Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.
Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.
Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
“Ma… Pa… Aku benar-benar mencintainya. Kami telah menjalin hubungan sejak kami berada di bangku SMA. Tidak bisakah kalian membiarkan aku menikah dengannya dan kalian memberi restu?” Alisha duduk di sofa ruang tamu. Memohon pada kedua orangtuanya.
Papa Alisha menghela nafas dan berkata, “Bukannya Papa tidak mau memberikan restu. Tapi Elenoa masih belum mapan. Bagaimana kamu bisa hidup dalam keadaan yang tidak berkecukupan?."
“Papamu benar Alisha. Kalian masih memiliki waktu yang panjang. Tidak perlu terburu-buru,” ucap sang Mama
Meskipun begitu Alisha masih bersikeras. “Elenoa telah mengajakku menikah. Jika aku menolak, dia mungkin akan sakit hati. Mama, Papa, jangan khawatir. Elenoa adalah pria pekerja keras. Aku yakin dia akan sukses.”
Melihat tekad di mata putri mereka, Papa dan Mama Alisha tidak memiliki pilihan selain menyetujui. Lagi pula, Alisha adalah putri mereka satu-satunya.
“Baiklah. Kalau begitu, kamu harus mengajak dia bekerja di perusahaan kita. Papa tidak mau dia kesulitan untuk memberimu makan.”
“Tidak. Aku tidak bisa melakukannya.” Alisha langsung menolak gagasan itu. “Jika dia tahu siapa aku sebenarnya. Dia mungkin akan merasa terintimidasi. Aku tidak ingin dia merasa kalah dariku.”
Melihat Papanya ingin membantah, Alisha kembali berbicara, “Begini saja. Aku akan memintanya membuat usaha. Papa bisa memberikan bantuan di belakang layar. Bagaimana?”.
Darren terdiam untuk beberapa waktu sebelum berkata, “Baiklah.”
******
Lima tahun kemudian. Alisha baru saja selesai menghidangkan makanan ketika Elenoa datang dengan setelan jasnya.
Hanya dalam waktu lima tahun, Elenoa telah berubah dari pemuda miskin menjadi pengusaha kaya. Namun, seiring peningkatan kesuksesan nya, justru sikapnya pada Alisha juga berangsur-angsur berubah. Dia tidak lagi merasakan cinta yang sama seperti dulu.
“Mas, duduk dan makan dulu sebelum pergi.” Alisha tersenyum, menarik kursi agar suaminya bisa duduk.
Elenoa menatap Alisha. Perasaannya pada wanita itu telah lama pudar. Dan penampilan Alisha yang lusuh membuatnya semakin muak.
“Tidak perlu. Aku bisa makan di luar.” Elenoa langsung pergi setelah menyelesaikan kata-katanya.
Wajah Alisha tertunduk sedih.
Kemudian, suara mengejek terdengar, “Tidak akan ada pria yang tahan dengan wanita yang tidak berguna dan jelek. Lihat penampilanmu, kamu lebih cocok menjadi pelayan.” tutur ibu mertua Alisha. Yang duduk di meja makan, sambil mengeluarkan hinaan tanpa peduli bagaimana perasaan Alisha.
“Dia memang pelayan, Bu. Aku malu mengakuinya sebagai saudara iparku.” Adik perempuan Elenoa juga ikut mengejeknya.
Mereka berdua mulai makan sementara Alisha bergegas menuju dapur dengan air mata yang berlinang di wajahnya.
Dia berpikir bahwa dia akan memiliki keluarga yang bahagia setelah menikah. Tetapi Elenoa dan keluarganya berubah setelah usaha Elenoa berkembang pesat.
Di malam hari, Alisha duduk di ruang tamu dengan cemas. Ini sudah pukul sebelas malam, tapi Elenoa masih belum pulang. Alisha juga sudah menelpon berkali-kali, tetapi Elenoa sama sekali tidak merespon.
Tepat disaat Alisha berpikir untuk keluar dan mencari Elenoa, pintu rumah itu terbuka dan Elenoa berjalan masuk dalam keadaan mabuk. Dan yang membuat Alisha tertegun adalah wanita yang berada di pelukan suaminya. Alisha tahu wanita itu, dia adalah sekretaris Elenoa.
“Mas. Darimana saja kamu? Apa kamu mabuk? Siapa wanita ini?” Alisha bertanya setelah dia berdiri di dekat Elenoa.
Mendengar suara Alisha, Elenoa mengangkat kepalanya. Dia tersenyum mengejek saat dia melihat penampilan Alisha yang kampungan. Tidak seperti wanita cantik seksi yang sedang di peluk.
“Halah! Kamu merusak penglihatanku. Menyingkir!” Eleno mendorong Alisha. Membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
Wanita yang berada di pelukan Elenoa melirik Alisha dengan tatapan mengejek sebelum berkata, “Sayang, aku tidak ingin terus menyembunyikan hubungan kita. Kapan kamu akan menceraikan istri kampunganmu itu?”.
Alisha bukan orang bodoh. Jadi dia langsung mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu. Dengan rasa sakit di hatinya, dia berjuang untuk berdiri.
“Mas, apa kau berselingkuh dariku?." Matanya mulai berkaca-kaca dan suaranya bergetar.
Elenoa tidak menjawab, dia hanya mendengus mengejek dan membawa selingkuhannya ke kamar. Sama sekali tidak memperdulikan Alisha.
Sikap Elenoa membenarkan pertanyaan Alisha. Dan dia merasa seluruh dunianya runtuh. Setelah terdiam untuk beberapa waktu, dia berlari ke arah kamar. Begitu dia masuk, dia melihat Elenoa dan sekretarisnya terlibat dalam ciuman panas.
Adegan itu seperti belati tajam menusuk hatinya.
“Mas… kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa salahku?." Meskipun jijik dengan adegan di depannya, Alisha masih mendekat untuk mendapatkan penjelasan.
Akan tetapi, bukannya mendapat penjelasan. Elenoa menatap tajam padanya. Pria itu mencengkeram pergelangan tangan Alisha dan melemparnya dengan kasar ke luar kamar.
“Pergilah dari hadapanku! Kamu membuatku muak!." Elenoa berteriak dan membanting pintu sampai tertutup.
Sebelum Alisha mengatakan apapun, Elenoa sudah mengunci pintu kamarnya terlebih dulu.
Alisha meringkuk tanpa daya di lantai untuk beberapa waktu, sampai dia mendengar desahan menjijikkan dari dalam kamar. Membuat air matanya semakin deras.
Dia berjuang untuk berdiri, saat dia tiba di tangga, dia melihat ibu mertua dan adik iparnya.
Dia ingin mengadu tentang perselingkuhan Elenoa. Tetapi kedua wanita itu malah mengejeknya.
“Aku akan menceraikanmu jika aku jadi Elenoa,” kata adik iparnya.
“Wanita tidak berguna. Kamu hanya menumpang hidup dengan kami. Aku menyesal telah mengizinkan putraku menikahimu.”
"Aku fikir setelah Elenoa menikahimu, kamu bisa mengurus diri menjadi wanita cantik berkelas, tapi nyata nya malah menjadi sampah dirumahku."
"Lihat saja bu penampilan nya seperti pembantu, tidak bisa memantaskan diri. Pantas saja kak El memilih berselingkuh, karena melihat istri nya yang seperti ini sangat memalukan."
Mendengar cacian dari keduanya membuat Alisha sangat sakit hati, kini ia berlalu pergi meninggalkan keduanya sambil menangis terisak.
"Mas... Sungguh jahat sekali perlakuan mu kepada ku, tega sekali kamu mengkhianatiku. Aku sudah berjuang untuk mu, tapi kini kamu berselingkuh dengan wanita lain."
"Alisha..." Teriak ibu mertua nya itu ketika melihat meja makan masih berantakan.
Alisha segera menghapus airmata nya dan menghampiri ibu mertua nya. "Ibu memanggilku? Ada apa bu?."
"Masih bertanya ada apa? Kamu tidak melihat dimeja makan masih berantakan, kenapa kamu tidak merapikan nya? Maksud kamu supaya saya atau Yasmin yang akan merapikan nya begitu?." bentak Rizka kesal.
Tak ada sahutan dari Alisha, ia langsung merapikan meja makan tersebut dan bergegas ke dapur.
**
**
Sepanjang malam ia terus menangis dan meratapi hidupnya yang penuh dengan derita. Hingga lelah dan kantuk membawanya memasuki kealam mimpi. Akhirnya Alisha sampai tertidur di sofa ruang keluarga.
Sedangkan Elenoa masih berada didalam kamarnya bersama dengan wanita selingkuhan nya itu.
Malam berlalu...
Perlahan Alisha membuka matanya dipagi hari. Wajahnya yang pucat dan matanya yang sembab akibat menangis sepanjang malam. Ia langsung menuju kekamarnya untuk memastikan apa wanita tersebut masih bersama Elenoa atau tidak.
Saat tiba didepan pintu kamarnya, Alisha mencoba membuka pintu tersebut. Namun yang ia temukan pintu kamarnya masih dalam keadaan terkunci. Ingin sekali Alisha menghujam kan pisau pada keduanya. Namun, percuma saja semua nya sudah terjadi.
Dan Alisha langsung pergi meninggalkan kamarnya, ia segera merapikan rumah dan membuatkan sarapan untuk ibu mertua serta adik iparnya itu. Sebelum mereka terbangun dari tidurnya.