NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Bangkitnya Sang Hantu

Untuk membuat ramuan energi yang melampaui ramuan yang pernah bara buat sebelumnya, di laboratorium ruko saja tidak cukup membuatnya menjadi luar biasa, bara memutuskan kembali ke hutan larangan dan meraciknya disana, hari-hari dia habiskan untuk meneliti dan mencoba.

Hutan Larangan sore itu tampak seperti kuali raksasa yang mendidih. Di dalam gubuk bambunya yang sudah dilapisi plastik kedap udara, Bara sedang melakukan ritual yang lebih berbahaya daripada menjinakkan bom: distilasi tingkat tinggi.

Di hadapannya, rangkaian tabung kaca yang dipasok oleh Viona bekerja keras menyaring esensi akar alang-alang, jahe merah mutan, dan sari bunga wijayakusuma.

"Sedikit lagi..." gumam Bara. Keringat bercucuran dari dahinya, jatuh ke lantai bambu. Tubuhnya yang kokoh tampak berkilat tertimpa cahaya api tungku.

Targetnya jelas 'The Dragon Breath'. Ini bukan sekadar minuman energi; ini adalah mahakarya alkimia yang dirancang untuk memacu hormon adrenalin tanpa merusak jantung.

 Lawannya adalah 'Mega-Boost', produk sampah milik keluarga Darmawan yang hanya modal kafein dosis tinggi.

Namun, kelelahan fisik tidak bisa berbohong. Bau harum dari bunga wijayakusuma yang sedang didistilasi ternyata mengandung efek sedatif (obat tidur) alami yang sangat kuat. Tanpa sadar, kepala Bara terkulai di atas meja kayu.

"Cuma... lima menit..." bisiknya.

Lima menit alkemis ternyata setara dengan empat jam waktu manusia normal. Bara terlelap dalam dengkur yang sangat berwibawa, sementara di luar sana, takdir sedang menunggunya dengan gaun malam dan tuksedo.

Lampu kristal raksasa di Ballroom Grand Astora memantulkan cahaya ke gelas-gelas sampanye yang mahal.

Malam itu adalah acara paling bergengsi tahun ini: Gala Dinner & Launching Produk Farmasi Nasional.

Di pojok ruangan, tiga wanita cantik berdiri membentuk formasi yang membuat para pria segan mendekat.

 Alisa tampak sangat anggun dengan gaun biru gelap, Viona mempesona dengan gaun merah berani, dan Clara tetap profesional dengan gaun hitam simpel namun elegan.

Namun, wajah mereka tidak menunjukkan kegembiraan.

"Clara, bagaimana? Apakah makluk itu sudah bisa dihubungi?" desis Viona, matanya melirik jam tangan Rolex-nya setiap sepuluh detik.

 "Kalau dia tidak muncul, aku akan buat perhitungan dengannya saat bertemu" bagi viona, ini sesuatu yang akan mengantarkan bisnis Bara kejenjang yang lebih tinggi, tentunya sebagai pemegang kendali dia juga berhak ikut kwatir dan mengambil alih untung jikalau bara berhasil.

"Sinyalnya hilang. Sepertinya dia masuk ke area yang terlalu dalam atau... dia ketiduran," jawab Clara cemas.

Alisa meremas tas tangannya. "Bara janji akan datang. Dia tahu ini adalah langkah pertama untuk kembali."

Entah mengapa wanita bertiga itu tiba-tiba akrab pada saat begini.

Tiba-tiba, suasana riuh rendah itu mendadak hening saat seorang pemuda perlente dengan jas putih gading masuk ke ruangan.

 Dia didampingi oleh beberapa pengawal. Dialah Rico Darmawan, putra dari pengkhianat keluarga Bara.

Rico berjalan dengan dagu terangkat, menebar senyum yang menurutnya tampan tapi menurut Alisa menjijikkan. Rico langsung menghampiri meja Alisa. Dia belum tahu sama sekali bahwa Bara masih hidup.

"Nona Alisa." Rico membungkuk sok hormat. Yang tak digubris oleh Alisa sedikitpun.

 "Luar biasa. Kamu tampak sangat cantik malam ini. Sayang sekali, kamu masih saja bersikap dingin padaku. Padahal, hanya aku yang bisa menyelamatkan keluargamu setelah tunangan gembelmu itu menghilang entah ke mana. Mungkin orang miskin itu sudah mati dimakan cacing di got, atau hidup kelaparan menjadi gembel dijalanan."

Alisa menatap Rico dengan kebencian murni.

 "Bara tidak mati. Dan dia jauh lebih terhormat daripada pencuri seperti keluargamu."

Rico tertawa terbahak-bahak, suaranya cempreng dan sombong.

 "Kamu Masih saja mengharapkan hantu itu? Bara Mahendra Wardhana itu sudah jadi sejarah, Alisa. Dia pecundang, orang tuanya mati mengenaskan, Malam ini, 'Mega-Boost' milikku akan menguasai pasar, dan kamu... kamu akan segera menjadi milikku."

Di luar hotel, sebuah suara mesin yang mengerikan memecah ketenangan malam.

DUNG! TENG-TENG-TENG! PREEEET!

The Black Chariot melesat masuk ke area drop-off hotel bintang lima itu. Bara melompat turun dengan gerakan yang hampir membuatnya terjungkal. Dia baru bangun tidur 20 menit yang lalu dan langsung tancap gas tanpa sempat melihat cermin.

Penampilannya? Luar biasa hancur.

Kaos hitamnya penuh noda tanah dan bercak hijau (bekas perasan herbal). Celana kargonya robek di bagian lutut. Rambutnya acak-adukan, bahkan ada helai rumput liar yang tersangkut di belakang telinganya.

"Woy! Minggir! Darurat Medis dan Bisnis!" teriak Bara sambil berlari menuju pintu kaca otomatis.

"Stop! Gembel dilarang masuk!" Dua sekuriti bertubuh raksasa langsung mencegatnya.

"Gembel apanya?! Saya ini tamu kehormatan! Minggir!" Bara mencoba menerobos.

"Tamu kehormatan mana ada yang pakai baju pemulung?" Salah satu sekuriti tertawa mengejek. Namun, tawanya terhenti saat matanya melihat ke bawah.

Bara, dalam keadaan setengah sadar karena baru bangun, salah memakai sandal.

Kaki kanannya memakai sandal Swallow hijau (tapi itu untuk kaki kiri), dan kaki kirinya memakai sandal Swallow merah (untuk kaki kanan).

 Jempol kakinya terlihat sangat menderita karena tertekuk ke arah yang salah.

Bara mencoba berdebat sambil berusaha menerobos masuk, setidaknya setelah dia masuk dia akan bertemu viona dan masalah itu akan selesai.

Keributan itu terdengar sampai ke dalam Ballroom. Viona, Alisa, dan Rico menoleh ke arah pintu masuk.

Rico, yang penasaran dengan suara ribut-ribut itu, melangkah keluar sambil memegang gelas anggur.

 "Ada apa ini? Kenapa ada suara sirkus di hotel bintang lima?"

Rico berhenti di depan pintu. Matanya tertuju pada sosok yang sedang bergulat dengan dua sekuriti. Sosok yang dekil, bau tanah, dan memakai sandal Swallow merah-hijau yang terbalik.

Rico menyipitkan mata. Wajah itu... wajah yang sangat familiar tapi seharusnya sudah tidak ada.

"Bara...?" bisik Rico, "Bara Mahendra Wardhana?"

Bara berhenti meronta. Dia menatap Rico. Sebuah seringai kecil muncul di wajahnya yang kotor.

"Halo, Rico. Lama tidak jumpa," sapa Bara, suaranya tenang tapi dingin. "Kenapa mukamu pucat begitu? Kayak liat hantu"

Rico terdiam selama tiga detik, lalu tawanya meledak. Tawa yang lebih keras dan lebih menghina dari sebelumnya. Dia melangkah maju, berdiri di depan Bara yang masih dipegangi sekuriti.

"BWAHAHAHAHA! YA TUHAN! JADI INI BARA YANG DULUNYA DI AGUNG-AGUNG KAN?!" Rico berteriak agar semua tamu di dalam bisa mendengar.

 "Hadirin! Lihatlah hantu masa lalu kita! Bara Mahendra telah bangkit dari selokan! Tapi sepertinya dia bangkit sebagai pemulung gila!"

Rico menunjuk sandal Swallow merah-hijau Bara yang terbalik.

"Lihat ini! Tunanganmu, Alisa! Dia datang dengan sandal terbalik! Apa kamu ke sini mau minta sisa makanan pesta, Bara?" Rico tertawa sampai air matanya keluar.

"Sini, aku kasih uang buat beli lem biar otakmu bener dikit."

Rico melempar uang receh ke arah kaki Bara.

 "Ambil itu. Dan pergi dari hadapanku"

Bara menatap uang receh di atas lantai marmer itu, lalu menatap Rico. Matanya tidak menunjukkan kemarahan, melainkan ketajaman seorang ahli diagnosa yang sedang membedah bangkai.

"Rico..." suara Bara rendah namun terdengar jelas di seluruh lobi yang mendadak hening. "Kamu tertawa sangat keras. Tapi detak jantungmu... suaranya sangat tidak teratur. Dan dari yang terlihat dari tanganmu.."

Rico berhenti tertawa. "Apa pedulimu, Gembel?!"

Bara melangkah maju satu langkah, aura "Alkemis Agung"-nya mendadak keluar meski bajunya rombeng.

"Rico, percuma kamu memakai jas mahal dan parfum jutaan rupiah untuk menutupi bau kegagalan biologis di tubuhmu," ucap Bara lantang.

"APA?!"

"Kamu mengonsumsi 'Mega-Boost' buatan ayahmu sendiri secara rutin, kan? Produk yang isinya cuma kafein dosis tinggi dicampur stimulan murah," Bara menyeringai jahat. "Secara medis, ginjalmu sudah hampir menyerah. Tapi ada satu rahasia yang lebih menyakitkan bagimu, bukan?"

Bara menatap tepat ke arah celana Rico dengan tatapan yang sangat menghakimi.

"Disfungsi Ereksi Kronis," vonis Bara dengan nada profesional yang sangat keras. "Dalam bahasa pasar: Burungmu sudah pensiun dini, Rico. Mau kamu pakai jas putih atau jas emas, 'senjata'-mu itu sudah lunglai seperti mie instan yang kelamaan direbus. Kamu tertawa keras untuk menutupi rasa malu karena kamu tidak bisa lagi menjadi 'pria' sejati, kan?"

Hening yang mematikan menyelimuti lobi.

Lalu, seorang tamu wanita di belakang Rico tanpa sengaja tertawa kecil. Disusul oleh bisik-bisik yang menjalar cepat.

"Pantas saja dia gonta-ganti pacar terus, ternyata nggak 'naik'..."

"Hiiy, serem juga efek samping produknya..."

Wajah Rico berubah dari putih menjadi merah, lalu menjadi biru gelap. Kehormatan lelakinya hancur berkeping-keping di depan para pengusaha farmasi yang sangat paham soal urusan "kejantanan".

"KAMU MELEMPARKAN KATA-KATA TAK BERBUKTI, KAMU BOHONG! SAYA SANGAT SEHAT!" teriak Rico histeris.

"Sehat?" Bara menunjuk telunjuknya ke arah wajah Rico. "Coba tarik napas panjang. Terasa sakit di dada sebelah kiri, kan? Itu tanda penyumbatan pembuluh darah. Dan soal urusan bawah... mau aku buktikan di sini?."

Viona, Alisa, dan Clara melangkah maju. Alisa berdiri di samping Bara, menatap Rico dengan tatapan yang sangat puas. Dia tidak peduli lagi dengan bau tanah di kemeja Bara atau sandal Swallow-nya yang terbalik.

"Rico," ucap Alisa dingin. "Sepertinya 'hantu' ini lebih tahu tentang isi tubuhmu daripada dokter pribadimu sendiri. Bara, ayo masuk. Kita punya produk yang jauh lebih menarik untuk dipresentasikan daripada rahasia medis Rico."

Bara berjalan masuk ke Ballroom dengan kepala tegak, melangkahi uang receh Rico. Setiap langkahnya diikuti bunyi Plok-plok yang ritmis dari sandal Swallow merah-hijaunya yang terbalik.

Rico berdiri mematung di luar, ditinggalkan sendirian di lobi, sementara semua mata menatapnya dengan pandangan kasihan bercampur jijik.

Malam itu, Bara Mahendra tidak datang sebagai pangeran, tapi sebagai Dewa Penghancur ber-Sandal Swallow.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!