Janji Jari kelingking...??
It's a True..
"In My World, You are be Mine."
Zen Mahendra, memendam Cinta pada adik kecilnya Zoya Vidette Wijaya. Perasaan cintanya pada gadis itu, membuatnya terpaksa pergi meninggalkan keluarga yang membesarkan dirinya.
Hingga akhirnya, 11 tahun kemudian saat ia merasa sudah cukup pantas bagi gadis kecilnya dulu, ia datang kembali membawa seluruh hati dan cintanya pada gadis itu. Bagaimana perjuangan Zen setelah 11 tahun berpisah dengan Zoya? bisakah Zoya membalas cintanya? atau sudah adakah orang lain yang mengisi tempat kosong di hatinya..?
Jangan lupa ikuti terus Love story ZenZoya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUNC
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Zen mendorong kopernya sampai ke dalam kamar. Saat ini ia sudah berada di dalam kondominium yang ia beli beberapa hari yang lalu. Kondominium yang sangat luas jika ia tinggali seorang diri.
Setelah meletakan koper, Zen kembali keluar untuk memperhatikan setiap detail sudut dan ruangan yang ada di kondominium tersebut.
Semuanya sesuai dengan apa yang ia minta.
Baik dari segi dekorasi penataan dan juga furniture yang mengisi rumah barunya. Semuanya sama dengan apa yang Zen inginkan.
Untuk urusan hunian, Zen lebih mementingkan sisi kenyamanan saat ia berada di sana. Ia ingin suasana hangat selalu terasa dirumahnya, apalagi jika nanti,
Senyuman manis milik Zoya tiba-tiba terlintas di pikiran Zen. "Aaahh... sedang apa gadis kecil itu sekarang..?" Zen melihat jam yang melingkar dengan elegan di tangan nya yang cukup kekar.
Biasa nya di saat seperti ini Zoya nya masih berada di kampus. "Apa aku harus menemuinya sekarang..?"
Zen merogoh kantong nya saat benda lapis segi empat itu bergetar di dalam saku celana yang ia pakai.
Dad..?
"Ya Didiiee..??"
"Son,, apa kamu sudah tiba di jakarta..?"
"Ya Didiie. Aku tiba tadi pagi, aku juga pergi kerumah Opa Mahendra untuk sarapan di sana. Aku sudah berada di rumah ku sekarang." Jelas Zen.
{ Hemm. Apa kamu sudah menghubungi Mollie..? }
"Aku akan menemui mereka nanti, Didiie. Tolong jangan katakan kalau Didiie sudah menghubungi mollie..?" Yang Zen khawatir kan adalah ia tidak bisa mengejutkan Zo'e nya.
"Baiklah Son, Didiie akan menunggu kamu melakukan nya sendiri."
"Tentu saja Didiie. Aku ingin menemui mereka secara langsung. Jadi tolong simpan berita kedatangan ku sebelum aku mengejutkan seseorang terlebih dahulu."
"Baiklah Son, Jaga dirimu."
"Ya Didiie. Sure."
Setelah Sambungan telpon di matikan, Zen masuk kembali ke kamar. Ia merasa sedikit lelah. Sebaiknya ia beristirahat sebentar.
...❄️❄️...
"Haii Princess.. " Julie yang baru turun dari kamar melihat putrinya sedang bersantai-santai di Gazebo.
"Hii Mom, mommy mau..?" Zoya menawarkan camilan yang ada di hadapan nya. "Makanlah Sweetheart .- Tidak mengajar hari ini..?" Julie duduk di sebelah Zoya.
"Tidak ada kelas hari ini Mom, jadi aku bisa sedikit bersantai." Jawab Zoya sambil mengunyah camilan manis asin di tangan nya.
"Heemm. Begitu kah..? Baguslah, setidak nya kamu punya waktu untuk dirimu sendiri sayang." Julie mengelus rambut putri semata wayang nya itu.
"Momm, Apa Dady baik-baik saja..? Akhir-akhir ini aku jarang melihat Daddy di rumah..? Apakah Dady sesibuk itu..?"
"Entah lah Sayang. Dady hanya mengatakan sedang mengurus beberapa proyek kerja sama dengan investor asing. Oleh sebab itu dalam beberapa hari ke depan Daddy akan sangat sibuk." jelas Julie bersuara lemah.
"Apa mommy merindukan Daddy..?"
Wajah Julie memerah saat putri nya menanyakan hal itu. Jujur saja, ia memang merindukan suaminya.
Akhir-akhir ini Rehan selalu pulang larut malam, dan sudah pergi pagi-pagi sekali.
Bahkan Rehan selalu melewatkan waktu untuk sarapan bersama. Suaminya sesibuk itu sekarang. Memikirkan itu, membuat Julie larut dalam pemikiran nya sendiri.
"Mom..?" Zoya mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah Julie. "Apa mommy baik-baik saja..? Ingin pergi menemui Dady..?" Ajak Zoya pada Julie sambil mengedipkan mata.
"Apa tidak apa-apa kalau kita menemui Dady, apa Dady tidak akan terganggu.?" Julie khawatir.
"Momm.. come on.. mommy itu istri pemilik perusahaan, apa masalahnya kalau mommy menemui Dady. Bos besar itu milik Mommy." Zoya memeluk Julie memberikan semangat.
Wajah Julie yang tadinya tidak bersemangat kini mulai berbinar bahagia. "Baiklah, kalau begitu Mommy akan menyiapkan makan siang untuk Dady.
Apa kita juga harus makan siang di sana..?"
"Itu ide yang bagus mom, aku juga akan bersiap-siap." kata Zoya.
"Baiklah sweet heart. Mommy akan menyiapkan semuanya, tunggulah sebentar sayang.." Julie berlari dengan girang menuju dapur memberitahukan pada asisten rumah tangganya untuk memasukan makan siang kedalam kotak bekal. Sementara ia bersiap untuk menemui suaminya.
Lima belas menit kemudian Zoya sudah siap dan menunggu mommynya di ruang keluarga. Julie pun menyusul setelahnya, dengan semua makanan yang kini memenuhi kedua tangannya. Dengan sigap Zoya mengambil sebagian.
"Ayo kita temui Dady..." seru Zoya girang.
"Sweet heart, apa tidak sebaiknya kita menelpon Dady dulu..? mungkin saja Dady sedang rapat, atau sedang bertemu klien." Ragu nya. Julie khawatir kedatangan mereka malah akan mengganggu pekerjaan suaminya.
"Mom, percaya pada ku. Kalau pun Dady marah, aku yang akan memarahi Dady kembali." kata Zoya meyakinkan mommy nya. Meskipun Zoya sendiri sangat yakin kalau Dady nya tidak akan merah pada mereka, sekalipun dirinya dan Mommy ingin berkemah di sana.
"Baiklah. Ayo sayang." Julie kembali tersenyum dan pergi dengan percaya diri bersama putrinya.
Pergi ke kantor suaminya pada jam seperti ini, jangan berharap untuk segera sampai. Ya, you know lah, jalanan ibu kota sangatlah padat. Sehingga untuk mencapai kantor, mereka membutuhkan waktu kurang lebih dua sampai tiga puluh menit.
...❄️❄️...
Zoya langsung memarkirkan mobilnya ke parkiran PIV saat sampai di Zoya's Group. Mereka juga masuk melalui lift khusus menuju lantai teratas perusahaan milik Dady nya.
Kurang dari dua menit, mereka sudah tiba di lantai yang sama tempat ruangan Dady nya berada.
Sudah banyak yang berubah di sana. Hampir semua pegawai OB dan juga sekretaris di sana sudah berganti. Anna di mutasi ke kantor cabang, karena kinerja nya sangat baik, Anna di percaya untuk mengepalai bagian administrasi di sana.
"Apa Dady ada di dalam..?" tanya Zoya to the point pada sekretaris Rehan. "Pak Rehan masih berada diruang meeting Nona. Nyonya, " jawab sekretaris nya sopan.
"Baiklah, kalau begitu kami akan menunggu Dady di ruangan nya saja.- Ayo mom.."
Setelah sampai di dalam ruangan Rehan, Julie dan Zoya segera menata makanan di atas meja. Sembari menunggu suami nya selesai meeting, Julie memeriksa beberapa kertas yang menumpuk di atas meja suaminya.
"Apa yang mommy lakukan..?" Zoya menghampiri Julie yang saat ini tengah duduk di kursi kebesaran Dady nya.
"Mommy hanya melihat-lihat pekerjaan Dady mu sayang." Julie membolak-balikkan berkas Rehan.
Hemm..
Zoya membiarkan mommy nya melanjutkan kegiatan nya. Sementara Zoya kembali duduk di sofa untuk mengecek ponsel, dan memantau sosial media miliknya.
Menit demi menit berlalu, Dady Zoya masih belum juga selesai dengan meeting nya.
'Momm.. ?"
"Hem..??
"Tidak apa-apa. Aku akan keluar sebentar melihat-lihat kantor Dady." Zoya merasa bosan berada di ruangan itu.
"Mau mommy temani..?" Ujar Julie menghentikan sejenak kegiatannya.
"No. Mommy disini saja. Aku hanya akan pergi sebentar." Zoya mengambil tas dan memasukan ponselnya. Ia ingin keluar jalan-jalan sebentar melihat bagaimana situasi kantor Daddy nya, sampai pintu ruangan terbuka dari luar.
"Dad...?"
"Sweet heart...?" Rehan tak menduga ia akan mendapatkan kejutan seperti ini.
"Sayang, kau disini juga?" Rehan wanita terindah sedang duduk di balik mejanya.."Ada apa kalian kesini Little angel..?" Rehan sedikit keheranan.
"Surprise. Tentu saja." jawab Zoya dengan senyuman lebar khas nya. "Lalu mau kemana kamu barusan.?" tanya Rehan lagi mengingat Zoya sebelumnya seperti ingin melarikan diri.
"Aku kira Daddy masih lama, jadi aku ingin melihat-lihat perusahaan Daddy."
"Boo, sudah makan siang..?" Julie menyela pembicaraan antara putri dan ayah itu. Rehan menggelengkan kepala. "Kalau begitu, mari kita makan." Ajak Julie bangkit dari tempat duduknya.
"Baiklah. Ayo Sweet heart." Kebetulan sekali, Rehan juga belum makan siang.
"Terima kasih sudah merapikan berkas-berkas ku." bisik Rehan kemudian mengecup kening Julie. Julie hanya tersenyum. Untunglah ia masih mengingat bagaimana cara membereskan berkas-berkas itu, seandainya ia lupa, maka ia tidak akan bisa membantu suaminya. Ya meskipun hanya bantuan kecil.
Perasaan sepertinya, terasa sangat membahagiakan bagi Julie.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
tapi mendingan selesai kan dulu cerita Zen dan Zoya supaya jangan bingung Thor..
terus kalau cerita Ken biar aja dilapak baru supaya kita baca fokus Zen sama Zoya..
Dan setelah baca lagi....
Aku benar-benar masih ngerasa jahat..😭😭
Mampir kuy di cerita aku !
Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️
Ada yang lain lagi juga.
Hello Daddy, Im Sugar Baby !
Klik Profil aku dan liat yang mau kalian baca !
Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
Kuy lah yok, Mampir di cerita aku !
Hello Daddy, Im Sugar Baby !
Ada Om Damian dan Istri muda nya Baby.
ada juga bang Alex dan Risa di, Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️
Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
Lope Lope Sekebon Anggur 🍇🍇🍇