Tertukar (Part 1)
Pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2008 terdengar suara Riuh di sebuah Rumah sakit Pelita Agung yaitu Rumah Sakit terbesar di sebuah Kota. terdengar suara tangisan dua orang wanita yang hendak melahirk
0
0
Bidadari Isra
Sudah sedari tadi ibu mendengar ceramah dari seorang ustadz yang tengah mengisi acara Isra Mi’raj tahun ini. Beliau tidak tua dan tidak muda. Masih tergolong ditengah-tengah, beliau bersyiar tentang t
0
0
Ada Harapan
Di atas kasur tipis yang sudah lusuh, anakku yang berumur 5 tahun sedang tertidur pulas. Sementara aku ibu dari bocah kecil itu tak bisa berhenti menitikkan air mataku. Ya, betapa hancurnya hatiku seb
0
0
Rintihan Hati
Pagi hari yang sunyi di sebuah tempat bernuansa putih biru dengan dekorasi lukisan kartun Doraemon dimana sudut ruangan terdapat banyak Boneka Doraemon besar. Seorang gadis remaja yang menggeliat dala
0
0
Aku dan Pilihanku
Namaku Zanna Kirana, aku berasal dari keluarga yang cukup sederhana. Tinggal di desa merupakan suatu kesialan bagiku. Aku benci dengan desa, aku benci dengan tempat tinggalnya, aku benci orang-orangny
0
0
Ulang Tahun Bapak
Hari ini katanya adalah hari ulang tahun bapak. Aku hampir tak pernah mengingatnya. Bukan, bukan karena Aku abai. Tapi lebih tepatnya ragu. Kebanyakan, anak kecil mulai penasaran dengan identitas oran
0
0
Senandika (Part 2)
Sesampainya di kampus, rasa mual yang kurasakan semakin parah. Kuputuskan untuk meminum obat maag, katanya ada obat yang tidak bisa dicerna baik oleh lambung dan harus dibantu oleh obat maag. Mata kul
0
0
Senandika (Part 1)
”Terima kasih, ya. Sudah berusaha menjadi bagian yang baik di bumi” Langit cerah meredup, menggantikan cahaya gemilangnya. Hitam dan abu-abu tiba dengan begitu cepatnya. Langit bersinar telah musnah m
0
0
Tuan, Lala Rindu
Berteriak kearah langit, masih tak terima dengan takdir Tuhan. Mengacak rambut yang nampak kusut, menatap kosong kedepan. Tatapan gadis itu tampak nanar kearah sebuah nisan. Membayangkan wajah sosok y
0
0
Older
Malam-malam mencekam kembali datang. Lebih dingin dari biasanya. Kebut-kebutan di jalanan guna menghilangkan sedikit beban pikiran, dia lantas berhenti di depan sebuah rumah makan. Bukan karena perutn
0
0
Hari Pengumuman (Part 00 ‘Abang Adek’ Universe)
Malam Rabu. Kalau orang-orang biasanya keluar ketika malam Minggu, maka tidak dengan keluarga Ressi. Ia dan ayah ibunya serta Nata, kini sedang menikmati makan malam bersama di salah satu restoran pec
0
0
Kisah Haru Seorang Perantau Muda
Aroma tanah di pagi hari seusai hujan semalam menusuk kedua lubang hidungku, aku pun bergegas menuju sebuah langgar kecil dengan sarung yang kubalutkan ke tubuh dan peci hitam yang menutupi helaian ra
0
0
Embusan (Part 1)
Matahari mulai menampakkan dirinya. Sinarnya yang hangat menyambut siapa saja yang berada di pantai itu, termasuk seorang perempuan yang sedang berdiri menghadap ke laut. Punggungnya bersandar ke sebu
0
0
Embusan (Part 2)
Saat ini Nindya dan Mia sudah kembali berada di pantai, tepatnya di sebelah pohon kelapa tempat mereka pertama kali bertemu pagi tadi. Hari hampir senja. Semburat jingga terlukis di langit dengan inda
0
0
Mother’s Day
Langit sore terhampar seumpama permadani. Pendar kekuningan memenuhi setiap penjuru ruang. Cicit kenari pada dahan pohon depan kamar perlahan lekas berganti dengan lengang. Hanya menyisakan satu dua b
0
0
Paham (Part 1)
Siapa Aku? Aku hanyalah seorang wanita dari milyaran manusia di muka bumi ini, wanita yang mempunyai banyak pertanyaan dalam hidupnya dan selalu mencari jawabannya sendiri, tentang arti hidup yang ia
0
0
Paham (Part 2)
Tidak lama setelah ibu selesai menulis di lembaran kertas, ada ibu-ibu yang menghampiriku dia mengukur badanku menggunakan tali pengukur badan, sepertinya dia akan menjaitkan baju untukku, aku masi ti
0
0
Hujan dan Keraguan
Rumah beratapkan genteng berwarna merah bata kokoh berdiri. Di ambang pintu berwarna cokelat seorang gadis berusia 20 tahun tengah berbaring menatap langit biru, bersih, dan tidak berawan. Kaki yang i
0
0
Buta (Part 5)
“Yo, kayaknya minus kakak kamu nambah, deh?” cerita kak angel yang sedang merapikan kembali penampilan gue. Ya, sebelumnya gue sudah mencoba berdandan, istilah bagi perempuan. Tapi karena gue tidak bi
0
0
Sepucuk Surat dari Bapak (Part 2)
Angin mendesir menggoyangkan beberapa pohon hingga tega menjatuhkan beberapa lembar daun yang bercokol mesra yang masih ingin menggantung di ranah sang ranting. Daun yang berserakan di pelataran kampu
0
0