Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Muda Sialan
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
☘️Mansion Grissham ☘️
"Raina.. Raina bangunlah tuan muda telah tiba dimansion." Kepala pelayan Sumi berusaha membangunkan Raina dari tidurnya
"Ah, sudah pukul berapa Kepala Sumi." Tanyanya sembari mengucek kedua bola matanya.
"Sekarang pukul 17.00 Wib lebih."
"Apaaa sudah petang sekarang." Ucapnya terkejut
"Iya dan kau cepatlah turun, tuan muda sedang menunggumu dimeja makan dan memintamu untuk menghindang kan makanan untuknya."
"Apa, bukannya pekerjaanku bukan menjadi koki lantas kenapa ia memintaku untuk --." Ucap Raina terputus ketika kepala Sumi segera menarik pergelangan tangannya
"Kepala Sumi aku belum selesai bicara." Gerutunya
"Sudahlah ayo cepat turun sebelum tuan muda mengamuk." Terangnya sembari menarik pergelangan Raina tanpa dilepaskan
Sesampainya didepan meja makan, Raina menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Dave sama sekali. Berbeda dengan Dave saat ini, kini ia menatap tajam ke arah Raina, karena Raina telah masuk kedalam ruangan keluarga yang berada didalam kamarnya yang digunakan untuk menyimpan segala kenangan masa kecil hingga dewasanya. Namun bukan hal itu yang membuat Dave kesal dengan Raina, hanya saja Dave lupa membuang fotonya dengan mantan kekasihnya itu dan dia berpikir pasti Raina telah berpikiran macam-macam mengenai dirinya.
"Cepatlah buatkan aku makan." Titah Dave
"Tugas saya bukannya untuk mengurusi keperluan pakaian Tuan saja." Bantah Raina
"Apa kau menolak perintahku." Tatap Dave sinis
Dave menggebrak meja makan yang berada didepannya dan spontan membuat seluruh pelayan yang sedang berdiri disamping kanan-kiri Dave semakin takut dan semakin menundukkan kepalanya.
"Bu.. bukan begitu tuan." Jawabnya terbata
"Lantas apa Hah." Gertak Dave kembali
Raina menghela nafasnya pelan
"Anda mau dibuatkan makanan apa tuan."
"Nasi goreng dengan telur mata sapi dan jangan lama-lama."
"Baik tuan."
Segera saja Raina menuju dapur yang tidak kalah jauh dengan meja makan, menyiapkan bahan-bahan makanan dan mengelolanya secepat mungkin.
"Lama sekali, kau bisa memasak tidak." Teriak Dave
"Bisaa tuan." Sahutnya
"Dasar tuan muda mesum, matanya tidak lihat apa sudah tersedia makanan yang sangat amat banyak dimeja makan, lantas kenapa dia menyuruhku untuk memasak." Gerutunya
Setengah jam sudah Raina berkutat dengan masakannya lalu menghindang kan makanan tersebut kehadapan Dave
"Silahkan tuan."
Dave segera mengambil sendok dan garpu miliknya lalu memasukkan satu suap sendok makan kedalam mulutnya.
"Hem, lumayan enak." Batinnya
"Makanan apa ini hah, rasanya tidak enak sekali." Maki Dave sembari mendorong piring yang ada didepannya
Dave sangatlah sengaja untuk membuat Raina kesal dengan makanan yang dihidangkan untuknya padahal makanan tersebut sangatlah enak sekali, namun sayangnya ia sengaja melakukan hal itu sehingga membuatnya bisa menjahili Raina dengan sepuas hatinya.
"Perasaan tadi rasanya pas tuan." Jelas Raina
"Rasanya pas bagaimana, coba saja rasanya tidak enak gini, coba masakan lagi untukku." Titahnya kembali
"Baiklah Tuan."
Dengan langkah gontai Raina berjalan kembali kearah dapur, menyiapkan bahan-bahan makanan kembali dan berkutat dengan masakannya.
Tak lama Raina telah menghidangkan kembali makanan yang baru ia buat ke hadapan Dave kembali, lalu dengan sigap Dave melahapnya dan alangkah terkejutnya Dave merasakan kenikmatan makanan tersebut untuk keduakalinya, namun gengsinya masih tinggi untuk mengakui bahwa masakan tersebut sangatlah nikmat.
"Bagaimana Tuan." Tanyanya berharap cemas
"Kau bisa memasak tidak hah." Dave memelototi Raina
Raina hanya menunduk saja dan tidak berani menatap wajah Dave, terlebih para pelayan yang sedari tadi hanya berdiri dan mematung untuk menunggu hasil masakan Raina.
"Ikut aku ke kamar, sebagai ganti kau tidak becus memasak makanan ini." Titahnya dan berdiri dari duduknya lalu berjalan kelantai atas.
Raina hanya mendengus pelan dengan titah sang tuannya yang seenaknya saja.
"Dasar Tuan Muda Sialaan." Maki Raina dalam hati
Raina masih mematung ditempatnya
"Rainaaaa." Teriak Dave yang sudah berada dilantai atas
"Iyaaaa tuan." Jawabnya sembari menyusul Dave yang sudah berada dilantai atas.
"Tuan muda sialan, tuan muda sialan, tuan muda sialan." Raina mengumpat dalam hati
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa