NovelToon NovelToon
Menikah Karena Wasiat Kakek

Menikah Karena Wasiat Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Adam yang sejak awal menolak pernikahan, berusaha sekuat tenaga menghindari perjodohan yang telah diwasiatkan sang kakek. Perempuan yang ditentukan itu bernama Hawa Aluna, sosok yang sama sekali tak pernah ia inginkan dalam hidupnya. Demi membatalkan wasiat tersebut, Adam nekat melakukan langkah licik: ia menjodohkan Hawa dengan adiknya sendiri, Harun.
Namun keputusan itu justru menjadi awal petaka. Wasiat sang kakek dilanggar, dan akibatnya berbalik menghantam Adam tanpa ampun. Tak ada lagi jalan untuk lari. Demi menghindari malapetaka yang lebih besar, Adam akhirnya terpaksa menikahi Hawa Aluna.
Sayangnya, pernikahan itu berdiri di atas keterpaksaan dan luka. Adam menikah tanpa cinta, sementara Hawa pun sama sekali tidak menaruh rasa padanya. Dua hati yang kosong dipersatukan dalam satu ikatan suci, menyisakan pertanyaan besar tentang bagaimana nasib rumah tangga mereka ke depan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adam tolak perjodohan

Disclaimer

Novel ini adalah karya fiksi. Segala kejadian, nama tokoh, tempat, atau lokasi yang muncul hanyalah hasil imajinasi penulis dan digunakan semata-mata untuk tujuan hiburan. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan nama, tempat, atau detail lainnya, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya, Karena penulis masih dalam tahap belajar dan sangat berharap karya ini dapat tetap dinikmati oleh para pembaca.

Australia, 2 Agustus 2024

Ponsel Adam bergetar keras di atas meja kerjanya, membuyarkan fokus Adam dari tumpukan laporan penjualan yang baru saja ia selesaikan. Bibirnya tersenyum sumringah dengan hasil penjualan yang cukup memuaskan namun tiba-tiba ia terperanjat saat nada dering ponselnya bergetar dan layar menampilkan nama My Mom.

Adam menghela napas sejenak, menepuk-nepuk bahunya yang pegal, lalu mengangkat telepon itu.

“Assalamualaikum, Adam,” terdengar suara ibu yang ceria.

“Waalaikumsalam, Ma,” jawabnya lembut.

“Bagaimana kabarmu, Nak?”

“Baik, Ma. Alhamdulillah.”

“Syukurlah.” Nada Rani terdengar lega, lalu berubah lebih serius. “Bagaimana penjualan kayu jati di Sydney?”

Adam tersenyum kecil. “Wah, Alhamdulillah, Ma. Setahun ini peningkatannya pesat sekali. Pesanan bahkan datang dari Kuwait, Arab Saudi, Oman… pokoknya negara-negara Timur Tengah benar-benar suka ukiran kayu jati dari Indonesia.”

“Syukurlah, Sayang,” gumam Rani. Namun setelah itu suaranya menurun pelan. “Adam… ada hal penting yang harus Mama sampaikan dan Mama rasa kamu sudah tahu hal ini!"

Adam memejamkan mata. Nada ibunya itu seperti membawa firasat tidak enak.

“Berdasarkan wasiat almarhum Kakekmu… kamu harus menikahi cucu dari kakek Surip. Namanya Hawa.”

Adam tersedak napasnya sendiri. “Hawa? Hawa yang dulu ingusan itu, Ma?”

Ingatan masa kecilnya melintas seperti film cepat: seorang gadis kecil berlari-lari dengan hidung meler, rambut dikepang dua, pipi belepotan es lilin. Adam langsung merinding membayangkannya.

“Betul,” jawab Rani. “Tapi itu kan dulu. Sekarang Hawa sudah dewasa, cantik, mandiri, sholehah. Usianya dua puluh tiga, dan dia bekerja sebagai seorang perawat.”

Adam berdiri dari kursinya, berjalan gelisah ke arah jendela apartemennya yang menghadap Opera House. “Haduh, Ma… ini sudah zaman robot. Masa iya! Masih ada perjodohan segala?”

“Ini bukan main-main, Adam.” Nada ibunya mengeras. “Almarhum Kakekmu, Sulaiman, menetapkan itu sebagai amanah besar. Karena itu juga beliau rela memberikan usaha kayu jatinya kepadamu. Kamu tidak boleh mengingkari.”

“Ma, Adam belum siap menikah!” Suaranya merendah, dingin, dan keras kepala.

“Umurmu sudah tiga puluh tahun, Adam. Apanya yang belum siap? Mama dengar kamu punya banyak pacar di sana. Mama cuma ingin kamu menikah, bukan berzina!” seru Rani dengan nada tinggi. “Pokoknya Mama tidak mau tahu. Kamu harus menikah dengan Hawa. Karena kami sudah melamarnya dua hari yang lalu untukmu!”

“Ma—”

Trup.

Telepon terputus. Begitu saja.

“Ma… Mama!” Adam melotot pada layarnya, tak percaya.

Ia melempar ponsel itu ke sofa. “Arrgh!”

Kekesalan dan rasa tidak berdaya bercampur menjadi satu. Ia merasa seakan hidupnya dipaksa berbelok ke jalan asing yang tidak pernah ia inginkan.

Malam itu, Adam gagal tidur. Ia memandangi foto-foto Hawa yang dikirim ibunya. Benar, Hawa sudah berubah. Ia terlihat cantik, sopan, dan anggun dengan mata bulat yang lembut.

Tapi hati Adam tetap tak tersentuh.

Bahkan semakin ia melihat foto itu, semakin muncul penolakan.

Ia meraih ponselnya dan menekan kontak adiknya bernama Harun.

“Harun,” panggilnya tergesa-gesa saat sang adik mengangkat telepon!“Bagaimana kalau kamu saja yang menikah dengan Hawa, seperti apa yang kakek sudah wasiatkan?”

Harun terdiam beberapa detik. “Tapi, Kak…hal itu sudah diamanahkan kepada kakak, lagian aku sudah punya tunangan. Aku cinta banget sama Raisa. Mana mungkin aku meninggalkannya begitu aja?” tolak Harun.

“Aku tahu.” Adam menelan ludah dan menghidupkan satu batang rokoknya “Dengar dulu. Ini cuma sementara.”

“Sementara bagaimana maksudnya?”

“Kamu menikah kontrak dengan Hawa. Hal ini hanya kita berdua yang tau. Kau menyentuhnya atau tidak itu terserah kamu. Lalu setelah beberapa bulan, kau ceraikan Hawa. Setelah itu kau bebas menikahi Raisa.”

Harun terdiam lama.

Adam menambahkan umpan pamungkas.

“Kalau kau setuju, perusahaan anak cabangku yang ada di Sumatera… aku serahkan untukmu.”

Harun refleks menahan napas. Ia tahu perusahaan itu besar. Stabil dan menggiurkan.

“Baik, Kak… Aku bersedia," ucap Harun tanpa ragu.

Senyum puas mengembang di wajah Adam. Ia mengira masalahnya selesai.

Namun ia belum tahu bahwa keputusan itu justru akan merusak hidup banyak orang.

Dua Minggu Kemudian

Adam menolak keras pernikahan wasiat yang telah kakeknya tetapkan dengan berbagai alasan. Atas dasar skenario Adam. Harun kemudian menyampaikan keinginannya untuk menikahi Hawa kepada keluarga. Awalnya semua yang mendengar terkejut. Namun karena Adam menolak, mereka pikir Harun adalah pengganti terbaik untuk memenuhi wasiat sang kakek.

Persiapan berlangsung sangat cepat. bahkan Harun merasa belum siap.

Dari Australia, Adam terus memantau semua jalan persiapan pernikahan melalui video call. Dari butik, masjid, hingga rumah kediaman Hawa yang mulai sibuk menerima tamu. Harun meminta kepada Adam agar pernikahan berlangsung tertutup dan tidak megah.

Begitu mendengar rencana itu, Raisa sang kekasih Harun meledak marah.

“Harun, apa yang kamu lakukan?!” teriaknya sambil menangis. “Kamu mau nikah sama perempuan lain, lalu bagaimana dengan aku?!”

“Sayang… Sayang dengar aku dulu,” Harun mencoba meraih tangan Raisa dengan lembut. “Ini hanya pernikahan sementara. Begitu semua selesai, perusahaan Adam yang ada di Sumatera bakal jadi milik kita seutuhnya.”

Raisa memelototinya tajam. “Kamu pikir aku percaya begitu saja? Kamu pikir aku bodoh, Harun?” bentak Raisa.

Harun mengusap wajahnya. “Aku janji. Aku nggak akan sentuh Hawa demi kamu.”

Raisa terdiam dengan mata memerah tebal.

“Baiklah tapi ada syaratnya.”

Harun menelan ludah. “Apa?”

“Setelah kamu menikah dengan Hawa… kamu juga harus menikah siri dengan dan kau tidak boleh menyentuhnya sedikitpun" ucap tegas Raisa.

Harun terpaku dan berpikir keras. Tak ingin ribet pria itu akhirnya mengangguk, terjebak antara ambisi dan cintanya.

“Baiklah, Sayang aku janji.”

Raisa memeluk Harun dengan erat, seolah memastikan pria itu tetap miliknya.

*

Jakarta 20 Agustus 2024.

Hari pernikahan kediaman rumah Hawa.

Hawa duduk di depan cermin, mengenakan kebaya putih sederhana. Jemari ibunya sibuk merapikan jilbabnya. Hawa menunduk, menahan air mata yang menggenang.

“Hawa ikut saja, Bu…” ucapnya lirih. “Kalau ini amanah keluarga… Hawa nurut.”

Ibunya tersenyum lembut. “Ibu cuma ingin kau bahagia, Nak. Walaupun tidak menikah dengan Adam, Harun adiknya juga anak yang baik dan pekerja keras. Yang terpenting masih keturunan kakek Sulaiman, sesuai permintaan kakekmu, mudah-mudahan dia bisa jadi imam yang baik buat kamu!" peluk sang ibu dengan cinta dan kasih sayang yang hari itu harus merelakan Hawa menikah.

Hawa mengangguk lemah. Ada rasa takut yang tidak bisa ia jelaskan. Ia sama sekali belum mengenal Harun. Tapi ia percaya bahwa pernikahan adalah ibadah.

Hawa akan menjalaninya dengan sepenuh hati.

1
ρυтяσ✨
hah... siapa lelaki Raisa itu??? ayah biologis dalam kandungan'y🤔🤔
Hatinya memang harus di kasih pencerahan kalo Raisa hanya memanfaatkan diri'y saja
☠ᵏᵋᶜᶟGalangᵇᵃʰᵃ❀∂я
halaah2 raisa pinternya

yg jadi korban mahluk kita yo gus, haseeem
🍁𝑴𝒂𝒎 2𝑹ᵇᵃˢᵉ🍁
Adam harus segera bertindak selidiki serius dong Raisa kasih ke si Harun bodoh itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
dh muncul tuh laki" yg ngehamilin Raisa. emang Harun yg paling ogeb keknya. kebiasaan apa" taunya beres. tinggal enaknya. gitu jadinya. otaknya entah kemana. sampai" dikadalin sama perempuan pun dia gk pernah tau. mungkin itu karma juga buat Harun karena sudah mencurangi Hawa dulu. akhirnya gantian dicurangi habis"an. kudu dijauhkan dari Raisa nih si Harun, biar gk kebablasan nyungsepnya. kasih wanita sewaan yg spek Hawa ada gk tuhh, biar gk tantrum mulu 🤣🤣🤣🏃🏃🏃
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : sepanjang jln kenangan 🤣
total 3 replies
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
benar kn firasat si Adam..
ternyata si Raisa lebih dari pemain 👊👊👊
kasihan Harun laki² bodoh🥺🥺
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
penasaran sama lakinya, ini siapa yaaa
bukan seseorang yg dekat dengan Hawa atau Adam kann...🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
iya kayanya enak ke club wa menghilangkan beban di pundak 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
itu yg kamu bilamg wanita baik2 Harun...🤦‍♀️
bodoh kamu Runn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
haruunn harunnn cinta membuatmu buataa 🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
halaah diamin aja sih Run, akting doang itu Raisa jangan terpengaruh..
dia tuh ingin mnguasai perusahaan di sumatera kamu harus hati2
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
nih cowok selingkuhan Raisa kayaknya kacung si Raisa juga manut banget 😂
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
saking labilnya dibilang anak ya sama Adam 🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kompor, ular berbisaa
knpa sih Runn kmu ga jauh2 dari Raisa, gmpang bngt kamu terpengaruh bujuk rayunya
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
cieee yg takut yaaa 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
mencurigakann nihh..
jangan2 emamg udah dibeli nih dan Bunda Rani jg tau
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
karena Adam punya andil di rumah sakit itu,Wa...klo dia macam2 bisa dilengserkan malah dianya 😂
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
rumah sakitnya ga dibeli sama Adam kann🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
lah makin yakin klo rumah sakit itu milik Adam nih 🤭
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
ayo dam. kirim dong ke harus kalo raisaaa bener3 resek.. dan itu bukan anak harun
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
waah gendeng benerr ini raisaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!