NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:530k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Buku Diary Nayra

     "Nay...Nayra, kamu di mana?"

     Ardana masih belum menyerah mencari. Ia sudah dua kali mengubek seluruh isi rumah, tapi sosok Nayra tetap tidak ia temukan.

     "Ya Allah, Nay. Kamu di mana? Kamu tidak pergi, kan?" Pertanyaan itu mulai ia lontarkan berulang kali. "Nay...muncullah."

     Tubuh Ardana bersandar di dinding dengan lemah, lalu perlahan merosot sampai terduduk di atas lantai. Air mata mulai menggenangi matanya.

     "Di mana dia....?" ucapnya bergetar.

     "Aku harus cari petunjuk, ke mana dia pergi. Nayra tidak bisa pergi jauh-jauh, dia tidak mempunyai teman yang jauh selain kota ini," gumamnya mulai bersemangat mencari petunjuk ke mana kira-kira Nayra pergi

     Perlahan Ardana bangkit dan berlari ke atas menuju ruangan favorit Nayra, dia langsung masuk dan membuka lemari kecil di sana.

     Tidak ada hal yang dia temukan sebagai petunjuk di dalam lemari itu. Namun, saat menyusuri tahapan lemari paling bawah, Ardana melihat sebuah bungkusan kantong kresek berwarna hitam. Ia meraihnya dengan tidak sabar dan membuka isi dari kantong kresek itu.

     Sebuah pakaian putih-putih seperti jas rumah sakit, lengkap dengan masker putihnya.

     Ardana mengerungkan kening dalam dan berpikir keras. Ia seperti ingat sesuatu. Namun, ia masih belum menemukan apa kaitannya pakaian serba putih itu dengan kepergian Nayra.

     Belum menyerah, kini ia beralih pada meja. Meja yang selalu jadi tumpuan Nayra bila sedang menulis dan merajut bahkan saat menangis, kepalanya tenggelam di sana.

     "Semoga ada petunjuk dari dalam laci lemari ini," gumamnya penuh harap.

     Ardana menemukan hasil rajutan terakhir Nayra, tentang hati yang patah. Ardana menggenggam lalu mengangkatnya. Ia tatap lekat-lekat dan membayangkan Nayra berada di sana.

     Yang terbayang dalam bayangannya, Nayra yang menangis. "Nay...kamu pergi. Kenapa tidak memberi aku kesempatan?" ucapnya, kini disertai isak tangis. Entah tangisan yang benar-benar merasa kehilangan atau sekedar rasa takut. Takut ketika orang-orang tahu Nayra telah pergi, mereka mempertanyakan, kenapa Nayra bisa pergi, kamu apakan dia?

     Setelah rajutan itu ia tatap dan tangisi, Ardana masih belum berhenti mengubek isi dari laci meja itu. Lalu tangannya berhenti pada satu benda, ia menatap benda itu, sebuah buku diary yang tersimpan rapi di bawah tumpukan kain rajut tadi.

     Ardana segera membuka lembar demi lembar tulisan buku diary itu. Matanya mulai berkaca-kaca kembali. Setiap tulisan yang Nayra goreskan membuat hati Ardana teriris.

     "Aku minta maaf, Nay...aku telah mengabaikanmu. Aku salah, aku selalu menutup mata hatiku untuk tidak mencintaimu, hanya karena masa laluku," gumamnya lirih.

     Lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membaca. "Mas Arda, mungkin jika Nay hamil. Mas Arda bisa sedikit mencintai Nay. Tapi, sampai hari ini, ternyata Allah belum mau memberi Nay kepercayaan. Nay sedih, jikapun Nay tidak dicintai, tapi Nay yakin Mas Arda akan mengasihi anak kita."

     "Hanya itu harapan Nay untuk bisa dicintai Mas Arda. Setiap awal bulan tiba, Nay selalu memeriksakan urin dan berharap tanda di atas tespek itu garis dua. Namun Sayang, semua tidak pernah muncul garis dua. Musnah sudah harapan Nay untuk bisa meraih cinta Mas Arda."

     Ardana kembali meneteskan air mata, ia tidak kuasa saat membayangkan betapa kerasnya usaha Nayra untuk bisa meraih hatinya. Namun, ia sama sekali tidak tergugah. Ardana terlalu larut dalam masa lalu, selama tiga tahun.

     "Ya Tuhan...betapa bodohnya aku," ujarnya mengumpat dirinya sendiri sambil meremas jambul di kepalanya sekuat mungkin.

     Lantas Ardana kembali melihat ke dalam laci. Di sudut laci itu ia melihat benda terbungkus rapi oleh plastik transparan. "Tespek?"

     Ia meraih benda penguji kehamilan itu. Tanpa rasa jijik, Ardana menghitungnya. Ada berbagai jenis bentuknya, ada yang pipih tipis, ada juga yang gendut sampingnya. Semua jumlahnya ada tiga puluh delapan biji alat tespek. Dan semua hasilnya garis satu.

     Bayangan Nayra kecewa ketika melihat hasil tespek itu ternyata garis satu, sangat jelas di pelupuk matanya. Sementara ia sadar, ia pernah beberapa kali mempertanyakan kehamilan itu.

     "Aku tidak butuh kejutan ulang tahun pernikahan, hanya buang-buang tenaga dan duit saja. Coba kasih aku kejutan, tentang kehamilan kamu misalnya."

     Kalimat itu terngiang kembali, tepat disaat usia pernikahan mereka tiga tahun, empat bulan yang lalu. Mungkin saat itu Nayra begitu terpukul, karena Ardana melihat Nayra begitu sangat sedih.

     Ardana meletakkan kembali benda penguji kehamilan itu di dalam laci. Ia meraih buku diary itu dan mulai membuka lembaran selanjutnya.

     Isinya kurang lebih sama, semua tentang harapan supaya bisa punya anak dan dicintai Ardana.

     "Nay...maafkan aku."

     Di lembar berikutnya, Ardana masih belum berhenti membuka dan membaca.

     "Malam ini setelah kepergian Mas Arda tadi, aku tiba-tiba ingin mengikutinya. Mas Arda ternyata ke RSAU. Menemui Mbak Tiana kekasihnya. Di sana juga ada Nepa adiknya Mbak Tiana. Hatiku sangat hancur berkali lipat, ternyata Nepa memang mendukung Mbak Tiana. Terlebih saat itu Mbak Tiana meminta Mas Arda untuk segera menikahinya secara siri."

     "Setelah aku mendengar semua pembicaraan antara Mas Arda dan Mbak Tiana di dalam ruang rawatnya, sejak saat itu harapan untukku bisa meraih Mas Arda pupus. Aku pergi dan berlari keluar ruang rawat dan memutuskan 'mungkin pergi akan lebih baik'.

     "Nayra? Jadi, dia tahu kalau Tiana meminta aku menikahinya secara siri? Dan malam itu, suster itu. Dia Nayra?"

     "Akhhhh...sialan...." umpatnya seraya membalikkan badan dan kembali ke lemari. Ia meraih kantong kresek berisi baju putih itu. Di sini Ardana baru paham, apa kaitannya baju putih-putih ini.

     Malam itu ternyata Nayra sudah mengikutinya dan mengetahui semua pembicaraan antara dirinya dan Tiana.

     "Jadi, itu yang membuatmu pergi, Nay? Kamu harus tahu, Nay, aku belum memutuskan bersedia menikahinya Nay, kenapa kamu langsung memutuskan pergi. Nayraaaaa...." jeritnya melengking, tidak peduli jeritannya bisa didengar orang lain.

     "Kamu terlalu dini untuk pergi Nay, bahkan sebelum aku memutuskan untuk menikahinya secara siri, aku menemukan bukti kalau Tiana sudah pernah hamil dengan pria lain. Kenapa kamu pergi, Nay? Padahal aku meminta, berikan aku sedikit kesempatan. Nayra...."

     Ardana frustasi, ia terhuyung di dalam ruangan itu, menangisi dan menyesali semua yang telah terjadi, terutama menyesali kenapa Nayra harus menguping pembicaraan itu, sehingga Nayra memutuskan untuk pergi.

     "Semua telah berakhir Mas, maafkan Nay. Anggap saja Nay hanya angin lalu yang cuma numpang berhembus di rumah ini. Nay tidak bisa berharap lagi, apalagi Nay belum bisa memberi Mas Arda anak. Menikahlah dengan Mbak Tiana, tidak perlu siri. Mas Arda bisa menikahinya secara sah."

     "Apa yang kamu katakan Nayra? Bahkan aku tidak sudi untuk menikahinya," gumamnya penuh sesal. Pikiran Ardana benar-benar rumit saat ini.

     Lalu apakah Ardana akan menemukan petunjuk dari buku diary itu, kemana Nayra pergi? Satu bab lagi tungguin ya.

1
Rahma Lia
ceritanya bagus thor,,saya suka.. semangat berkarya thor💪💪
Lina Zascia Amandia: Terimakasih byk. Lanjut sampai tamat ya...🙏🙏🙏
total 1 replies
@Al**
/Good/
Mini Amora
berasa sesek pastinya thor
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Mini Amora
saya pembaca baru karyamu thor...

awal bab yg sangat menarik
smg selanjutnya trus menarik..

semangat berkarya author🩷
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak, semoga betah sampai tamat ya.
total 1 replies
Bungafitriyani
semangat kk cerita mu bagus
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Eri Dewa
bagus ceritanya, lanjut kak
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak..... 🙏🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Nenie Chusniyah
luar biasa ceritanya bagus sekali
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, mksh byk Kak...
total 1 replies
sweetpurple
Ga nyangka kalau akhirnya malah baikan lagi sama suaminya...
Ray
dasar bocil orangnya ditolak balonnya diterima 🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkkwk....
total 1 replies
ayu cantik
suka
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... lanjut ke karya lain ya...
total 1 replies
Nur Aisyah Channel
iya hrs lnjut dong..aq ska bnget sm ceritanya
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak....
total 1 replies
Lisa Icha
kasihan ma Nayra sesakit itu diacuh ma suami sendiri apalagi mendengar dengan jelas suamimu berteleponan riang ma belahan jiwanya
Lina Zascia Amandia: 😥😥😥😥😥😥
total 1 replies
Lisa Icha
ini di pertengahan tahun 2026 aku mungkin yg terakhir baca karyamu Thor.Jalan ceritanya mudah difahami semangat berkarya
Lina Zascia Amandia: Wah makasih banyak ya Kak. Selamat datang di karya saya ya. Semoga selesai sampai tamat..... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rina
Selalu bahagia ya kalian 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Piyah
harusnya sampe beranak dulu kembar
Lina Zascia Amandia: Hehehe.... pembaca yg lain keburu bosan Kak...
total 1 replies
Nar Sih
otw kak
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Patrick Khan
bwt kisah anak mereka kak..pasti seru
.makasi ceritanya kak😍😍❤️
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝗍𝖾𝗋𝗍𝗂𝗉𝗎? 𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝖺𝗋𝖽𝖺𝗇𝖺 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝖽𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝗈𝖽𝗎𝗌
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Ita rahmawati
happy ending 🤗
otw cerita barunya Thor 😅
Lina Zascia Amandia: Siap Kak. Tungguin ya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!