Gadis Pilu Dan Pekat Malam
“Sampai saat ini, aku masih belum berani menceritakan apa yang kurasakan kepada orang lain. Semenjak itu aku harus menahan diriku untuk jatuh cinta karena sejuta trauma semakin menghantuiku. Aku tidak
0
0
Kekasih Kedua
“Maafin aku, gara gara aku kamu jadi sering sedih. Gara gara aku kamu jadi sering nangis. Maaf, maaf..” Ucap Dirga sembari menunduk. Kuseka air mataku, lalu kunaikan wajahnya untuk menghadapku. “Kamu
0
0
Semua Itu Karena Cinta
Terkadang kita dibutakan oleh cinta. Bahkan kita rela berkorban demi mendapatkannya. Terlalu mengharapkan orang yang belum tentu mencintai kita itu hanyalah membuang waktu saja. Nama gue Hikmah, siswa
0
0
Salah Sangka
“Bian, temenin gue dong, beli baju… Pliss…”. Ya ampun. Anak ini ya… Nyusahin orang aja kerjanya. Aku mendengus kesal. Mau beli baju buat apa lagi sih? Kan kemaren udah beli baju, batinku. “Buat ultahn
0
0
Apa Yang Salah Dengan Rasaku?
Hari sudah semakin gelap tapi hujan malah semakin deras. Suasana ini membuat Ara menjadi kesal. Pasalnya sekarang Ara belum pulang ke rumah. Gadis itu sedang menunggu angkutan umum yang biasanya menuj
0
0
Risalah Hati (Part 2)
“Kita begitu berbeda dalam semua hal, kecuali dalam cinta…” [2] Begitu yang ia ucapkan saat aku sedang mengerjakan PR yang Pak Thamrin berikan siang tadi. Ia datang dan mendekatiku sembari membawa dua
0
0
Di Antara Mereka
Aku berlari kecil menghindari sang mentari yang sangat terik siang itu, Karena menyipitkan Mata tak sengaja Aku menabrak tubuh seseorang yang berdiri kokoh di hadapanku. “Maaf Aku tidak sengaja menabr
0
0
Risalah Hati (Part 1)
Petir terus menyambar, raga ini rapuh seakan ingin tumbang layaknya dahan pohon di seberang jalan sana. Aku hanya terpaku, terdiam membisu di bawah naungan payung sambil ditemani derasnya hujan. Malam
0
0
Risalah Hati (Part 4)
Suara detak jarum jam masih terdengar. Mata ini sungguh berat rasanya untuk aku buka, kuraba leherku sangat panas, kepalaku juga pening. Mungkin karena tadi pagi aku kehujanan. Jam menunjukkan pukul 2
0
0
Risalah Hati (Part 3)
13 November 2015, Mt. Cikuray, 2821 MDPL 13.00 PM Aku dan kawan-kawan dari komunitas Lidi Rimba mendaki puncak Cikuray. 2821 MDPL aku tempuh dengan kawan-kawan komunitas Lidi Rimba. Diperjalanan aku d
0
0
Takdir Berkata Lain
Aku sudah lelah dengan semua ini. Tentang semua hal yang telah kau janjikan padaku. Namun, sama sekali kau tak pernah menepatinya. Penantian ini terasa seperti semu belaka. Terkadang aku berfikir tela
0
0
My Love Sayaka
Aku adalah seorang penulis novel pemula, suatu hari aku sedang menulis sebuah Novel di tepi sungai yang indah. Lalu tiba tiba ada seorang gadis duduk di sampingku, gadis itu memandangku dengan senyum
0
0
Cintaku Yang Egois
Nanda dan yanto adalah sepasang kekasih, mereka baru menjalani hubungan 2 minggu yang lalu, yanto adalah cowok ganteng nan baik hati di sekolah ini begitu banyak cewek yang suka padanya, termasuk aku.
0
0
Ketika Harapan Dikhianati Perasaan
Pagi ini mentari bersinar cerah, seakan terpancar harapan baru di hari yang baru. Hari yang lebih baik setelah kisah yang aku alami. Aku tak tahu ada apa dengan perasaan ini, perasaan yang hingga kini
0
0
Salah Memilih
Langit senja yang terus memancarkan sinar lembutnya yang anggun. Sedikit menenangkan hatiku yang kacau. Di teras, sambil menunggu Elbert menjemput, aku menyusun kata untuk memutuskan hubnganku dengann
0
0
Karma Tak Semanis Kurma Sayang
Hari-hariku kini tak lagi sama seperti biasanya, segalanya terasa sepi semenjak hubungan kami berakhir. Memang sih masih kontekan dengan baik karena yah kami sudah sepakat bahwa walau udah break tapi
0
0
Denganmu Kasih
Namaku Angelina fatimah az-zahra, aku lebih nyaman dipanggil zahra baru kemarin aku lulus SMA dan ngelanjutin kuliah tapi aku masih pengen mengukir kesan setelah lulus. Aku anak kadua dari kakakku nam
0
0
Mengapa
Dulu… Aku mencintaimu dengan segenggam harap. Menyayangimu dengan penuh hasrat. Menjagamu dalam beyang gelap. Saat ku di dekatmu hati memaksaku untuk bisu. Membisu, memandang wajah yang terlihat jelas
0
0
Berjuanglah Ren!
Lira duduk diam memandangi tumpukan buku yang tertata rapi di emperan gedung peninggalan Belanda itu. Dari buku pelajaran sampai majalah bekas luar negeri yang selalu terlihat menarik di matanya. Ia s
0
0
Korban Keegoisan
“Hei, Ris! Apa lo nggak dengerin gue?” Aku menoleh dengan wajah merengut ke arah Shila. “Apa, sih? Ganggu gue aja deh!” Bentakku. Shila mendengus kesal. “Lo liatin apa sih dari tadi?” Tanyanya. Aku be
0
0