NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:989.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Buku Diary Nayra

     "Nay...Nayra, kamu di mana?"

     Ardana masih belum menyerah mencari. Ia sudah dua kali mengubek seluruh isi rumah, tapi sosok Nayra tetap tidak ia temukan.

     "Ya Allah, Nay. Kamu di mana? Kamu tidak pergi, kan?" Pertanyaan itu mulai ia lontarkan berulang kali. "Nay...muncullah."

     Tubuh Ardana bersandar di dinding dengan lemah, lalu perlahan merosot sampai terduduk di atas lantai. Air mata mulai menggenangi matanya.

     "Di mana dia....?" ucapnya bergetar.

     "Aku harus cari petunjuk, ke mana dia pergi. Nayra tidak bisa pergi jauh-jauh, dia tidak mempunyai teman yang jauh selain kota ini," gumamnya mulai bersemangat mencari petunjuk ke mana kira-kira Nayra pergi

     Perlahan Ardana bangkit dan berlari ke atas menuju ruangan favorit Nayra, dia langsung masuk dan membuka lemari kecil di sana.

     Tidak ada hal yang dia temukan sebagai petunjuk di dalam lemari itu. Namun, saat menyusuri tahapan lemari paling bawah, Ardana melihat sebuah bungkusan kantong kresek berwarna hitam. Ia meraihnya dengan tidak sabar dan membuka isi dari kantong kresek itu.

     Sebuah pakaian putih-putih seperti jas rumah sakit, lengkap dengan masker putihnya.

     Ardana mengerungkan kening dalam dan berpikir keras. Ia seperti ingat sesuatu. Namun, ia masih belum menemukan apa kaitannya pakaian serba putih itu dengan kepergian Nayra.

     Belum menyerah, kini ia beralih pada meja. Meja yang selalu jadi tumpuan Nayra bila sedang menulis dan merajut bahkan saat menangis, kepalanya tenggelam di sana.

     "Semoga ada petunjuk dari dalam laci lemari ini," gumamnya penuh harap.

     Ardana menemukan hasil rajutan terakhir Nayra, tentang hati yang patah. Ardana menggenggam lalu mengangkatnya. Ia tatap lekat-lekat dan membayangkan Nayra berada di sana.

     Yang terbayang dalam bayangannya, Nayra yang menangis. "Nay...kamu pergi. Kenapa tidak memberi aku kesempatan?" ucapnya, kini disertai isak tangis. Entah tangisan yang benar-benar merasa kehilangan atau sekedar rasa takut. Takut ketika orang-orang tahu Nayra telah pergi, mereka mempertanyakan, kenapa Nayra bisa pergi, kamu apakan dia?

     Setelah rajutan itu ia tatap dan tangisi, Ardana masih belum berhenti mengubek isi dari laci meja itu. Lalu tangannya berhenti pada satu benda, ia menatap benda itu, sebuah buku diary yang tersimpan rapi di bawah tumpukan kain rajut tadi.

     Ardana segera membuka lembar demi lembar tulisan buku diary itu. Matanya mulai berkaca-kaca kembali. Setiap tulisan yang Nayra goreskan membuat hati Ardana teriris.

     "Aku minta maaf, Nay...aku telah mengabaikanmu. Aku salah, aku selalu menutup mata hatiku untuk tidak mencintaimu, hanya karena masa laluku," gumamnya lirih.

     Lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membaca. "Mas Arda, mungkin jika Nay hamil. Mas Arda bisa sedikit mencintai Nay. Tapi, sampai hari ini, ternyata Allah belum mau memberi Nay kepercayaan. Nay sedih, jikapun Nay tidak dicintai, tapi Nay yakin Mas Arda akan mengasihi anak kita."

     "Hanya itu harapan Nay untuk bisa dicintai Mas Arda. Setiap awal bulan tiba, Nay selalu memeriksakan urin dan berharap tanda di atas tespek itu garis dua. Namun Sayang, semua tidak pernah muncul garis dua. Musnah sudah harapan Nay untuk bisa meraih cinta Mas Arda."

     Ardana kembali meneteskan air mata, ia tidak kuasa saat membayangkan betapa kerasnya usaha Nayra untuk bisa meraih hatinya. Namun, ia sama sekali tidak tergugah. Ardana terlalu larut dalam masa lalu, selama tiga tahun.

     "Ya Tuhan...betapa bodohnya aku," ujarnya mengumpat dirinya sendiri sambil meremas jambul di kepalanya sekuat mungkin.

     Lantas Ardana kembali melihat ke dalam laci. Di sudut laci itu ia melihat benda terbungkus rapi oleh plastik transparan. "Tespek?"

     Ia meraih benda penguji kehamilan itu. Tanpa rasa jijik, Ardana menghitungnya. Ada berbagai jenis bentuknya, ada yang pipih tipis, ada juga yang gendut sampingnya. Semua jumlahnya ada tiga puluh delapan biji alat tespek. Dan semua hasilnya garis satu.

     Bayangan Nayra kecewa ketika melihat hasil tespek itu ternyata garis satu, sangat jelas di pelupuk matanya. Sementara ia sadar, ia pernah beberapa kali mempertanyakan kehamilan itu.

     "Aku tidak butuh kejutan ulang tahun pernikahan, hanya buang-buang tenaga dan duit saja. Coba kasih aku kejutan, tentang kehamilan kamu misalnya."

     Kalimat itu terngiang kembali, tepat disaat usia pernikahan mereka tiga tahun, empat bulan yang lalu. Mungkin saat itu Nayra begitu terpukul, karena Ardana melihat Nayra begitu sangat sedih.

     Ardana meletakkan kembali benda penguji kehamilan itu di dalam laci. Ia meraih buku diary itu dan mulai membuka lembaran selanjutnya.

     Isinya kurang lebih sama, semua tentang harapan supaya bisa punya anak dan dicintai Ardana.

     "Nay...maafkan aku."

     Di lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membuka dan membaca.

     "Malam ini setelah kepergian Mas Arda tadi, aku tiba-tiba ingin mengikutinya. Mas Arda ternyata ke RSAU. Menemui Mbak Tiana kekasihnya. Di sana juga ada Nepa adiknya Mbak Tiana. Hatiku sangat hancur berkali lipat, ternyata Nepa memang mendukung Mbak Tiana. Terlebih saat itu Mbak Tiana meminta Mas Arda untuk segera menikahinya secara siri."

     "Setelah aku mendengar semua pembicaraan antara Mas Arda dan Mbak Tiana di dalam ruang rawatnya, sejak saat itu harapan untukku bisa meraih Mas Arda pupus. Aku pergi dan berlari keluar ruang rawat dan memutuskan 'mungkin pergi akan lebih baik'.

     "Nayra? Jadi, dia tahu kalau Tiana meminta aku menikahinya secara siri? Dan malam itu, suster itu. Dia Nayra?"

     "Akhhhh...sialan...." umpatnya seraya membalikkan badan dan kembali ke lemari. Ia meraih kantong kresek berisi baju putih itu. Di sini Ardana baru paham, apa kaitannya baju putih-putih ini.

     Malam itu ternyata Nayra sudah mengikutinya dan mengetahui semua pembicaraan antara dirinya dan Tiana.

     "Jadi, itu yang membuatmu pergi, Nay? Kamu harus tahu, Nay, aku belum memutuskan bersedia menikahinya Nay, kenapa kamu langsung memutuskan pergi. Nayraaaaa...." jeritnya melengking, tidak peduli jeritannya bisa didengar orang lain.

     "Kamu terlalu dini untuk pergi Nay, bahkan sebelum aku memutuskan untuk menikahinya secara siri, aku menemukan bukti kalau Tiana sudah pernah hamil dengan pria lain. Kenapa kamu pergi, Nay? Padahal aku meminta, berikan aku sedikit kesempatan. Nayra...."

     Ardana frustasi, ia terhuyung di dalam ruangan itu, menangisi dan menyesali semua yang telah terjadi, terutama menyesali kenapa Nayra harus menguping pembicaraan itu, sehingga Nayra memutuskan untuk pergi.

     "Semua telah berakhir Mas, maafkan Nay. Anggap saja Nay hanya angin lalu yang cuma numpang berhembus di rumah ini. Nay tidak bisa berharap lagi, apalagi Nay belum bisa memberi Mas Arda anak. Menikahlah dengan Mbak Tiana, tidak perlu siri. Mas Arda bisa menikahinya secara sah."

     "Apa yang kamu katakan Nayra? Bahkan aku tidak sudi untuk menikahinya," gumamnya penuh sesal. Pikiran Ardana benar-benar rumit saat ini.

     Lalu apakah Ardana akan menemukan petunjuk dari buku diary itu, kemana Nayra pergi? Satu bab lagi tungguin ya.

1
amilia indriyanti
sudah jadi ladang sawit
Lina Zascia Amandia: Wkwkwk Kakak tahu aja..!
total 1 replies
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!