Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.
Aiza ,Yahh... Aiza calon istrinya yang kini sudah menjadi calon istri sang kakak, Aiza adalah ustadzah muda, yang berhasil mencuri perhatiannya.
" ustad imron apa boleh tunggu saya di koridor asrama, saya akan bicara di sini dan tolong jangan tutup gerbangnya takut menjadi fitnah" ucap Khai dengan nada dingin yang baru Aiza dengar.
Aiza terdiam, dirinya tampak menundukan kepalanya, Aiza adalah salah satu ustadzah muda yang berhasil memikat Gus Khai.
Aiza yang awalnya tidak ingin berharap lebih saat mengetahui jika Gus Khai menyukainnya, dan pasti Gus Khai sudah di jodohkan denang yang sekufu.
Namun tiba- tiba saja dua bulan lalu, keluarga kiyai Ibrahim datang ke rumahnya untuk mengkhitbah dirinya untuk Gus Khai.
Aiza langsung menerimanya, di tengah- tengah keluarga Kiyai Ibrahim kembali datang dan memberitahu jika dirinya akan menikah dengan Gus Ilham bukan Gus Khai.
Aiza yang memang tidak berani protes,ia memilih diam dan menerima semua dawuh dari kiyainya dan mungkin itu yang terbaik.
" Maafkan saya Gus,.saya tidak berani membantah ucapan Kiyai Ibrahim" ujar Aiza dengan masih menundukan kepalanya.
Gus Khai tersenyum smirk sambil menatap ke arah Aiza sekilas yang terlihat menunduk, " berbahagialah, saya juga akan bahagia dengan pilihan saya " jawab Gus Khai kemudian masuk kembali kedalam asrama putra dan menghampiri ustad imron.
Aiza menatap kepergian Gus Khai, dia sebenarnya juga mencintai Gus Khai, namun apalah daya Aiza yang tidak bisa menolak,karena bapaknya sudah menerima lamaran dari Gus Ilham dan mereka akan menikah dua bulan lagi.
" Aiza " sapa Seseorang dari arah belakang Aiza.
Aiza terkejut dan menoleh ke belakang setelah itu kembali menunduk,saat mengetahui orang yang menyapanya adalah calon suaminya yaitu Gus Ilham.
".Assalamualaikum Gus" sapa Aiza pada Gus Ilham.
" Waalaikumsalam, kenapa kamu di sini? ada perlu ?" tanya Gus Ilham dengan lembut, namun dengan wajah datarnya.
Gus Ilham terkenal dengan ketegasnya dan pendiam, sedangkan Gus Khai lebih terkenal dengan segala prestasi dan sifat ramahnya ke semua orang.
" enggak Gus, saya tadi hanya lewat saja " jawab Aiza.
"Ooo. .... oh yaa... lusa apa ada waktu? lusa ada orang kepercayaan umi datang, untuk fitting baju, apa bisa? soalnya umi dan Abi sedang ada urusan di Jakarta dan Bandung jadi tidak bisa menemani mu " sahut Gus Ilham yang mengingat pesan dari uminya.
" Baik Gus, nanti Gus kabarin saya saja, kalau begitu saya mau pamit Gus, sepertinya Apel sudah mau di mulai, Assalamualaikum" pamit Aiza.
" Iya silahkan, Waalaikumsalam " jawab Gus Ilham mempersilahkan calon istrinya untuk pergi.
Gus Ilham menatap kepergian Aiza, "Saya tahu jika kamu menyukai Khai, tapi apa boleh kali ini saya egois Za, abi dan umi pun berpihak pada kita, maafkan saya Za, saya janji akan membuat kamu bahagia " gumam Gus Ilham dalam hatinya sambil menatap kepergian calon istrinya itu.
Apel pagi di mulai, kali ini Apel di pimpin oleh Gus Khai sendiri, hari ini Khai tidak ada jadwal di rumah sakit,karena dirinya sedang mengambil libur untuk beberapa hari ke depan.
" Gus Ilham sebenarnya udah ganteng, tapi Gus Khai aduhhhh ganteng banget " gumam Santri kala selesai Apel, dan melihat Gus Khai yang masih berdiri di depan.
" Iyaa banget lagi, walaupun Gus Ilham lebih cool ,tapi Gus Khai Husband material banget, udah gitu dokter lagi " imbuh santri tersebut.
" ekhmmm" deheman seorang wanita membuat dua santri tersebut menoleh ke belakang.
" ehhh Ustazah Aiza" sapa Kedua santri tersebut saat melihat Aiza yang berada di belakang mereka.
" kenapa kalian masih di sini?" tanya Aiza dengan nada lembut, namun bagi Aiza itu sudah termasuk tegas.
" hehehe iya us, ini kita juga mau masuk ke kelas kok" Jawab kedua santriwati tersebut, kemudian mencium tangan Aiza dan pergi dari lapangan.
walaupun berada di satu kawasan, namun Madrasah santriwan dan santriwati tetap di pisah, masjid pun di pisah, walau terkadang jika ada pengajian gabungan, santriwati bisa ke masjid santriwan.
"Assalamualaikum, Afwan Ustazah Aiza di panggil " umi, di ndalem " sapa salah satu abdi ndalem yang mintai tolong oleh Umi Siti.
" Waalaikumsalam, nggeh mbak, matur suwun sampun di sampaikan ke kulo" balas Aiza, kemudian menatap ke arah Khai sebentar dan pergi dari lapangan madrasah putri.
Sedangkan Gus Ilham memimpin Apel di pondok putra, namun sepertinya Gus Ilham sedang tidak fokus, fikirannya tertuju pada Aiza dan juga Khai.
Di satu sisi dirinya senang jika di jodohkan dengan Aiza, namun di sisi lain ia merasa tidak enak hati dengan Khai, adiknya.
" maafkan Mas Khai, satu kali ini saja mas mengalah" gumam Gus Ilham yang masih mengikuti Apel.
Sedangkan di salah satu kampus di jogja terkenal di jogja, seorang mahasiswa bernama Eelena Najma, atau kerap di panggil Najma, kini sedang berdiri mempresentasikan hasil kerja sama dengan timnya.
Suara tepuk tangan menggema di seluruh kelas ketika kelompok Najma baru saja selesai presentasi, " bagus, kalian rinci dalam menjelaskan, pertanyaan juga kalian jawab dengan tepat" puji dosen mereka.
Najma adalah salah satu mahasiswa di jurusan psikologi, Najma berasal dari bandung, dan dirinya mendapatkan beasiswa full, di kampusnya akan kepintarannya.
" Kamu keren Ma" bisik teman sekelompok Najma.
" Kamu juga karena Fa" Balas Najma.
Setelah presentasi Najma kembali ke tempat duduknya dan mengikuti mata kuliah hingga selesai.
" Oh yaa ke cafe yukk, buat selebrasi, karena kita lancar presentasinya" ujar Aisyah salah satu teman kelompok Najma.
" Ayo..."
" Gas"
" Aku mah ikut " sahut beberapa teman kelompok Najma.
" Ma,.kamu ikut kan?" tanya Syifa.
" Kayaknya kalian aja dech" sahut Najma.
Najma di jogja ngekos dan dirinya hanya hidup dengan ibunya, namun ibunya di bandung, ibu Najma seorang tukang masak di salah satu pondok di bandung.
Ayah Najma sudah lama meninggal dan Najma adalah anak tunggal, dia tidak memiliki saudara sama sekali, Najma juga kerja paruh waktu, di salah satu rumah makan, terkadang Najma juga membuka joki tugas, untuk menyambung hidupnya di jogja.
" Aman Ma.... aku yang bayar... sekali - kali, kamu enggak perlu khawatir soal itu" sahut Syifa.
" enggak ahh.. aku enggak enak sama kalian, kalian udah banyak bantu aku" jawab Najma yang memang tidak enakan.
Kemudian Syifa dan aisyah teman Najma, menarik tangan Najma, agar ikut mereka, mereka adalah teman dekat Najma yang begitu baik pada Najma, mereka sering mengajak Najma jalan dan membayari makan Najma, bahkan Najma kenal baik dengan orang tua Syifa dan juga Aisyah.
" ehhh kalian mau bawa aku kemana?" tanya Najma.
" Udah ikut aja" sahut Syifa dan Aisyah bersamaan.
Najma akhirnya hanya bisa pasrah dan mengikuti teman- temannya, suara dering ponsel dari saku celana Najma.
" ehh bentar, handphone aku bunyi" ujar Najma, Syifa dan Aisyah kemudian melepaskan tangan Najma.
Najma merogoh saku celananya dan mendapati panggilan dari Nyai Ida, dimana ibu Nyai tempat ibunya bekerja.
" Nyai Ida, tumben banget " gumam Najma.
" Udah angkat aja siapa tau penting" Ujar Izza teman Najma lainnya.
" Assalamualaikum Nyai"
" ........"
" mohon maaf Nyai, ada apa ya.. sampai telfon Najma?" tanya Najma dengan sopan dan lembut.
" ..........."
" Astagfirullah baik Nyai, Najma pulang siap- siap dulu"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂