NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: tamat
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 1

Di hari anak-anak seusianya tampil keren di panggung wisuda SMA, Rowena justru berdiri di depan hakim, di ruang sidang.

Teman-temannya mendapat tepuk tangan, jabat tangan, ucapan selamat, dan ijazah. Sementara dirinya hanya menerima segepok kertas berisi perintah rehabilitasi.

Rowena memutar-mutar matanya sambil bersandar di kursi kemudi, menatap gedung kusam yang menjulang di bawah langit malam.

Semua orang seusianya sudah bersiap masuk kuliah, sementara ia harus menjalani rehabilitasi selama setahun ke depan, bersama dokter terapis kejiwaan.

Dokter terapis barunya, yang bahkan belum pernah ia lihat wajahnya, Dr. Darcel Vallon, mungkin sedang duduk di kantornya sekarang. Mengecek jam sambil berpikir, apakah perlu menelepon pengawas untuk melaporkannya sebagai pasien buronan.

Hampir semua kantor di gedung itu gelap, kecuali satu lampu yang menyala di lantai dua. Bisa jadi itu ruangannya.

Sungguh, Rowena ingin melempar molotov hanya untuk memastikannya.

Dokter terapi selalu membuatnya mual, bosan, melelahkan, dan penuh sandiwara. Ia harus pintar-pintar berbagi cerita, jangan sampai mereka merasa perlu mengurungnya di rumah sakit jiwa.

Rowena cukup menikmati hidup sebagai orang liar setengah gila seperti ini, meskipun kadang kesepian juga. Mungkin kalau masuk rumah sakit jiwa, ia bisa bertemu orang-orang yang satu frekuensi dengannya.

Kedengarannya menarik.

Ia membuka pintu mobil, merapikan rok mini, lalu berjalan dengan ketukan sepatu di aspal. Ia tidak bisa terus menghilang dan membuat dokter terapis barunya panik. Kalau sampai membuat masalah, ujung-ujungnya ia bisa diseret ke penjara.

Katanya, terapi ini untuk merapikan sisi brutalnya.

Di depan gedung, suasananya sepi. Langit sudah gelap. Sebuah tiang tinggi menopang lampu kuning yang dikerubuti serangga. Angin menghempas dedaunan pohon besar di depan pintu masuk.

Lobi besar itu berbau cairan pembersih. Sebuah papan kuning bertuliskan “Awas Licin” tergeletak, tanda petugas kebersihan sudah pulang.

Janji temu pukul sembilan malam terasa agak menyeramkan, tetapi Rowena tetap memaksa naik ke ruang 203. Ini bukan terapi pertamanya, jadi ia yakin bisa bertahan dari pertanyaan-pertanyaan bodoh itu.

Ia menyibak rambut dari wajahnya, lalu masuk ke kantor itu dengan langkah kesal. Bahkan sebelum bertemu orangnya, ia sudah ingin memakinya. Tapi siapa pun dia, Dr. Darcel, mungkin hanya pegawai negeri biasa.

Ruang tunggunya kosong.

Gelap.

Di balik meja resepsionis, hanya ada satu lampu yang mendesis, menyinari karpet abu-abu. Seorang perempuan berambut pirang berseragam rumah sakit, dengan nametag bertuliskan Audy, berbicara pelan di balik akrilik.

Rowena menyodorkan berkas registrasi lewat lubang kecil, memberi tahu bahwa ia terlambat untuk sesi ini. Ia sempat ingin minta maaf, tapi itu jelas bukan gayanya.

“Kalau sudah terlambat—” Ia berhenti, berharap Audy menyuruhnya pulang saja.

“Tidak apa-apa, silakan masuk, Bu Scarlett.”

Sial.

Menyebalkan.

Audy mengarahkannya ke koridor, dan tempat itu tampak seperti gedung yang sudah bangkrut. Semua pintu ruang konsultasi terkunci. Semua lampu mati. Tidak ada dokter, tidak ada pasien. Bahkan lampu lorong pun dimatikan entah kenapa.

Apa mereka tidak sanggup membayar listrik?

“Ini ruangannya,” kata Audy.

Rowena melirik pintu itu, menarik napas panjang, lalu bergumam dalam hati. Setahun. Hanya setahun lagi bersama Dr. Darcel.

Ia berkedip, saat menatap pria yang berdiri di depannya.

“Nona Rowena Scarlett, saya khawatir Anda tidak datang,” ucapnya dengan suara lembut, sopan, profesional, dan enak didengar.

Rowena hanya berdiri terpaku tanpa pikiran apa pun, sementara pria itu berdiri sekitar tiga meter darinya.

“Silakan duduk,” katanya sambil menunjuk kursi dengan lengan berotot. Rowena mengangguk dan duduk.

Dr. Darcel duduk bak pangeran. Tegap, elegan, santai, dan berwibawa. Rompi mewahnya pas membungkus tubuh itu. Rowena mendadak bingung harus meletakkan tangan di mana.

Di pangkuan?

Di sisi kursi?

Atau ia hanya berhalusinasi?

Dan aroma pria itu.

Harum sekali.

1
Adellia❤
ya darcel rowena... siapa lagi😂😂
Adellia❤
hah... kok Apollo enggak mati😂😂
DityaR 🌾: dia itu serigala kak,
total 3 replies
Adellia❤
hhh ya mana bisa ketawa lah km beracun yah di mana" cogann itu beracun😂😂
Adellia❤: rumus dunia lah semua cewek di dunia ini tau kalo semua cogan itu beracun 😂😂
total 2 replies
Adellia❤
yaah di hapus lagi ingatan rowena padahal itu penting buat rowena..
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR 🌾: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Ziella
Beuhh!
Rainn Ziella
Pelit kali 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!