NovelToon NovelToon
MONSTER DI DUNIA MURIM

MONSTER DI DUNIA MURIM

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:947
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Dulu aku adalah sampah di Sekte Awan Azure, sampai sistem 'Night Crawler' merobek kemanusiaanku dan menggantinya dengan insting predator. Sekarang, aku bisa bertransformasi menjadi monster dan melahap kultivasi siapa pun yang berani menghalangi jalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Tangan-tangan hitam itu terus bermunculan dari rekahan tanah. Mereka bergerak seperti cacing kelaparan yang mencari inang baru. Aku merapatkan jemariku pada ikat rambut perak milik He Ran. Benda ini adalah satu-satunya bukti bahwa dia pernah ada di sisiku.

Jang Mi berdiri tegak dengan sisa kekuatan yang dia curi dariku. Separuh wajahnya yang tertutup sisik hitam berdenyut seirama dengan detak jantungku yang kacau. Dia memutar sabit besar di tangannya dengan sangat mahir.

"Bagaimana rasanya menjadi penonton di panggungmu sendiri, Han Wol?" tanya Jang Mi dengan nada yang sangat meremehkan.

"Kau hanya pencuri yang memakai barang milik orang lain," sahutku sembari berusaha menyeimbangkan posisi berdiri.

Logikaku mendadak buntu. Tanpa sistem yang memberikan perintah atau analisis, aku merasa seperti orang buta di tengah badai. Kekuatan Vanguard yang tersisa di tubuhku terasa sangat panas, namun sulit untuk disalurkan ke anggota gerak.

"Pencuri? Sistem ini yang memilihku karena kau terlalu lemah untuk membuat keputusan sulit!" seru Jang Mi sembari menerjang maju.

Ayunan sabitnya menciptakan gelombang energi ungu yang membelah tanah. Aku melompat ke samping dengan gerakan yang sangat kasar. Tanpa modul pendukung, koordinasi tubuhku menjadi kacau. Aku jatuh tersungkur di atas tumpukan daun kering.

"Han Wol, darahmu masih mengandung otoritas tertinggi!" teriak Lin dari kejauhan.

Wanita berambut putih itu sedang sibuk menahan ribuan tangan hitam yang mencoba menyeretnya ke dalam tanah. Dia menciptakan pusaran air yang membekukan apa saja yang menyentuhnya. Namun, wajahnya menunjukkan bahwa dia sudah mencapai batas kemampuan.

"Otoritas darah tidak berguna jika aku tidak tahu cara menggunakannya!" balasku sembari menghindari serangan kedua Jang Mi.

Jang Mi mendarat tepat di depanku. Dia mencengkeram leherku dengan tangan kirinya yang sudah sepenuhnya berubah menjadi cakar monster. Tekanannya begitu kuat hingga aku sulit untuk sekadar mengerang.

"Berikan sisanya. Inti Asura yang kau sembunyikan di jantungmu," pinta Jang Mi sembari menancapkan kuku-kukunya ke kulit leherku.

Aku menatap mata merahnya yang berkilat. Rasa lapar yang sama dengan yang pernah kurasakan kini terpancar dari sana. Dia bukan lagi manusia yang haus dendam, dia sudah menjadi wadah yang dikuasai oleh rasa lapar absolut.

"Ambil saja jika kau bisa," bisikku sembari meludahkan darah ke wajahnya.

Darahku yang mengenai sisik hitam di wajahnya tiba-tiba berasap. Jang Mi memekik kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Dia memegangi wajahnya yang seolah-olah baru saja tersiram air keras.

"Darahmu... kenapa rasanya sangat menyakitkan?" tanya Jang Mi dengan suara yang bergetar hebat.

"Mungkin karena kau bukan pemilik sah dari kekuatan ini," sahutku sembari bangkit berdiri.

Aku merasakan getaran aneh dari ikat rambut perak di tanganku. Benda itu mulai bersinar redup. Ingatan tentang cara He Ran mengalirkan energi tiba-tiba muncul di kepalaku seperti sebuah visi yang dipaksakan.

"He Ran... kau membantuku?" gumamku sembari melilitkan ikat rambut itu di pergelangan tangan kananku.

Lin menatapku dengan mata yang membelalak. Dia sepertinya mengenali apa yang sedang terjadi. "Han Wol! Ikat rambut itu mengandung esensi pelindung He Ran! Gunakan itu untuk menyegel kembali sistemnya!"

Jang Mi yang baru saja pulih kembali mengamuk. Dia mengayunkan sabitnya secara vertikal, bermaksud membelah kepalaku menjadi dua. Kali ini, aku tidak menghindar. Aku mengangkat tangan kananku yang sudah terlilit ikat rambut perak.

Denting!

Sabit besar itu berhenti tepat beberapa senti di depan keningku. Sebuah perisai cahaya perak muncul dari ikat rambut tersebut. Jang Mi terbelalak melihat senjatanya tertahan oleh benda sepele seperti itu.

"Ini tidak mungkin! Dia sudah mati di Patahan Asura!" teriak Jang Mi dengan penuh amarah.

"Dia tidak mati, Jang Mi. Dia hanya menunggu waktu untuk menarikmu masuk ke sana," balasku sembari mendorong balik senjatanya.

Aku merasakan lonjakan energi yang sangat stabil. Bukan energi liar dari sistem, melainkan energi murni yang sejuk dan teratur. Guratan hitam di lenganku berubah warna menjadi perak terang, menyatu dengan esensi milik He Ran.

"Song Min! Bantu aku!" seru Jang Mi ke arah jurang.

Namun, tidak ada jawaban dari bawah sana. Song Min sepertinya sudah sepenuhnya tertelan oleh kegelapan atau melarikan diri saat melihat situasi yang tidak menguntungkan.

Tiba-tiba, suara derap langkah kaki kuda kembali terdengar dari arah utara. Sekelompok pasukan berbaju zirah merah dengan panji bergambar naga emas muncul dari balik kabut. Mereka adalah pasukan elit dari Aliansi Murim pusat, jauh lebih kuat dari pasukan perak yang menyerang makam.

"Berhenti di tempat! Atas nama Aliansi Murim, kalian semua berada di bawah penahanan!" teriak pemimpin pasukan yang menunggangi kuda putih besar.

"Sial, mereka datang di waktu yang salah," gerutu Jin Seo yang ternyata masih hidup dan sedang bersembunyi di balik semak-semak.

Jang Mi melihat kedatangan pasukan aliansi sebagai ancaman sekaligus peluang. Dia melepaskan ledakan energi ungu yang mementalkan semua orang di sekitarnya, termasuk aku.

"Aku akan kembali, Han Wol. Dan saat itu tiba, aku akan memastikan He Ran benar-benar menghilang!" ancam Jang Mi sembari melompat masuk ke dalam rekahan tanah yang besar.

Dia menghilang bersama dengan tangan-tangan hitam yang tadi mengepung kami. Tanah kembali menutup, menyisakan keheningan yang mencekam di tengah hutan yang sudah hancur berantakan.

Pasukan aliansi segera mengepung tempatku berdiri. Sang pemimpin turun dari kudanya dan berjalan mendekatiku dengan langkah yang sangat angkuh. Dia membawa sebuah botol kristal yang digunakan untuk menyegel energi monster.

"Kau adalah Han Wol dari Sekte Awan Azure?" tanya pria itu dengan nada bicara yang sangat dingin.

"Benar," sahutku sembari menyembunyikan tangan kananku yang masih berpendar perak.

"Kau dituduh melakukan praktik ilmu hitam dan pembantaian massal. Ikutlah dengan kami tanpa melakukan perlawanan," perintahnya sembari memberikan isyarat pada bawahannya.

Lin menatapku dari kejauhan. Dia memberikan isyarat tangan agar aku tidak melawan. Sepertinya dia memiliki rencana lain yang tidak bisa dia katakan di depan pasukan aliansi.

"Aku akan ikut, tapi biarkan wanita itu pergi," pintaku sembari menunjuk ke arah Lin.

Si pemimpin pasukan melirik Lin sejenak, lalu mengangguk kecil. "Dia bukan target utama kami hari ini. Bawa Han Wol menuju Kota Guntur!"

Aku diborgol dengan rantai yang dilapisi batu penekan energi. Saat mereka menyeretku menuju kereta tahanan, aku melihat sesuatu di atas dahan pohon. Sosok pria misterius yang kutemui di dalam makam tadi sedang duduk di sana sembari menatapku dengan senyum tipis.

"Permainan yang sebenarnya baru saja dimulai, Vanguard," bisik suara pria itu secara telepati di kepalaku.

Aku menoleh, namun sosok itu sudah menghilang tertiup angin. Di kejauhan, aku melihat ikat rambut perak di pergelangan tanganku mulai memudar, meninggalkan sebuah tanda berbentuk bunga teratai kecil di kulitku.

Tepat sebelum pintu kereta tahanan ditutup, aku melihat bayangan seseorang yang sangat mirip dengan He Ran berdiri di kejauhan, namun rambutnya kini sudah sepenuhnya memutih seperti milik ibunya. Dia menatapku tanpa ekspresi, lalu berbalik masuk ke dalam kegelapan hutan.

Jantungku mencelos. Jika itu benar He Ran, kenapa dia tidak mendekat? Atau mungkin, Patahan Asura sudah mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada monster mana pun di dunia ini.

1
johanes ronald
ceritanya agak bingung, kl rantai hitamnya diserap, trs wkt penjaga masuk, apa gak liat rantainya sdh gak ada?
johanes ronald
hidup jang mi ulat sekali ya?
johanes ronald
bingung + excited mo smp dimna ceritanya berakhir
johanes ronald
politiknya bnyk skali
KanzaCyr_ 🐼🌻
❤️🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!