kehidupan seorang putri dari konglomerat yang berjuang demi mempertahankan keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karinakarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
di rumah.
setelah Chen menikah lagi dengan Belinda, rumah yang dulunya tenang kini berubah menjadi sebuah keramaian yang setiap hari selalu ribut dan selalu ada pertengkaran.
Bu Sari Ada apa Bu, kenapa rambut Bu sari bisa basah seperti ini, habis mandi ya*tanya Jessy*
tadi nyonya Belinda mendorong saya di kolam renang non *jawab Bu sari*
apaaaa.... bagaimana bisa bu
nyonya Belinda meminta saya untuk meninggalkan nyonya Reina yang sedang saya bawa ke kolam renang untuk menikmati udara segar ,tapi karena saya tidak mau menuruti perintah nyonya Belinda, saya dibilang kurang ajar, lalu nyonya Belinda mendorong saya ke kolam renang non*jelas Bu sari*
apaaaa.... Bu Sari sebelumnya aku sangat berterima kasih pada Bu sari yang tidak menuruti permintaan Belinda untuk meninggalkan Mama ,Bu sari tenang aja, aku akan membuat perhitungan untuk mereka
Jessy jangan Jesy*ucap Reina* mama tidak mau ada keributan disini sayang
mama tenang aja ,tidak ada keributan disini,aku hanya memberitahu mereka sedikit*keluar kamar*
Jessy langsung mencari Belinda.
bibi......
iya non
dimana Belinda
beliau sedang pergi non
kemana bi
bibi kurang tau non,tapi sepertinya tidak ada yang bisa nyonya Belinda lakukan selain belanja
ohhh baikkah, terimakasih bi,halo pak nan,jika nanti Belinda datang jangan dulu bukakan pintu, halo pak wan,nanti jika Belinda datang,jangan bukakan pintu
ba baik non...
sepuluh menit kemudian.
tin tinnnnnnnnn
hei apa yang kau lakukan,cepat bukakan pintunya
maaf nyonya, tapiiiiii nona Jessy meminta untuk jangan langsung membukakan pintunya*jawab pak nan*
apa,aku ini bos mu disini,aku bisa memecat mu kapan saja,jadi cepat bukakan pintunya
duh bagaimana ini*ucap pak nan dalam hatinya*
pak nan tidak perlu kwatir,karna yang berhak mengeluarkan siapapun itu adalah mama, nyonya Reina*ucap Jessy tiba tiba datang*
hei Jessy,aku bisa adukan ini pada papamu,dan kamu bisa kena hukuman,jadi cepat bukakan pintunya
apa katamu,aku akan kena hukuman ,ahaha kau fikir siapa sih yang berani memberi hukuman calon direktur*jawab Jessy*
dasar sombong,akan aku telfonan papamu sekarang juga,Tut Tut tuttttt
mas,ini ak....*belum selesai Belinda bicara tiba tiba Jessy merebut ponselnya*
halo pa,papa tau tidak sekarang aku dan Belinda di mana,tadi Belinda mengajak aku ke mall loh pa,wah baik ya ternyata Belinda,yaudah deh pa nanti aku telfon lagi,disini berisik,dadah papa*ucap Jessy*
hah kau benar benar ,kembalikan ponselku*kemudian Belinda turun dan membuka sendiri pintu gerbangnya*.
malam harinya.
oh ya sayang, kamu tadi mengajak Jessy ke mall beli apa *tanya Chen*
emmmm Bu...
anu pa,Belinda ini mengajak aku beli baju beli, make up ,beli parfum ,beli tas, banyak deh pokoknya, iya kan Belinda*saut Jessy*
apa ,jadi mama ngajak Jessy ke mall,kenapa ga ngajak aku ma*ucap dara*
dara, kamu jangan marah dong sama mama kamu, mungkin mama kamu dan jessy sedang mulai untuk mengakrabkan diri*ucap Chen*
kapan Jessy ke mall dengan Belinda*ucap Reina dalam hatinya*
ya sudah kalau begitu langsung saja kita berdoa lalu kita makan bersama ya*ucap Chen yang hendak memimpin doa*
hari berikutnya.
mumpung ini hari Minggu,aku mau ajak mama jalan-jalan keliling komplek sama bu Sari ,mama mau kan *ucap Jessy*
mau banget sayang,oh iya Jessie, Mama sangat berterima kasih pada Tuhan karena mama punya anak seperti kamu*ucap Reina*
aaahhhhh, mama ini paling bisa ngebuat kepalaku jadi besar, udah yuk kita keliling sekarang nanti keburu panas
karena kamar reina berada di lantai tiga, tentu saja tidak mungkin bisa dilewati kursi roda tanpa menggunakan lift, namun saat Jessy sudah tiba di depan lift tiba-tiba lift mengeluarkan sinyal menunggu karna ada yang sedang turun ke lantai satu.
siapa yang berani menggunakan lift tanpa seizin ku*ucap Jessy*
setelah pintu lif terbuka ,Jessy,Reina dan ibu Sari langsung turun.
bi Sur,siapa yang tadi turun menggunakan lift*tanya Jessy pada bagian kebersihan yang berada di lantai satu*
emm tidak ada non*jawab bi sur*
jangan berbohong ,jelas-jelas saat aku mencet tombol lift untuk turun ,ada sinyal memberikan bahwa pintu lift sedang turun ke lantai 1,dan kau berada di sini tepat dekat pintu lift, jadi tolong jangan berbohong, jika tidak ,kau tidak mungkin menjawab pertanyaanku dengan gugup begitu
tapi sungguh non tidak ada yang turun dari lift
sepertinya bi sur mulai tidak memihak pada ku ,jangan-jangan dia juga dibayar lebih oleh Belinda untuk menantang perintahku ,oke baiklah*ucap Jessy dalam hatinya* ya sudah bi mungkin lift ku yang rusak*ucap Jessy*
saat hendak keluar pintu depan,Jessy melihat dara yang sudah berenang di pagi hari.
bi, bawa Mama ke depan dulu ya, aku ingin mengambil sesuatu yang ketinggalan*ucap Jessy*
baik non
namun Jessy menghampiri dara di kolam renang.
jadi tadi yang turun menggunakan lift ke lantai 1 itu kamu ,bukankah sudah aku peringatkan jika masih kuat melewati tangga tidak diharuskan untuk melewati lift ,apakah kau bodoh
tahu dari mana kamu aku menggunakan lift
karena sesaat setelah kamu masuk ke dalam lift ,aku memencet tombol lift dan ternyata sedang ada yang turun ke lantai satu ,aku yakin jika pelayan di rumah ini tidak akan ada yang belyani melawan perintahku
ya kau benar, memang aku yang menggunakan lift ,lagipula apa gunanya lift jika tidak digunakan ,adanya dibangun lift di rumah ini itu kan untuk digunakan ,bukan untuk sebagai pajangan ,jadi tidak masalah jika aku memakainya
Ada apa sih ini ,pagi-pagi sudah berisik sekali*ucap Chen yang turun ke lantai satu bersama Belinda*
ini Pa si Jessy ,aku cuman makai lift aja nggak boleh*ucap dara*
karna itu bukan lift untuk umum, tapi lift pribadiku*ucap Jessy*
Jessie ,lagian kamu ini aneh-aneh aja , lift itu kan memang digunakan untuk naik turun sayang*ucap Chen*
memang siapa yang bilang lift digunakan untuk kanan kiri, yang kumaksud disini adalah,aku dulunya membangun lift itu karena rumah papa yang sampai lantai 5,di tambah dengan kondisi Mama yang tidak memungkinkan untuk melewati tangga apalagi untuk menggunakan kursi roda, kalau lift ini digunakan untuk umum,lalu apa gunanya tangga di rumah ini
sudah sudah , jangan debat lagi soal lift, papa sama Mama mau jogging dulu mumpung ini hari libur, kalian kalau mau ikut ayo*ucap Chen*
noooooooo
oh jadi papa sama Belinda mau jogging, ya udah kalau gitu sekalian aku nitip mama ya, supaya mama juga dapat udara segar*ucap Jessy*
Jessie, kan sudah ada suster yang merawat Mama kamu, kenapa nggak kamu suruh suster aja buat ngajak reina keliling*ucap Belinda*
aku tidak menitipkan Mama aku padamu tapi aku menitipkan mama ku pada papa ,karena jika aku menitipkan Mama padamu, sudah jelas keselamatannya nyawa mamaku terancam*ucap Jessy*
yaudah yaudah papa mau kok ajak Reina jalan sekalian*ucap Chen*
mas....
sudah sayang gapapa
nah gitu donk ,itu baru namanya papa ku,yaudah yok mama udah di depan..