Sebelum Logika Menyerah
Senja di sudut kota itu terasa merayap lambat, seakan enggan membiarkan malam mengambil alih kesedihan Rina. Angin sore berembus pelan, membawa aroma aspal basah setelah hujan rintik-rintik, berbaur d
0
2
My Sweet Seventeen
Redup mengikis keindahan dengan balutan asap rok*k di sekitar kamar. Butiran obat bulat kecil berwarna kuning di atas meja belajar. Lalu mereka tertawa dibalik cerita yang tidak begitu lucu. Aku kelua
0
0
Dewasa Itu Enak Ya?
Tiada malam tanpa menangis, dunia suram, pikiran tenggelam. Hampa dan hampa, sudah berapa tahun gadis yang jarang tersenyum itu merasakan riuhnya isi kepala. Amarita, dahulu gadis itu tidak menyangka
0
0
Sampai Jumpa, Elene (Part 2)
Keenan. Lelaki tinggi tak terlalu tegap yang akhirnya kutemui berdua dengan Elene hari ini. Pagi-pagi buta Elene membangunkanku, memilihkan bajuku dan bahkan memaksaku memakai sedikit riasan wajah. Hu
0
0
Kunci Rahasia
Di pelosok desa, tepatnya yang berada di bawah kaki bukit Bromo sana, ada tiga sosok remaja. Ketiga nama remaja itu adalah Sobirin, Teguh dan Dewa. Ketiganya bersekolah di sekolah yang sama. Tapi mere
0
0
Ia yang Tak Terlupakan
Pagi-pagi buta aku berjalan sendirian menyusuri kediaman tempat terakhir ia berada. Aku tak tahu jadinya bila aku tak bertemu dengannya. Ia yang membuka mataku, membuatku melihat dunia dari perspektif
0
0
Sampai Jumpa, Elene (Part 1)
Hidup selalu berjalan terbalik dengan apa yang diharapkan. Tidak semua memang, but mostly. Sore ini aku sedang asyik mengerjakan laporan kerjaan kantor. Kepala rasanya mau pecah setelah hampir 6 jam d
0
0
72 jam (Kisah Akhir Tahun) Part 2
29 Desember Di hari selanjutnya melalui telefon mereka merencanakan akan pergi ke Toko Buku terdekat di kota. kali ini Tiya yang akan memandu Dita, mengingat kota ini masih cukup asing bagi teman baru
0
0
Sahabat yang Tak Kusadari
Namaku Putri, umurku 14 tahun. Aku menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas 9. Aku dikenal seorang pendiam di sekolah, anak yang tak mau bergaul dan cupu! Sebenarnya, aku bukan t
0
0
Makna Sebuah Kata Kata
“Mah..! kenapa kaos kakiku ada di ember cucian sih? Kan hari ini mau aku pakai.” Caciku pada mama. “Lina, kamu tahu kan, pekerjaan mama tidak hanya mengurus kamu. Kamu mestinya bisa siapkan keperluanm
0
0
Takdir Tuhan
Mentari mulai menunjukan sinar indahnya, dimana orang-orang akan memulai aktivitasnya. Hari baru semangat baru, itulah kata kebanyakan orang. Dunia akan semakin indah apabila jika ditemani seorang sah
0
0
Cinta Putih Abu-Abu (Part 1)
Adeline adalah seorang gadis remaja yang dikenal sebagai anak periang, namun agak sedikit garang. Adeline bukanlah gadis yang memiliki paras cantik seperti gadis-gadis lain. Tapi setidaknya, Adeline m
0
0
Rantha (Part 1)
Aku menatap pintu coklat di depanku. Berpikir ulang tentang benar atau tidakkah kedatanganku kemari. Aku tak yakin jika ia ada di ruangan dibalik pintu minimalis dengan aksen khas eropa lama tersebut.
0
0
Sahabat dan Janji (Part 1)
Yasha gadis itu sedang duduk manis di kursi taman menunggu sahabatnya datang untuk bermain ke pameran malam. Yasha memotret taman yang indah dengan ponselnya, dia memang hobi memotret, bahkan galeriny
0
0
Memoria
Gumpalan kapas di langit seketika mengubah warna mereka. Jelas, ini bukan pertanda baik untukku dan semua yang pergi tanpa membawa pelindung. Meskipun demikian, aku masih beruntung karena aku sendiri
0
0
Key
Seulas senyum ramah pemilik bibir merah muda menghidupkan hati Rendy yang telah mati akan rasa cinta. Seolah terhembus angin harapan saat melihat kedua mata sipit lentik yang berbinar memancarkan masa
0
0
Leon dan Leo
Saat ini Leo tengah menjelajahi hutan larangan untuk kontennya. Akan tetapi, Leo tersesat. Dia sudah berjalan menyusuri jalan yang dia lewati sedari awal berangkat, tetapi selalu kembali ke tempat awa
0
0
Sahabat Lama (Part 2)
Sambil menunggu pesanan datang, kami menyoroti cewek-cewek yang tengah asyik dengan dunia ngerumpinya masing-masing. Dan tak lama kemudian kopi hangat telah menuju kami, yang dibawah oleh pelayan berm
0
0
Dandelion
Kau ingat? Hari saat pertama kita berdua bertemu. Iya, hari indah itu. Kamu mengajakku bermain bunga dandelion. Berlarian kesana kemari merasakan sejuknya angin. Sepasang kaki mungilmu berderap bergan
0
0
Badai Belum Berlalu (Part 1)
Persahabatku dengan ARFAN kala di SMA demikian dekatnya, dimana ada Arfan disitu juga aku berada. Orangnya tinggi, berotot, putih kekuningan, punya hidung agak mancung, rahang persegi, dan rambutnya c
0
0