NovelToon NovelToon
Aku (Bukan) Selingkuhan

Aku (Bukan) Selingkuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:910.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Monica Dewi

Jesslyn telah menikah selama satu tahun dengan Peter, tetapi ia malah hamil dengan pria lain. Berselingkuh? Tidak, ia tidak berselingkuh. Peter sendirilah yang telah tega melemparkan istrinya itu ke ranjang Jayden--seorang bos besar dalam dunia bisnis--demi menyelamatkan perusahaannya.

Namun, siapa sangka jika Jayden malah jatuh hati pada wanita cinta satu malamnya itu. Dengan berbagai cara, Jayden pun berusaha untuk merebut Jesslyn dan bayinya dari tangan Peter.

Berhasilkah rencana Jayden?
Ataukah Jesslyn akan memaafkan perbuatan Peter dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Kesalahan Design

Diana ingin mengajak Jesslyn ke ruangannya, maka dengan begitu ia baru bisa mengintimidasi Jesslyn sepuasnya. Namun, Jayden pun segera menghentikannya.

"Tidak perlu. Jika sudah sampai di sini lebih baik kita gunakan saja ruang rapat itu. Lagi pula aku juga ingin melihat design-design itu," ucap Jayden kemudian ia pun beralih kepada Steve dan Cindy.

"Kalian kembalilah dulu," titah Jayden yang langsung berjalan menuju ruang rapat setelah ia melepaskan tangan Diana yang sedari tadi terus memeluknya.

Diana pun terkejut dengan sikap Jayden. Ia menjadi semakin yakin jika Jayden memang memiliki hubungan spesial dengan Jesslyn, tetapi ia juga hanya dapat menyetujui tindakan Jayden saja. Tak peduli di mana pun tempatnya, Diana bertekad akan mempermalukan Jesslyn di depan Jayden hari ini.

"Ya sudah, ayo kita ke sana!" ketus Diana kepada Jesslyn.

Jesslyn pun hanya bisa menghela nafasnya. Ia tahu jika ia tidak akan mudah untuk keluar dari situasi ini. Namun, ia harus tetap tenang dan bersikap profesional.

'Kuharap ini tidak akan menjadi lebih buruk lagi.'

Jesslyn pun melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri mengikuti dua makhluk penguasa di depannya itu. Akhirnya mereka bertiga pun sampai di ruang rapat. Jayden kemudian mempersilahkan Jesslyn untuk duduk. Ia sebenarnya bukan ingin melihat rancangan design itu.

Ia hanya ingin bertemu dengan Jesslyn sedikit lebih lama, dan melihat trik apa yang akan dilakukan oleh Diana terhadap wanita itu. Jayden tahu, Diana pasti sedang cemburu dengannya, dan mencurigai Jesslyn sebagai salah satu dari kekasih gelapnya. Hal itu tercermin dari sikap Diana yang selalu bertingkah mesra kepada Jayden.

Jesslyn memberikan sebuah amplop besar berisi rancangan design gaun dan perhiasan itu kepada Diana. Diana duduk di pegangan kursi Jayden dan menyandarkan separuh tubuhnya pada lengan kekar pria itu. Jesslyn pun hanya memutar matanya, jengah karena Diana lagi-lagi mengumbar kemesraan dengan Jayden di hadapannya.

Jesslyn pun menarik kursi dan duduk di seberang meja, agak berjauhan dengan kedua orang itu. Bukan karena ia cemburu. Tidak sama sekali. Ia bahkan tidak peduli dengan kisah percintaan romantis mereka.

Jesslyn menjauhi mereka karena ia akan merasa pusing dan mual saat berdekatan dengan kedua orang itu. Entah mengapa ia tidak suka mencium aroma parfum yang dikenakan oleh Jayden dan Diana yang menurutnya sangat menyengat.

Diana pun membuka amplop yang diberikan oleh Jesslyn tadi dan mulai menanyai Jesslyn tentang produknya. Jesslyn menjawab setiap pertanyaan Diana mengenai detail design itu dengan lugas.

Mulai dari material bahan yang digunakan, kisaran harga, waktu penyelesaian design, hingga hal-hal yang menginspirasi para designer itu dalam membuat rancangan tersebut. Namun, rupanya hal itu tidak membuat Diana puas. Ia pun segera membanting lembaran kertas itu ke atas meja di hadapan Jesslyn.

"Cih! Kau sebut ini barang bagus?! Ini adalah design terburuk yang pernah aku lihat! Bahan-bahan yang kalian gunakan berkualitas rendah. Apa kalian sedang mempermainkanku? Aku tidak akan memakai rancangan murahan itu," cibir Diana.

"Apa?! Tetapi, Manager Shen, designer itu bilang bahwa Anda sendirilah yang menginginkannya menggunakan material jenis ini untuk rancangan gaun dan perhiasan Anda."

"Apa kau gila?! Bagaimana mungkin aku mau menggunakan design seperti itu! Atau mungkin sebenarnya kaulah yang ingin mempermalukan aku di pesta perjamuan nanti!" tuding Diana dan Jesslyn pun segera membantahnya.

"Maaf, Manager Shen. Aku tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang Anda tuduhkan tadi. Semua yang baru saja aku terangkan kepada Anda, adalah berdasarkan informasi yang kudapatkan langsung dari designer gaun dan perhiasan itu sendiri."

Jesslyn memang menjelaskan semuanya berdasarkan apa yang dikatakan oleh para designer itu tadi pagi. Namun, karena merasa Jesslyn telah merebut peluang mereka untuk datang ke kantor pusat, maka para designer itu pun sengaja memberikan arahan yang salah kepada Jesslyn.

Jesslyn yang memang tak terlalu paham akan design pun, hanya bisa mencatat dan mengingat semua petunjuk dari mereka saja. Walaupun sebenarnya ia sedikit curiga karena para designer itu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas lebih rendah dan tidak sesuai dengan tema acara.

Namun, para designer itu meyakinkan Jesslyn jika ini adalah permintaan dari Diana, karena Diana beralasan ingin tampil dalam balutan gaya yang lebih sederhana. Maka Jesslyn pun mempercayai hal itu. Namun, kini saat Diana marah kepadanya, ia tahu jika mereka telah merencanakan semua ini untuk menjebaknya. Meskipun, Jesslyn tidak mengerti apa alasannya.

"Manager Shen, aku sungguh mendapatkan semua informasi ini dari para designer itu. Anda bisa langsung mengkonfirmasi hal ini kepada mereka. Namun, jika memang Anda kurang puas dengan design-design ini, maka kami bersedia untuk mengubahnya lagi sesuai dengan keinginan Anda," terang Jesslyn mencoba untuk bersikap tenang dan profesional. Berharap agar dapat mengendalikan situasi ini. Namun, Diana semakin marah dan berdiri mendekati Jesslyn.

"Heh! Mengubahnya lagi?! Berapa lama lagi waktu yang akan diperlukan untuk mengubahnya? Apa kau tahu, jika apa yang akan aku pakai di acara nanti, akan menjadi sorotan publik yang akan mengangkat nama baik MD Inc. sebagai perusahaan mode ternama. Tetapi, aku sungguh tidak menduga jika MD Inc. sangat tidak profesional. Mereka bahkan dapat membuat kesalahan memalukan seperti ini."

Diana terus memojokkan Jesslyn dengan berbagai macam tuduhan dan bahkan mengikutsertakan nama baik MD Inc., tetapi Jesslyn tidak dapat membalasnya. Kepalanya kembali pusing dan ia merasakan perutnya yang sangat mual, karena mencium aroma parfum Diana yang kini sudah berdiri tepat di sebelahnya. Jesslyn kemudian segera bangkit dari kursinya dan menjauh beberapa langkah dari Diana.

"Maaf, Manager Shen. Aku sungguh tidak bermaksud untuk mengecewakan Anda, apalagi sampai mempermalukan Anda dan mempertaruhkan nama baik MD Inc. Ini adalah kesalahan kami maka kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar pesanan design yang Anda inginkan dapat selesai tepat waktu."

Jesslyn menarik napasnya dalam dan berusaha menahan dirinya agar tidak muntah di ruangan ini, tetapi kemudian keringat dingin pun mulai membasahi dahinya.

Diana masih menyudutkan Jesslyn dengan berbagai komplain-nya yang tidak masuk akal dan terus berjalan mendekati Jesslyn. Aroma parfum yang dikenakan Diana sungguh menyengat di indera penciuman Jesslyn dan membuatnya mual.

"Tunggu, Manager Shen. Jangan mendekat."

"Kenapa? Apa kau merasa bersalah sekarang dan takut padaku karena kedokmu mulai terbongkar? Heh!" sinis Diana yang kini telah berada sangat dekat dengan Jesslyn. "Kurasa ini semua bukan kesalahan team design, tetapi ulahmu!"

Diana tertawa melihat wajah pucat Jesslyn. Ia mengira jika Jesslyn sedang ketakutan karena ia terus memojokkannya dengan berbagai tuduhan sejak tadi.

"Kumohon jangan mendekat, Manager Shen," pinta Jesslyn, tetapi Diana tidak menggubrisnya.

"Jangan mendekat kataku!" teriak Jesslyn tanpa sadar seraya menutup mulutnya yang sudah sangat mual.

"Kau ...! Kau berani berteriak kepadaku?!" geram Diana.

"Sekretaris Jiang, apa kau baik-baik saja?" tanya Jayden yang melihat keanehan pada sikap Jesslyn.

Jayden kemudian segera bangkit dari kursinya dan mendekati Jesslyn. Ia memang tidak membuka suaranya sejak tadi karena ia memang hanya berniat untuk melihat pertunjukan menarik. Namun, saat melihat wajah Jesslyn yang tampak pucat, entah mengapa Jayden pun merasa khawatir.

"Aku baik-baik saja, Presdir Zhou," ucap Jesslyn yang langsung menepis sentuhan tangan Jayden yang ingin memeriksa keadaannya.

"Maaf, aku permisi sebentar."

Karena tak dapat menahannya lagi, Jesslyn kemudian langsung berlari ke arah toilet yang berada di ujung lorong di lantai ini. Setelah masuk ke dalam toilet, ia pun segera memuntahkan semua isi perutnya.

Akhir-akhir ini indera penciumannya memang menjadi sangat sensitif. Ia tidak suka mencium aroma tertentu yang menurutnya sangat menyengat. Kepalanya akan terasa pening dan ia akan mual seketika.

Ini memang adalah salah satu gejala kehamilan di trimester pertama. Dokter telah memberikan obat pereda mual kepadanya, tetapi karena sejak pagi ia sibuk menangani masalah design Diana, maka ia pun lupa untuk mengkonsumsinya.

Di ruang rapat, Jayden merasa kesal karena Jesslyn menghindarinya tadi. Ia tidak mengetahui jika Jesslyn sedang merasa mual karena aroma parfum yang ia dan Diana kenakan.

'Ada apa dengannya? Apa dia buta? Mengapa sikapnya begitu dingin padaku? Dia bahkan tidak terkesan padaku sama sekali. Jika waktu itu dia dalam keadaan sadar, apa dia akan menolak berhubungan denganku? Cih! Menyebalkan!' desis Jayden kesal.

Ia telah terbiasa dengan para wanita yang selalu memujanya dan mengharapkan cintanya. Berbanding terbalik dengan sikap Jesslyn yang malah terkesan tidak peduli dengannya di saat Diana terus bersikap mesra pada Jayden. Hal itu pun malah membuat pria itu merasa semakin kesal. Terlebih lagi, Jesslyn juga menolak saat Jayden akan menyentuhnya.

Sama seperti Jayden, Diana pun kesal karena Jesslyn telah berani membentaknya tadi dan Jesslyn juga sepertinya tidak merasa cemburu sama sekali. Diana pun mulai ragu akan kecurigaannya yang mengira jika Jesslyn mempunyai hubungan dengan Jayden. Namun, ia tak mau mengambil resiko. Ia harus menuntaskan rencananya.

Diana kemudian diam-diam mengirimkan pesan kepada Cindy, agar asistennya itu membawa para designer yang merancang gaun dan perhiasan itu untuk datang ke ruang rapat ini. Diana sudah mempersiapkan semuanya untuk menyingkirkan Jesslyn dari perusahaan ini. Diana juga menghasut Jayden agar pria itu dapat mendukung keputusannya nanti.

"Jayden, kau lihat, 'kan, wanita tadi? Sikap macam apa itu? Seorang sekretaris CEO dari perusahaan mode ternama malah melakukan banyak kesalahan. Apalagi dia bukan hanya tidak mengakui kesalahannya, tetapi dia juga telah berani berbicara kasar kepadaku.

Jika ini terus berlanjut maka akan mempengaruhi citra perusahaan kita ke depannya. Bagaimana jika ia bersikap seperti tadi saat bertemu dengan klien penting nanti? Bukankah ini akan membuat nama baik MD Inc. dan Zhou Corp. ikut tercemar?" hasut Diana.

Melihat Jayden yang diam saja, Diana pun kembali berujar, "Sebagai seorang sekretaris dari perusahaan sebesar MD Inc., tetapi dia tidak dapat menangani sebuah masalah kecil dengan baik. Maka apa kita masih perlu untuk mempertahankan orang seperti itu di sini dan menunggu hingga dia membuat kekacauan yang lebih besar?"

"Apa maksudmu?!" tanya Jayden menatap Diana.

"Kita pecat saja dia."

.

.

.

1
Sindyy
astagayyy🤣
anie Yustiani
duh...padahal bibinya Jayden ahli obat2an herbal kasihan Jessy
anie Yustiani
hadeeeuh Lydia kamu menggali kuburanmu sendiri
anie Yustiani
aiiish nikahnya kok gak ngundang2 diem2 bae 🤭🤣🤣
anie Yustiani
yg datang pasti bibinya Jayde nih
anie Yustiani
waahh Eric kamu gak kapok ya gimana murkanya Jayden habislah kamu 🤔
anie Yustiani
kasihan amat sih Jessy jadi pihak yg teraniaya selalu
anie Yustiani
hmmmm puaasss wkwkwkwk
anie Yustiani
paling sebel klo cerita novel ada pembulyan
anie Yustiani
seandainya Jessy tau bahwa peterlah yg telah menjualnya kepria lain dan seandainya Jessy tau klo peter seorang gay?
anie Yustiani
aku kok gak setuju klo jessy balikan lagi dg peter apa lagi ibunya peter yg toxic pemeras lagi
anie Yustiani
haiiish sumpah aku sih pinginnya Jessy sama Jayden hayolah bongkar bongkar smua klakuan peter biarJessy mantap utk cerai, jujur greget dg karakter Jessy yg mau2nya bertahan dg ibu mertua toxic bgitu spt gak punya hrg diri ...😠
anie Yustiani
steve sabar...jangan buruk sangka mulu sama boss aroganmu nanti kau akan terkejut sendiri stelah tau mksd dan tujuannya jayden wkwkwk
anie Yustiani
Morgan atau Zach ayahnya Jessy jika benar ternyata Jassy kturunan sultan juga donk
anie Yustiani
ibu mertua yg bener2 gak punya akhlak karakternya turun ke peter, aku greget sama jessy knp gak minta cerai aja sih sdh jelas2 terzolimi kok ya msh bertahan dg keluarga yg toxic
anie Yustiani
waah sptnya Morgan ayah kandung Jessy
anie Yustiani
knp gak dibuka aja kelakuan peter terhadap istrinya biar Jessy melek mata siapa peter sbnrnya
anie Yustiani
kereen lah ...akhirnya Peter Eric merasakan senjata makan tuan..
anie Yustiani
wah klo Jayden tau habislah si Peter ini smg di celaka krn penyakit HIV
anie Yustiani
duh smg alur crtnya gak ber tele2 yaaa othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!