Cover by @Iqbald26
Butuh waktu untuk menyadari sebuah perasaan,bahkan tidak jarang kita terluka bahkan melukai.
Sebatas Pengganti mengajarkan kita untuk bermain rasa, menikmati sebuah kebahagiaan dari luka kecil. Sampai akhirnya kita benar-benar tau apa itu kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat
Kevan dan Larissa telah kembali ke kantor yang jaraknya tidak jauh dari kafe Kirana. Seperti biasanya Larissa bersikap seolah pasangan Kevan,semua orang menyangka nya demikian. Hal itu tidak mengganggu Kevan,karena sejauh ini wanita yang berani menempel seperti benalu adalah Larissa,gadis yang jujur terhadap Kevan,dan bisa dibilang , Larissa,sangat mengerti diri Kevan, mangkanya dia berniat untuk menjadikan Larissa,pacar bohongannya agar bisa lepas dari pernikahan bersama Kirana.
Keduanya kembali bekerja,dan menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Selama seminggu ini Kevin dan Nadya sedang ada perjalanan keluar negeri, keduanya hanya memantau hubungan Kirana dan Kevan via telepon saja,dan mereka selalu menutupi pernikahan mereka dengan kata baik-baik saja,padahal kenyataannya tidak.
Di dalam ruangan kevan, Larissa sedang membacakan jadwal untuk besok,namun dihentikan oleh Kevan,dia tidak lagi bisa menahan kegelisahan dalam dirinya,dia butuh seseorang yang mau mendengarkan isi hatinya.
"Larissa,hentikan ocehan mu mengenai pekerjaan, sekarang duduklah sebagai sahabatku," ucap Kevan yang langsung dituruti oleh Larissa
"Baiklah, memangnya apa yang ingin kau katakan,tidak biasanya kau ingin membahas masalah pribadi di tempat kerja!," sahut Larissa penasaran
"Aku bingung harus bercerita sama siapa lagi,aku harap kamu bisa memberikan solusi untuk masalah ku,"
"Hmmh baiklah, katakan apa yang ingin kau bicarakan denganku?,"
"Larissa,aku sudah menikah," ucap Kevan dalam satu tarikan nafas
Larissa sedikit terkejut namun tidak ia tunjukkan,karena sebelum sebelumnya Kevan selalu mengeluh akan dijodohkan dengan wanita pilihan mamanya,jadi Larissa merasa tidak harus berekspresi berlebihan,lagi pula sebagai sahabat dia hanya ingin mendukung Kevan.
"Iya,lalu kenapa kalau kau sudah menikah?," Tanya Larissa Santai
"Apa kau tidak terkejut mendengar aku sudah menikah?," tanya Kevan yang melihat ekspresi sahabatnya datar-datar saja.
"Untuk apa terkejut? toh sudah lama kau meracau bahwa mama mu akan menjodohkan mu dengan wanita pilihannya,jadi bukan hal mengejutkan jika pernikahan itu terjadi,secara kau sangat takut dengan mama mu haha," ucap Larissa menggoda sahabatnya
"Sial kau! lalu aku harus bagaimana,aku tidak menyukai wanita itu,aku ingin berpisah dengan dia,"
"Jangan melawak kau, pernikahan baru berusia beberapa hari sudah ingin di akhiri,apa kamu ingin membuat mama mu terkena serangan jantung dadakan?," ucap Larissa
"Lalu aku harus bagaimana,hari ini mama dan papa akan pulang dari luar negeri,pasti mereka akan lebih sering menanyakan kabar pernikahan ini,aku sungguh tidak nyaman,"
"Kenapa harus bingung si,jalani saja seperti semestinya,ya meskipun pernikahan kalian karena perjodohan aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintainya,"
"Berbicara dengan mu tidak memberikan solusi yang baik untukku hhmh!!,"
"Halah kau saja yang tidak bisa menerima dan mencerna kata-kata ku,kamu terlalu egois. Harusnya kamu bersyukur dalam situasi seperti ini masih ada aku, perempuan cantik yang Sudi mendengar ocehan mu," ucap Larissa yang langsung berdiri dan akan dan akan meninggalkan ruangan kevan.
"Hey ... kau mau kemana,aku belum selesai bicara?,"
"Aku pikir kau sudah selesai,aku muak mendengar ocehan mu,dan saat aku memberikan saran kamu malah menolaknya dengan keegoisan mu,"
"Baiklah,maafkan aku,aku hanya belum terbiasa curhat masalah pribadi kepada orang lain."
"Yasudah, sekarang katakan apa yang ingin kamu bicarakan?,
"Iya akan ku ceritakan semuanya, seminggu yang lalu aku menikah dengan keponakan mama ku,yaitu anak dari sepupu mama ku. Aku meninggalkan wanita itu,sehari setelah kami menikah,aku tidur dalam ruang yang sama dengan dia,namun terpisah aku di atas kasur sedangkan dia tidur di lantai beralaskan tikar ..."
"Idihhh sadis sekali laki-laki ini, menyeramkan!," sahut Larissa memotong pembicaraan
"Aku masih bicara,jadi tolong jangan memotongnya!,"
"Baiklah, maafkan aku, sekarang lanjutkan ceritanya,"
"Menyebalkan! selama seminggu aku tidak bertemu dengan dia,dan pertama kalinya setelah menikah aku menemui dia saat bersama kamu tadi,"
Larissa mengerutkan keningnya,kapan dia bertemu istrinya Kevan.
"Jangan bercanda kau,kapan aku bertemu istrimu bahkan kau saja tidak mengakuinya,lalu bagaimana aku bisa mengetahuinya?,"
"Sadar atau pun tidak kita menemui dia di kafe!,"
"Hah kafe jangan bilang pas tadi kita makan siang istrimu melihat kita berdua?," tanya Larissa yang sangat terkejut
"Kenapa kau tidak bicara,pasti dia salah paham terhadap ku. Kau ini sungguh keterlaluan, sekarang katakan,siapa perempuan itu,aku akan menjelaskan semuanya?," Tanya Larissa dengan menggebu-gebu karena tidak ingin adanya sebuah kesalahan pahaman.
"Tidak perlu ,justru aku ingin meminta bantuan mu untuk pura-pura jadi kekasihku," ucap Kevan enteng yang membuat Larissa marah.
"Aku kecewa dengan sikap bodohmu,apa kau tau hati seorang wanita itu sangat rapuh,dia akan selalu mengingat setiap luka yang ditorehkan oleh siapapun termasuk suaminya. Apa kau tidak berpikir bahwa wanita yang ada di dekatmu dan begitu kamu sayangi,akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang kamu lakukan saat ini,Hah?," ucap Larissa dengan nada tinggi
"Tapi aku tidak menyukai pernikahan ini,"
"Cobalah menerimanya,bahkan sebelum mencoba kau sudah meninggalkan istrimu, bagaimana kamu bisa tahu kalau kamu akan menerima atau menolak pernikahan ini,kamu terlalu memikirkan diri sendiri,"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?,"
"Pulanglah! dan temui istrimu,mulai semuanya dari awal dan berusaha menjadi suami yang baik,jangan pernah mengecewakan seorang wanita,karena hidupmu tidak akan pernah bahagia,"
"Entahlah,aku masih ragu melakukannya,"
"Terserah dirimu,aku sebagai sehabat mu tidak ingin kamu melakukan kesalahan dan menyesalnya kemudian. Saran terbaikku adalah menerima pernikahan ini dan jadilah suami yang baik, kalau tidak terserah keputusan mu,aku hanya bisa berdoa bahwa apa yang kamu putuskan adalah yang terbaik,"
"Baiklah,terima kasih atas saran mu,aku akan mencoba melakukan semua yang kamu katakan,meski kutau itu tak akan mudah bagiku,"
"Berusahalah,aku yakin mama mu tidak menikahkan mu dengan wanita sembarangan,dan aku berdoa untuk kebahagiaan mu,"
Kevan tersenyum mendengar ucapan sahabatnya, disisi lain dia bersyukur bisa menceritakan segalanya, meskipun awalnya begitu berat.
Ditempat lain Kirana mencoba tegar dengan apa yang ia hadapi saat ini,Kirana memutuskan untuk tidak lagi berharap akan pernikahannya dengan Kevan. Sebagai seorang wanita Kirana akan menghormati keputusan suaminya,jika suatu saat ia akan diceraikan. Kirana bertekad untuk bersikap tidak peduli dan akan menjalani kehidupannya seperti sedia kala,dia akan menerima ketentuan apapun dari yang maha kuasa.
"Aku akan berjanji pada diriku sendiri,aku akan memutuskan pernikahan ini dengan diriku sendiri,dan aku akan baik-baik saja mulai saat ini dan seterusnya,"
***
Like,vote dan komen ..