Resonansi Takdir
Ada keheningan yang bernapas di perumahan elit RW 05. Udara malam tidak sepenuhnya dingin; ia menyerap sisa-sisa panas tanah semen yang terpanggang terik siang hari, mencampurnya dengan aroma melati d
0
1
Rumah Yang Kurindukan
Suara panggilan sang ilahi telah berkumandang diiringi kokok ayam tetangga belakang rumahnya, yang selalu membangunkannya untuk menyambut fajar yang ditunggu. Sholat Subuh berjamaah bersama keluarga a
0
0
Hilangnya Rembulanku
Namaku ibrahim fasya atau biasa dipanggil aim. Aku sekarang sedang berkuliah di salah satu universitas ternama di pulau sumatera. Sedikit aku membagikan kisahku yang abstrak dan abu-abu. Ayahku seoran
0
0
Wanita Yang Kupuja
Tepatnya sudah satu bulan aku di sini. Di sebuah kota yang jauh dari rumah dan jauh dari ibu dan ayah. Hari ini hari minggu. Kakak tertuaku yang berusia 3 tahun lebih tua dariku mengajakku jalan-jalan
0
0
Kenangan Manis
Kami sekeluarga akhirnya sampai di tempat tujuan. Dengan perjalanan memakan waktu kira-kira 4 jam itu aku lelah dan tentu saja ayahku yang menyetir juga kelelahan. Tempat ini tidak banyak berubah mung
0
0
Rara Pengen Masuk SMA
Pelajar kelas 9 tentu memikirkan mereka akan melanjutkan sekolah selanjutnya dimana, itu adalah hal wajar. Seperti aku saat ini, aku sedang bimbang antara ke SMA atau ke SMK. Sejujurnya aku ingin ke S
0
0
Makna Yang Tersembunyi
Ada waktunya gue rindu akan rumah yang selalu memberi kehangatan untuk jiwa yang merasa sepi. Tapi, sedikit saja gue merasa rindu akan hal itu. Kehidupan disini membuatku terlalu cinta akan kesibukan,
0
0
Usaha Yang Tidak Mengkhianati Hasil
Rumah sederhana dengan dinding bambu yang dianyam itu terlihat sepi… seperti tidak ada suatu tanda-tanda kehidupan manusia di dalamnya. Hanya ada suara yang menggema dari mulut beberapa ekor jangkrik
0
0
Melawan Keterbatasan
Tempat ini tak pernah lengang. Selalu sibuk dengan aktivitasnya, hilir mudik orang berlalu lalang. Ada yang datang dengan wajah pias penuh ketakutan, lalu harus pulang dengan isak tangis kesedihan. Ad
0
0
Ayah
Tahun baru tinggal 2 hari lagi, tapi aku masih sibuk di tempat kerja, aku kerja part time jadi pelayan di salah satu kafe di dekat balaikota, dekat dengan area perkantoran dan kampus membuat kafe ini
0
0
Pulang
“Farah, beliau sudah tiada,” sebuah pesan singkat Whatsapp dari ibu yang muncul di layar notifikasi. Menunjukkan pesan tersebut tiba pada pukul delapan malam, sedangkan sekarang sudah menunjukkan hamp
0
0
Kehilangan
Tatapannya jauh ke depan, sesekali nafasnya beradu dengan dinginnya suasana pagi. Untung saja kali ini Iren masih bisa duduk di Transjakarta. Mengingat kemarin terpaksa Ia harus berdiri sepanjang rute
0
0
Bilakah Aku Akan Pulang?
Hari masih begitu pagi ketika aku akan memulai perkuliahan pada semester ini. Jam dinding menunjukkan pukul empat kurang sepuluh menit. Azan Subuh juga belum berkumandang dari surau di dekat tempat ti
0
0
Banyak Tekanan Banyak Gaya
“Aa silau” Elsa mengedipkan mata sembari duduk menikmati sunset di atas bebatuan pantai losiana tepatnya kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Diam tak bergeming dia merenung sambil mendengar buih di tepi
0
0
Hujan dan Keraguan
Rumah beratapkan genteng berwarna merah bata kokoh berdiri. Di ambang pintu berwarna cokelat seorang gadis berusia 20 tahun tengah berbaring menatap langit biru, bersih, dan tidak berawan. Kaki yang i
0
0
Kata Terakhir Emak
Sudah hampir lima tahun, Rian tak menatap wajah lelah emak. Bukan mereka tak bertemu. Hampir seminggu sekali emak pulang ke rumah. Emak bahkan berusaha memancing Rian untuk bicara. Namun, Rian tetap t
0
0
Malam Terakhir bersama Ayah dan Bunda
Aku adalah Ainun, anak pertama sekaligus anak tunggal ayah dan Bunda, aku berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan dan juga harmonis. Ayah dan bundaku tidak pernah bertengkar apalagi memarahiku,
0
0
Kopi Dengan Sebaris Puisi
Sore itu, awan kelabu mengadu pada alam yang membeku. Hujan merebak menikam bumiku. Pagi sekali aku bangun, jam 04:05 mata mulai terbuka namun telingga masih marah pada suara-suara yang mencengkam. Pe
0
0
Kakek dan Nenek Membenciku
Cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata dari seorang anak yang bernama Savana. Ia adalah seorang anak korban dari perpisahan orangtua. Karena perpisahan kedua orangtuanya ia dan adik perempuannya
0
0
Mertua Ujianku
“saya terima nikah dan kawinya Viana Mumtaz binti bapak munhadip dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” Kalimat terindah yang pernah aku dengar, Dangan Kalimat itulah statusku berubah
0
0