Resonansi Takdir
Ada keheningan yang bernapas di perumahan elit RW 05. Udara malam tidak sepenuhnya dingin; ia menyerap sisa-sisa panas tanah semen yang terpanggang terik siang hari, mencampurnya dengan aroma melati d
0
1
Hayati
Sang raja pagi mulai muncul dari tempat persembunyiannya, embun bertebaran membasahi daun-daun hijau, burung-burung mulai berterbangan, dan suara ayam jago pun terdengar. Muncul sesosok wanita tua di
0
0
Harapan Di Kota Kecil
Senyap menyelimuti kota kecil itu di pagi hari. Sesekali terdengar gonggongan anjing yang saling bersahutan. Seorang pemuda dengan cekatan berlari melintasi jalanan kota yang masih basah sisa hujan se
0
0
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah Aku
Hari Sabtu, hari nasional tanpa buku. Ah itu dulu. Sekarang kapan pun, hari apa pun, jam berapa pun, aku harus rela menunda istirahatku hanya demi ngejar-ngejar dosen pembimbing yang super sibuk. Tern
0
0
Pagelaran Terakhir
Adzan Isyak baru selesai berkumandang dari mikrophone tua masjid seberang jalan, sebentar lagi kewajiban akan tertunaikan oleh segelintir umat yang taat. Malam ini rombongan Kethoprak kami mendapatkan
0
0
Dik Anah
Sore itu madrasah dipenuhi dengan adik-adik yang mau mengaji. Semuanya sekitar 500an anak, yang laki-laki memakai baju koko seperti yang dipakai ngaji pada umumnya. Dik anah merupakan murid kelas 4 di
0
0
Story About Me and Friends
Aku dan Shara sedang bergurau. Teman-teman yang lain juga, Icha, Dhiya, Salsa, Kiara, Siska, Dea, dan semuanya sedang bercanda tawa, karena dua pelajaran terakhir ini kosong. Kuputar mataku ke segala
0
0
Selamat Jalan Mang Mukti, “Nahu Sen”
Mang Mukti, sapaan orang-orang kepadanya. Mang Mukti adalah tetangga di sebelah rumahku. Orangnya lucu, baik dan suka mengajak anak-anak kecil bermain. Dan beliau pun suka bernyanyi dengan diiringi pe
0
0
Kami Tak Berwajah
Pukul sepuluh pagi, kereta tiba di stasiun. Terlambat lima belas menit karena perbaikan jalur, sebuah hal yang sangat tidak biasa terjadi. Rumor mengatakan bahwa ada sekelompok teroris yang merusak ma
0
0
Danau Tinta
Duduk di atas rumput tebal berwarna hijau. Memandang danau yang terlihat sangat luas. Suara burung berkicau seakan sebuah melodi dalam lagu yang membuatku banyak terinspirasi. Meja kecil berada di dep
0
0
Seuntai Kalung Mutiara Fatimah
Di sebuah kota, hiduplah seorang wanita janda yang cantik dan awet muda, namanya Fatimah. Suaminya telah meninggal dan dia tak punya anak, dia miskin dan tinggal di sebuah rumah kecil tanpa isi. Pakai
0
0
Di Balik Sebuah Payung
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar, jemuran pun sekejap kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah
0
0
Lumpur Sawah Tidak Selamanya Kotor
Panas terik matahari menerawan setiap langkahku melewati pematang sawah menuju ke habitatku tercinta. Ya inilah diriku seorang petani kecil yang tumbuh bersama hangatnya lumpur sawah. Namaku Irwan, le
0
0
Suara Sumbang
Matahari siang ini masih saja terik seperti biasanya, rasanya hanya beberapa jengkal saja dari kepala. Keadaan ini membuat kerongkonganku kering kerontang sehingga memaksa tubuhku untuk dipenuhi hakny
0
0
Inilah Saat yang Kami Tunggu
Inilah saat yang kami tunggu! Kami akan membuktikan bahwa matahari punya energi dahsyat. Sejak belajar tentang matahari, kami memang penasaran. Sebab, Pak Akma selalu membuat kami tercengang ketika me
0
0
Wireless Charging
Pada suatu malam yang dingin seorang mahasiswa bernama aji sedang berdiri di balkon rumahnya sambil menghisap asap rok*k sambil memikirkan nasib sahabatnya yang tadi pagi dimarahi oleh dosennya karena
0
0
Membantu Anak Yatim Piatu (Part 1)
Di suatu pagi yang cerah, tepatnya hari Kamis. Ada 4 orang sahabat yang pergi ke sekolah bersama-sama. Mereka adalah Winda, Bunga, Naufal, dan Azidan. Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Sekarang merek
0
0
Warna-Warni Hujan
Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan. Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan
0
0
Untuk Diriku Empat Puluh Tahun Yang Lalu
Hamparan bintang menyinari kota dengan terang benderang, bulan seakan berada di mana mana, ada yang di permukaan laut, sungai, bahkan sampai ada di genangan air sekalipun, ranting dedaunan melambai la
0
0
Anak Pisang
Tiada hari tanpa aroma pisang goreng di dapur emak. Itu yang Ana rasakan ketika terbangun dari tidurnya. Dan aroma teh panas menyapa pagi Ana dengan kehangatan. Ia mengunyah pisang sembari sesekali me
0
0