NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Taring di Leher Hutan

Hujan di Hutan Pinus Mati tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sebaliknya, badai semakin mengganas, mengubah jalan setapak menjadi sungai lumpur yang licin.

Ren Zhaofeng berjalan dengan ritme yang stabil. Plak... Plak... Suara langkah kakinya sengaja dibuat berat, meninggalkan jejak yang jelas. Dia adalah umpan yang berjalan, memanggil predator untuk datang.

Dan predator itu datang lebih cepat dari dugaan.

Tiga kilometer dari kedai teh yang terbakar, Zhaofeng berhenti di tengah sebuah jembatan gantung tua yang melintasi jurang berbatu.

"Lokasi yang klise," gumam Zhaofeng.

Jembatan ini adalah titik sempit yang sempurna. Tidak ada jalan lari ke kiri atau kanan.

Tiba-tiba, suara hujan berubah.

Sring!

Tiga bayangan melesat dari balik pepohonan di ujung jembatan. Mereka tidak bersuara, kaki mereka tidak menyentuh papan kayu jembatan, melainkan meluncur di atas tali penyangga jembatan.

Mereka adalah Tiga Taring Maut.

Tiga pria kurus dengan jubah abu-abu ketat yang menyerupai kulit ular. Wajah mereka tertutup masker besi berbentuk rahang serigala. Senjata mereka unik: Dua bilah belati melengkung yang bergerigi seperti taring, dilapisi racun hijau yang menyala dalam gelap.

"Target dikunci," desis Taring Satu (Pemimpin) yang berada di tengah. "Formasi Segitiga Maut!"

Mereka tidak membuang waktu untuk bicara omong kosong. Taring Satu menyerang dari depan, sementara Taring Dua dan Tiga melompat ke udara, melempar tali berkait ke arah tiang jembatan di belakang Zhaofeng, lalu berayun untuk menyerang dari belakang.

Serangan jepit tiga arah.

Zhaofeng tidak bergerak. Dia mendengarkan desingan belati mereka.

Kiri belakang. Kanan belakang. Depan.

Kultivasi mereka? Setengah Langkah Pengumpulan Qi. Mereka belum memadatkan Qi cair, tapi tubuh mereka sudah melampaui batas manusia biasa. Dan koordinasi mereka... seperti satu pikiran dalam tiga tubuh.

"Mati!"

Taring Satu menusuk dada Zhaofeng. Taring Dua mengincar ginjal kiri. Taring Tiga mengincar leher kanan.

Dalam situasi normal, tidak ada jalan keluar.

Tapi Zhaofeng tidak bermain dengan aturan normal.

Dia tidak mencabut pedangnya. Dia menghentakkan kakinya ke papan jembatan.

"Seni Pedang Tanpa Wujud: Gema Gravitasi - Pemberat!"

BOOM!

Zhaofeng menyalurkan aura gravitasi dari Pedang Hitam di punggungnya ke struktur jembatan. Jembatan tua yang rapuh itu tiba-tiba menerima beban setara sepuluh ekor gajah.

KRAAAK!

Tali penyangga jembatan putus seketika.

Lantai jembatan runtuh ke bawah.

"Apa?!" Ketiga pembunuh itu panik. Pijakan mereka hilang. Serangan mereka meleset karena target mereka jatuh duluan.

Zhaofeng, Taring Satu, Dua, dan Tiga... semuanya jatuh bebas ke dalam jurang sedalam lima puluh meter.

Di udara, gravitasi adalah raja.

"Kau gila! Kita semua akan mati!" teriak Taring Dua, mencoba menembakkan kait ke dinding tebing.

"Kalian yang mati," jawab Zhaofeng tenang di tengah angin jatuh bebas.

Di udara, Zhaofeng justru merasa di rumah (berkat latihan di Lembah Angin Puyuh). Dia memutar tubuhnya, mencabut Pedang Hitam-nya.

Dia menjadikan Taring Satu yang jatuh di dekatnya sebagai pijakan.

BUKK!

Zhaofeng menginjak dada Taring Satu, menggunakan tubuh musuhnya sebagai landasan loncat untuk meluncur ke arah Taring Dua.

Taring Satu muntah darah, tulang rusuknya hancur, dan tubuhnya meluncur lebih cepat ke dasar jurang.

Zhaofeng memotong tali kait Taring Dua di udara.

Sreets!

"Tidak!"

Taring Dua kehilangan pegangan. Zhaofeng menebas lehernya saat berpapasan di udara.

Slash!

Dua taring patah sebelum menyentuh tanah.

Tinggal Taring Tiga. Dia berhasil menancapkan belatinya ke dinding tebing, bergelantungan dengan napas memburu. Dia menatap ke bawah dengan ngeri.

Zhaofeng?

Dia tidak jatuh. Dia telah menancapkan Pedang Hitam-nya ke dinding tebing, menghentikan jatuhnya sepuluh meter di bawah Taring Tiga.

"Satu tersisa," kata Zhaofeng, mendongak (mengarahkan telinga) ke atas.

Taring Tiga gemetar. "Kau... kau menghancurkan jembatan hanya untuk mengacaukan formasi kami?"

"Formasi butuh tanah pijakan," kata Zhaofeng. Dia mencabut pedangnya dari dinding, lalu mulai memanjat naik dengan menusukkan pedang dan tangannya ke batu, merayap seperti laba-laba.

"Jangan mendekat!" Taring Tiga melempar pisau-pisau terbang beracun ke bawah.

Zhaofeng hanya memiringkan kepalanya ke kiri dan kanan, menghindari pisau-pisau itu berdasarkan suara anginnya.

Jarak semakin dekat. Lima meter. Tiga meter.

Taring Tiga putus asa. Dia memutuskan untuk lari. Dia merayap naik ke atas tebing secepat mungkin.

Tapi Zhaofeng melakukan hal yang tidak terduga.

Dia melepaskan pegangannya dari tebing. Dia membiarkan dirinya jatuh lagi sesaat untuk mengambil momentum... lalu dia melempar Pedang Hitam-nya ke atas dengan sekuat tenaga.

"Terbanglah."

Pedang seberat seratus kilogram itu melesat ke atas melawan gravitasi, berputar seperti bor hitam.

JLEB!

Pedang itu menembus punggung Taring Tiga, menembus dada, dan menancap kuat ke batu di depannya, memaku pembunuh itu ke dinding tebing seperti serangga koleksi.

"Argh..." Taring Tiga meronta sebentar, lalu diam.

Zhaofeng mendarat di sebuah tonjolan batu di bawah. Dia menunggu beberapa saat, mendengarkan detak jantung musuh berhenti total.

"Selesai."

Dia memanjat naik, mengambil kembali pedangnya, dan mengambil cincin penyimpanan ketiga pembunuh itu.

Isinya lumayan. Beberapa ribu Batu Roh, racun kualitas tinggi, dan sebuah peta.

Zhaofeng membuka peta itu di bawah guyuran hujan. Peta itu menunjukkan rute rahasia menuju Kota Perbatasan Barat. Dan ada satu titik yang dilingkari merah di tengah hutan besar sebelum kota.

"Pos Peristirahatan - Markas Cabang 3."

Zhaofeng meraba lingkaran merah itu.

"Jadi mereka punya pos di jalan ini," gumamnya. "Zi Zhu (si pemburu wanita) pasti lari ke sana."

Zhaofeng menyarungkan pedangnya. Dia tidak kembali ke atas tebing karena jembatan sudah putus. Dia berjalan menyusuri dasar jurang yang berbatu, mengikuti aliran sungai kecil yang mengarah ke barat.

"Tiga Taring sudah patah. Selanjutnya, aku akan mencabut seluruh rahangnya."

Hujan mulai reda, digantikan oleh kabut malam yang dingin. Sosok Zhaofeng menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan tiga mayat yang menjadi peringatan bagi siapa pun yang berani mengejarnya.

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!