NovelToon NovelToon
Revenge And Love

Revenge And Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.

Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.

Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?

Silahkan baca kisahnya 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

R&L bab 10

Minggu, adalah hari yang di nantikan oleh sebagian besar orang yang mendapatkan jatah hari liburnya di hari tersebut. Termasuk Felicia, usai sarapan pagi bersama keluarganya, ia bersiap akan pergi bermain golf bersama teman-teman lamanya.

Bersama Freya, ia memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri dan meminta sopir mereka untuk beristirahat selama seharian penuh.

Setelah sampai di tempat yang biasa ia kunjungi, Felicia mengeluarkan semua peralatan golf yang ia miliki. Sebelum bermain, ia memilih untuk duduk sejenak menikmati cappucino yang Freya pesan.

"Ken!" teriak Freya tiba-tiba sambil melambaikan tangan ke arah seorang laki-laki berpakaian olahraga dengan topi berwarna putih.

"Hai!" Ken melambai, lalu mendekat. "Kesini juga?" tanya Ken.

"Ya, kak Felicia yang main," jawab Freya. "Sini, duduk," pintanya.

Ken pun duduk di kursi kosong dekat Felicia, meja bundar itu kini di kelilingi oleh dua wanita cantik dengan seorang lelaki tampan yang menawan.

"Oh, ya. Bagaimana dengan calon pacarmu, kalian sudah resmi jadian?" tanya Freya antusias, sedangkan Felicia hanya diam sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, menunggu teman-teman lamanya datang.

"Dia menolakku," jawab Ken tenang. Seketika Felicia menoleh, menatap Ken dengan perasaan ingin tau.

"Hah, menolakmu. Apa dia nggak tau sekeren apa Kendrict Arsenio sampai-sampai dia menolak cintamu?" tanya Freya.

"Sudahlah, Freya. Bukan masalah, aku nggak terlalu mengkhawatirkan perasaanku."

"Baiklah, mungkin dia bukan jodohmu."

Ken menganggukkan kepala, menyetujui pemikiran Freya. Beberapa saat kemudian, orang yang tidak di sangka-sangka pun menyapa Felicia, laki-laki bertubuh tinggi dengan tampilan cool menyapa ramah.

"Felicia, kamu bermain disini?" tanya Evans, laki-laki itu berdiri di belakang kursi Felicia dan kedua tangannya bertumpu pada sandaran kursi.

"Ya," jawab Felicia cuek.

"Mau bermain denganku?"

"Maaf, Evans. Aku bermain dengan teman-temanku," ujar Felicia, ia langsung berdiri dan berlalu meninggalkan Evans yang bengong di tempatnya. Freya tidak heran, ia memilih tetap duduk menemani Ken mengobrol.

"Ah, wanita lari karena ingin di kejar. Aku suka," decak Evans, Freya yang mendengar perkataan laki-laki itu, seketika mengerutkan kening. Dalam hati Freya mengutuk sikap Evans yang terlalu percaya diri.

Setelah kepergian Evans menyusul Felicia, Freya mulai bercerita tentang rencana perjodohan hingga keengganan Felicia untuk menerima sosok Evans sebagai laki-laki yang di jodohkan dengannya.

Ken nampak serius mendengarkan setiap cerita dari Freya, ia mulai tertarik dan terus menggali informasi yang bisa ia gunakan untuk menarik Felicia mendekatinya.

"Kak Feli menggilai situs kencan online. Aku heran, dia suka sekali bertukar pesan dengan laki-laki misterius," jelas Freya.

"Benarkah? Felicia bergabung di situs kencan online?" tanya Ken.

"Ya, sudah beberapa bulan terakhir."

Freya mulai bercerita tentang kebiasaan kakaknya yang suka chat dengan laki-laki yang tidak tau dari mana asal usulnya maupun wajahnya. Ken lebih tertarik, karena dirinya juga sedang asik menikmati situs tersebut, namun Ken tidak ingin menceritakan banyak tentang dirinya.

Saat mereka sedang asik bercerita, tiba-tiba Felicia kembali dengan wajah masam. Ia terlihat sedang tidak berselera untuk bermain meskipun teman-temannya sudah asik mengejar bola di lapangan.

"Dasar penguntit!" gerutu Felicia sambil menghempaskan diri di kursinya.

"Ada apa, Kak?" tanya Freya.

Felicia tidak menjawab, ia hanya memberi isyarat pada Freya untuk melihat laki-laki yang berdiri di dekat tiang bendera. Ternyata, Felicia kesal karena Evans terus mengikutinya, ia merasa terganggu.

Freya menuju bar untuk memesan minuman baru untuk Felicia, kali ini, ia memesan jus jeruk agar bisa mendinginkan pikiran Felicia yang mulai memanas.

"Dia sepertinya menyukaimu, Felicia," ujar Ken.

"Siapa? laki-laki itu?" tanya Felicia sambil melirik Evans.

"Tentu saja, siapa lagi."

"Bukan tipeku!" jawab Felicia ketus.

Hari minggu yang di perkirakan akan membuat Felicia senang karena bisa kembali bermain dan berkumpul dengan teman lama, nyatanya malah membuatnya hilang selera dan kesal karena kehadiran Evans yang tidak di sangka-sangka.

Baru dua jam berada di sini, Felicia sudah mulai bosan dan mengajak Freya untuk kembali pulang.

"Kenapa kalian buru-buru?" tanya Ken pada Freya.

"Aku sudah muak melihat laki-laki itu," sela Felicia.

"Ada satu cara agar dia berhenti mengejarmu," ujar Ken, membuat Freya dan Felicia mengalihkan pandangan pada laki-laki bertopi itu.

"Katakan!"

"Mencari pasangan," jawabnya. "Dengan kamu memiliki seorang pacar, dia akan mundur perlahan."

Felicia menyipitkan mata, mencerna apa yang baru saja Ken ucapkan. Jika di pikirkan, pernyataan itu memang benar. Untuk menghindari Evans, Felicia harus memiliki seorang pacar, paling tidak, pacar bohongan.

"Bagaimana kalau aku membayarmu untuk menyamar sebagai pacarku?" tawar Felicia pada Ken.

Ken tergelak, ia tertawa mendengar tawaran Felicia.

"Maaf, aku nggak suka berpura-pura. Bagaimana kalau pacaran sungguhan?" tanya Ken balik.

Felicia menggebrak meja lalu berdiri kasar. "Dasar gila!" decaknya, ia pergi menuju pintu keluar.

"Ken, kau membuatnya kesal," ujar Freya sambil menyusul kakaknya yang sudah berjalan menjauh.

Ken melihat dua wanita yang berjalan cepat meninggalkannya. Ia menyeruput cappucino miliknya, memikirkan tentang langkah-langkah selanjutnya.

Pikiran Ken masih tertuju pada cerita Freya tentang perjodohan antara Felicia dan Evans. Ken memang tidak mengenal Evans secara langsung, namun ia tau bagaimana buruknya reputasi laki-laki itu sebagai seorang pebisnis.

Evans, pernah terlibat kekerasan dan penganiayaan pada seorang wanita di kamar hotel tempat ia bekerja dua tahun lalu, sebelumnya, Evans juga sering terjerat kasus hukum tentang perkelahian.

Jika sampai perjodohan antara Evans dan Felicia terjadi, maka Ken tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk membalaskan dendamnya. Untuk itu, Ken sedang berpikir serius, mencari jalan pintas untuk tujuannya.

"Ken, serius banget, mikirin apa, sih!" Seorang laki-laki berpakaian olahraga ketat dengan santainya menepuk bahu Ken, ia duduk bersebelahan.

"Kau kenal Evans Jarvis, Vin?" tanya Ken, Gavin, adalah teman sekaligus sahabatnya, Ken datang ke tempat ini atas ajakan sahabatnya yang juga hobi bermain golf.

Gavin terkekeh geli. "Kenapa membicarakan bajing*n sepertinya?"

"Dia bukan urusanku, hanya saja, dia mendekati Felicia, dan keluarga Maheswari berencana menjodohkan mereka," jelas Ken.

"Seriously? kau kalah start, Bro!" ledek Gavin. "Evans itu terkenal akan kegilaannya, dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, meskipun itu bisa mengorbankan keselamatan seseorang."

Ken menatap sahabatnya, ia mulai memikirkan cara untuk mengambil langkah cepat sebelum semuanya terlambat.

"Kau sudah berjalan sejauh ini, tujuanmu semakin dekat, kamu harus mengambil jalan pintas sebelum si kurang ajar itu menyeret Felicia ke dalam pelukannya," desis Gavin.

Ken mengangguk paham, ia pun setuju dengan saran Gavin. Mereka keluar dari tempat itu dan berlalu ke apartemen milik Ken, mereka tidak bisa membicarakan rencana mereka di tempat umum. Selain yang berada dalam target adalah anak-anak konglomerat, Ken juga tidak mau terlibat masalah selain tentang Felicia.

🖤🖤🖤

1
ZrLee Darman
oh Gavin..aku padamu 😘
ZrLee Darman
ken kamu lebih jahat dari Evan
ZrLee Darman
wah hilang respek aku sama Ken... sangat jahat ternyata 😏
Rofiko Abdulgani
Bagus feli👍
Vitriani
Luar biasa
nobita
makasih thor... utk karya yg luar biasa apik banget... semangat berkarya.. dan semoga author selalu sehat.. sukses
nobita
aku suka sikap Gavin yg pandai merayu...
nobita
puncaknya seorang wanita marah adalah DIAM...
nobita
alur ceritanya apik banget... hebatnya ini author kesayangan kuu
Vey Vii: Sayang kamu juga kak 🥰🥰
total 1 replies
nobita
hadehhh hampir terbongkar rahasia nya Ken...
nobita
semoga Ken nanti bucin akut ke Felisia...
nobita
itu namanya baju dinas malam Ken.. mengertilah
nobita
Gavin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Freya...
nobita
hadehhh jadi saling menyalahkan antara Evans dan Hanry
nobita
alur ceritanya yg apik... bikin penasaran
nobita
hmmm awal yg menarik
Nana Niez
mantab
Nana Niez
MasyaAllah mbak nya perfect sekali
Fitri Riyani
Luar biasa
Nella Sinaga
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!