NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lunturnya Keangkuhan

​Miller melangkah dengan bahu merosot saat memasuki koridor rumah sakit yang beraroma antiseptik tajam. Ia telah mengabaikan semua jadwal rapat Andreas, mengabaikan puluhan pesan dari divisi operasional Blue Diamond, dan yang paling krusial, ia mengabaikan tanggung jawabnya sebagai bayang-bayang Andreas Hadi. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Miller merasa bahwa martabat seorang manusia jauh lebih penting daripada gaji delapan digit dari keluarga konglomerat itu.

​Ia masuk ke ruang perawatan VIP dengan gerakan sepelan mungkin. Di sana, Grace masih terbaring kaku. Suster baru saja selesai mengganti cairan infus yang menggantung di tiang besi.

​"Bagaimana kondisinya, Sus? Apakah ada perbaikan?" tanya Miller dengan suara berbisik.

​Suster itu menoleh, memberikan senyum profesional yang tipis. "Sementara kondisi pasien stabil, Pak. Hanya saja demamnya masih naik-turun secara drastis. Pemberian parasetamol melalui infus tadi sepertinya kurang efektif karena metabolisme tubuhnya sedang melawan infeksi yang cukup hebat. Untuk mencegah kekurangan cairan akibat keringat yang berlebihan, kami sudah memberikan resusitasi cairan tambahan."

​Miller menatap butiran keringat dingin yang membasahi kening Grace. "Kapan dia bisa sadar, Sus?"

​Suster itu menghela napas pendek. "Secara medis, seharusnya pasien sudah sadar sekarang. Namun, terkadang ada faktor trauma psikis yang mengakibatkan pasien seolah 'enggan' untuk bangun. Tubuhnya memilih untuk tetap tertidur sebagai mekanisme pertahanan diri dari rasa sakit. Untuk lebih lengkapnya, Bapak bisa tanyakan pada dokter spesialis yang bertanggung jawab nanti saat visite."

​"Baik, terima kasih, Suster."

​Setelah suster keluar, Miller menggeser kursi perlahan dan duduk di samping tempat tidur. Ia merapikan ujung selimut Grace dengan tangan yang sedikit gemetar. Dalam kondisi tidak berdaya seperti ini, wajah Grace yang biasanya keras dan waspada tampak sangat teduh, namun juga sangat rapuh.

​"Maafkan aku, Grace..." bisik Miller lirih. Penyesalan itu menghujam jantungnya. "Seandainya malam itu aku tidak meneleponmu... seandainya aku membiarkan bajingan itu membusuk di klub sendiri, kau tidak akan sehancur ini."

​Tiba-tiba ponsel di saku jas Miller bergetar hebat. Nama 'Andreas' terpampang di layar. Miller menatap layar itu dengan muak. Ia bisa menelepon ribuan kali, namun bagi Miller, suara Andreas saat ini terdengar seperti kebisingan yang tak berarti. Ia mematikan ponselnya, memilih untuk tenggelam dalam keheningan ruang perawatan.

​"Apa yang harus aku lakukan?" Miller memijat pelipisnya. "Apa Grace benar-benar tidak punya siapa-siapa?"

​Ia teringat daftar kontak darurat tim bodyguard. Ia keluar ruangan sebentar, melakukan beberapa panggilan cepat hingga ia mendapatkan satu nama yang disebut sebagai orang kepercayaan Grace selain anggota lapangan: Nalea.

​Kediaman Utama Keluarga Hadi – Jakarta

​PRANGKK!

​Piring porselen berisi Omelette Truffle mahal hancur berkeping-keping di lantai ruang makan. Andreas berdiri dengan napas memburu, wajahnya merah padam karena amarah yang bercampur dengan rasa pening yang tak kunjung hilang.

​"Apa tidak ada rasa yang sesuai? Makanan apa ini? Sampah! Tidak becus kalian semua! Hanya menyiapkan sarapan saja tidak bisa!" bentak Andreas pada dua pelayan wanita yang kini menunduk gemetar.

​"Ma-maaf Tuan Muda, tapi ini resep yang biasa—"

​"DIAM! Keluar kalian semua! Keluar!"

​Andreas menghempaskan tubuhnya ke kursi jati, memijat pelipisnya yang berdenyut-denyut. Kepalanya terasa berat, pengaruh alkohol semalam masih menyisakan rasa mual di perutnya. Namun yang paling membuatnya gila adalah Miller. Asistennya itu tidak mengangkat teleponnya, seolah-olah Miller telah mengundurkan diri secara sepihak.

​"Sial! Kenapa semua orang mendadak membangkang padaku!" umpatnya.

​Ia berusaha mengingat-ingat. Potongan-potongan memori mulai muncul. Klub malam... Melani... rasa marah... dan kemudian wajah Grace yang dipenuhi ketakutan.

​"Semalam siapa yang bertanggung jawab membawa saya pulang dari klub? JAWAB!" teriak Andreas sambil menggebrak meja hingga gelas kristal di sana berdenting.

​Tiga orang pengawal yang berjaga di luar segera masuk dengan langkah tegap, namun kepala mereka menunduk.

​"Ka-kami, Tuan Muda," jawab salah satu dari mereka, seorang pria bertubuh kekar namun kini tampak ciut.

​"Ceritakan apa yang terjadi semalam. Sejujur-jujurnya! Jika ada satu saja kebohongan yang kutangkap, mulut kalian akan aku silet!" ancam Andreas dengan nada yang sangat rendah dan berbahaya.

​Ketiga pengawal itu saling pandang. Pria di tengah akhirnya memberanikan diri berbicara dengan suara terbata-bata.

​"Semalam... Tuan Miller memanggil Nona Grace untuk membantu membujuk Tuan Muda untuk pulang. Karena Tuan Muda sangat mabuk..." Andreas mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakan.

​"Lalu?" desak Andreas, jantungnya mulai berpacu liar.

​"Tapi kemudian terdengar suara teriakan dan keributan. Begitu Tuan Miller dan kami mendobrak masuk... Tuan Muda se-se-dang berusaha mem-memperkosa Nona Grace. Baju Nona Grace sudah robek, dan Tuan Muda mengunci tangannya dengan kasar. Nona Grace menangis dan meronta, tapi Tuan Muda justru semakin... beringas."

​Dunia Andreas seolah runtuh seketika. Gelas jahe yang ia pegang hampir terlepas dari jemarinya. Wajahnya yang tadi memerah karena marah, kini berubah pucat pasi, sepucat kertas.

​"Jadi... benar kata Miller? Aku... aku melecehkannya?" bisik Andreas pada dirinya sendiri. Suaranya bergetar.

​"Betul, Tuan Muda. Tuan Miller sangat marah semalam. Beliau yang menolong Nona Grace dan membawa Nona yang pingsan ke rumah sakit. Nona Grace tampak sangat syok dan kesakitan," tambah pengawal itu lagi.

​Andreas terdiam lama. Kesunyian di ruang makan itu terasa mencekam. Bayangan Grace yang cantik mengenakan blouse navy di mal kemarin sore berkelebat di pikirannya. Gadis yang baru saja ia puji dalam hati karena kecantikannya, justru ia hancurkan martabatnya dengan tangan sendiri beberapa jam kemudian.

​"Apa aku sebejat itu?" batin Andreas. Sebuah lubang besar rasa bersalah mulai menganga di hatinya. "Pasti Grace sangat ketakutan... dia menjagaku dengan nyawanya, tapi aku menyerangnya seperti binatang."

​Andreas memejamkan mata, memegang dadanya yang terasa sesak. Rasa pusing di kepalanya semakin menjadi-jadi, kali ini ditambah dengan rasa mual yang bukan berasal dari alkohol, melainkan dari rasa jijik pada dirinya sendiri.

​"Kalian keluar dulu. Tinggalkan aku sendiri," perintah Andreas dengan suara yang hampir tidak terdengar.

​Setelah para pengawal itu pergi, Andreas menelungkupkan wajahnya di atas meja makan. Ia menangis tanpa suara. Keangkuhannya hancur berkeping-keping. Pria yang selalu merasa paling berkuasa itu kini merasa seperti sampah yang tak berharga. Ia harus melakukan sesuatu, namun ia terlalu takut untuk menghadapi kenyataan bahwa ia telah menjadi monster bagi satu-satunya orang yang masih memiliki ketulusan di sekitarnya.

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!