi, saya rasa jika Putra dan putri kita setuju kita tentukan saja kapan waktu pernikahan yang tepat." Ujar Pak Priawan Ayah dari Aska yang tak lain atasan Ayah Lala.
"Saya serahkan semuanya pada putri saya Pak Pri. Jika Lala setuju maka saya akan merestuinya." Jawab Ayah Lala.
"Bagaimana nak Lala apa nak Lala setuju?" Tanya Bu Hani istri dari Pak Priawan.
"Lala ikut saja Tante bagaimana baiknya. Asalkan abang sedang tidak terikat dengan siapa pun." Jawab Lala.
Deg...
Aska tersentak mendengar jawaban Lala. Bagaimana mungkin dirinya menikahi Lala sementara dirinya masih belum usai dengan sang kekasih. Aska tak ingin mengkhianati kekasih hatinya. Namun, kedua orang tuanya tak merestui hubungannya dengan kekasih hatinya. Entah apa yang membuat keduanya tak setuju.
"Bagaimana Bang? Abang setuju kan kalo langsung menikah saja?" Tanya Bu Hani.
"Abang ikut baiknya saja Mi." Akhirnya keluar dari mulutnya.
Bu Hani sangat bahagia karena Putra sulungnya tak menolak wanita pilihannya. Akhirnya waktu pernikahan pun di putuskan dalam waktu tiga bukan ke depan. Namun, Aska meminta jika acara pernikahannya ingin privat saja yang hanya di hadiri oleh keluarga. Sempat ada penolakan dari Pak Priawan dan Bu Hani namun Aska dapat meyakinkan keduanya dan menyetujui permintaan Aska.
Entah apa tujuan Aska Lala tak mempermasalahkan. Lala pun setuju karena dirinya tak menyukai keramaian. Lala dan Aska di minta saling berbincang malam itu namun Aska menolak secara halus dan mengatakan jika mereka akan melakukan pendekatan di saat mereka mempersiapkan acara pernikahan. Mengingat acara pernikahan mereka yang akan di adakan tiga bulan mendatang membuat para orang tua pun tak menaruh curiga apapun.
Setelah acara perkenalan dan berakhir acara lamaran Bu Tias pun menjamu tamu nya untuk makan malam bersama. Walau hanya menu sederhana namun Pak Priawan dan Bu Hani menikmati hidangan yang di suguhkan Bu Tias. Bu Tias memasak semuanya di bantu oleh ART yang telah lama ikut bersama keluarganya sejak Lala lahir kedunia.
Bu Hani memuji masakan Bu Tias begitupun dengan Pak Priawan. Karena memang masakan Bu Tias sangat lezat. Tak dapat di ragukan karena sebelumnya Bu Tias bekerja sebagai koki di salah satu hotel. Itu sebabnya Bu Tias sangat pandai memasak.
Di momen perkenalan ini Lala tak banyak bicara dirinya hanya diam cenderung tak berminat masuk ke dalam perbincangan kedua orang tuanya. Hanya sesekali Lala menjawab pertanyaan yang di lontarkan padanya.
Lanjut yuk...