NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibujuk Ardi

Ritha menyesal tak bisa membantu promosi Aldo kecuali dengan membeli merchandise dari Ferin dan posting dukungan di seluruh media sosialnya. Berjuang menjadi idol itu ternyata butuh dana yang tidak sedikit. Ferin harus melakukan berbagai upaya di belakang panggung untuk mendongkrak popularitas Aldo. Berbagai gimik, rekayasa isu dan mobilisasi pendukung di belakang panggung harus bekerja sama kerasnya dengan upaya sang artis memperbaiki performa di atas panggung.

Ritha tidak kecewa, hanya menyesal tidak bisa total dalam mendukung karir Aldo. Padahal peluang jarang muncul dua kali.

Di sisi lain, rasa ragu mulai menyelinap di sudut hatinya. Seandainya bintang Aldo makin bersinar setelah ini, apa Ritha pantas dan sanggup mendampinginya? Hidup barunya sebagai idola pasti berbeda. Banyak rekayasa drama yang bertolak belakang dengan nurani Ritha yang masih lugu. Saat ini saja Aldo sama sekali tak terlihat merindunya. Mungkinkah dia sedang berakting sempurna atau sedang mengalihkan rindunya dengan larut di musik yang pada kenyataannya lebih dicintainya. Apalah daya, tak ada orang yang bisa meraba hati manusia lain meskipun itu kekasihnya sendiri.

Mungkin ada baiknya ia bersikap lebih realistis, sementara ini biarlah cinta tertanam dalam hati saja seperti pesan Aldo dalam lagu yang dibawakannya tadi. Tak perlu menuntut balas agar rindu memenuhi hatinya dengan bunga. Cukup mengagumi dalam diam dan menyokong semampunya tanpa perlu merasa bersalah. Toh Ritha juga tak bisa berkorban sebanyak cinta yang tersembunyi di dadanya.

Ritha tertidur dengan pikiran yang kusut. Bangun tidur pun tubuhnya masih terasa lesu kurang bersemangat. Tapi ia harus ke kantor pagi ini untuk memandu meeting tentang permintaan perubahan desain oleh owner super blok swargaloka pada bagian mall dan hotel. Bukan hanya modifikasi, ada perubahan desain mempengaruhi struktur dan jaringan MEP sehingga harus didesain ulang dan perlu keterlibatan seluruh tim proyek dan tim desain. Tanpa pemandu yang sabar, meeting dengan tim lapangan sering kali hanya berisi adu argumen tanpa solusi karena hampir seluruh tim konstruksi di lapangan adalah orang yang keras kepala dan terbiasa bicara kasar serta lantang karena sehari-harinya telinga mereka selalu terpapar bisingnya suara mesin-mesin, alat berat dan benturan benda-benda yang bersahut-sahutan di lokasi proyek. Selain terbiasa berteriak, biasanya pendengaran mereka juga agak terganggu.

Selesai shalat subuh, Ritha sengaja pergi ke luar kost mencari suasana baru. Jalan-jalan ke pasar kaget sabtu minggu guna mencari jajan pasar sekedarnya. Yang disebut pasar kaget oleh warga sebenarnya adalah taman kota yang oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dinamakan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Setiap pagi di hari libur kerja tempat tersebut dijadikan tempat berkumpul warga dan anak-anak yang berolahraga, bermain atau sekedar nongkrong melepas penat. Tentu saja, dimana ada keramaian para pedagang kaki lima pasti ikut nimbrung mengais rejeki.

Sudah nasib, dimana-mana selalu jadi bagian dari minoritas. Selain mata biru, Ritha bekerja di bidang konstruksi dimana perempuan menjadi minoritas di lokasi kerja. Satu hal yang paling membuatnya dihargai rekan kerjanya karena gender adalah kegemarannya membawa aneka makanan kecil saat pertemuan formal maupun informal. Lelaki boleh lebih detail mengerjakan gambar proyek, tapi urusan perut mereka sering abai. Tidak terpikirkan katanya.

Ting ting teringting, terdengar nada dering pesan masuk di gawainya. Ritha merogoh saku celana kulotnya.

Ardi GNC: Rith, kamu yang memandu rapat hari ini kan? Berangkat bareng yuk. Aku jemput kamu di tempat kost.

"Eh kebetulan ada yang nawarin jemputan gratis. Lumayan. Jadi lebih hemat ongkos," pikirnya. Serta merta Ritha langsung membalas pesannya dengan senang hati.

Ritha: Siap, Pak

Ardi GNC: Setengah jam lagi ya

"What's? Setengah jam lagi?"

Ritha: Nunggu beberes sebentar keberatan nggak, Pak? Saya masih di luar nih. Belum siap-siap."

Ardi GNC: Ok, nggak masalah.

Ritha mengembangkan senyumnya lalu bergegas kembali ke rumah kost. Setelah basa basi menyapa rekan sesama penghuni kost yang ditemuinya, Ritha segera mandi, mengenakan pakaian semi formal, mengemas jajan pasar dalam kotak kue besar, sedikit mengoleskan krim pagi, menabur bedak di seluruh bagian wajah ovalnya dan memakai lipbalm warna peach di bibirnya. Tak makan waktu lama, ia pun bersiap berangkat ke kantor dengan penampilan yang lebih segar.

"Selamat pagi, pak Ardi," sapanya ketika baru keluar kamar dan menjumpai Ardi sedang ngobrol dengan Bintang, anak ibu kost yang tengah asyik mencuci motor di halaman. Ada Yaris warna silver telah terparkir di halaman. Pasti itu mobil Ardi, karena Ritha tak pernah mendapati anak kost maupun keluarga ibu kost memiliki mobil serupa itu.

"Hai, pagi," jawab Ardi singkat

Bintang melirik Ritha sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Ujung bibirnya juga tertarik. Entah isyarat apa, Ritha tak peduli.

"Kita langsung berangkat sekarang?"

"Oke."

"Bin, aku berangkat ke kantor dulu ya," pamit Ritha sambil melambaikan tangan ke arah anak ibu kostnya itu.

Mereka berdua berjalan memasuki yaris silver itu.

"Kamu sekarang pakai softlens ya, Rith?" sambil menyetir rupanya Ardi memperhatikan Ritha.

"Iya. Disuruh pak Rusdhi agar tak tampak mencolok dan dianggap suku terasing," jawab Ritha apa adanya. Beberapa hari ini ia memang sudah mulai membiasakan diri menggunakan soflens pada saat-saat tertentu.

"Sayang ya, padahal sisi menarik dan uniknya kamu justru di warna manik matamu," komentar Ardi tak sepakat dengan alasan yang diberikannya.

Ritha hanya tersenyum.

"Pulang meeting, kamu ada acara nggak Rith?"

Ritha menggeleng.

"Mau nggak nemenin aku nonton konser musik jazz?"

Emmm, Ritha berpikir keras.

"Jangan takut, aku single kok,"

"Justru saya yang sudah nggak bisa bebas, Pak. Saya sudah bertunangan." ujar Ritha terus terang.

Ardi tersenyum, "Apa dia akan marah kalau kamu berteman dengan lelaki lain? Just friend." katanya menegaskan kata just friend dengan suara yang lebih keras.

"Mungkin tidak, tapi saya bukan penggemar jazz. Apa tidak lebih baik pergi bersama dengan orang yang sama-sama suka musik jazz? Sejujurnya saya lebih suka melihat, dibanding mendengar."

Ardi manggut-manggut.

"Pak Rusdhi bilang pacarmu penyanyi." ucap Ardi datar tapi matanya seperti hendak menikam.

Rupanya Ardi telah banyak bertanya tentang Ritha tanpa sepengetahuannya.

"Iya. Kami sama-sama menyukai seni dengan cara yang berbeda, dia fokus di musik sementara saya lebih suka menggambar. Alasan itulah yang membuat saya ambil jurusan arsitektur," dalih Ritha tanpa rekayasa.

Ardi terlihat paham dan puas dengan dalih yang disampaikan Ritha, tapi ia masih berusaha membujuk, "Jadi keberatan menemani saya nonton konser nanti malam?"

Ritha berulang kali menutup matanya. Sebenarnya ia tak ingin pergi, tapi tak tega juga kalau harus menolak.

"Bagaimana saya bisa nolak, pak Ardi? Anda teman baik saya," akhirnya terpaksa Ritha mengeluarkan kalimat itu. Benar-benar karena tak enak hati karena Ardi teman yang baik.

Ardi tersenyum gembira.

"Jangan panggil pak lagi kalau di luar kantor begini ya. Saya kan belum setua pak Rusdhi," katanya kemudian.

Ardi tersenyum puas karena berhasil membujuk Ritha mau menemaninya nonton konser musik jazz. Sayang sekali kalau dilewatkan, karena ia sudah memegang voucher tiket kelas VVIP yang ditawarkan bos besarnya. Ini adalah hadiah khusus karena membantu memenangkan tender di proyek PLTU Aceh. Kegembiraannya bertambah ketika berhasil membujuk Ritha menemaninya bermalam minggu. Wah, pasti bakal jadi bahan cerita heboh di kantor.

"Lalu saya harus panggil apa? Kakak, mas, abang, uda atau bli?" tanya Ritha sedikit sewot.

"Panggil nama saja, kan kita berteman. Anggap saja kita seumuran."

"Enggak ah. Kedengarannya nggak sopan." tolak Ritha.

"Ya, sudah panggil abang aja."

...***...

Jangan lupa dukungan like dan Vote ya. Terimakasih🙏

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!