NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Perhatian di Balik Amarah

Di dalam ruang kerja pribadi Arkanza yang kedap suara, suasana terasa begitu tegang. Arkanza duduk di pinggiran meja kerjanya, sementara Aira duduk di sofa dengan kepala tertunduk. Sebuah mangkuk berisi es batu dan handuk kecil terletak di antara mereka.

​"Kemari," titah Arkanza dingin.

​Aira bergeser perlahan. Tanpa peringatan, Arkanza menekan kompres es itu ke pipi Aira yang membengkak.

​"Sshhh... perih, Tuan," rintih Aira sambil mencoba menjauhkan wajahnya.

​"Diam!" bentak Arkanza, namun tangannya justru bergerak sangat lembut saat menyeka sudut bibir Aira yang pecah. "Ini akibatnya kalau kau sok pahlawan. Sudah kubilang jangan hadapi dia sendirian, kenapa kau masih keras kepala, hah?"

​Aira menatap mata Arkanza yang berkilat marah. "Saya hanya tidak ingin Anda dipandang buruk karena masalah keluarga saya."

​"Bodoh!" Arkanza mendengus kasar. "Reputasiku tidak akan hancur hanya karena seorang sampah seperti dia. Tapi lihat dirimu sekarang, wajahmu hancur seperti ini. Kau tahu betapa mengganggunya melihat 'obatku' dalam keadaan cacat?"

​Aira terdiam. Meskipun kata-katanya menyakitkan, ia bisa merasakan jemari Arkanza yang sedikit gemetar saat menyentuh kulitnya. Pria ini sedang marah karena khawatir, meski mulutnya berkata lain.

​"Mulai detik ini, aku buat aturan baru untukmu," ucap Arkanza sambil menatap tajam ke dalam mata Aira. "Satu, kau dilarang keluar dari ruangan ini tanpa pengawal. Dua, kau dilarang mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal. Dan tiga, jika ayahmu atau siapa pun yang mengancammu muncul lagi, kau harus berada di belakang punggungku. Mengerti?"

​"Itu terlalu mengekang, Tuan..."

​"Aku tidak menerima bantahan!" Arkanza menekan kompres es itu sedikit lebih keras hingga Aira memekik pelan. "Ini demi keselamatanku juga. Kalau kau terluka parah dan tidak bisa berada di dekatku, siapa yang akan menjamin aku tidak mati sesak napas?"

​Aira hanya bisa mengangguk pasrah. Di balik sikap diktatornya, ia tahu Arkanza sedang membangun tembok pelindung untuknya.

​Tiba-tiba, pintu ruangan diketuk dengan terburu-buru. Reno masuk dengan tablet di tangannya, wajahnya tampak sangat serius.

​"Tuan, kita punya masalah. Dion bergerak lebih cepat dari perkiraan," lapor Reno.

​Arkanza melepaskan kompresnya dan berdiri tegak. "Katakan."

​"Anak buah Dion berhasil mengambil foto kejadian di lobi tadi. Mereka sudah mengirimkannya ke 'Redline News' dan 'Star Media'. Judulnya sangat provokatif: 'CEO Malik Group Menikahi Anak Buronan Judi dan Melakukan Kekerasan di Depan Umum'. Berita ini dijadwalkan naik dalam lima menit ke depan."

​Mendengar itu, Aira hampir terjatuh dari sofa. "Tuan... ini semua salah saya."

​Arkanza tidak menoleh pada Aira. Ia justru menatap Reno dengan tatapan yang bisa membekukan darah siapa pun. "Siapa pemilik Redline News?"

​"Darmawan, Tuan."

​"Hubungi dia sekarang juga. Katakan padanya, jika berita itu sampai tayang, aku akan menarik seluruh investasi Malik Group dari perusahaannya dan memastikan bursa sahamnya anjlok ke titik terendah sebelum matahari terbenam."

​"Lalu untuk Star Media, Tuan?" tanya Reno lagi.

​Arkanza menyeringai kejam. "Beli perusahaan itu sekarang juga. Berapa pun harganya. Begitu surat kepemilikan ada di tanganku, pecat pemimpin redaksinya dan hapus semua data tentang kejadian hari ini tanpa sisa."

​"Baik, Tuan. Segera dilaksanakan."

​Reno keluar dengan cepat. Ruangan kembali hening. Arkanza kembali menatap Aira yang masih gemetar ketakutan.

​"Jangan menangis. Itu menjijikkan," ucap Arkanza, meskipun tangannya kembali meraih handuk es untuk mengompres pipi Aira. "Tidak akan ada satu pun berita yang keluar. Di kota ini, aku adalah hukumnya. Dion pikir dia bisa bermain-main denganku hanya dengan beberapa lembar foto?"

​Aira menatap Arkanza dengan perasaan campur aduk. "Kenapa Anda melakukan ini semua untuk saya? Anda mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk membungkam media..."

​Arkanza terdiam sejenak. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Aira, membisikkan kata-kata yang membuat bulu kuduk Aira meremang.

​"Sudah kubilang, bukan? Kau adalah oksigenku. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mengotori oksigen yang aku hirup. Sekarang diam dan biarkan aku mengompres wajahmu sampai bengkaknya hilang."

...****************...

Malam harinya, saat berita berhasil diblokir total, Arkanza menerima kiriman paket misterius di mansionnya. Di dalamnya terdapat sebuah foto lama yang memperlihatkan ibu Arkanza bersama seorang pria yang sangat mirip dengan... ayah Aira. Dion melampirkan sebuah catatan: "Kau pikir dia obatmu? Dia adalah racun yang sengaja dikirim dari masa lalu untuk menghancurkanmu."

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!