Lamunan Di Ujung Senja
Jari lentikku menari nari melukiskan huruf demi huruf membentuk kata dan kalimat kalimat indah yang selaras dengan isi hati, pikiranku menerawang jauh dari masa lalu, saat ini, hingga angan angan yang
0
0
Halte
Hujan satu persatu turun ke bumi. Pertama-tama lambat, lalu mulai terjun bebas menimpa segala sesuatu yang di bawahnya. Kata emak hujan itu 1% air, 99% persennya lagi ya air lah. Tidak ada yang namany
0
0
Mbak Kopi
Kalau mencintai seseorang dalam diam merupakan suatu dosa, entah berapa banyak dosa yang sudah aku kumpulkan dalam tiga tahun ini. Ya, aku mencintai seorang wanita dan hingga kini belum pernah kuungka
0
0
Diantara Aku, Kamu dan Sang Ombak
Ini semua tentang kita, tentang bagaimana wajahmu menengok, tentang bagaimana ujung matamu bersembunyi ketika aku menyadari, tentang bagaimana senyum itu muncul ketika aku melihat, tentang bentangan p
0
0
My Heart My Healer
“Pernah tidak, sebagian dari masa lalu kamu masih menghantui dirimu, meskipun saat ini kamu sudah berada jauh di masa depan? Kalau jawaban itu iya, selamat! kamu masih belum bisa move on,” terang wani
0
0
Bukan Rama dan Sinta (Part 1)
“Heh?! Sinta?!” Pekik Rama mendengar apa yang dikatakan Veri perihal pasangannya untuk sendratari Ramayana itu. Sebenarnya bukan masalah siapa pasangannya. Namun yang jadi masalah adalah, kenapa Sinta
0
0
Wanita yang Mencintai Pisau
Mufti dan Fatika adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Jogja. Mereka baru berkenalan pada akhir-akhir semester dimana studi mereka hampir selesai. Mereka bertemu awalnya karena satu
0
0
Menepis Rasa
Dia seorang yang periang. Setiap bertemu, dia selalu menyapaku dan tersenyum. ‘sungguh menggugah hati’. Kami tinggal sedesa. Jarak rumahnya tak jauh dari rumahku. Namanya Indah. Paras wajahnya sesuai
0
0
Kutitip Hati Ini
Namaku Miftahul Jannah, panggilanku Mifta. Awal mula Aku mengenalnya, Dia adalah temenku sewaktu Aku masih di bangku Sekolah Dasar, dan juga satu kelas dengan Aku, Dia adalah Dion, seorang Laki-laki p
0
0
Secret Admirer
Kita ditakdirkan untuk bertemu dan bercengkrama layaknya teman, tapi ketika perasaan ini ingin lebih dari sekedar teman, itu menyakitkan jika mengetaui kalau cinta kita bertepuk sebelah tangan atau mu
0
0
Film Favorit (Part 1)
Terkadang hidup masih menyimpan sebuah misteri yang manusia bahkan ilmu pengetahuan pun tak bisa pahami. Seperti seorang pria yang satu ini, ia mencari cara menaklukkan hati wanita yang sudah lama ia
0
0
Untimely Love
Angin malam begitu dingin, rintikan hujan yang turun kini kian mengecil, jalanan sudah basah kuyup oleh guyuran hujan yang sangat deras tadi. Kipas angin yang terus berputar di sebuah Cafe membuat dua
0
0
Invitasi Dadakan (Part 1)
Untuk permulaan, izinkan saya memperkenalkan diri kepada kalian. Perkenalkan, saya adalah siswa SMA kelas tiga. Mempunyai satu adik dan dua kakak. Mempunyai ayah bunda yang luar biasa. Mempunyai teman
0
0
Memoar Rasa
“Jika aku tahu merindu tak akan ada obatnya kecuali pertemuan, maka aku ingin menjadi seorang apoteker saja, lalu meracik obat penawar rindu.” — “Tak ada yang berubah, tempatnya masih sama. Bukan, mak
0
0
Invitasi Dadakan (Part 2)
Rilis sangat percaya diri. Setiap ada acara sekolah, suaranya selalu mendominasi. Sedangkan saya, hanya diam membaca buku di perpustakaan, atau menghafal ayat demi ayat dalam Al-Qur’an untuk disetor k
0
0
Jingga dan Langit Biru
Dear diary, cerita ini kutulis saat aku benar-benar sedang patah hati. Pagi ini gerimis tipis membasuh jalanan kota, ditengah lalu lalang orang yang mengawali kesibukan mereka masing-masing. Gerombola
0
0
Rasa Terlarang (Part 2)
Waktu menunjukan pukul 15.00, Saat ini aku kebetulan bersama Santi teman sejawat sesama foreman sedang melakukan checklist kebersihan area dan toilet. Sebenarnya kami hanya kebetulan bertemu di korido
0
0
Inikah Sakit Hati?
Hari yang cerah. Matahari muncul menggantikan posisi sang bulan dan bintang. Hari pertama sekolah. Hari pembagian kelas. Tentunya bukan di kelas VII lagi karena aku sudah dinyatakan naik ke kelas VIII
0
0
Membenci Takdir
“Nis! Udahan sedihnya! sudah seminggu lo gak teratur makan. Ikhaskan semunya Nis!” “Lo gak tahu Rio bagaimana rasanya kehilangan seseorang. Sakit banget.” Bubur lempah buatan Mbok Lasmi masih diabaika
0
0
Rasa Terlarang (Part 1)
“Kenapa kamu nangis..?” Suara seorang perempuan di belakangku kepada temannya. Akupun membalikkan badan dan aku tau kalo itu adalah Wati dan Siti bawahanku yang baru saja selesai closing toilet malam
0
0