NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:796.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Buku Diary Nayra

     "Nay...Nayra, kamu di mana?"

     Ardana masih belum menyerah mencari. Ia sudah dua kali mengubek seluruh isi rumah, tapi sosok Nayra tetap tidak ia temukan.

     "Ya Allah, Nay. Kamu di mana? Kamu tidak pergi, kan?" Pertanyaan itu mulai ia lontarkan berulang kali. "Nay...muncullah."

     Tubuh Ardana bersandar di dinding dengan lemah, lalu perlahan merosot sampai terduduk di atas lantai. Air mata mulai menggenangi matanya.

     "Di mana dia....?" ucapnya bergetar.

     "Aku harus cari petunjuk, ke mana dia pergi. Nayra tidak bisa pergi jauh-jauh, dia tidak mempunyai teman yang jauh selain kota ini," gumamnya mulai bersemangat mencari petunjuk ke mana kira-kira Nayra pergi

     Perlahan Ardana bangkit dan berlari ke atas menuju ruangan favorit Nayra, dia langsung masuk dan membuka lemari kecil di sana.

     Tidak ada hal yang dia temukan sebagai petunjuk di dalam lemari itu. Namun, saat menyusuri tahapan lemari paling bawah, Ardana melihat sebuah bungkusan kantong kresek berwarna hitam. Ia meraihnya dengan tidak sabar dan membuka isi dari kantong kresek itu.

     Sebuah pakaian putih-putih seperti jas rumah sakit, lengkap dengan masker putihnya.

     Ardana mengerungkan kening dalam dan berpikir keras. Ia seperti ingat sesuatu. Namun, ia masih belum menemukan apa kaitannya pakaian serba putih itu dengan kepergian Nayra.

     Belum menyerah, kini ia beralih pada meja. Meja yang selalu jadi tumpuan Nayra bila sedang menulis dan merajut bahkan saat menangis, kepalanya tenggelam di sana.

     "Semoga ada petunjuk dari dalam laci lemari ini," gumamnya penuh harap.

     Ardana menemukan hasil rajutan terakhir Nayra, tentang hati yang patah. Ardana menggenggam lalu mengangkatnya. Ia tatap lekat-lekat dan membayangkan Nayra berada di sana.

     Yang terbayang dalam bayangannya, Nayra yang menangis. "Nay...kamu pergi. Kenapa tidak memberi aku kesempatan?" ucapnya, kini disertai isak tangis. Entah tangisan yang benar-benar merasa kehilangan atau sekedar rasa takut. Takut ketika orang-orang tahu Nayra telah pergi, mereka mempertanyakan, kenapa Nayra bisa pergi, kamu apakan dia?

     Setelah rajutan itu ia tatap dan tangisi, Ardana masih belum berhenti mengubek isi dari laci meja itu. Lalu tangannya berhenti pada satu benda, ia menatap benda itu, sebuah buku diary yang tersimpan rapi di bawah tumpukan kain rajut tadi.

     Ardana segera membuka lembar demi lembar tulisan buku diary itu. Matanya mulai berkaca-kaca kembali. Setiap tulisan yang Nayra goreskan membuat hati Ardana teriris.

     "Aku minta maaf, Nay...aku telah mengabaikanmu. Aku salah, aku selalu menutup mata hatiku untuk tidak mencintaimu, hanya karena masa laluku," gumamnya lirih.

     Lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membaca. "Mas Arda, mungkin jika Nay hamil. Mas Arda bisa sedikit mencintai Nay. Tapi, sampai hari ini, ternyata Allah belum mau memberi Nay kepercayaan. Nay sedih, jikapun Nay tidak dicintai, tapi Nay yakin Mas Arda akan mengasihi anak kita."

     "Hanya itu harapan Nay untuk bisa dicintai Mas Arda. Setiap awal bulan tiba, Nay selalu memeriksakan urin dan berharap tanda di atas tespek itu garis dua. Namun Sayang, semua tidak pernah muncul garis dua. Musnah sudah harapan Nay untuk bisa meraih cinta Mas Arda."

     Ardana kembali meneteskan air mata, ia tidak kuasa saat membayangkan betapa kerasnya usaha Nayra untuk bisa meraih hatinya. Namun, ia sama sekali tidak tergugah. Ardana terlalu larut dalam masa lalu, selama tiga tahun.

     "Ya Tuhan...betapa bodohnya aku," ujarnya mengumpat dirinya sendiri sambil meremas jambul di kepalanya sekuat mungkin.

     Lantas Ardana kembali melihat ke dalam laci. Di sudut laci itu ia melihat benda terbungkus rapi oleh plastik transparan. "Tespek?"

     Ia meraih benda penguji kehamilan itu. Tanpa rasa jijik, Ardana menghitungnya. Ada berbagai jenis bentuknya, ada yang pipih tipis, ada juga yang gendut sampingnya. Semua jumlahnya ada tiga puluh delapan biji alat tespek. Dan semua hasilnya garis satu.

     Bayangan Nayra kecewa ketika melihat hasil tespek itu ternyata garis satu, sangat jelas di pelupuk matanya. Sementara ia sadar, ia pernah beberapa kali mempertanyakan kehamilan itu.

     "Aku tidak butuh kejutan ulang tahun pernikahan, hanya buang-buang tenaga dan duit saja. Coba kasih aku kejutan, tentang kehamilan kamu misalnya."

     Kalimat itu terngiang kembali, tepat disaat usia pernikahan mereka tiga tahun, empat bulan yang lalu. Mungkin saat itu Nayra begitu terpukul, karena Ardana melihat Nayra begitu sangat sedih.

     Ardana meletakkan kembali benda penguji kehamilan itu di dalam laci. Ia meraih buku diary itu dan mulai membuka lembaran selanjutnya.

     Isinya kurang lebih sama, semua tentang harapan supaya bisa punya anak dan dicintai Ardana.

     "Nay...maafkan aku."

     Di lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membuka dan membaca.

     "Malam ini setelah kepergian Mas Arda tadi, aku tiba-tiba ingin mengikutinya. Mas Arda ternyata ke RSAU. Menemui Mbak Tiana kekasihnya. Di sana juga ada Nepa adiknya Mbak Tiana. Hatiku sangat hancur berkali lipat, ternyata Nepa memang mendukung Mbak Tiana. Terlebih saat itu Mbak Tiana meminta Mas Arda untuk segera menikahinya secara siri."

     "Setelah aku mendengar semua pembicaraan antara Mas Arda dan Mbak Tiana di dalam ruang rawatnya, sejak saat itu harapan untukku bisa meraih Mas Arda pupus. Aku pergi dan berlari keluar ruang rawat dan memutuskan 'mungkin pergi akan lebih baik'.

     "Nayra? Jadi, dia tahu kalau Tiana meminta aku menikahinya secara siri? Dan malam itu, suster itu. Dia Nayra?"

     "Akhhhh...sialan...." umpatnya seraya membalikkan badan dan kembali ke lemari. Ia meraih kantong kresek berisi baju putih itu. Di sini Ardana baru paham, apa kaitannya baju putih-putih ini.

     Malam itu ternyata Nayra sudah mengikutinya dan mengetahui semua pembicaraan antara dirinya dan Tiana.

     "Jadi, itu yang membuatmu pergi, Nay? Kamu harus tahu, Nay, aku belum memutuskan bersedia menikahinya Nay, kenapa kamu langsung memutuskan pergi. Nayraaaaa...." jeritnya melengking, tidak peduli jeritannya bisa didengar orang lain.

     "Kamu terlalu dini untuk pergi Nay, bahkan sebelum aku memutuskan untuk menikahinya secara siri, aku menemukan bukti kalau Tiana sudah pernah hamil dengan pria lain. Kenapa kamu pergi, Nay? Padahal aku meminta, berikan aku sedikit kesempatan. Nayra...."

     Ardana frustasi, ia terhuyung di dalam ruangan itu, menangisi dan menyesali semua yang telah terjadi, terutama menyesali kenapa Nayra harus menguping pembicaraan itu, sehingga Nayra memutuskan untuk pergi.

     "Semua telah berakhir Mas, maafkan Nay. Anggap saja Nay hanya angin lalu yang cuma numpang berhembus di rumah ini. Nay tidak bisa berharap lagi, apalagi Nay belum bisa memberi Mas Arda anak. Menikahlah dengan Mbak Tiana, tidak perlu siri. Mas Arda bisa menikahinya secara sah."

     "Apa yang kamu katakan Nayra? Bahkan aku tidak sudi untuk menikahinya," gumamnya penuh sesal. Pikiran Ardana benar-benar rumit saat ini.

     Lalu apakah Ardana akan menemukan petunjuk dari buku diary itu, kemana Nayra pergi? Satu bab lagi tungguin ya.

1
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
Aneidy Sumarni
muter muter trus smpe harus lompat2 bacanya yg kreatif dong
Deera__
jodohnya Tama ini 😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Hay salam kenal Anara sayang. kamu udh tumbuh jadi anak cantik ya 😍😍
Deera__
kayaknya emang Arkana sudh takdirny yg akan menolong membantu menemukan Nayra. pasti berhasil
Deera__
wah pasti Nayra udh lahiran dn anaknya udh tumbuh balita cantik 😍😍😍
Deera__
tarik ulur dulu lah biar syahhhduuuu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
semoga aja jodoh untuk bertemu Nay. atau othor lagi coba main petak umpet dulu Ardan. dikasih hukuman karna kejam dan dinginnya Ardan selama 3 tahun ini 🤣🤣🤣🤣
Deera__
kok malah borneo jauh Mamat. SULAWESI ARDAN SULAWESI /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/📢📢📢
Deera__
padahal istrimu di pulau Sulawesi bukan Sumatera /Shy//Smug/
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
Deera__
untung Nayra bertemu dengan ibu Ghina orang yang sngat baik dan tulus
Deera__
aamiin. semoga kak othor dan keluarga besar maupun kecilnya sehat, panjang umur dunia akhirat, dikelilingi orng baik dn selalu dalam lindungan-Nya aamiin.
Deera__
pasti Hamil itu kamu Nay, akibat ulah nakalll colongan si Ardan pas Nay demam kemarin² /Slight//Slight//Shy//Shy/
Deera__
waduuhh saingan Ardan nihh bosss. senggol bossquueee/Casual//Casual//Proud//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Deera__
wah enak tuh Coto Makassar 🤤🤤😍😋
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!