— PEMBACA PERTAMA
Angka itu masih sama. 1 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖. 𝐒𝐚𝐬𝐦𝐢𝐭𝐚 𝐊𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐇𝐚𝐧𝐚𝐬𝐭𝐚 𝐃𝐚𝐦𝐚𝐧𝐢𝐤 menatap layar ponselnya selama beberapa detik tanpa ekspresi. 𝙎𝙖𝙩𝙪. Bukan sepuluh. Bukan seratus. Bukan seribu. Hanya satu. Sudut
0
0
Give Me Your Hand
Aku bahkan tidak dalam keinginan untuk membayangkan ataupun mengharapkan kedatangan makhluk sepertimu. Bersama yang lain, aku sedang menikmati penderitaanku dan mencoba menemukan kata terbaik untuk me
0
0
Sosok yang Sedang Balas Dendam
Berita tentang pembunuhan di jalan yang menghubungkan antara desa Jetis dan desa Wringin semakin menyebar luas ke seluruh penghuni desa sekitar. Jalan itu memang sepi dan tidak pernah dilalui seorangp
0
0
Another (Part 1)
“Hoamm…” ujar seorang gadis. Ia baru saja bangun dari tempat tidurnya. Ia pun membuka jendela kamarnya. “Sungguh pagi hari yang cerah” ujarnya. Ia bergegas ke kamar tidur adik laki-lakinya, Kai, untuk
0
0
Perjalanan Plastik
Dingin rasanya berada di dalam ruangan penuh sesak ini. Sebelumnya aku berasal dari sebuah pabrik yang jauh dari sini. Disana aku diisi dengan cairan aneh yang belum pernah aku temui sebelumnya. Dari
0
0
Delusi
Gemerlap cahaya putih mulai stabil, kesadaran pemilik iris coklat terang itu belum sempurna. Lima menit kemudian, ia mulai sadar bahwa tak seharusnya ia berada di tempat itu. Ia berada di dalam kelas.
0
0
Yang Mati Telah Ditentukan
Terkadang aku hanya memandang jendela, melihat keluar, menatap langit, lalu pikiranku melayang kemana-mana. Aku sadar? Justru aku tidak sadar. Mereka melayang tinggi, setinggi langit yang kutatap. Bah
0
0
Bukan Punyamu
Ayres terbangun di hari minggunya yang biasa saja. Masih berusaha berperang dengan dirinya sendiri. Tentang hatinya yang masih ingin berlama-lama di atas kasur. Dan otaknya yang berusaha mengingatkan
0
0
Ratu Bulan
Konon, terdapat makhluk mistis di daerah Cruzime yang bernama Luna Regina. Luna adalah bulan, sedangkan Regina adalah ratu. Bisa diartikan, bahwa Luna regina adalah ratu bulan. Sesuai Namanya, ratu bu
0
0
Edelweiss of Oxafados (Part 1)
Sinar mentari mulai merangkak menyentuh kaki-kakiku yang kini terasa hangat bersamaan dengan sayup-sayup kudengar seseorang memanggil namaku, “Nero, ayo bangunlah.. kita harus melanjutkan perjalanan k
0
0
Menginap di Rumah Darma
Darma mengajakku untuk pergi ke rumahnya di akhir pekan ini. Bukannya aku menolak, tapi rumahnya sangat jauh, bagaikan di ujung pulau jawa. Sebuah desa kecil di pedalaman Jawa Barat. Tapi Darma rupany
0
0
Penunggu Pohon Kudu
Di depan rumahku ada sebatang pohon kudu yang sengaja aku tanam untuk obat. Usianya hampir 5 tahun sehingga pohonnya cukup besar dan rindang. Daunnya hijau segar dan buahnya selalu lebat tak kenal mus
0
0
12.00 PM
“Maaf, Pak, tapi Bapak mengikuti saya dari tadi,” ujarku. Si tua itu malah memandangiku lebih intens di bagian dadaku. Aku benar-benar sangat terusik, rasanya aku ingin menggunakan jurus menghilangkan
0
0
The True Magical Eyes (Part 1)
Tetesan air hujan mulai mereda, deru angin menerpa wajah seorang pemuda berdarah campuran berusia 16 tahun tersebut. Ia bertujuan mencari boneka beruang berwarna coklat milik adik pantinya. Boneka ter
0
0
The True Magical Eyes (Part 2)
Akhirnya Louve mengajak Kasya dan Kakek Oshan ke rumahnya untuk beristirahat dan mengucapkan terima kasih. Saat perjalanan ke rumah Louve, Arkasya dan Louve tidak berhenti bertengkar. Dan berakhir ter
0
0
Lina, Penjual Buah Yang Baik Hati (Part 2)
1 minggu sebelum perlombaan, Lina merasa gelisah. Buah yang ingin dia pilih membusuk. Awalnya Lina ingin membawa mangga dan persik. Tapi ia ceroboh. Yang seharusnya buah buah tersebut ia simpan di pen
0
0
Para Penguasa Alam dan Manusia
Dahulu kala, ada suatu kelompok yang dapat menggunakan elemen alam secara khusus dan menempati alam bebas, mereka beratapkan langit dan beralaskan bumi. Mereka bersahabat dengan alam dengan kekuatan l
0
0
Anyelir Hitam
Anak laki-laki itu terdiam di tempat. Kakinya membatu, dadanya menyesak begitu angin malam membawa dengan sempurna anyir darah dari jasad di depannya. Beberapa polisi mendorongnya mundur, tidak begitu
0
0
Lana
Purnama bergelayut di petala langit menghias malam. Bersama jutaan gemintang seperti lentera dalam gua yang dikelilingi kunang-kunang. Semilir angin mendepak dedaun rindang. Satu-dua daun berjatuhan k
0
0
Jembatan Bunga
Sejak dilahirkan, kata itu terdengar. Sejak bayi, bagai larangan. Memasuki sekolah dengan seragam yang rapi dan seadanya. Lagi dan lagi mereka mengejek diriku. Kata-kata buruk tercoret di atas mejaku.
0
0