REVEGE
Dendam di Kelas X-9 Sinar mentari mulai terasa menyengat di kulit. Dua orang sahabat, Aisyah dan Levira, berjalan menyusuri koridor menuju gedung sekolah. Saking asyiknya mengobrol, tak terasa mereka
0
1
Sepenggal Kisah Dari Mereka Yang Tak Nyata (Masa Lalu Menyedihkan Si Pendiam)
Ini tentangnya, seorang makhluk dingin bernama Rasya Ananta Dirgantara. Laki-laki tampan, berbadan atletis, kaya, mendekati sempurna. Namun, ada yang orang lain tak tau. Makhluk sempurna itu memiliki
0
0
Cerita Kehidupan
“apa yang membuatmu kuat” “mereka” “keluargamu” “iya” “kenapa?” “aku hidup untuk keluargaku, bukan hanya untuk diriku sendiri. Ketika mereka bahagia, akupun ikut bahagia. Meskipun keadaannya tidak sam
0
0
Rain
Aku menangis dalam melodi hujan. Mengenang sebuah kenangan, yang tak mungkin kembali. Aku menjerit melampiaskan kemarahannya pada hujan. Yang telah melenyapkan seorang ‘Malaikat tak bersayap’ Pagi tel
0
0
Anakku Rumbun
Malam ini aku merasa bimbang menunggu kepulangan anakku Rumbun. Tak seperti biasanya dia pulang selarut ini. Rumbun anakku itu setiap harinya selalu mengemban tugasnya sebagai tulang punggungku dengan
0
0
Sepeda Bapak
Bocah lelaki itu sangat mengagumi Bapaknya. Tiap Bapaknya ada waktu luang setelah pulang dari kerja atau bertepatan ketika hari libur (tanggal merah), Bapaknya mengajarinya cara membuat layang-layang.
0
0
Neraka di Gang Sempit
“Lasmi.. Lasmi!”, teriakan Mak Ijom seraya mengetuk pintu rumah Lasmi. Suaranya ini terdengar hingga dua rumah di sampingnya. Pemilik rumah depan rumah Lasmi pun keluar, pasti dia mengira ada kejadian
0
0
Walau Tak Berarti
Saat kutermenung memandangi belahan langit biru yang luas. Aku merenung tentang sebuah hal yang ingin aku tanyakan. Apakah hakekat hidup itu? Itulah kata kata yang kutanyakan. Namun ini bukan soal itu
0
0
Atap
Di atas sebuah atap, seorang wanita berdiri mengambil ancang-ancang untuk melompat. Hatinya bergetar penuh keraguan atas konsekuensi dari tindakannya. Sementara orang-orang di bawah sibuk sendiri-send
0
0
Aku Menyesal Terlahir Sebagai Perenpuan
Dulu, aku teramat membencimu, sungguh. Kau telah melabrak keputusan Tuhan. Bukankah kita sama-sama telah dianugerahi dua gunung mustika dan satu gua permata yang ketika dijamah rasanya lebih nikmat ke
0
0
Mimpi
“Ayo, lompat saja! Tak apa, aku bersamamu” suara itu kembali muncul. Sejenak aku tertahan oleh hati nurani. Matahari mulai bersembunyi, langit berhenti menangis. Namun aku masih berdiri sendiri disini
0
0
Pergilah, Aku Hanyalah Monster
Di bawah naungan pohon besar itu, seorang remaja lelaki berusia 15 tahunan itu sedang duduk di bangku yang berada di situ. Dia Musa, seorang penuh akan kedukaan yang teramat menyedihkan. Dia sangat be
0
0
Bukan Malam Terakhir
Semilir angin malam menerpa wajah yang tengah memandang jauh sebatas cakarawala. Deburan ombak sesekali hadir menggetarkan gendang telinga, termasuk suara benturan keras itu. Bukan hanya hadir di teli
0
0
Mimpi Yang Sirna
“Mas, tolong bantuin Fikri cari Kartu Keluarga kita dong!” ujar adikku yang sejak siang kebingungan mencari Kartu Keluarga di rak buku kami yang sudah dimakan oleh umur. “Iya sebentar, Mas masih ada t
0
0
Kesedihan Sang Haemoclaria Karena Merasa Bersalah
Aku adalah vampir yang ketika menangis akan terlihat menyeramkan. Kenapa? Ya, karena saat aku menangis bukannya mengeluarkan air mata malah mengeluarkan darah. Ya, aku menderita haemoclaria yang berar
0
0
Kenangan di Pohon Mangga
Pohon ini terlihat begitu renta. Sudah nampak keriput-keriput yang tertanggal di kulitnya. Namun, daunnya kian rimbun, batangnya kian kokoh, dan buah yang dihasilkannya begitu nikmat. Oksigen yang ber
0
0
Si Bodoh
Kata orang bila kau terjatuh pada lubang yang sama kau adalah keledai, kau adalah orang bego. Udah tau ada lubang, mengapa masih terjatuh ke lubang yang sama lagi dan lagi dan lagi. Keledai juga tidak
0
0
Senja Ini Tanpa Dirinya
Aku berlari menghampiri Ayah yang sedang bersantai di teras rumah. Sudah beberapa menit yang lalu Ayah berada di sana. Hari ini aku akan pergi menemui Ibu seperti hari-hari libur sebelumnya, untuk itu
0
0
Sesuatu yang (Berarti) Mengubah Segalanya
Pagi hari itu, aku dengan sontak terbangun karena alarm yang telah kupasang semalam telah berbunyi menandakan aku harus bergegas untuk pergi ke sekolah. Jam menunjukkan pukul 6.15 dan aku telah selesa
0
0
Mahkota Usang
Seorang wanita yang berdaki dosa dan berpeluh maksiat menangis sesenggukan di sudut kamar mandi. Berkali-kali menggosokkan sabun di seluruh tubuhnya. Perasaan berkecamuk, penuh rasa hina. Berkali-kali
0
0