ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 1 |MENGETAHUI KEBENARAN|
Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, seorang remaja baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dan ia pun segera merapikan meja kerja nya dan bersiap untuk pulang hingga seseorang mengetuk pintu nya.
Tok tok tok
"El, ini bang Veer" ucap Veerenzo Avandra asisten nya.
"masuk" sahut remaja tersebut bernama Eltav Aarav Exellenza.
"apa pekerjaan lo udah selesai El?"
"hm"
"ayo pulang"
Eltav pun tak menjawab lagi dan berjalan keluar di ikuti asisten nya, kemudian Veer mengunci pintu ruang kerja bos sekaligus adek angkat nya.
Ya, Eltav memiliki restoran yang ia beri nama 'Rav resto' dan sudah memiliki 5 cabang di beberapa kota.
Saat keluar restoran, Veer sedikit terkejut melihat Eltav masih berada di parkiran menunggu nya, ia pun bergegas mengunci restoran nya dan menghampiri bos nya yang menunggu nya.
Ia lupa bahwa Eltav tidak membawa kendaraan kemari bahkan tadi diri nya lah yang menjemput nya ke sekolah nya, dan hal ini kadang ia lakukan menjemput ke sekolah dan mengantar nya pulang ke mansion Exellenza kecuali bila ia ada jam kuliah.
✴✴✴
Veer hanya mengantar Eltav sampai di depan gerbang mansion saja karna Eltav selalu melarang nya untuk mengantar sampai depan mansion.
"thanks" ucap Eltav.
"sama sama"
Eltav pun membuka gerbang nya sendiri dan masuk lalu menutup nya kembali, setelah itu Veer kembali menjalankan motor nya dan pulang ke rumah nya.
Eltav masuk ke mansion dan langsung menuju dapur untuk mengambil air minum, setelah itu ia pergi ke kamar nya yang berada di lantai dua dan berada di ujung. Saat ia melewati kamar orang tua, ia melihat pintu kamar orang tua nya terbuka dan lampu nya juga masih menyala hingga terdengar suara lirih dari dalam menyebut nama nya.
"yang, kenapa kamu jadi membenci Eltav? Bukankah kamu sendiri yang ingin mengadopsi nya?" tanya Bagas sang papa.
"cih, bukan nya mas juga membenci nya ya, kenapa sekarang jadi tanya aku kenapa?" tanya balik Dinda sang mama.
"mas membenci nya karna mata nya mirip dengan mantan mas yang udik itu, bodoh nya mas dulu suka sama dia"
"apalagi aku mas, wajah nya sangat mirip dengan mantanku juga bahkan mantanku yang miskin itu lebih memilih mantanmu dari pada aku yang kaya ini"
"gimana kalo kita usir saja dia yang? Mas sudah muak liat dia di sini"
"inginku sih begitu mas, tapi kesayangan kita selalu saja membela dan sangat menyayangi nya walaupun dia sudah tau anak itu bukan adek kandung nya alias hanya anak pungut"
"besok kita pikirkan lagi, ayo tidur"
Eltav yang mendengar nya pun dada nya terasa sakit dan sesak, pertanyaan ia pendam selama ini akhir nya terjawab sudah, namun ia tidak menyangka bahwa akan sesakit ini saat mendengar nya padahal ia sudah siap mendengar jawaban nya.
Hingga tiba tiba ada yang menepuk bahu nya pelan, namun sedetik kemudian ia tahu bahwa orang itu merupakan abang nya lebih tepat nya abang angkat nya. Tanpa melihat abang nya, ia langsung pergi ke kamar nya tanpa menghiraukan abang nya yang terus menatap nya.
(ada apa dengan nya? Tidak seperti biasa nya dia begini, apa saja yang dia dengar dari pembicaraan mama papa sampai dia jadi seperti ini? Besok akan aku tanyakan pada mama papa) batin Algara Exellenza abang angkat Eltav.
Alga pun kembali masuk ke kamar nya dan tidak jadi mengambil air minum. Ya, ia keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur, namun ia melihat adek nya berada di depan kamar orang tua nya dan sebenar nya ia juga mendengarkan sebagian percakapan orang tua nya membuat ia mengepalkan tangan nya.
Alga memang sudah tau siapa adek nya yang usia nya satu tahun lebih muda dari nya, namun ia tetap menyayangi nya seperti biasa dan membela nya saat ia di marahi orang tua nya serta melindungi nya bila hendak di pukul.
Pagi hari nya, keluarga Exellenza sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama kecuali Eltav yang memang belum turun dan tentu saja Alga menunggu nya.
"makanlah boy, nanti kamu terlambat ke sekolah" ucap Dinda.
"Alga nunggu Eltav ma" ucap Alga.
"ngapain harus nunggu dia, nanti kamu terlambat loh ke sekolah"
"Alga, makan" tegas Bagas sebelum Alga kembali berucap.
"ck" decak Alga, namun tetap melakukan nya.
Tak lama Eltav turun dengan seragam sma nya yang lengkap kecuali almamater nya yang hanya di sampirkan di pundak nya, ia berjalan melewati ruang makan dan menuju ke dapur membuat Alga terheran karna biasa nya Eltav akan langsung duduk dan memakan makanan nya.
"eh El, kenapa kemari? kenapa belum sarapan? Nanti telat loh" ujar bu Ika maid sekaligus pengasuh Eltav.
"El cuma mau pamit bu, mulai hari ini El gak akan tinggal di sini lagi" jawab Eltav.
"ibu ikut ya nak, ibu ingin terus mengurusmu" pinta bu Ika.
"ya sudah, ibu datang saja ke alamat ini atau ibu bisa bareng orang suruhan Eltav nanti jam 09.00 buat ambil barang barang Eltav"
"ibu bareng aja nak, nanti ibu pamit sama tuan dan nyonya"
"kalo gitu Eltav berangkat dulu ya"
"kamu gak sarapan dulu"
"gak bu, nanti aja di kantin"
"ya sudah hati hati ya"
Eltav mengangguk dan berbalik hendak berangkat sekolah, namun ia terdiam kala melihat abang nya ada di dapur.
"lo mau pergi dek? lo mau ninggalin abang sendiri di sini? lo udah gak sayang abang lagi?" tanya Alga beruntun.
"iya" jawab Eltav singkat.
Lalu Eltav berlalu pergi dari sana, namun sebelum itu ia berhenti tepat di samping abang nya dan membisikkan sesuatu.
"aku tahu, kita masih bisa ketemu di sekolah, maaf" bisik nya.
Eltav memeluk abang nya singkat sebelum benar benar pergi dari sana dan berangkat sekolah. Alga pun langsung menyusul adek nya yang sudah lebih dulu keluar, bahkan ia tidak menghiraukan orang tua nya yang masih berada di ruang makan.
Alga memaksa Eltav untuk berangkat bersama nya hingga Eltav pun terpaksa berangkat bersama untuk pertama dan terakhir kali nya.
✴✴✴
Eltav pun meminta di turunkan di jalan karna sekolah nya sudah dekat, namun abang nya bersikeras mengantar nya hingga sampai sekolah hingga Eltav pun mengancam akan melompat dari motor bila tidak segera di turunkan dan akhir nya Alga mau tidak mau pun menurunkan adek nya di jalan.
Alga dan Eltav memang bersekolah di sekolah yang sama yakni 'aston high school'. Tidak ada yang tahu bahwa mereka merupakan adek kakak kecuali sahabat mereka.
Sesampai nya di sekolah, Alga tidak seperti biasa nya tidak menyapa ke empat sahabat nya yang menunggu di parkiran membuat mereka berempat heran apalagi Alga terus menatap gerbang sekolah seakan menunggu kedatangan seseorang.
"Al, lo kenapa ngeliat ke gerbang sekolah terus?" tanya Abigail Valendra.
"lo nunggu siapa sih?" tanya Griffon Mahendra.
"Eltav" jawab Alga singkat.
"nah tuh dia Eltav" tunjuk Digo Briano dengan dagu nya.
(gak biasa nya lo gini) batin Devan Albino sambil melirik sekilas ke arah Alga.
Eltav baru saja memasuki gerbang sekolah, namun ia harus segera menepi kala seseorang membunyikan klakson motor sport nya karna kalo tidah ia bisa tertabar, tapi ia langsung berdecak kala tau siapa orang itu dan langsung menghampiri nya serta memukul punggung nya.
"aduh, sakit El" ucap Regan Aston sedikit meringis.
Sedangkan Eltav hanya menatap sahabat nya itu datar lalu mengajak nya tos seperti biasa saat mereka bertemu dan hendak berpisah yakni beradu kepalan.
"sorry ya" ucap Regan.
"hm"
"lo masih mau temenan sama gue?" tanya Eltav datar.
"kenapa lo tiba tiba nanya kek gitu?"
"gue cuma anak angkat"
DEG
(ternyata dia udah tau) batin Devan.
"lo udah tau rupa nya, siapapun lo gue tetap sahabat lo sampe kapan pun" jawab Regan sambil menepuk pundak Eltav pelan.
Tanpa di sadari oleh yang lain nya, Eltav tersenyum tipis (gue harap lo gak berubah) batin nya.
"yok ke kelas, duluan bang" ajak Regan.
"iya" jawab Digo dan Griffon, sedangkan yang lain nya hanya mengangguk.
Regan dan Eltav satu kelas dan kelas mereka berada di lantai dua sedangkan kelas Alga cs hanya berjarak dua kelas dari kelas Eltav dan Regan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...