Peniru Yang Buruk
Malam yang semakin larut diikuti dengan angin yang berhembus lewat celah lubang berukuran 30 X 30 cm tepat diatas jendela berkaca bening yang memiliki ukuran 2 kali lipat celah lubang. Hujan rintik-ri
0
0
Tetap Hidup
Aku mengerjap-ngerjap. Menyesuaikan pandangan yang masih kabur usai bangun tidur. Bulan baru bermain sebentar dengan para bintang. Tenggorokanku kering, perutku juga kosong. Aku tidak sempat makan mal
0
0
Potret Keluarga Bahagia
Lamia merapatkan jaket tebal di tubuh kurusnya karena angin yang berembus malam ini tidak main-main dinginnya. Ia mempercepat langkah kaki menuju rumah. Masuk ke rumah adalah satu-satunya hal yang dii
0
0
Reunion
“Sesungguhnya… aku tidak terlalu mengingatnya…” Akhirnya, salah seorang di ruangan ini membuka mulutnya. Tapi, dia tetap tidak ingin mengatakan yang sejujurnya. “Katakan!” “Aku.. aku tidak ingat! Aku
0
0
Unknown Number
Dering ponsel mengganggu kegiatan membacaku. Aku melirik sekilas dan terdapat notif chat dari beberapa kontak. Aku mengambil benda pipih itu dan mulai memasukkan sandi guna membuka aplikasi berwarna h
0
0
Kertas Putih
Malam ini tubuhku lelah sekali. Mungkin seharian tadi aku melayani banyak pelanggan. Benar kata Aris, bisnis kedai kopi memang masih laris sampai saat ini. Penikmat kopi baik kalangan muda sampai oran
0
0
Babi Babi Berburu Emas (Part 1)
Rombongan babi hutan menggasak semua tanaman ubi jalar dan singkong di ladangku. Sisa-sisa akar yang tercerabut dari tanah tampak berserakan di tanah. Daun-daunnya juga terpontal-pontal ke mana-mana.
0
0
Ailana
Lana sedang berada di dasar lautan. Perlahan menatap pemandangan sekililing. Ingin rasanya beranjak menjadi manusia. Menikmati makan ice-cream bertemu cogan yang sering ia lihat di ponsel. Seandainya
0
0
Gadis Penghancur
Gendang telingaku menangkap sebuah suara alarm. Alarm itu terlalu keras, telingaku menjadi sakit mendengarnya. Apalagi dengan lampu ruangan yang tiba-tiba berubah menjadi merah. Lampu itu berkedap-ked
0
0
Rose Mary
“Dan peri-peri itu akhirnya bebas dari kejaran ratu yang jahat. Tamat.” Ibu mengakhiri dongeng itu, kemudian mengecup dahi dan pipi Mary sebelum tidur. “Ibu, apakah Ibu juga percaya peri itu benar-ben
0
0
The Ravens Guild (Part 3)
Aku bangun dan memeluk erat sebuah bayangan. Dari jalan tertutup, kini aku mulai melangkah lagi. Mungkin sebuah keajaiban menuntun kami untuk kembali dalam harmoni. Tetesan embun mulai turun perlahan
0
0
Perang Bahan Kue
Di sebuah kota terdapat sebuah toko kue yang terletak di ujung perempatan. Toko itu tidak besar namun lengkap. Ada banyak macam kue yang dijual di sana dan yang paling menarik adalah kue-kue itu ditat
0
0
Detektif SMA Keira, Drama di Club Drama
Ekskul Drama Club, ekskul yang menguasai panggung dan aula sekolah. Setiap pulang sekolah pasti aula dikuasai mereka. Sedangkan diriku Kyln memiliki peran penting di club tersebut sebagai pengatur lam
0
0
Surya dan Bintang Jatuh
Malam sudah larut saat Surya kembali dari ladangnya. Sehabis membasuh tangan dan kakinya di sumur belakang rumah, iapun masuk ke dalam dan mendudukkan diri pada dipan bambu yang hanya berselimut kain
0
0
Ke Tidak Abadian
“Ayah tolong, ikutlah dengan diriku dan hidup selamanya” “Anakku, diriku sudah hidup cukup lama. Aku mensyukuri 200 tahun hidupku ini” “Tapi mengapa ayah harus pergi?” “Karena kematian memang tidak te
0
0
Marvirath (Part 2)
“Samantha! Aku kira kau akan datang minggu depan?” Sir Thomas segera memeluk adik kesayangannya itu. “Awalnya begitu, tapi semua tiket penerbangan menuju Miami sudah terjual habis, kami susah payah me
0
0
Kamuflase
Pemakaman siang itu berlangsung tidak kondusif dikarenakan awak media memadati tanah lapang tersebut. Ada yang merangsek maju nekat untuk memperoleh informasi berita terkini, atau hanya sekadar pasrah
0
0
Pertemuan di Paviliun Sakura
Aku terbangun dibawah pohon sakura yang kelopak bunganya berterbangan tertiup angin. Aku tertegun sejenak dan melepas headphone dari telingaku, tanganku meraba rumput dibawahku. Ini nyata. Aku benar-b
0
0
Manusia Kucing
Suatu hari ada anak perempuan yang bernama Seliana, ia berjalan-jalan di pinggir jalan, Seliana sudah tidak memiliki keluarga lagi ia hanya tinggal bersama bibinya. Setelah itu Seli (Seliana) ketemu k
0
0
Hantu Bergaya Bebas
Suasana ramai aula di pagi hari, gerombolan siswa yang saling menyerobot satu sama lain. Mereka mengelilingi sebuah papan besar yaitu papan pengumuman yang lebih dikenal sebagai mading utama sekolah d
0
0